alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Young on Top KASKUS Community (YOTKC) /
Cara Berpikir Presiden, Entrepreneur Banget
3.16 stars - based on 249 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54b8ebcf148b46e94a8b456e/cara-berpikir-presiden-entrepreneur-banget

Cara Berpikir Presiden, Entrepreneur Banget

Tampilkan isi Thread
Halaman 25 dari 100
sukses dah buat kabinet sekarang emoticon-I Love Indonesia (S)
Asalnya kan emng pengusaha dy gan
yang harus dihilangin itu system kapitalisme di negara kita gan , kenyataannya segelintir orang di indonesia aja yang mengendalikan perekonomian indonesia tanpa bisa disentuh saat ini
semoga indonesia jadi lebih berkembang gan dengan dipimpin oleh pak Jokowi ini
membaca tulisan anda membuat semangat, saya ikut mendoakan supaya langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah dapat membawa Indonesia lebih sejahtera lagi.

dibalik itu, saya juga mempunyai pendapat sendiri. Sangat baik memang jika pemimpin negeri ini mempunyai jiwa enterpreneur yang pintar, terlebih pada upaya agar setiap pengeluaran yang dilakukan oleh negara dapat menjadi stimulus atau umpan untuk mendapatkan manfaat/hasil yang lebih besar. Perlu diamati kembali, suatu negara terdiri dari beberapa elemen, mulai dari pemerintah, peraturan yang berlaku, luas wilayah, sampai dengan masyarakatnya sendiri.

bahan bakar atau roda utama pada suatu negara menurut saya adalah penduduk negara itu sendiri. Ketika masyarakatnya cerdas, negara tersebut memiliki bahan bakar dan mesin yang mumpuni untuk melesat jauh kedepan. Kebalikannya, saat masyarakatnya dalam kondisi lemah, jangankan untuk melesat jauh, bergerak saja mungkin sangat sulit. Inilah yang menjadi perhatian saya, pemerintah selalu saja tidak mempunyai terobosan yang extraordinary untuk memajukan pendidikan masyarkatnya. Melihat ke pemerintahan sebelumnya, anggaran dana yang diberikan untuk pendidikan, nominalnya sangat besar, namun tanpa hasil. Pendidikan di Indonesia masih berkutat pada pemilihan kurikulum. Bagaimana bangsa ini bisa maju, kurikulum bermasalah, kesempatan untuk mengenyam pendidikan di beberapa daerah masih sulit, belum lagi fasilitas gedung pendidikan yang sangat miris. Beberapa diantaranya hanya beratapkan langit.

Apakah pemerintah sampai dengan saat ini masih sependapat dengan Belanda yang menginginkan rakyat Indonesia tetap bodoh agar dapat terus mengeruk keuntungan bagi mereka sendiri? Jika dalam hati mereka seperti itu, maka terkutuklah atas setiap udara yang mereka hirup, hidup dengan kesengsaraan bangsanya.

Saya berharap anda, Billy Boen, dapat melihat dari sudut pandang lain. Bukan hanya enterpreneur sukses, tapi juga seorang negarawan yang peduli dengan keadaan bangsanya. Mari majukan pendidikan bagi seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali. Semoga dengan hal tersebut masyarakat Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lainnya dan menjadi bangsa besar yang lebih sejahtera.

selalu ada pro sma kontra. tp yg bikin lucu slalu ada yg mrk yg kontra tanpa memberi.jalan keluar yg logis :v apapun kebijakan pemerintah, kita harus yakin dan ikuti pasti itu untuk kebaikan bersama, kalo sampe satu negara dirugikan, ya habis sama kekuatan masyarakat. lagian juga toh kita udah voting seindonesia. apapun hasilnya, kita hrs jd masyarakat cerdas
kalau hitungannya meleset bagaimana ? maksud saya begini. mulai tahun 2015 dikumpulin apa pasti bisa dapat 1300 trilyun ? yakin ? kalo bisa lebih baik uangnya buat bayar hutang dulu . toh infrastruktur masih dapat dari apbn dan jangan ajukan pinjaman luar negeri lagi. kalo masih pinjam luar negeri lagi berarti uang subsidi bbm yang sudah tiada lagi itu kemana
ane pengen jg salaman sama jokowi euy
yg jelas pemberantasan korupsi omong kosong, kesejahteraan rakyat omong kosong pula. yg ada cuma harga pada naik
PREsiden takut sama ibu suri di banggain... Wakwaww
ilmu entrepreneur emg bisa diaplikasiin ke semua aspek gan emoticon-Big Grin

Pada pendukung Jokowi sedang gegap gempita yang tercermin dari beberapa tulisan di Kompasiana maupun kultwit di Twitter karena mereka menganggap bahwa Jokowi telah berhasil menyelesaikan kisruh pelantikan Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri baru dengan melempar bola panas ke KPK melalui penundaan pelantikan Budi Gunawan sampai ada putusan pengadilan dan mengangkat Plt Kapolri yang baru, yaitu Jenderal Badrodin Haiti, wakapolri incumbent. Ada beberapa yang bahkan mengatakan bahwa Jokowi menyampaikan salam gigit jari kepada KMP karena jebakan mereka gagal. Tapi, benarkah demikian?

Pertama, yang membuat para pendukung Jokowi dari golongan aktivis anti korupsi meradang ketika mendengar Budi Gunawan sudah diusulkan oleh Jokowi untuk menjadi Kapolri bukan karena yang bersangkutan adalah tersangka oleh KPK, melainkan karena Budi Gunawan tersangkut kasus rekening gendut atau memiliki uang dalam jumlah sangat besar di rekeningnya namun tidak bisa dipertanggung jawabkan asal-usulnya. Penetapan tersangka oleh KPK baru terjadi setelah gelombang protes mulai bermunculan. Sementara itu, Badrodin Haiti yang diangkat sebagai Plt. Kapolri juga tersangkut kasus rekening gendut itu. Jadi keputusan Jokowi sebenarnya sama saja seperti keluar dari mulut buaya tapi masuk mulut harimau, sama sekali tidak menyelesaikan masalah dan malah melahirkan masalah baru. Lagipula, bagaimana bila KPK juga menetapkan Badrodin Haiti sebagai tersangka? Siapa lagi yang akan diangkat Jokowi sebagai Plt. Kapolri?

http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/rekening.gendut/page02.php

Kedua, Pasal 11 UU No. 22 Tahun 2002 tentang Kepolisian sudah dengan tegas mengatur bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri harus mendapat persetujuan dari DPR. Itulah sebabnya dalam hal Budi Gunawan, Jokowi mengirim surat kepada DPR guna meminta persetujuan lembaga tersebut, yang mana ditanggapi oleh DPR dengan melakukan uji kepantasan dan kelayakan terhadap Budi Gunawan dan selanjutnya hasilnya disampaikan kepada sidang paripurna DPR dengan hasil menyetujui usul untuk mengangkat Budi Gunawan menjadi Kapolri baru. Masalahnya apakah pemberhentian Sutarman sebagai Kapolri dan pengangkatan Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri sudah mendapat persetujuan DPR atau setidaknya meminta persetujuan DPR? Sejauh yang saya tahu dan pahami, kepres pemberhentian Sutarman sebagai Kapolri dan kepres pengangkatan Badrodin Haiti sebagai Kapolri belum meminta dan mendapat persetujuan dari DPR RI sesuai undang-undang.

Dengan demikian sebenarnya kepres pemberhentian dan pengangkatan kapolri yang dikeluarkan semalam oleh Jokowi tidak sah dan cacat secara hukum dan sudah batal demi hukum sejak ditandatangani Jokowi. Dampak hukumnya adalah Sutarman masih merupakan Kapolri yang sah secara de facto dan de jure dan dapat mengajukan gugatan pembatalan terhadap kedua kepres ke Pengadilan Tata Usaha Negara dengan batas waktu 90 hari sejak kepres ditandatangani dan diumumkan oleh Jokowi atau setidaknya sebelum Oktober 2015, yang mana saat itu Sutarman sudah memasuki masa pensiun. Ini artinya, keputusan Jokowi semalam dalam usahanya menyelesaikan masalah Budi Gunawan bukan saja tidak menyelesaikan masalah tapi juga melahirkan masalah yang tidak perlu.

Ketiga, penundaan pelantikan Budi Gunawan yang sudah disetujui DPR dan kemudian memberhentikan Sutarman serta menaikan Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri adalah bukti yang sangat kuat bahwa Jokowi telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang secara serius dan pintu gerbang yang sangat besar untuk mengajukan inteprelasi serta memakzulkan dirinya, sesuatu hal yang sangat diidamkan dan diimpikan penulis ini terjadi pada diri Jokowi dalam tempo selekasnya.

Keempat, semakin lama Budi Gunawan dilantik juga berarti Jokowi akan semakin lama berseberangan dengan Megawati dan Surya Paloh yang mendesak agar pelantikan Budi Gunawan yang dekat dengan Megawati dan merupakan mak comblang Jokowi dengan Jusuf Kalla menjadi Kapolri secepatnya. Bila Megawati dan Surya Paloh melihat bahwa Jokowi sudah tidak bisa lagi bekerja sama, maka terbuka kemungkinan mereka menarik dukungan dari Jokowi dan saat itu terjadi maka Jusuf Kalla yang pada dasarnya memang ingin menjadi presiden namun tidak bisa karena elektabilitasnya rendah serta pencalonannya didukung oleh Surya Paloh, teman baiknya sejak di Golkar pasti akan sepakat memakzulkan Jokowi agar dia naik menjadi presiden. Ingat, Gus Dur jatuh karena dia kehilangan pendukung di parlemen, memiliki banyak barisan sakit hati di kalangan ABRI serta dihianati oleh wakil presidennya, Megawati Soekarnoputri.

Kelima, bicara barisan sakit hati, Sutarman, kapolri yang dipecat tanpa persetujuan DPR dan Suhardi Alius, Kabareskrim yang dipecat pada hari yang bersamaan karena dituduh memberikan data rekening gendut Budi Gunawan kepada KPK tentu menimbulkan barisan sakit hati di kalangan pendukung keduanya dan di kalangan polisi yang bersih. Ingat, bahwa institusi kepolisian sudah mengakui bahwa polri sedang terpecah karena masalah pelantikan Budi Gunawan ini! Menambah barisan sakit hati dari kelompok yang memegang senjata adalah tidak bijaksana, terutama bila komandan paspampres dipegang oleh menantu Hendropriyono, loyalis Megawati dan kepala staf kepresidenan adalah Luhut Panjaitan, loyalis Jusuf Kalla.

Dengan semua fakta ini maka menjadi pertanyaan, dari mana dasarnya para pendukung Jokowi menyatakan bahwa Jokowi telah sukses dari lubang jarum dengan cerdas serta menunjukan bahwa dirinya bukan boneka Megawati dan Surya Paloh? Padahal Jokowi bukan saja masih terbenam dalam lumpur hisap mematikan, namun usaha dia melepaskan diri dari kubangan lumpur tersebut malah semakin menariknya ke dalam. Jokowi benar-benar dalam kondisi maju kena, mundur, dan buah simalakama pemberian KMP ini sepertinya tidak akan bisa disingkirkan dengan mudah. Semua ini menjadi ironis bila kabar yang beredar mengenai alasan Jokowi terburu-buru memberhentikan Sutarman adalah benar, yaitu karena Sutarman tidak mengembangkan kasus Obor Rakyat yang merupakan salah satu sumber kebencian dalam diri Jokowi. Memang, setahu saya Jokowi itu memiliki sifat yang sangat pendendam. Sekali dia membenci seseorang, maka dia tidak akan puas sebelum membalas dendam kepada yang bersangkutan; misalnya kasus Puan Maharani yang dihalangi oleh Jokowi untuk menjadi cawapres karena sebelumnya tidak setuju Jokowi mencalonkan diri; atau tukang sate yang dipenjara karena mengkritik Jokowi di twitter atas laporan anak buah PDIP, Henri Yosodiningrat, dan lain sebagainya.

http://m.kompasiana.com/post/read/717473/1/jokowi-semakin-terbenam-lumpur.html
olaaah Presiden yah
biasa aja, dia kan juga punya usaha mebel
emoticon-I Love Kaskus (S)
keren banget dah emoticon-thumbsup:

suka dah klo pemimpin yg kayak gini.
mdhn2 bisa terus menginspirasi kita emoticon-Smilie
semoga buat yang terbaik saja bagi bangsa iniemoticon-I Love Indonesia
Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi emoticon-I Love Indonesia (S)
mantap banget dah emoticon-thumbsup
jiwa pengusaha gan hehehe
waaw....
Quote:


eh gan jgn salah.. ini salah satu revolusi mental jg.. mana ada jaman dlu tersangka korupsi jd cakapolri? ini revolusi..emoticon-Ngakak

semua kebijakan doi yg mengundang pro kontra itulah yg jd bagian revolusi mental (mental jongos)

Halaman 25 dari 100


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di