alexa-tracking

Tak Selamanya Aku Bahagia dan Tak Selamanya Aku Bersedih

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54b524fe12e257753f8b4570/tak-selamanya-aku-bahagia-dan-tak-selamanya-aku-bersedih
Tak Selamanya Aku Bahagia dan Tak Selamanya Aku Bersedih
emoticon-Selamat
Welcome to My Story


Kenalin, nama gw Safira. Panggil aja Fira. Begitulah nama tokoh dalam cerita ini. Seorang anak remaja berusia 15 tahun yang baru duduk di bangku SMA dengan gayanya yang feminim dan juga tomboy. Dengan sifatnya yang sangat mandiri dan terkadang juga sangat manja. Begitulah sebagian tentang seorang Fira.

Cerita ini hanyalah fiksi, tapi bukan 100% fiksi. Sebagian terinspirasi dari kejadian di dunia nyata. Oya, maaf kalau tulisan gw carut-marut, berantakan dan aneh. Karena ini adalah tulisan pertama gw disini. Jadi, harap di maklumi.

--Index--


#Satu
#Dua
#Tiga
#Empat
#Lima
#Enam
#Tujuh
#Delapan
#Sembilan

Happy Reading emoticon-Peluk
image-url-apps
Ditunggu ceritanya sist... jangan lupa mampir juga ke cerita ane emoticon-Big Grin emoticon-Cool

Satu

Pagi ini sangatlah dingin. Dengan suasana khas pagi yang menenangkan, membuat orang-orang enggan untuk bangun dari tidur mereka dan malah kembali menarik selimut. Tak terkecuali aku. Mama pun membangunkan ku. Aku masih sangat mengantuk, bukannya bangun dari tidur aku malah kembali melanjutkan tidurku. Tetapi mama terus berusaha membangunkan ku.
Dengan sangat malas aku pun bangun dan pergi mandi
Setelah selesai mandi akupun bersiap-siap pergi kesekolah kurang lebih setengah jam akhirnya aku selesai dan pergi menuju meja makan. Disana sudah ada mama yang sedang sibuk menyiapkan sarapan, dan mama langsung menyiapkan sarapan untukku. Aku pun langsung memakan sarapan itu. Tak lama papa pun bergabung ke meja makan

“Sudah dari tadi ra?” Tanya papa
“Mmm.. Baru aja pa” Jawabku lalu kembali meneruskan makan
“Novel apa ra?” Tanya papa, tertarik
“Tentang… apa ya pa?” Ucapku sambil berpikir
“Ditanya malah tanya balik” Ucap papa
“Mmm… Kayaknya tentang kehidupan gitu pa, Fira baru aja baca tadi. Niih.. baru sepuluh halaman” Ucapku panjang lebar
“Yasudah deh, lanjut baca aja lagi. Papa mau sarapan dulu” Ucap papa lalu memakan nasi goreng yang mama masak tadi, ditemani mama

“Aku mau kekamar dulu ya ma…” Ucapku lalu pergi kekamarku

Ketika aku sampai dikamarku, kulihat HP ku di atas meja bergetar tanda ada panggilan masuk. Ketika ku lihat ternyata Andre yang nelpon.

“Selamat pagi” Ucapnya
“Selamat pagi juga And” Jawabku
“Udah siap pergi sekolah?” Tanyanya
“Siap nggak siap” Jawabku
“Berangkat bareng yuk” Ajaknya
“Hahaaa.. Kayak kita nggak pernah berangkat bareng aja And” Jawabku
“Hehee… Kan sekarang beda ra, sekarang satu sekolah lagi kayak dulu”
“Hehee.. Iyaya.. Oya, Dah siap pergi sekolah belum?” Tanyaku
“Sudah, Nih lagi pakai sepatu” Jawabnya
“Mmm.. Udah dulu ya! Kutunggu di halaman depan” Ucapku
“Oke bidadariku” Jawabnya
“Hahaa.. Dasar emoticon-Stick Out Tongue” Telponpun ku matikan

Aku pun memakai sepatuku, lalu berpamitan sama mama

“Maaa.. Fira pergi sekolah dulu ya” Ucapku lalu mencium tangannya
“Iyaa.. Tapii.. Nggak diantar papa?” Tanya mama
“Fira pergi sama kak Andre aja ma” Ucapku
“Yasudah.. Hati-hati ya sayang, semoga harinya menyenangkan” Ucap mama
“Iya ma..” Jawabku sambil pergi keluar rumah

Ketika aku baru keluar rumah, kulihat Andre sudah menungguku.

“ Hai And..” Sapa ku lalu naik ke motornya
“Pergi sekarang?” tanyanya
“Iya, yuk!” Jawabku

Di perjalanan aku hanya diam, begitu juga Andre. Sekitar 15 menit, akupun sampai disekolah. Andre mengajakku keliling sekolah. Sekolah ini tingkat tiga, dan bangunannya mengelilingi lapangan sekolah. Sekolah ini merupakan sekolah favorit di kota ini.
Aku dan Andre terus berjalan-jalan di sekeliling sekolah, mulai dari lantai satu sampai lantai teratas, lantai tiga. Ketika sampai dilantai paling atas Andre menunjukkan kelasnya. Andre juga memberi tahu ku berbagai ruangan dan tempat-tempat di sekolah ini, mulai dari halaman sekolah, taman, kantin, UKS, labolatorium, perpustakaan, dan ruangan lainnya.
Dari atas sini aku dapat melihat kearah halaman dan taman sekolah.Ketika ku lihat ke lapangan sudah banyak murid baru disana dan aku pun meminta Andre menemaniku ke lapangan.
Ketika sudah sampai di lapangan, Andre kembali menuju kelasnya.Karena aku mulai bosan berada di lapangan ini, aku pun pergi menuju taman, yang bersebelahan dengan lapangan sekolah. Aku hanya membaca novel dibangku taman. Ku perhatikan sekitar, tetapi tak ada satupun yang ku kenal. Lalu aku meneruskan membaca novelku. Ketika aku sedang asik membaca novel, seseorang menyapaku. Aku pun berkenalan dengannya. Nama dia Rico, dia anggota osis. Tak lama dia pun mengajakku ke halaman, karena sebentar lagi acara MOS akan dimulai.

Acara MOS diawali dengan upacara sekaligus pembukaan mos. Setelah itu kamipun disuruh berkumpul oleh kakak-kakak osis. Para anggota osis memperkenalkan diri mereka masing-masing. Mulai dari ketua, wakil, bendahara, sekertaris, dan ketua dari berbagai bidang. Aku pun tau kalau kak Rico adalah ketua osis. Setelah itu, mulailah berbagai kegiatan-kegiatan aneh. Aku sering bertemu kak Rico dan kak Rico selalu menyapa ku dengan ramah. Aku juga mendapatkan teman baru. Si kembar Shilla ,dan Shella, Mika, Diky, dan Alex.

Ketika acara mos telah selesai akupun diantar pulang oleh Andre. Rumahku bersebelahan dengan Andre. Akupun sering bermain ke rumah Andre. Akupun dekat dengan mamanya Andre.

“Gimana mosnya tadi?” Tanya Andre
“Yang pasti capek banget Ndre” Jawabku
“Kamu ngantuk?” Tanyanya lagi]
“Lumayan” Jawabku singkat
“Pegangan ya! Kalau mau tidur, tidur aja. Kamu kelihatan capek banget ra” Ucapnya
Aku hanya diam, lalu memeluknya, karena sudah sangat ngantuk. Tak lama akhirya akupun sampai. Aku berjalan masuk kedalam rumah. Belum sampai depan pintu kepalaku sangat pusing, semakin lama yang kulihat buram, semakin tidak jelas dan semakin gelap. Setelah itu, aku tak tahu apapun lagi.

Ketika aku bangun, aku sudah berada didalam kamarku. Kepalaku masih terasa pusing. Kulihat Andre duduk di kursi yang ada dikamarku. Terlihat kekhawatiran dari raut wajahnya. Aku hanya diam memperhatikan dia.

“Gimana keadaanmu ra?” Tanyanya ketika melihatku sudah bangun
“Sedikit pusing Ndre” Jawabku
“Mama mana Ndre?” Aku balik bertanya
“Belum pulang ra, mungkin sebentar lagi. Soalnya sudah jam enam sore ra” Jawabnya
“Mmm… Iya Ndre” Jawabku dengan wajah kecewa
“Yasudah.. Lanjut istirahat lagi ya. Kan ada aku disini” Ucapnya menenangkanku
“Oya.. Kamu belum makan kan? Bentar ya, aku bikinin makan dulu” Ucapnya lalu pergi menuju dapur

Sekitar setengah jam, Andre pun kembali kekamarku dengan membawa bubur dari ayam dan sup yang dihaluskan.

“Niiihh.. Kesukaan mu kan?” Ucapnya sambil menyuapiku
“Makasih Ndre” Ucapku

Setelah selesai makan, Andre menyuruhku kembali istirahat. Tak butuh waktu lama, aku pun kembali terlelap. Setelah itu, Andre pun pulang kerumahnya.
KASKUS Ads
Quote:


Oke gan emoticon-Toast
image-url-apps
izin diriin tenda di sini ya emoticon-Cool
Quote:


Wokeh sist emoticon-Big Grin

Dua

Aku terbangun dipagi hari dengan kepala yang masih terasa sangat pusing. Aku ingin tidak masuk sekolah hari ini, tapi sayangnya hari ini masih MOS. Aku pun pergi mandi dan bersiap-siap pergi kesekolah. Setelah selesai bersiap-siap ,aku langsung pergi kesekolah bersama Andre, tanpa berpamitan dengan mama.

Diperjalanan, aku hanya diam, entah apa yang kupikirkan. Ketika sudah sampai disekolah pun, aku tak menyadarinya

“Raaa… “ Panggil Andre ketika tiba di sekolah
“Eeh? Iya Ndre” Jawabku kaget karena melamun
“Kamu baik-baik aja kan?” Tanyanya memastikan
“Iya.. “ Jawabku dengan tersenyum

Aku dan Andre pun pergi menuju taman sekolah. Disana aku hanya duduk diam, tanpa membaca novel ataupun lainnya dengan ditemani Andre. Tak lama setelah itu, semua anak baru sudah mulai berkumpul di halaman sekolah. Aku pun bergabung kesana dan Andre kembali ke kelasnya.
Hampir semua anak baru sudah berkumpul di halaman sekolah, akupun duduk bersama Mika, Shilla, Shella, Diky, dan Alex. Kakak-kakak OSIS pun mulai membacakan kegiatan-kegiatan hari ini.

Satu per satu kegiatan pun dilaksanakan. MOS hari ini hampir sama seperti hari kemaren. Diisi dengan berbagai kegiatan OSIS. Perbedaannya, hari ini aku berkali-kali dihukum karena sering melamun yang otomatis membuatku tidak memperhatikan mereka .

Kakak-kakak osis itu membagi kita menjadi beberapa kelompok. Disetiap kegiatan, kakak osis yang mengurus kita berbeda-beda. Hukuman pertamaku adalah nanyi. Ketika itu, yang mengurus kelompokku adalah kak Rico.
Itu memang kesalahan ku, aku tidak memperhatikan Kak Rico. Tetapi itu juga karena keadaanku yang kurang sehat, aku hanya diam saat Kak Rico bertanya kenapa aku melamun, kalaupun aku bilang sakit, Kak Rico juga tetap akan menghukumku. Dengan senang hati akupun melakukan apa yang di minta Kak Rico. Bua tapa melakukannya dengan terpaksa? Akan semakin memberatkan ku melakukan hukuman itu.

Kak Rico memintaku menyanyika lagu “Not With Me” Entah kebetulan atau apa, itu adalah lagu kesukaanku. Akupun semakin dengan senang hati menyanyikan lagu itu. Aku pun mulai menyanyikan lagu itu, dan murid-murid lain di kelompok itupun diam, mendengarkan ku bernyanyi. Bahkan beberapa dari kelompok lain juga terlihat penasaran dengan apa yang akan terjadi.
Mereka memperhatikanku dengan tatapan yang “Aneh”. Itulah yang kurasakan, tatapan aneh dari mereka. Tetapi, aku tak mempedulikan tatapan itu. Aku terus bernyanyi. Agar dapat segera menyelesaikan hukumanku

I’m walking up from my summer dreams again
Try to thinking if you’re alraight
Then I’m shattered by the shadow of your eyes
Knowing you’re still here by my self


I can see you, if you’re not with me
I can say to my self, if you’re okay
I can feel you, if you’re not with me
I can reach you my self, you show me the way

Life was never be so easy as I’t seems
Till you came and bring you’re love inside
No matter space and distance make it look so far
Still I know your’re still here by my self


Aku terus menyanyikan lagu itu hingga selesai. Setelah aku selesai bernyanyi dan menyelesaikan hukumanku, aku kembali ketempat semula. Tak lama setelah itu, Kak Rico pun meninggalkan kelompokku, karena akan di gantikan oleh kakak-kakak Osis lainnya. Dengan kegiatan yang berbeda pula

“Akhirnya.. Untung aja hukumannya nggak berat” Ucapku dalam hati
Tak lama kakak Osis lainnya pun datang ke kelompokku. Aku sudah berusaha sebisaku tetapi, akhirnya tetap saja aku melamun. Akhirnya, akupun kembali di suruh maju untuk kembali mendapatkan hukuman. Hukumanku kali ini hanya sekedar mengenalkan diri di depan murid-murid yang lain.

Saat aku memperkenalkan diri, kulihat ada Kak Rico sedang melewati kelompokku. Dia memperhatikanku sejenak lalu kembali meneruskan langkahnya dengan tersenyum. Entah apa maksudnya.
Setelah memperkenalka diri, aku belum dapat kembali duduk. Aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para kakak Osis itu. Pertanyaan yang ku angggap tidak penting untuk mereka ketahui. Kakak OSis itu ada tiga orang, dan masing-masing menghujamku dengan pertanyaan. Ketika aku sedang menjawab pertanyaan Kak Iqbal, Kak Tasya langsung memotong pembicaraanku

“Kamu punya hubungan apa sama Rico” Tanyanya
“Hubungan apa kak?” Tanyaku dengan suara datar
“Nggak usah pura-pura nggak tau” Ucapnya dengan suara meninggi
“Aku memang nggak ngerti. Aku baru kenal Kak Rico kemarin” Jawabku masih dengan suara datar. Ku lihat wajah Kak Tasya terlihat kesal. Kak Tasya pun hanya diam tanpa menanggapi ucapanku.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan lainnya, Kak Iqbal pun membolehkan ku kembali duduk. Ku lihat Kak Tasya sejenak, dan Kak Tasya pun menatapku dengan sinis

Masih setengah jam lagi sebelum istirahat. Itu berarti, aku masih harus terus-menerus mendapatkan tatapan sinis itu. Aku pun berusaha tak mempedulikannya, tetapi tetap saja ada perasaan aneh yang ku rasakan.

Waktu terus berjalan, dan akhirnya bel pun berbunyi. Tanda istirahat. Aku langsung mencari Kak Andre dank u lihat dia sudah ada di bangku taman. Akupun duduk di sebelahnya, dan menceritakan apa ayang ku alami tadi. Tetapi, bukannya memberi semangat. Kak Andre malah tertawa. Tetapi, setelah itu Kak Andre berusaha menenangkan pikiranku.

Aku menghabiskan waktu istirahatku bersama Kak Andre di bangku taman. Tadi Kak Andre mengajakku ke kantin, tetapi aku malas pergi kesana, jadi kita hanya duduk di bangku taman, sambil sesekali bercanda yang tak jarang membuat kita saling tertawa.

Sekitar 15 menit, kegiatan Mos pun kembali di lakukan, dan lagi-lagi aku kembali tak memperhatikan. Akhirnya, akupun kembali di hukum. Hukumanku kali ini ngegombalin kak Rendi, salah satu kakak osis yang mengurus kelompokku saat itu.

“Ahhh.. Hukumannya nyebelin” Omelku dalam hati

Suka nggak suka, tetap aja aku ngelakuin hukuman itu, dan setelah aku lakuin hukuman itu, aku pun kembali duduk di tempat semula. Waktu terus berjalan, dan terasa amat lama. Setelah begitu lama ku tunggu akhirnya bel pulang pun berbunyi. Akupun bersorak dalam hati.

“Akhirnya, hukumanku hari ini selesai” Ucapku
image-url-apps
ahh jadi inget masa2 mos dlu sis., salut sis bisa nerima smua hukuman dengan lapang dada emoticon-Big Grin waktu q dlu orgnya pembangkang tiap ad senior yg semena2 lgsg dah q maki2 ditempat dengan jurus kata2 sakti ''q masuk kesini untuk belajar bukan utk ngikutin hukuman tolol keg gini., silahkan law ga seneng ama ucapanq kasi tw biar q lgsg ke kepsek dan batalin skolah disini'' . Akhirnya pada diem tuh panitia mos nya plus ketua osis minta maaf supaya q g kluar dr mos emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Waah.. Keren tuh pengalamannya emoticon-Ngakak (S) Mau kayak gimana lagi? Mau kyak gitu juga tapi nggak berani, jadi ya terima aja. Walau cukup ngeselin emoticon-Ngakak (S) Btw, ini cowo apa cewe ya? emoticon-Bingung
image-url-apps
Quote:


Asli cewe ane gan emoticon-Big Grin ya gimana emang udah dr kecil sifatq keras krna wktu itu bayanganq yg q takutin 1. Allah 2. Orang tua ., nah selain dari 2 daftar tersebut sih aq g takut., mw diterima disekolah ya monggo., mau dkeluarin ya okeh., apalagi ama senior yang sok2 marah dengan alasan ''senior selalu benar'' tapi q jawab ''senior selalu benar karna juniornya goblog'' emoticon-Big Grin law junior pinter mah senior ga bener2 amat.
Quote:


Waaah.. Itu keren banget tuh sist emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
Miris juga ya thread gua ini.. emoticon-Mewek

Tiga

Akupun berjalan menuju gerbang sekolah. Kulihat disana sudah ada Andre yang menungguku.
“Hai Ndre” Ucapku sambil naik ke motornya
“Langsung pulang?” Tanyanya
“Mmm.. Iya” Jawab ku

Tak butuh waktu lama, setelah sekitar 15 menit aku pun sampai di depan rumah. Aku pun langsung turun dan berjalan masuk ke rumah dengan diikuti Andre. Karena dia takut jika aku kembali pingsan.
Ketika di rumah, Andre pun menunggu ku di ruang tamu. Setelah aku selesai ganti baju, aku kembali ke ruang tamu menemui Andre.

“Wiiih.. Bidadari ku cantik banget” Ucap Andre
“Iissh.. Biasa aja koq. Biasanya kan juga gini” Jawabku
“Kalau begitu, berarti tiap hari cantik donk” Ucap Andre lagi. Aku hanya tertawa kecil menanggapi ucapannya.
“Kamu capek kan? Mending istirahat aja Fir” Ucap Andre menyuruhku istirahat
“Nggak mau” Ucapku sambil menggelengkan kepala dan menggembungkan pipiku
“Nggak usah gitu, makin imut tau emoticon-Stick Out Tongue” Ucapnya menarik pipiku
“Huuuuaaa.. Sakitttt!!!”
“Hehee.. Maaf sayang” Ucapnya meminta maaf.
“Kerumahku yukk!!” Ajaknya. Sebelum ku iyakan, dia sudah lebih dulu menarik tanganku. Dengan senang hati akupun mengikutinya, Ya, rumah ku dan Andre ini bersebelahan. Aku juga sangat dekat dengan kedua orang tuanya Andre.
Karena Andre merasa bosan, dia pun mengajakku pergi jalan. Akupun mengiyakannya. Kami pun pergi menuju toko buku. Karena disanalah tempat kesukaanku.

Setelah kurang lebih sekitar setengah jam akupun sampai di sebuah mall. Di mall inilah terdapat toko buku. Aku sangat suka pergi ke toko buku itu. Hampir tiap minggu aku pergi ke toko buku itu bersama Andre.
“Mau ikut atau pergi ketempat lain?” Tanya ku saat sampai di depan toko buku.
“Ikut kamu aja deh, sekalian cari buku juga” Jawab Andre sambil berjalan masuk.
“Aku ke kumpulan novel-novel ya Ndre” Kataku
“Novel ya? Bareng aja! Aku mau nyari komik juga” Jawabnya

Kita pun sama-sama mencari buku yang kita inginkan. Aku mencari novel, sedangkan dia mencari komik. Mungkin sekitar setengah jam, Andre pun sudah menemukan komik yang dicarinya dan menghampiriku

“Nyari novel apaan sih?” Tanya penasaran karena melihatku membolak-balik beberapa novel untuk membaca sinopsisnya.
“Huumm.. Entah, aku masih belum ketemu yang aku mau Ndre. Nggak apa-apa nih kamu nungguin aku?”
“Iya, gapapa koq Fir” Jawabnya sambil ikut mencari novel, ku lihat dia memilih beberapa novel. Tetapi aku tak tahu pasti novel apa yang di pilihnya.

Sekitar satu jam telah berlalu lagi, aku sudah memegang dua novel di tanganku sedangkan Andre juga memegang beberapa komik, entah komik apa dan juga sebuah novel, yang lagi-lagi aku juga nggak tau novel apa.
Karena sudah selesai, aku dan Andre pun segera pergi menuju kasir.

“Sini novelnya, sekalian aja sama punya ku” Ucap Andre dan langsung mengambil novel yang ku pegang. Aku hanya membiarkannya.
“Nih And uangnya..” Ucapku sambil memberikan dua lembar uang ratusan
“Udah ah, nggak usah Ra” Ucapnya menolak
“Issh.. Kan yang beli aku And”
“Gapapa Fir..” Jawabnya sambil berjalan maju ke kasir.

Aku langsung pergi dan menunggunya di luar. Sekitar lima menit aku merasakan tepukan lembut di bahu ku.

“Eh?” Ucapku yang kaget
“Mikirin apaan sih? Bengong aja Ra..”
“Nggak koq And..” Jawabku yang masih kaget
“Pulang yuk.. Atau jalan-jalan lagi nih?” Tanya Andre yang berjalan di samping menuju kearah parkiran.
“Pulang aja yuk And.. Lagian kan besok aku masih mos And..” Jawabku ketika sudah sampai di tempat parkir dan ikut naik ke motornya.
Lagi-lagi diperjalanan aku merasa ngantuk sehingga hanya diam, dan seperti biasa Andre ngerti semua tingkah laku ku dan tentu aja dia sadar kalau aku lagi ngantuk.

“Peluk aja.. Ntar jatuh nggak tanggung jawab loh” Ucap Andre pada ku
“Yee.. nggak ah” Jawabku tetapi tetap saja akhirnya aku memeluk dia karena sangat ngantuk.
Karena jalanan mulai macet dan aku sudah sangat ngantuk atau bisa dibilang beberapa saat aku tertidur dan kemudian terbangun, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke rumah. Ketika sudah sampai, aku masih sangat mengantuk dan lagi-lagi tak sadar kalau sudah sampai di rumah..
“Ra.. Bangun..” Panggil Andre
“Eem? Masih ngantuk And” Rengekku
“Udah.. sana. Nanti lanjut tidur lagi”
“Iya deh And..” Jawabku sambil turun dari motornya dan berjalan menuju rumah ditemani Andre.
Sesampai dirumah aku pergi ke kamarku untuk mandi dan Andre menunggu di ruang tamu. Setelah selesai mandi, akupun kembali ke ruang tamu menemui Andre.
“Kerumah yuk!” Ajaknya
“Yuk!!” Ucapku mengiyakan.

Saat sampai di rumahnya ku lihat rumah terlihat sepi dan tak terlihat mamanya dirumah.

“Mama dimana And?” Tanya ku menanyakan mamanya.
“Lagi ketempat keluarga sama papa juga Ra”
“Oh.. gitu ya And. And.. Mulai ngantuk lagi nih..”
“Ke kamar ku aja Ra.. Eeh.. Tenang aja Ra, nggak bakal macam-macam koq Ra..”
“Iya deh.. Aku kekamar mu ya” Jawabku sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
“Iya.. ntar ku bikini minum deh tapi sekalian mau mandi dulu” Ucapnya sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Dikamarnya aku langsung berbaring dikasur karena sangat mengantuk. Setelah beberapa menit aku tertidur ku dengar suara pintu yang membuatku terbangun.
“Maaf Ra, kalau ganggu tidurmu” Ucapnya sambil meletakkan minuman dan juga cemilan.

Sambil ngemil, aku dan Andre pun sudah larut dalam obrolan kita. Walau lebih banyak aku yang ngeluh karena capeknya mos tadi. Apalagi aku agak kesal sama kak Tasya. Seperti biasa, Andre selalu berusaha nenangin perasaanku.
Sekitar jam enam sore, aku pulang ke rumah karena ku pikir mama ku sudah pulang kerumah.Tetapi sebelum pulang, Andre memberikan tiga novel kepadaku.

“Loh.. Koq?” Ucapku yang sedikit heran..
“Kenapa Ra?” Tanya Andre
“Koq tiga? Kan tadi aku ngambilnya dua doank And” Jawabku
“Tadi yang milih satunya itu aku Ra.. Dibaca ya.. Walau aku nggak tau kamu suka atau nggak. Pengennya sih beliin kamu novel karya penulis favoritmu itu.. Tapi kan kamu udah punya semuanya dan selalu punya novel terbarunya. Jadi aku pilihin novel itu..” Ucapnya menjelaskan
“Uuhh.. Makasih ya And. Sayang banget deh sama kamu” Ucapku sambil memeluknya
“Iya Ra.. sama-sama.. Aku juga sayang kamu my angel” Ucapnya juga sambil memelukku
“Dah.. Jangan nangis. Kamu aneh, senang malah nangis.. wlee emoticon-Stick Out Tongue
“Hehee.. Aku balik kerumah dulu ya And” Ucapku lalu melepaskan pelukanku dan berjalan keluar rumah ditemani Andre,
“Dadah..” Ucapku sambil melambaikan tangan kepadanya saat aku sudah berada di depan rumah.


Tetapi yang kudapati di rumah tetap sepi. Hanya ada Bi’ Nina di rumah. Bi Nina inilah yang mengurus rumah, mulai dari merapikan rumah, memasak, dan segala perkerjaan rumah lainnya. Sedangkan mama bekerja mengurus toko pakaiannya. Tetapi yang pasti, mama selalu memasak sarapan dan kalau sempat biasanya juga memasak untuk makan malam.

“Bi’.. Mama belum pulang ya?” Tanya ku pada bibi
“Belum de’.. Mungkin sebentar lagi, tapi tadi mama nyuruh bibi yang masak buat makan malam nanti”
“Oh.. gitu ya bi. Aku telpon aja deh nanti”

Akupun pergi ke kamarku dan membuka hp ku. Aku langsung menelpon Andre

“Hallo Ra..” Ucap Andre
“Hallo And.. Makan malam bareng yuk dirumahku. Mama sama papa mu pergi kan? Mending makan bareng deh dirumahku”
“Emm.. Iya deh, bentar aku kesana”
“Okey.. kutunggu loh. Daah..”

Setelah itu, akupun menelpon mama. Berkali kali terdengar nada sambung tetapi belum juga di angkat mama. Kemudian aku menelpon papa, tak lama terdengar suara papa disana

“Hallo Ra.. Kenapa?”
“Umm.. Papa tau mama kemana? Belum pulang nih pa. Trus papa pulang kan?”
“Papa nggak tau Ra.. Maaf Ra, papa lupa bilang. Papa lagi pergi keluar kota. Jadi..”
“Iya pa, gapapa.. papa hati-hati ya. Love you..” Ucapku memotong pembicaraan papa

Tak lama, terdengar ketukan dipintu kamarku.. tanpa berpikir aku langsung menyuruh masuk.

“Hai Ra..”

Ya, itu suara Andre. “And.. mama belum..” Belum selesai aku ngomong, hp ku pun bergetar tanda sms masuk

“Mama lagi pergi ke acara teman mama.. mungkin besok baru pulang. Maaf ya sayang.. “ itulah isi sms itu.

“And.. makan yuk, dah laper nih”
“Hu’um..” Jawab Andre mengikuti ku pergi keruang makan”

Mungkin karena kesal, kecewa atau apalah, aku makan dengan sangat banyak. Setelah selesai makan, aku pun pergi ke ruang.. entahlah apa namanya.. Mungkin kalau untuk anak kecil bisa di sebut tempat bermainnya. Diruang itu terdapat sebuah tv dan Kasur busa berukuran besar, lima buah bantal dan juga beberapa boneka ku.

Disana aku menonton film horror bersama Andre. Aku memang sangat suka film horror, walau aku juga takut..

Empat

image-url-apps
Jam sembilan malam Andre pulang dari rumahku.
"Ra, aku pulang dulu ya. Kamu jangan malam malam tidurnya. Besok masih Mos kan? Jangan sampe kurang tidur ya. Daah Ra.." Ucap Andre sebelum berjalan pergi.
Lalu setelah dia pergi, aku memeluk bantalku dengan erat dan tanpa kusadari akupun tertidur.

"Dek.. Bangun Dek.. Sudah pagi" Ucap Bi' Nina membangunkanku.
"Ummh.. Masih ngantuk Bi'.. " Ucapku yang belum sadar sepenuhnya dari tidurku.

Dengan kukumpulkan semua kesadarkanku, ku cari Hp ku yang entah kuletakkan dimana tadi malam.
Setelah kucari disekelilingku, akhirnya kudapati Hp ku berada tepat di bawah selimutku.
06.10 tertera dilayarnya. Membuatku segera bangun dengan segala kantukku. Tak butuh lama, semua rasa kantukku segera hilang digantikan rasa takut jika aku datang terlambat hari ini.
Aku mandi dengan waktu yang jauh lebih cepat dari biasanya.
Saat ku lihat dicermin, wajahku tetap terlihat seperti baru bangun tidur.
Ku ganti baju rumahku dengan baju olahraga Sma. Kemudian ku cari Hp ku karena aku yang lagi lagi lupa dimana menaruhnya.
Waktu lima menitku terbuang untuk mencari Hpku. Baru saja kutemukan dimana Hpku, Hp ku langsung bergetar tanda panggilan masuk.
"Halo.. Eh. Iya And. Bentar-bentar"
"Oke.. Aku tunggu depan rumah".
"Hu'um. Iya And"

Aku segera berjalan keluar rumah, dengan membawa sepasang sepatu ditanganku kemudian memakainya di teras rumah.

"Wooi..Cepetan. Telat jangan nangis loh" Ucap Andre mengejekku
"Iih.. Iya iya And.. Nyebelin amir dah" Ucapku yang kesel.

Setelah selesai memakai sepatu aku dan Andrepun segera pergi ke sekolah.

"Ra.. Ra.." Panggil Andre ketika masih di jalan
"Ho'oh.. Kenapa And?"
"Gapapa deh ra.." Ucap lagi.
"Umm.."

Saat aku sampai, sekolah sudah lebih ramai dibanding biasa saat aku datang ke sekolah.
"Ra.. Aku ke kelasku ya" Ucap Andre hendak pergi menuju kelasnya.
"Iish.. Kak.. Sini aja. Nanti aja ya ke kelasnya"
"Umm.. Iya deh my little angel" Ucapnya dengan mengusap rambutku.

Bel telah berbunyi, itu artinya kegiatan Mos kembali dimulai.

"Huuuh.."
"Sana ikutan baris sama yang lain. Udah ah jangan melas banget gitu sayang".
"Umm.. Hu'um" Jawabku dengan sangat malas, lalu berjalan menuju barisan.

Acara Mos hari ini "Membersihkan lingkungan sekolah". Lagi-lagi dibagi menjadi beberapa kelompok, dan hari ini aku terpisah dengan teman-temanku.

"Hey"Ucap seseorang sambil menepuk pelan pundakku yang mengagetkanku dan membuatku langsung menoleh kearah orang tersebut.
"Eh.." Ucapku dengan kaget. "Oh.. Iya kak, kenapa?" Lanjutku lagi.
"Dicari Rico tuh de'" Jawab kak Iqbal.
"Umm.. Kenapa ya kak?" Tanyaku lagi
"Nggak tau. Rico cuma minta panggilin kamu" Jawabnya lagi.
"Umm.. Terus Kak Riconya mana kak?"
"Tuh" Jawabnya sambil menunjuk ke arah Kak Rico.
"Hu'um. Thanks kak" Ucapku lalu pergi ke arah Kak Rico.

"Hai kak" Sapa ku ke Kak Rico.
"Iya Fir" Jawabnya dengan tersenyum.
"Kenapa ya kak? Kata Kak Iqbal.. Umm kaka manggil aku?" Tanyaku
"Ya abisnya kaka nggak ada lihat kamu dari tadi pagi de".
"Umm.."

"Koq muka mu pucat de? Kamu sakit?" Tanyanya dengan khawatir
"Aku baik baik aja koq kak" Jawabku mengelak
"Kaka antar ke UKS ya?"
"Tapi kak.. Aku kan masih harus ikutin kegiatannya kak"
"Udah.. Nggak usah dipikirin. Gapapa koq. Yuk.." Ucapnya mengajakku ke UKS, yang lalu ku iyakan.

Ku akui, kepalaku memang terasa sangat sakit. Walaupun aku berusaha tak mempedulikan sakit itu, tetap aja sakit itu tetap terasa. Kesibukan yang kulakukan tidak bisa mengusir rasa sakit dikepalaku, walau hanya sesaat.

Aku membaringkan badanku di atas ranjang UKS. Kak Rico meninggalkan ku sebentar untuk membuatkan teh hangat.

"Hai Fir.. Nih dimakan ya" Ucapnya sambil meletakkan beberapan roti dan teh hangat.
"Iya kak. Makasih ya kak. Maaf jadi repotin kaka" Ucapku berterima kasih.
"Udah Fir. Nggak usah dipikirin".
"Kaka tinggal dulu ya Fir. Nggak lama koq." Ucapnya lagi.
"Iya kak." Jawabku

Setelah Kak Rico pergi, aku mulai merasa mengantuk, dan tak lama aku sudah terlelap dalam tidurku.

Entah berapa lama aku tertidur, akupun terbangun dari tidurku. Saat kuperhatikan sekeliingku, yanh kulihat ialah Andre yang juga sedang memperhatikanku.
image-url-apps
ijin neduh sist salken yah
image-url-apps
ikut nongkrong di mari sist.
jangan ada kentang di antara kita yah emoticon-shakehand
image-url-apps
Quote:


Silahkan silahkan.. Tempatnya masih luas koq emoticon-Big Grin Salken juga yah..
image-url-apps
Quote:


Wah.. Silahkah.. Dengan senang hati dapat teman nongkrong emoticon-Big Grin Wokeh sip.. emoticon-shakehand
image-url-apps
Gak mau tau dan gak mau ribet. Pokoknya ini cerita harus di lanjut terus karna ane tertarik dengan alur cerita sista. Jarang menurut ane ada cerita yang alurnya kayak cerita sista dimari.
NB : Buatin index nya dong sis, cape juga nekan keypad hp kebawah ni emoticon-Stick Out Tongue

Lima

image-url-apps
Saat aku bangun tidur, Andre sudah ada disampingku
"Lu lama banget tidur, gua bosen tau nungguin" Ucap Andre dengan wajah sebal yang dibuat-buat.
"Hahaa.. Lu kgak cocok marah And. Lucu.. Nyahaha." Balasku dengan mengoloknya
"Eh.. Luu ah, tau gua sakit gini lu dah ngomel-ngomel aja" Ucapku lagi.
"Hooh.. Lu dasar ya Ra. Kata sakit lah ini ngakak ngakak begono".
"Hehee.. Keceplosan And" Jawabku dengan nyengir.
"Eeh.. Tau dari mana aku disini And?" Tanyaku yang baru tersadar kenapa Andre ada disini.
"Oh.. Itu. Tadi si kembar ngasih tau kamu di UKS. Btw ke sini sama siapa Ra?"
"Itu.. Siapa. Oh.. Iya. Itu.. Kak Rico".
"Lah lu kurang ajar banget Ra. Tua'an juga gua, lu panggil pake nama doank. Lah dia lu panggil kaka". Protesnya
"Hahaa.. Ciee.. Andre udah tua emoticon-Stick Out Tongue"
"Aah.. Ampun dah nih anak. Kamu kesambet apaan sayang, bangun tidur ngeselin gini." Ucapnya gemas dengan wajah sebal yang lagi-lagi dibuat-buat nya.
"Hahaha.." Jawabku hanya dengan tertawa.

"Ra.. Pulang yuk. Dah waktu pulang nih" Ucap Andre mengajakku pulang.
"Tapi nggak enak donk And, kalau aku langsung pulang. Kalau ntar Kak Rico nyariin aku gimana?"
"Lu pede banget Rico bakal nyariin lu Ra" Jawabnya dengan dingin
"Issh.. Kan kali aja And. Aku kam nggak enak sama Kak Rico" Jawabku dengan pelan.
"Udah yuk ah pulang, biar kamu bisa istirahat Ra." Ucapnya lagi.
"Hu'um" Jawabku dengan anggukan kecil.

Seperti biasanya, aku pulang bersama Andre. Selama diperjalan tak banyak yang kubicarakan dengannya. Lebih tepatnya, kali ini Andre lebih banyak diam dibanding biasanya.

"And.. Masuk dulu yuk." Ucapku ketika sudah sampai di depan rumahku.
"Sori Ra, aku ada tugas. Lain kali ya. Bye."Ucap Andre lalu pergi ke rumahnya.

Aku memasuki rumah dan berjalan menuju kamarku.
Seperti hari-hari biasa, rumahku selalu terasa sepi. Jika hari-hari biasa, Papa pergi bekerja hingga sore, begitu juga Mama yang mengurus toko pakaiannya hingga sore. Saat malam, semuanya sudah lelah dan ingin segera beristirahat. Sedangkan ketika pagi, semuanya sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hanya beberapa kali aku dapat berkumpul dengan keluargaku.

Ku buka pintu kamarku, lalu kututup dengan cukup kuat sehingga menimbulkan bunyi berdebam yang cukup nyaring.
Kunyalakan laptop ku lalu ku putar lagu-lagu yang ada didalamnya.

Kubaringkan tubuhku diatas tempat tidur dan kucoba memejamkan mataku.

Drttt..Drrtttt...

Bunyi Hpku yang bergetar. Segera kulihat Hp yang berada di sampingku, dan tertera panggilan masuk dari nomer yang tak ku kenal.

"Umm.. Siapa lagi" Gumamku kecil sambil menerima telpon itu.
"Halo" Suara di sebrang sana.
"Iya." Jawabku.
"Ini Fira kan?" Tanyanya
"Hu'um.. Ini siapa?"
"Rico. Tau kan?"
"Oh.. Iya iya. Taulah kak. O.. Iya kak, maaf ya kak tadi pulang nggak bilang ke kaka dulu."
"Iya de.. Nggak masalah koq".
"Duuh.. Maaf ya kak. Nggak banget jadinya".
"Nggak usah dipikirin de. Sudah duli ya, jangan lupa istirahat. Sampai ketemu lagi besok". Ucapnya mengakhiri percakapan.
"Hu'um.. Iya kak" Jawabku.

Setelah selesai telfonan dengan Kak Rico, ku cari nomor Andre di kontakku, lalu ku telfonnya.

"Tuut.. Tuut.. Tuutt.." Beberapa kali terdengar nada sambung, tetapi akhirnya telfonku tak diangkat. Kucoba berkali-kali namun hasilnya tetap sama. Sebelumnya Andre selalu mengangkat telfonku, bahkan aku tak pernah menunggu lama hingga telfon tersambung. Tapi tidak untuk sekarang, jangankan menerima telfonku dengan cepat, diterima aja nggak.

Setelah mencoba menghubunginya berkali-kali, akupun menyerah.
"Mungkin Hpnya ketinggalan". Gumamku pelan mencoba berpikir positif.

Kembali ku pejamkan mataku mencoba tidur, dan akhirnya akupun terlelap dalam tidurku.
×