alexa-tracking

Sweaty girl

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54b173a3a2cb176d1a8b4572/sweaty-girl
Sweaty girl
Cerita ke-2 ane nih, berhubung udah malem dan OL pake HP, nggak usah banya cing-cong langsung aja deh. Besok-besok baru ane rapiin

Part 1 : Gadis keringetan, Valerie

image-url-apps
Lilly Wood and The Prick & Robin Schulz - Prayer in C



Aiden, anggap saja itu namaku. Aku pria berumur 22 tahun yang bekerja menjadi seorang surveyor di suatu perusahaan pembiayaan. Sebenarnya aku merasa kurang cocok dengan pekerjaanku saat ini, tapi daripada menganggur.

Malam hari, sekitar pukul 7, aku yang sedang galau menatap layar ponsel androidku. Aku membuka ‘feeds’ BBM melihat dan aktivitas dari teman-teman BBMku. Kulihat salah satu teman kantorku, Noir mengganti display picturenya menjadi foto dirinya sedang mengangkat barbel. Kemudian kubaca statusnya “Yang ganteng-ganteng lagi angkat barbel”.

Aku mencoba mengkomentar statusnya,
Quote:


Tak lama kemudian Noir membalas komentarku lewat chat BBM
Quote:


Singkat cerita, aku pergi ke tempat fitness di mana Noir berada, dia menungguku di depan pintu gym saat aku memarkir motor di depan trotoar.
Quote:



Aku dan Noir masuk ke ruangan gym, baik tempatnya an alat-alatnya sangat sederhana. Pantas saja tarif fitnessnya murah.
Noir berbicara kepada seorang pria berbadang kekar yang sedang duduk di atas bangku besi di dalam ruang gym.
Quote:


Mas Omar selaku instruktur mengarahkanku untuk melakukan pemanasan dan kemudian menjelaskan bagaimana cara menggunakan alat-alat yang ada di gym. Aku yang belum pernah fitness sebelumnya merasa sedikit grogi saat menggunakan alat-alat untuk pertama kalinya.

Saat aku sedang mencoba salah satu alat kebugaran di gym, ada 3 orang wanita masuk ke gym. 1 orang wanita berumur 30an dan dua gadis seumuranku. Dari sikapnya, seperti ini bukan pertama kali mereka ke gym. Mereka terlihat sudah mengenal orang-orang yang ada di gym.

Salah satu dari dua orang gadis itu berhasil mencuri perhatianku. Wajahnya yang manis, tinggi badan sekitar 170cm, tubuhnya yang proposional membuatku selalu ingin mencuri pandang. Dan satu hal lagi yang kuperhatikan dari dirinya, baju kuning yang dia kenakan basah kuyup karena keringat. Untung saja baju yang ia kenakan tidak menjadi transparan karena air keringat.

Akhinya aku pulang bersama Noir sekitar pukul 9 malam. Sempat kutanyakan kepada Noir apakah dia mengenal gadis berbaju kuning tadi. Tapi dia bilang dia belum mengenalnya, katanya 3 orang wanita itu baru ke gym sekitar 5 hari lalu.

Mungkin aku terlalu memaksakan diri saat aku menggunakan alat-alat fitness yang ada di dalam gym. Keesokan harinya saat aku bangun tidur, tubuhku terasa pegal-pegal saat digerakan. Hal yang sama kurasakan hingga 2 hari kemudian.
Pekerjaanku sebagai seorang surveyor memungkinkan ku untuk keluar kantor kantor setiap saat pada jam kerja. Sekitar jam sembilan pagi aku keluar dari kantor mengendarai sepeda motor dengan membawa beberapa dokumen aplikasi para pemohon kredit. Atasanku mungkin mengira aku pergi untuk melakukan survey, tapi sebenarnya aku pergi ke kota sebelah untuk mengikuti jobfair di salah satu perguruan tinggi. Sudah kubilang kan bahwa aku merasa kurang cocok dengan pekerjaanku saat ini?

Aku masuk ke ruang di mana jobfair digelar, ada banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dan lebih banyak lagi orang-orang yang sedang mencari pekerjaan. Beberapa lamaran aku masukan ke beberapa perusahaan yang membuka kesempatan kerja.

Saat aku melamar salah satu perusahaan, perusahaan itu mewajibkan semua pelamar untuk mengisi formulir yang telah disediakan untuk dikumpulkan. Aku ambil satu formulir pendaftaran kemudian mencari tempat untuk mengisi formulit tersebut.

Aku berjalan menuju meja dan kursi yang ada di pojokan ruang. Langkahku sempat terhenti sejenak saat aku melihat seseorang yang sedang duduk dan menulis di tempat yang ku tuju. Sepertinya aku pernah melihat orang itu, iya dia adalah gadis yang kemarin lusa kulihat di gym.

Quote:


Aku duduk dan mulai mengisi formulir. Entah hanya perasaanku atau memang mungkin benar, gadis itu sepertinya memperhatikanku saat aku sedang menulis.
Quote:
image-url-apps
RESERVED
KASKUS Ads
image-url-apps
Waw cerita kedua ni mas angga?
Latar belakang org keberapa ni mas?

Nitip sepatu yak emoticon-Smilie
image-url-apps
Quote:

Cerita baru di luar cerita lama. Nggak ada hubungannya dengan cerita lama gan.
Kali ini fiksi, latihan mengarang gan emoticon-Malu (S)
image-url-apps
Wah cerita baru lagi emoticon-Big Grin
Ijin ngedeprok dimari gan,
Kayaknya asik nih ceritanya,
Udah ane rate 5 yaa

Keep update gan emoticon-Big Grin
image-url-apps
gan ijin ngedeprok dimari y, nyambi nyimak
msih anget ne cerita
please jgan keseringan ngasih kentang y gan
hehehe
ane :rate 5 gan

Part 2 : She got a boyfriend anyway

image-url-apps
Aku berkenalan dengan Valerie. Karena sebelumnya sama-sama sendiri mengunjungi jobfair, kami melanjutkan ‘job seeking’ bersama-sama. Percakapan di antar kami berdua mengalir begitu saja. Aku bisa akrab dengan Valerie. Setelah bertukar nomer ponserl dan kontak BBM, siang menjelang sore pulang ke kota asal kami bersama. Dia pulang ke rumah sedangkan aku melakukan pekerjaanku yang sempat tertunda, melakukan survey.

Hari telah petang saat aku selesai melakukan pekerjaan. Adzan maghrib terdengar saat aku memarkirkan sepeda motor di garasi rumah-ku. Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian, aku membukan ‘feeds’ BBMku. Aku melihat Valerie menganti ‘display picture’-nya. Sebuah foto yang menunujukan dirinya bersama dengan seorang lelaki. “Ah ternyata dia sudah punya pacar” ucapku dalam hati. Untuk memastikan prasangkaku, kucoba untuk chat Valerie mengomentari ‘display picture’-nya.
Quote:


Kata ‘iya’ adalah sebuah jawaban yang tidak kuharapkan. Aku tak tahu mengapa aku berharap Valerie menjawab dengan kata ‘bukan’ atau ‘tidak’. Padahal sudah jelas-jelas foto di ‘display picture’ yang dia gunakan menunjukan kedekatannya dengan lelaki itu. Setelah itu aku melanjutkan chatting BBMku dengan Valerie. Yang kami bahas seputar aktivitas mencari pekerjaan saja, tidak sampai hal-hal yang sifatnya Personal

Part 3 : Mungkin dia tak pantas untukku

image-url-apps
Baru saja aku meletakan ponselku di atas meja komputer, terdengar suara panggilan masuk. Panggilan telepon dari Lana.
Quote:


Sukma Kelana, nama tunanganku. Iya, bisa dibilang dialah calon isteriku. Sudah dua bulan kami bertunangan. Awalnya kami dikenalkan orang tua kami, tiga bulan kemudian kami bertunangan. Selama tiga bulan itu kupikir Lana adalah sosok wanita yang sangat baik dan sangat pantas untukku. Oleh karena itu aku mau saja disuruh bertunangan dengannya.

Sepertinya aku terlalu cepat menarik kesimpulan untuk mengambil keputusan. Sekarang aku merasa kurang cocok dengannya. Akan tetapi aku tak enak hati dengan orang tuaku, aku tak enak hati dengan orang tuanya untuk mengungkapkan ketidak-cocokan ini. Keadaanku sekarang cukup dilematis bukan?
image-url-apps
Quote:


Oke gan, terimakasih banyak ya
Quote:

Silahkan disimak, ane usahain updatenya lancar biar nggak kentang
image-url-apps
lama bener gan kentangnya
×