alexa-tracking

Aku Lelaki, Bukan Mainan!

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54aace045074105b508b4567/aku-lelaki-bukan-mainan
Aku Lelaki, Bukan Mainan!
Akhirnya bisa juga buka kaskus lewat PC emoticon-Selamat emoticon-Matabelo ane bakalan coba menulis cerita bersambung dengan judul "Aku Lelaki, Bukan Mainan!. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tidak ada unsur kesengajaan. Update cerita tidak akan teratur, tergantung kesempatan yang dimiliki penulis, tapi diusahakan akan terus di update minimal 2 kali seminggu. Selamat membaca!
Spoiler for note:


Namaku Beni Rahardjo, temanku biasa memanggilku Bejo. Tapi sayang dalam kehidupan percintaan, aku tak seberuntung teman-temanku. Terbukti aku pertama "pacaran" baru saat semester 2 duduk dibangku kuliah, itu pun mau masuk akhir semester.

Mirisnya aku cuma dijadikan pelariannya saja, sebut saja Ani Sundari (untuk yang ini jangan disingkat). Kisahnya berawal dari sebuah pesan di salah satu messenger ternama, saat itu aku mengganti gambar tampilan, dan Ani mengomentarinya yang kemudian membuka percakapan antara kami berdua. Saat itu kutanya dia aslinya dari mana (maklum aku asal add kontak saja waktu itu), ternyata dia berasal dari daerah X yang satu daerah denganku tapi aku tidak mengenal Ani sebelumnya.

Percakapan kami di messenger waktu itu berlanjut hingga larut malam, kalau tidak salah hari itu hari Kamis. Karena sudah mengantuk aku pamit untuk tidur, awalnya tidak diizinkan karena katanya dia mau curhat. tapi aku sudah ngantuk berat dan menawarkan curhatnya esok hari saja. Ani hanya pasrah dan setuju saja, kemudian mengucapkan selamat malam dan semoga mimpi indah kepadaku, itu adalah ucapan pertama dari seorang gadis padaku. Aku merasa seperti melayang (maaf lebay, tapi itulah yang ku rasakan). Dan aku mengucapkan selamat malam juga padanya, lalu cuci muka dan tidur.

Kisahku berlanjut keesokan harinya, pagi itu ku cek handphone dan ada pesan baru di messenger ku, ternyata dari Ani. "Pagi jelek" itulah isi pesannya, biarpun begitu aku senang membacanya, aku hanya membalas dengan emot emoticon-Big Grin lalu dia nanya "nggak kuliah?", ku jawab kalo aku kuliah hanya sampai hari kamis, lalu kutanya balik. Dan tak ada balasan. Aneh! pikirku waktu itu, bagaikan hantu emoticon-Takut datang dan pergi seenaknya. Pagi itu karena tidak ada kuliah, jadi kulanjutkan tidurku yang timeout beberapa saat.

Dan *toneng toneng* hape ku berbunyi, ada pesan masuk lagi, dan lagi lagi dari Ani, "sorry telat, tadi lagi kuliah. ini baru nyampe kos-kosan". Ku lihat jam ternyata udah jam 11, saat itu ku balas singkat saja, "iya, gpp" karena aku buru-buru mandi mau sholat jum'at dulu. Sebelum pergi ke Masjid aku kirim pesan ke Ani, "kalau jadi curhatnya, ntar aja ya habis jum'atan". Lalu aku pergi dan ninggalin hape di rumah.

Habis jum'atan aku singgah dulu di warung, biasa ngisi kampung tengah dulu biar warga nggak pada demo, setibanya di rumah ku cek hape dan benar saja Ani udah balas pesanku tadi, "ohh iya, curhat ya? kabarin aku aja kalau udah siap dengerin =)) ". Lalu kubalas lagi, "kalau nggak ada kuliah sekarang, sekarang juga gpp kok".

Ani curhat panjang lebar tentang cowoknya, ternyata dia udah lama dijadiin yang kedua sama cowoknya itu (udah kayak lagu aja, kita sebut saja cowoknya Asmen) dan karena udah nggak tahan Ani minta Asmen buat milih tapi dia tetap nggak mau milih salah satu (fyi: pacar pertama cowok tersebut nggak tau diselingkuhin) walaupun gitu Ani tetap nggak sanggup buat mutusin karena udag sayang banget katanya (kalau bagiku itu namanya b**oh).
Aku berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan dan berharap Ani tau maksudku, aku bilang kata-kata yang cukup bijak pada Ani, dan terakhir ku bilang. "masih banyak kok yang bakalan jadiin kamu yang pertama dan istimewa, ku jamin! kenapa susah-susah mau jadi yang kedua?". pesan ku hanya dibaca Ani, dan sepuluh menit setelah itu baru dibalas, mungkin dia berpikir tentang ucapanku atau pergi ke toilet emoticon-Big Grin
"iya sih, tapi..."
"tapi kamu lebih suka jadi yang kedua?"
"ya nggak lah, okke aku bakalan coba buat buka hati aku".

Hari itu sampai malamnya, komunikasiku dengan Ani semakin intens dan hangat. Tidak seperti
malam sebelumnya, kali ini aku duluan yang mengucapkan selamat malam pada Ani, kemudian ia membalasnya lalu aku pun pergi tidur. Esok paginya aku dikejutkan oleh nada hape, pesan baru "Nyenyak tidurnya?" Ani awali percakapan pagi itu.
"Tadinya sih nyenyak banget, sampai ada yang bangunin emoticon-Stick Out Tongue"
"Jadi aku ganggu nih ceritanya?"
"Hmm, kalau aku bilang iya, mau nggak minta maaf?"
"ya deh, maaf ya!"
"Kamu harus mau dulu ntar malam jalan sama aku, baru dimaafin"
"Licik ya, boleh aja asal ntar kalau kita jalan nggak ada yang marah"
"Kata mama kalau udah lebih 18 tahun, boleh kok jalan sama cewek"
"Bukan itu maksudnya, ntar pacar Bejo marah lagi.."
"Nyindir ya, aku belum pernah punya pacar :'( "
"Yaudah, ntar kabari aja gimana gimamanya".

Aku langsung pergi ke tukang pangkas biar pas ketemuan ntar malam kelihatan rapi, maklum malam mingguan pertama sama cewek, aku tak sabar menunggu malam, habis magrib aku udah siap. Dan langsung tancap gas sama motor kesayanganku, eeeiiitsss!! baru keluar pagar aku ingat, jemputnya kemana? lalu ku tanya pada Ani, ternyata kos-kosan nya di dekat salah satu perguruan tinggi d Kota P tersebut, kata Ani tunggu aja d depan gerbang PT nya. Kupacu motorku biar nggak kemalaman nantinya, dan tiba di tempat tujuan aku melihat Ani sudah menunggu, Ani lebih cantik dari fotonya walaupun agak kurus.
Sedikit malu-malu dan ragu-ragu, kutanya
"ini Ani kan?
"pasti Bejo?"
"iya, jalan kemana nih?"
"nggak tau, kan kamu yang ngajak"
"oke, keliling aja dulu habis itu baru makan"
"siap bos!"
Ani naik ke atas Motor dan berpegangan di pinggangku, karena pertama kalinya aku jadi panas dingin. Setelah keliling beberapa menit, aku berhenti di sebuah cafe sederhana dam memesan makanan untuk kami berdua. Ani.. (bersambung)
Ayok,dilanjut gan
image-url-apps
Kayaknya seru nie, ijin nenda dulu ya gan..
KASKUS Ads
haahhahahha
ceritanya sedikit..
tapi menggoda buat tau lanjutannya.. emoticon-Big Grin
TSnya kebangetan br salam pembuka udah dikasi kentangemoticon-Ngakak

wowowow

ijin nenda keren nih keliatanya om
image-url-apps
sepertinya seru nih... ijin nenda ya gan...
silahkan dilanjut....
Dikirain cerita baru biasanya udah ada prolog dan part 1 plus part 2 sekaligus. Ternyata baru ada prolognya. The ultimate cliffhanger. emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
Saat makan pikiran Ani tampak menerawang, walaupun badannya ada disana tapi pikirannya entah kemana, terbukti saat kupanggil dia tidak merespon hingga kuputuskan untuk mengejutkannya, betul saja Ani terkejut dan sendok makannya tidak pergi ke mulut tapi malah ke hidung, aku tertawa melihat muka Ani belepotan, dan terlihat dia sangat kesal padaku tapi tidak marah. Kutanya kenapa dia ngelamun, dan Ani curhat lagi masalah Asmen pacarnya itu, tetapi intinya Ani sudah memutuskan hubungannya dengan Asmen, dan mendengar hal tersebut aku merasa kesempatanku untuk dapetin Ani lebih besar. Aku hanya bilang ke Ani bahwa Dia pasti akan mendapatkan yang lebih baik. Setelah makan Aku langsung mengantar Ani pulang ke kos-kosannya.

Sampai di kos nya Ani menawarkan padaku untuk jalan lagi lain waktu, "boleh aja, tapi kalau ada waktu ya?" jawabku seperti orang sok sibuk. Peww! sebuah ciuman mendarat mulus di pipi kiriku sambil mengucapkan terima kasih, setelah itu Ani masuk kedalam kos. Aku pulang ke rumah dengan hati yang sangat gembira, sepanjang jalan aku nyanyi nggak karuan, hingga tidurpun terbawa mimpi, baru pertama kalinya aku dicium seorang cewek walaupun hanya sekejap saja. Setelah sampai di rumah aku memberitahu Ani kalau aku udah di rumah, dan mengucapkan selamat malam (biar dibilang cowok romantis emoticon-Big Grin)

Sejak malam itu aku makin dekat dengan Ani dan juga sering jalan bareng, waktu itu mulai masuk minggu ujian, kami berdua sama-sama sibuk dengan kegiatan kuliah masing-masing, tugas menumpuk, tapi tetap tidak lupa untuk saling memberi semangat, tugas makalah dan laporan pun terasa tiada apa-apanya bagiku saat itu karena semngatku melebihi peuang '45 (lebay dikit). Masuk waktu libur, aku liburan ke luar kota, dan Ani juga pulang ke kampungnya, meskipun begitu aku selalu ada waktu untuk menghubungi Ani, Anipun juga selalu membalas pesanku.

Pada suatu malam, saat sedang balas-balas pesan aku tanya pada Ani "Kalau kita jadian aja gimana? kan kita udah cukup dekat dan udah mulai mengerti satu sama lain"
"Kok lewat pesan? tembak langsung dong!"
aku langsung menelpon Ani
"Mau nggak jadi pacarku?"
"Aku malu jawabya"
"Jawab aja, kenapa harus malu"
"Kamu tembak aja langsung didepan aku"
"Di telepon aja malu, gimana mau hadap-hadapan"
"pokoknya tembak langsung aja"
"Oke deh, ntar habis liburan, Apa bedanya sih?"
"pokoknya mau aja"
(saat itu walaupun nggak dijawab, aku merasa udah dikasih lampu hijau karena disuruh nembak langsung) percakapan pun berlanjut dengan topik yang lain. Setelah menelpon Aku langsung tidur.

Esok harinya, tidak seperti biasanya Ani tidak mengirimiku pesan. mungkin belum bangun pikirku, aku mengiriminya pesan selamat pagi, tapi hingga siang tidak ada balasan dari Ani, aku coba menelponnya tapi nggak diangkat, tetapi saat kulihat profil messengernya, statusnya berubah dengan inisial nama seseorang. Aku bertanya-tanya dalam hati apa maksudnya semua ini. Aku mengirim pesan sebanyak mungkin pada Ani, baru pada sore harinya An membals pesan ku
"ada apa jo?"
"kok nggak dibalas pesanku dari tadi? telpon juga nggak diangkat"
"maaf jo, aku sibuk seharian ini" (tapi statusnya sempat berubah satu kali)
"owh, ya deh gpp" (aku tidak berburuk sangka)
"trus nama di status kamu itu inisial nama siapa?"
"owh itu, nama teman aku waktu SMA"
"ada apa emangnya, kok dibikin segala?"
"nggak kok, aku ada perjanjian sama dia"
"kalau boleh tau, perjaanjian apa? kapan"
"buat becandaan aja, baru tadi siang"
"Lahh, katanya sibuk. kok bisa bikin perjanjian segala"
"Hmm, maksudnya diingatinnya tadi siang, perjanjiannya udah waktu SMA"
"Owh gitu, yaudah.. kamu mandi gih sana, bau emoticon-Stick Out Tongue"
"enak aja, iya ini mau mandi"

Karena penasaran, aku mencari informasi tentang inisial tersebut, Aku tanyakan pada teman-teman Ani, Karena sering jemput Ani ke kosnya aku juga udah banyak kenal sama teman-teman Ani. Saat itu kutanya pada Ina, teman terdekat Ani.
"Na, kamu tau nggak inisial yang di stautusnya Ani?"
"Tau, kenapa emang?"
"Kalau boleh tau, itu inisial siapa ya?
"Biasanya sih inisial ARB itu nama mantannya yang kemaren, Asmen Raden Bakti. tapi nggak tau juga sih"
"Owh ya, makasih infonya Ina"

Aku semakin bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi, sikap Ani yang tiba-tiba berubah dan muncul inisial yang menurut temannya adalah inisial nama Asmen. Malamnya Aku kirim pesan pada Ani,
"Aku penasaran sama inisial itu, nama siapa ni?"
"Ada deh nama temanku"
"Bukan siapa-siapa kan?"
"Bukan jo"
"Buat berapa lama perjanjiannya"
"Nggak tau juga"
"Aku minta satu hal boleh nggak?"
"Minta apa?"
"Kamu hapus ya inisial itu, nggak tau kenapa aku cemburu liatnya"
"Kalau untuk yang satu ini aku nggak bisa jo, kan udah janji"
"Iya sih, tapi penting banget ya di buat kamu"
"Jangan ngomong gitu dong"
"Yaudah deh, aku nggak mau ngerusak hubungan kamu dengan teman kamu. tapi aku juga nggak tahan kalau terus-terusan melihatnya, kamu ngerti kan"
"Iya"

Ani hanya menjawab singkat, seperti tak mengerti maksudku dan dia tidak menanyakannya. Sejak saat itu aku tidak menghubungi Ani, dan Ani pun tak menhubungiku. Beberapa hari setelah itu, Aku lihat Ani rutin update status yang selalu ditujukan untuk orang dengan inisial tersebut, karena risih melihatnya aku mengirim pesan pada Ani,
"jadi ini penyebabnya sikap berubah sama aku?"
"Maksud kamu? aku nggak ngerti jo?"
"Aku udah tau kok, ARB itu inisialnya Asmen. Aku juga nggak ada hak kok buat ngelarang kamu mau sama siapa"
"Maaf jo, aku nggak bermaksud"
"Katanya kamu nggak mau jadi yang kedua lagi, berarti Asmen udah mutusin pacarnya dong. kalau gitu gpp deh, selamat ya!"
"Maaf ya jo, ntar malam aku telpon buat jelasinya"

Aku tidak mempedulikannya lagi, aku kecewa, sakit hati, kok bisa-bisa Ani seperti ini padaku, padahal tempo hari dia menyuruhku untuk menembaknya secara langsung. Hingga pada malam harinya Ani menelpon(bersambung)
image-url-apps
kentaaaaaaangg!!! emoticon-Hammer2
image-url-apps
ijin nenda dulu gan, ntar bacanya kalo sempat emoticon-No Hope
image-url-apps
wahhh TSnya lagi umroh kayaknya nih, nggak muncul-muncul lagi
×