alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54b5ce76c0cb176d3a8b457a/part-3

part 3

“Habis nangis?” pria dengan senyuman damai itu tau betul apa yang terjadi. Setidaknya dia bisa melihat bahwa aku sedang terkena masalah, dengan fadly. Sebelum aku bermain memang kami sempat bertengkar. Katanya aku tidak mempunyai waktu dengannya dan lebih memilih teman-temanku. Itu wajar. Pertama, karena menurutku pacar adalah urutan setelah teman, dihidupku. Kedua, aku tau dia pasti melakukan hal yang sama, lebih memilih temannya daripada aku, pacarnya (saat itu).
“Hehe iya. Keliatan ya?” dia duduk disebelahku. Barisan paling belakang di mobil. Dia yang dijemput pertama, tapi aku disuruh duduk dibelakang oleh Laras. Tanpa alasan. Malam itu kami berdua mengobrol banyak dimobil. Ternyata kami mempunyai pemikiran yang sama. Sebenarnya aku sudah mengetahui itu sejak mengobrol di chatting. Namun setelah mengobrol secara langsung, aku semakin tahu kami memang cocok satu sama lain.
“Udah tidak usah terlalu dipikirkan. Malam ini kita harus bersenang-senang. Lupakan Fadly buat sementara. Besok temui dia ya.”
Dia sungguh bisa menenangkanku malam itu. Kami asik mengobrol dibarisan belakang. Sesekali menanggapi obrolan teman kami yang didepan. Kami mengobrol tanpa batas. Sesekali aku menghisap rokok saat kami tiba di pemberhentian pertama. Tentu dia tidak marah. Dia tidak pernah melarangku. Malam itu dia hanya mengingatkan, “Sudah dulu, kamu habis banyak malam ini. Lihat asbak ini, penuh dengan punyamu. Kamu itu ngerokok udah kayak kereta. Ngebul mulu nggak ada berhentinya.” Tanpa paksaan, aku berhenti. Entah darimana energy positif itu. Mungkin dari senyuman damai itu.
Paginya aku melihat sms yang banyak berdatangan ketika aku menyalakan handphone ku. Kebanyakan dari Fadly. Dia (masih) marah. Malah semakin marah. Karena aku menghilang. Tidak bisa dihubungi semalaman. Di terakhir sms yang datang, dia mengatakan dia sakit. Masuk angin katanya.

***

Jam 9 pagi aku keluar kos Laras. Aku baru tidur 3jam. Jam 5 subuh kami baru sampai kos. Sebenarnya aku masih lelah. Badanku rasanya remuk sekali. Namun kekhawatiranku kepada Fadly lebih besar lagi. Mampu membuatku terbangun pagi itu dari kasur. Kemudian aku segera mencari makan diwarung dekat kosan Laras. Karena aku yakin Fadly belum bangun pagi begini. Aku juga membawakan vitamin, supaya dia lekas merasakan enak ditubuhnya.
Tebakanku benar, dia belum bangun. Aku mengetuk pintunya beberapa kali tidak juga dibukakan. Setelah aku ketuk lebih kencang, dia membukakan. Kaget aku datang dengan beberapa kantong plastik dan keringat yang mengucur dari wajah dan badanku. Aku datang kesana dengan angkot dan diteruskan dengan berjalan. Kosnya berada didalam sebuah komplek, sehingga aku harus berjalan agak jauh.
Aku mengerokinya, menyuapinya dengan sepenuh hati. Berharap besok saat aku pulang, dia sudah sembuh. Kami tidak peduli disitu ada temannya, sedang tidur pulas. Sesekali kami saling melumatkan bibir. Sesekali sambil melihat temannya yang sedang tertidur, entah pulas atau tidak saat itu. Karena kami sangat berisik.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
emoticon-Matabelo


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di