KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54aac09d14088d9b528b4574/kenapa-radio-masih-dibutuhkan-di-zaman-ini

Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?


Harap diberikan bata emoticon-Blue Guy Bata (L) yah jangan cendol. MAKASIH YANG MAU NIMPUKIN ANE DENGAN emoticon-Blue Guy Bata (S) MAUPUN ABU GOSOK.

Status bata: -36 emoticon-Blue Guy Bata (S)

MAKASIH JUGA ATAS RESPONS AGAN AGAN DI SINI YANG TIDAK TERDUGA. Semua komentar di sini sungguh di luar perkiraan ane. Ternyata banyak orang masih sayang sama radio emoticon-Kaskus Radio

Maaf ane on dan balas lewat HP jadi sedikit komen agan yang ditaro pejwan. Maaf juga kalo ada komen agan yang terlewat terutama antara page 15-30.


Hot thread gan emoticon-Matabelo
Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?
Status HT jam 17:40, makin naik emoticon-Malu
Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?

Status reply (jam tertera di SS)

Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?
Sekarang turun HT... emoticon-Hot News

Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?

KALONG MALAM Revolutions


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:
Diubah oleh Misael524288
Halaman 1 dari 52
pertamaaxkah ane gan di thread radio emoticon-Ngakak
ane butuh radio gan...apalagi pas lagi males ngeset winamp krn sibuk emoticon-Matabelo
ane malah masih suka dengerin radio ampe sekarang kalo di rumah bray, soalnya udah kebiasaan dengerin radio sejak SMP dulu ... emoticon-Big Grin

emoticon-Kaskus Radio
--------------
angkutan PEJWAN

Quote:


Quote:



Selamat anda di pejwan emoticon-Selamat
Diubah oleh ufoterbang
Ane kalo dengerin radio suka nya lagu campursari sebagai pengantar tidur emoticon-Malu

Nice comments

KOMENG DI BAWAH. INI ANE KASIH UPDATE DULU.

RAHASIA SURVIVE RADIO VERSI PAKAR RADIO KOTA MEDAN

Minggu, 08 Sep 2013 10:11 WIB
http://mdn.biz.id/n/49481/
Tren Radio dan Pendengar Telah Berubah

Tidak dipungkiri radio merupakan media yang murah namun memiliki mobilitas yang tinggi, kecepatan, dan memiliki kedekatan langsung dengan para pendengarnya (audience). Inilah yang setidaknya menjadi keuntungan tersendiri bagi radio dibanding media lain.
Oleh sebab itu radio harus memiliki kreativitas yang tinggi, mampu memanfaatkan dan mengkonversikan diri dengan teknologi media yang terus berkembang. Salah satunya radio harus punya website di internet ataupun melakukan konvergensi (penggabungan atau pengintegrasian dengan media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan k edalam satu titik tujuan).

Strategi tersebut dimaksudkan tidak hanya untuk menarik pendengar, namun juga pengiklan. Jika antara iklan dan pendengar sejalan, maka tidak diragukan lagi prospek bisnis radio akan tetap langgeng atau bahkan berkembang. Apalagi mengingat masih ada daerah-daerah tertentu, khususnya di daerah yang minim hiburan, siaran radio masih menjadi primadona karena sarat informasi dan hiburan.

Sedikit berbeda dengan media lainnya, radio bisa membuat program yang sangat lokal sehingga bisa dekat secara emosional dengan para pendengarnya. Selain itu radio tidak hanya melakukan komunikasi satu arah, tapi juga dua arah. "Aku optimis radio itu prospeknya baik, karena lebih terlokalisasi daripada media elektronik lain yang tidak bisa secara detail mensuport masyarakat setempat, meski bisa ditonton atau dibaca seluruh masyarakat," kata Wiski.

General Manager VISI FM dan VISI Production itu mengakui, kondisi stasiun-stasiun radio yang ada di Kota Medan memang lagi menurun, dan itu terjadi secara keseluruhan sejak 5 tahun terakhir ini. Menurutnya hal itu bisa terjadi kemungkinan karena banyak pengelola radio sering menganggap remeh, dengan mengira menjalankan bisnis radio itu gampang. Yang ironisnya lagi, malah banyak di antara mereka yang tidak mengerti tentang radio, mereka berpikir mengetahui radio saja sudah cukup.

"Perlu waktu lama untuk menjiwai radio. Begitu juga dalam membangun network, butuh waktu dan usaha yang tidak bisa dibangun dalam hitungan tahun, tapi belasan bahkan puluhan tahun," ucapnya lagi..

Secara umum, radio yang gulung tikar memang dikarenakan persaingan, baik dalam merebut pasar iklan maupun pendengar. Intinya dikarenakan manajemen yang kurang aktif serta kurang layak, serta penerusnya yang tidak mampu mengelola. Apalagi di Kota Medan, kebanyakan stasiun radio di sini dijadikan bisnis keluarga sehingga menganut manajemen keluarga.

Prediksi Wiski, stasiun radio yang baru buka, apalagi yang belum mengerti apa-apa atau masih coba-coba akan berat melangsungkan bisnisnya ke depan karena faktor persaingan.

Tidak bisa memberikan lebih dari apa yang sudah orang dapatkan di radio lain, kata Wiski, juga bisa jadi penyebab radio tak mampu bertahan. Mereka akan kalah tergerus zaman, mengingat sekarang ini siaran radio tidak hanya sekedar memutar musik tapi juga harus menyanjikan sesuatu yang lebih. Nafas radio harus sanggup menghembuskan ide dan konsep baru yang aktualisasinya selalu mengacu pada tren suatu zaman. Yang juga tidak kalah penting, mesti punya trik marketing yang cemerlang untuk mengembangkan bisnis ini.

Di sisi lain, Wiski menambahkan, meski banyak stasiun radio yang sudah tutup, tapi si pemilik masih mempertahankan frekuensinya. Alasannya, selain merasa sayang untuk dilepas karena frekuensi sudah tidak ada lagi, atau pun sudah penuh, juga karena harga frekuensi yang sangat mahal. Kini biaya untuk satu paket, dilengkapi pemancar juga peralatan, berkisar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Memang sih, tergantung negosiasi.

Wiski yang dulunya pernah menjadi seorang penyiar tidak memungkiri bawah tren penyiar radio dan pendengarnya kini telah berubah. Dulu penyiar radio diperlakukan seperti artis, sekarang tidak lagi. Penyiar dengan pendengar sudah biasa saja. Kata Wiski hal ini karena pengaruh perkembangan zama dan kemajuan teknologi yang sudah semakin canggih sehingga masing-masing orang disibukkan sendiri dengan sosial medianya.

Sementara General Manager PT. Radio Kidung Indah Selaras Suara atau KISS Group, Dedy F. Moningka berpendapat, prospek bisnis radio saat ini semakin bagus dibanding bisnis media lain, asalkan dikelola dengan baik dan mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya stasiun-stasiun radio baru akan tetap bermunculan.

"Meski radio nasional masuk, radio lokal tetap stabil karena bagaimana pun juga radio itu memang untuk lokal. Masyarakat lebih memilih mendengar informasi tentang daerahnya daripada kota lain," kata Dedy.

Diterangkannya, kalaupun ada beberapa stasiun radio yang kolaps, dijual, atau disewakan, penyebabnya adalah tidak bisa mengikuti perkembangan zaman atau masih banyak yang dikelola dengan seadanya, tidak profesional, serta tidak maksimum.

"Kurangnya iklan yang masuk lantaran tak banyak pendengar, makanya gulung tikar. Agar terus bertahan, seharusnya radio dikelola secara profesional, selalu upgrade, mengikuti perkembangan teknologi, dan mengikuti perkembangan zaman. Konsep program juga termasuk penunjang radio itu didengar dan maju," paparnya.

Dedy optimis, meski ada beberapa radio yang mengalami pasang surut, atau bahkan sampai tutup, toh keberadaan radio masih tetap dibutuhkan selama bisa membaca kebutuhan masyarakat atau pendengarnya. Yang diperlukan sebuah stasiun radio adalah kretifitasnya, mulai dari penyiar, isi program, dan lainnya. "Terus terang sangat sulit mencari orang yang kaya akan kreativitas," sebutnya.

Di KISS Group sendiri, kata Dedy, dengan jumlah karyawan sekitar 100 orang lebih, dan sekitar 30 orang di KISS FM, kondisi perkembangan bisnis radio ini terbilang stabil dan kondusif. Sebab sampai sekarang KISS FM masih memberikan hiburan yang ringan, gampang di dengar, bersifat lokal, dan sesuai dengan selera masyarakat atau segmen yang dituju.

Sedangkan di Delta FM Medan, Agoez Perdana selaku Program Director/Operation Manager radio ini mengatakan untuk menangkap lebih banyak pendengar maka strategi yang dilakukan Delta FM adalah siaran via internet. Menurutnya radio masih akan tetap dibutuhkan, karena masih banyak orang yang membutuhkan hiburan.

Oleh karena itu, tambahnya, Delta FM mencoba hadir untuk menemani aktivitas pendengar dengan tidak menyiarkan siaran yang njelimet. "kalau dari usia, segmen yang kita tuju dari umur 30 tahun sampai 39 tahun. Kalau dari status ekonominya, kalangan atas sekitar 20%, menengah 50%, dan kalangan bawah 30%. Sedangkan dari pekerjaan, kebanyakan profesional dan keluarga," urainya.

Itulah salah satu trik Delta FM mempertahankan bisnis radio, selain melakukan konvergensi media, mengikuti perkembangan teknologi, dan terus melakukan promosi. Sebab dari sekitar 50 stasiun radio, hampir 50%-nya gulung tikar, kebanyakan karena manajemennya masih menerapkan manajemen keluarga dan penerusnya tidak bisa mengelola radio tersebut.

Dari segi binis, kata Agoez, sekarang ini Delta FM sedang on the track atau grafiknya naik, baik dari jumlah pendengar, target untuk pemasukan, dan lainnya. SDM di radio ini memiliki 4 divisi yaitu divisi program, promosi, marketing, dan supporting dengan jumlah karyawan 8 orang.

Manajemen iklannya dari lokal. "Di program berjaringan, biasanya ada iklan nasional dan ada iklan lokal, persentasenya 55:45. Kita harus bisa memberikan siaran yag edukatif tapi menghibur," tandasnya. (sri mahyuni)


Quote:


Playlist dah dibikinin pendengar lain sm music director, kadang kadang sama penyiarnya, udah dah gausah repot emoticon-Kaskus Radio


Quote:


Frekuensi FM udah abis dan radio komunitas juga suka tumpang tindih terutama di kota... digitalisasi perlu tapi bukan berarti meninggalkan analog. Sekalipun TV Analog tutup 2017 radio analog ga akan tutup tahun itu.


Quote:


Apalagi kalo drama radio, apalagi cerita misteri radio gan. Bener bener bisa bikin orang emoticon-Takut.

Bukti? Nightmare side Ardan. Sampe dibikin bukunya 2 part dan acaranya udah dikenal di luar Bandung.

Quote:


Jam 6-10 perang program primetime tuh, dari yg ancur ancur kayak surya molan (baru pindah ke trax), keroyokan kayak di hitz fm, sampe yang simpel kayak desta gina in the morning.
Radio primetime jg di atas jam 10 di mana orang dah bosen nonton TV atau anak anak muda jomblo mau ngegalau emoticon-Ngakak
Anehnya urban RKM primetime jm 7-10 gan, kyk tv.

Quote:


Kalo yg asli indo ada erdioo, belum lagi aplikasi streaming yg dijualin raja pejwan itu emoticon-Ngakak


Quote:


Ardan radio setau ane revenue gede gan emoticon-2 Jempol


Quote:



Quote:


Nahh emoticon-Ngakak
Diubah oleh Misael524288
Quote:

kalo malem ane malah ndengerin cerita wayang gan buat pengantar tidur emoticon-Malu
Quote:


itu yg ane maksud ganemoticon-Malu (S)..kita tinggal sediain telinga aja emoticon-Kaskus Radio
Quote:

kalo bosen apa kurang suka ama playlistnya tinggal ganti saluran aja ke stasiun sbelah emoticon-Kaskus Radio
waaahh ane suka denger radio emoticon-Kaskus Radio

kadang sampe lupa waktu

eh udah tengah malem emoticon-Kaskus Radio
Nambahin deh buat thread ini

di daerah ane (Jogja) terutama di sekitaran Kaliurang ama sekitaran daerah rawan bencana merapi itu ada Radio Komunitas yng dibuat ama warga setempat dan pihak2 terkait bray, disitu selain njalanin fungsi kayak stasiun radio biasanya, doi juga nyiarin mengenai Kondisi Gunung Merapi, terutama pergerakan Lahar Dingin kayak pas musim hujan gini bray ... emoticon-Cool emoticon-Kaskus Radio
Diubah oleh ufoterbang
Radio masih memiliki tempat dihati para pecinta musik emoticon-Malu
iya dibutuhkan, tapi ane udah jarang dengerin radio emoticon-Big Grin
buat gw radio ntuh:
1. Tempat yang tepat untuk killing time emoticon-Ngakak (S)
2. Mendapat info yang terbaru, entah musik, tentang traffic, tentang cuaca, dll.
3. Klo yang pernah melakukan hal ini tau..emoticon-Big Grin
"brik..brik.."
Quote:


Iyo om,biasane nduk pos kamling isik onok wong ngronda dikancani mbek radio dinggo ngusir sepi emoticon-Malu
Quote:

mainan brik brik an ni pasti yang nomer 3 emoticon-Big Grin
kayak tetangga ane tuh ampe punya tower sendiri buat hobi nge brik emoticon-Hammer
Quote:

nek nang pos kamling biasane radio + rokok karo gorengan om nek nang kampungku nek pas ronda malam emoticon-Big Grin
Quote:

emoticon-Ngakak (S)
TS tau juga emoticon-Big Grin
gak perlu punya tower, asal ada radio channel dengan kabel ke tiang atas jadi dah emoticon-Ngakak (S)
klo yang punya tower biasanya radio independen, bahkan dipake masyarakat sekitar juga...klo di kampung2 yang susah masuk siaran radio dari kota.
ya buat dengerin berita lah gan sama cari tau musik2 yg lagi hits.




Ni gan ada aplikasinya buat dengerin radio
















Streaming radio dengan lirik lagunya
lebih dari 60.000 stasiun radio dan lebih dari 10.000 lirik lagu:

Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini? Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini? Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini? Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini? Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini? Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?
Kenapa Radio Masih Dibutuhkan Di Zaman Ini?














Diubah oleh antsarmy
Quote:

soalnya pas SMA ane pernah mainan brik jadi rada ngerti emoticon-Big Grin
di kampung ane banyak rumah tinggi2 om jadi rada susah sinyal emoticon-Hammer
makanya tetangga ane pake itu, soalnya dlu pas main ke rumah dia ternyata alat2nya buat ngebrik komplit bener ama udah ikut komunitas juga dia emoticon-Belo
-------------------------------------- --------------------------------------------
Pejwan ane tutup emoticon-army
silahkan diwalik bro emoticon-Salaman
Diubah oleh ufoterbang
Quote:

pantesan ngerti emoticon-Ngakak (S)
klo yang punya tower radio, pasti peralatannya gak main2 om..khan dy bisa nyusup ke sinyal radio yang lain emoticon-Big Grin

klo sama temen2 gw yang lagi drilling di daerah2 kampung gtu...nge-brik cuman nyari kenalan cewek emoticon-Hammer (S)
Halaman 1 dari 52


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di