alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
LIU: Hidup tapi tak hidup
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54aea7b00d8b46da278b4567/liu-hidup-tapi-tak-hidup

LIU: Hidup tapi tak hidup

Permisi para penghuni SFTH ane mau majang cerita,
mudah-mudahan cerita berkenan bagi para agan sekalian

ceritanya terinspirasi dari kisah hidup ane sendiri, namun ada beberapa bumbu fiksi untuk membuat ceritanya lebih menarik

rules:
-rules secara umum mengikuti rules2 yang ada di sfth
-dilarang terlalu kepo ya gan emoticon-I Love Kaskus (S)
-bagi yang tau kehidupan RL ane mohon gak disebarluaskan emoticon-Malu (S)
-jika ane bagian cerita yang kurang berkenan pm ane aja emoticon-Cek PM (S)
-udah segitu aja

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Prolog

Dia,
Tak sekalipun pernah aku melihatnya menangis ataupun tertawa riang selama hidupku, walaupun aku telah bersamanya selama belasan tahun.
Dia selalu dapat menyembunyikan segala bentuk emosinya walaupun selalu ku coba untuk melihat bagaimana reaksinya, dia tidak pernah marah ataupun tertawa riang, terkadang hanya senyum samar terlihat di wajahnya dan lebih sering lagi wajah tanpa ekspresi.
Tapi entah mengapa kali ini aku merasa bahwa dinding tebal itu akan runtuh, runtuh seruntuh runtuhnya.



Satu- Me

Aku selalu antusias setiap ada kesempatan memperkenalkan diri, dari kecil menjadi pusat perhatian adalah hal yang sangat aku sukai, biasanya aku selalu mulai memperkenalkan diri melalui candaan. Namun kali ini tidak.
Namaku Carlarina Ezra Roesman, aku biasanya di panggil Carla, sekarang aku masih tercatat sebagai mahasiswi sastra Belanda, di salah satu universitas di kota B. berasal dari golongan marginal seperti kebanyakan penduduk negeri ini, tetapi mempunyai angan-angan maksimal.

Aku terus-menerus mematut jam di tangan kiriku, tapi entah kenapa setiap kali aku melihat jam, jarum panjangnya hanya bergeser dua atau tiga baris saja, padahal aku merasa sudah berjam-jam berada di kelas ini.
Ponsel di kantong celanaku mulai bergetar lagi, kali ini masih dari orang yang sama, Enda. Tanpa buang waktu aku langsung mengirim pesan singkat padanya

“Ya, Kak aku masih di kelas sekarang, 10 menit lagi aku nyampe di sekre”

“tadi kamu juga bilang 10 menit lagi, tapi udah setengah jam belum nyampe juga, kamu niat gak sih gabung di tim redaksi?”

Sebenarnya aku udah rada males sama si Enda ini, sifatnya terlalu otoriter dan semena-mena, belum lagi kalo udah ngasih pengarahan ngalor-ngidur gak jelas, tapi apa daya aku harus hormat pada pimpinan redaksi.

“ya kak, kali ini beneran 10 menit kok”

“ya udah cepat, hasil liputannya udah harus di posting 15 menit lagi” balasnya

Ya elah, sok prosional kali lah orang satu ni, mending kalo media kampus tu ada yang baca, ini palingan tiap posting liputan yang ngelike Cuma belasan orang itupun semuanya orang redaksi. Apalagi websitenya jangan ditanya.
Akhirnya tanpa pikir panjang, aku langsung minta izin ke dosen, serta dengan mengucap segala macam doa, aku langsung memacu di mio imut, sekre I’m coming…





×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di