alexa-tracking

Kelakuan Anak Kuliah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54a9be2ec2cb17b57a8b456d/kelakuan-anak-kuliah
Kelakuan Anak Kuliah
Kelakuan Anak Kuliah

Takut mati? Jangan hidup ~
Takut hidup? Mati saja... - Anak kostan

Quote:

Quote:

Buat ngobrol santai
(click!) Kamar 3A

Quote:


emoticon-rainbow----------------------------------------------------------------------------------emoticon-rainbow

emoticon-rainbow========================================emoticon-rainbow


pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah

Prologue

Kenalin, nama gue "...". Oke jangan tanya nama, cukup panggil gue "Jek" atau "Jeki". Gue cowok tulen yang berumur 17 tahun. Bokap gue uda lama meninggal ketika gue masih 4 tahun karena kecelakaan. Tinggal nyokap yang ngebesarin anak semata wayangnya. Yup, gue gak punya abang, kakak, ataupun adek. Cuman ada satu orang yang manggil gue dengan sebutan abang, yaitu anaknya tante gue yang berumur 2 tahun emoticon-baby

Tahun ini tahun kelulusan gue dibangku SMA. Sedih sih ninggalin kehidupan sekolah. Segala kenangannya begitu indah. Seakan-akan baru kemarin gue dianterin mama buat masuk TK, ehh sekarang anaknya uda lajang siap ka.win emoticon-Pasangan Smiley

Setelah perang urat dengan nyokap, akhirnya gue mutusin buat lanjut kuliah di Yogyakarta. Kebetulan juga gue diterima salah satu universitas disana. Ituloh Gadjah Mandek emoticon-linux

Gue pun dianter nyokap ke bandara untuk naik pesawat ke kota tujuan. Berlinang air mata yang keluar dari nyokap melepas kepergian gue.

"Nak, sekolah yang bener ya. Ingat kamu hidup diperantauan. Jaga diri baik-baik.."


Itulah pesan nyokap. Gue emang baru kali ini hidup sendiri jauh dari keluarga. Di Jogja, gue gak punya famili ataupun orang yang kenal dekat sebelumnya. Tapi ini yang justru gue syukuri, karena gue ditempa sedemikian rupa hingga ...................

negara api menyerang
KASKUS Ads

Kamar Kostan

Singkat cerita, sampailah gue di kota pelajar ini. Sumpah ini badan rasanya mau copot. Naik pesawat dua kali dan transit lebih dari 3 jam emang membunuh. Gue pun memesan taxi menuju kostan yang uda gue sewa sebulan yang lalu (ketika pendaftaran ulang). Istirahat.. Gue pengen ist(r)irahatemoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Satu lembar uang 50ribuan gue berikan kepada si supir. Gue bilang kembaliannya diambil aja. Setelah mengucapkan terima kasih dan mengambil koper di bagasi, gue masuk ke rumah dua lantai yang lumayan luas (menurut gue) untuk mencari si penjaga kost.

Gue melihat sesosok pemuda topless berjalan menuju arah gue. Pikiran gue mulai melayang. Apa yang hendak dia lakukan? Copet? Atau jangan-jangan ..... emoticon-Nohope

"Cari siapa ya mas?" Tanyanya kepada gue
"Ohh, saya yang mau ngekost disini, penjaga kostnya dimana ya?" Jawab gue
"Mungkin lagi dibelakang ngasih makan ayamnya, bentar tak panggilin."

Cowok itu berjalan kedepan lalu menuju kearah samping. Syukurlah gue gak diapa-apain. Mungkin hanya pikiran gue aja yang mengada-ada. emoticon-Malu (S)

"Ohh mas jeki uda dateng, gimana perjalanannya mas?" Sapa seseorang yang wajahnya familiar.
"Capek mas hehe, apa kabar mas?" Tanyaku supaya terkesan bersahabat
"alhamdulilah baik, ayo saya anter ke kamarnya" Tawarnya yg tidak mungkin kutolak.

Kami menuju kamar gue yg ada dilantai dua. Sedikit tentang kost-kostan ku. Bentuknya bukan seperti rumah biasa, tapi lebih ke asrama yang kamarnya jejer-jejer. Toiletnya ada diluar. DIlantai satu ada 10 kamar, sedangkan lantai 2 ada 9 kamar. Kamar mandinya sendiri ada 7 yang tersebar disetiap penjuru tempat. Bahkan di tempat jemuran ada satu kamar mandi yang gak tau fungsinya buat apa.

Setelah sampai, gue melihat sebuah kamar yang lengkap ada meja belajar, lemari pakaian dan sebuah kasur kapuk.

"Kalau ada perlu apa-apa, kasih tau saya saja mas." Pesan si penjaga kost.
"Siap mas." Jawab gue seadanya.

Tanpa ba bi bu, gue pun terlentang dikasur kapuk tersebut dan terlelap menuju alam mimpi.

Obrolan dengan penghuni lama

Gue terbangun karena udara yang dingin. Gak sadar ketika tidur tadi, jendela belum ketutup, jadi angin yang berhembus masuk kedalam kamar. Gue liat jam uda menunjukkan jam 1 pagi. Gue cari hp ditas, ternyata lowbat. Gue ambil charger.

Rasanya tenggorokan gue kering banget, gw cari botol aqua ternyata isinya uda habis. Mau keluar tapi tidak tahu supermarket terdekat. Gue liat kamar sebelah pintunya kebuka dan lampunya menyala. Gue pun melangkah kesana.

"Misi mas" Sapa gue
"Ohiya, ada apa ya?" Jawabnya
"Kenalin saya Jeki, penghuni baru kamar sebelah mas hehe" Senyumku sedikit
"Aku Arthur" Menjabat tangan gue.

"Boleh minta air mas, habis belum beli tadi hehe" Pintaku to the point
"Oh ambil aja di dispenser."

Gue isi botolnya sampai penuh.

"Asalnya dari mana?" Tanya Arthur
"Dari ..., mas sendiri?" Tanya gue balik
"Makassar" Jawabnya seadanya

"Belum tidur mas jam segini?" Tanya ku berusaha akrab
"Wah penghuni kost sini sih jam segini masih keluyuran. Itu Benny kamar sebelahmu aja belum pulang dia" Jawab Arthur
"Rata-rata dari mana anak-anak kostan mas?" Tanya gue lagi.

Akhirnya berceritalah si Arthur kalau anak-anak kostan campur semua. Ada yang dari Aceh, Padang, Makasar, Bali, sampai Papua juga ada. Rata-rata semua juga angkatan lama alias minimal uda 3 tahun disini. Bahkan ada yang uda kuliah 9 tahun.

Sedikit mengenai Arthur. Orangnya ini yang gue ketemu topless pas gue baru datang tadi siang. Dia sering banget jalan-jalan di kostan gak pake baju, kadang malah boxeran doank. Yang paling ngeselin itu kalau dia uda muter musik, volumenya bisa untuk didengerin orang satu komplek. Terus lagunya juga itu-itu aja. Misalnya lagi tenar banget lagunya I'm yours (Jason Mraz), bisa lagu itu terus yang diputer selama seminggu. Pernah suatu saat gue tiap hari dengerin "Jika cinta diaaaaa" (Geisha) selama hampir dua minggu.

Gue liat jam dikamar Arthur, ternyata kita ngobrol uda sampai jam 4 pagi. Gue pun permisi balik ke kamar.

Gue hidupin hp gue yang lowbat, ternyata miscall dari nyokap uda puluhan, belum sms yang nanyain uda sampai apa belum. Apa ada apa-apa? Gak kecelakaan kan? Gak kenapa-kenapakan? #nyokap_panik

Harusnya jam 8 entar gue harus ke kampus buat pembekalan ospek minggu depan. Terus gue pikir-pikir kalo gue tidur, entar gue gak bakalan bangun. Jadi gue buka laptop. Gue lupa kalo disini gak ada wifi kayak dirumah. Gue gak punya modem. Hp gue gak bisa dijadiin modem. Gue gak bisa internetan emoticon-Busa

Akhirnya gue putusin merhatiin malam sampai matahari terbit emoticon-Nohope

Si Cewek "bulet"

Kriiiiiiing emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"halo" Jawab gue setelah tau nyokap nelpon
"Kamu gpp kan? Mama kira pesawatnya kecelakaan, kamu gak ngabarin
"Kalo kecelakaan juga gimana ngabarin ma" Jawab gue
"Kamu malah ngelawan!

Akhirnya pagi ini gue diceramahin nyokap panjang lebar. Disuru sapu dan pel dulu kamarnya. Padahal kemarin uda gue tidurin semaleman. Emang sih gatel-gatel jadinya.

Setelah naskah pidato nyokap selesai, gue liat uda jam 7 pagi. Akhirnya gue putusin buat mandi. Gue bongkar koper buat nyari handuk sama baju ganti. Gue lupa kalo gue gak punya sabun, odol dan sikat gigi.

Masa bodoh! Gue masuk kamar mandi lalu jebyar jebyur seadanya. Berpakaianlah gue selayaknya mahasiswa. emoticon-Metal

Berbekal peta Jogja dan peta kampus, akhirnya gue berjalan menuju kampus tempat gue bakal mengenyam pendidikan beberapa tahun kedepan.

Setelah sampai, gue cuman duduk bengong sendiri karena gue gak punya kenalan siapa-siapa. Mau nyapa tapi malu. Nunggu disapa aja deh... emoticon-Malu

Akhirnya ada seorang cewek yang berbicara menggunakan mic.

"Bagi seluruh mahasiswa baru peserta ospek, yang namanya dipanggil harap berkumpul bersama pemandu di selatsar"


Satu persatu nama pun dipanggil. Setelah nunggu agak lama, gue mulai gusar. Apa jangan-jangan gue salah kampus. Kok nama gue gak dipanggil. Apa gue salah gedung ya?

Rupanya tidak. Nama gue akhirnya dipanggil. Gue masuk kelompok 19 dari 20 kelompok. Panteslah nama gue gak dipanggil-panggil. Gue salah satu urutan kelompok terakhir.

Gue menuju kelompok gue dan kenalan dengan mas serta mba pemandu lalu anggota-anggota lain kelompok ini. Mata gue tertuju pada seorang cewek. Aura kasih banget bodinya emoticon-Bikini

Gue mulai berimajinasi liar hingga badan gue disenggol orang yang ada disamping gue.

"bro, bulet ya bro" katanya
"Iye, aduhai pokoknya" Jawab gue
"sayang coklat kayaknya bro" katanya lagi
"Tau darimana bro?" Tanya gue penasaran
"Liat aja bibirnya, biasanya warnanya sama" penjelasannya..

Gue dan cowok ini pun tertawa terpingkal-pingkal hingga semua anggota ngeliat ke kita.

"Kenalin saya..., panggil aja wawan" Dia mengenalkan diri
"Saya ..., panggil aja Jeki."
"Jauh banget ... jadi Jeki??" Protesnya
"Ya seperti itu lah hahaha" Jawab gue keki emoticon-Mad
ijin numpang kolor dolo gan asik keknya ne cerita bhsanya g ribet.. emoticon-Ngakak

Sore hari di Kostan

image-url-apps
Segala tetek bengek tentang ospek sudah dijelasin dan dirembukin dengan kelompok. Kita disuru buat topi dan tas dari goni bekas. Lalu satu kelompok harus seragam semua propertinya. Agak tidak mendidik juga sih sebenarnya ospek ini. Ah sudahlah, lupakan saja.

"Jek, kostan lu dimana?" Tanya Wawan
"Kostan gue di daerah...." Jawab gue
"Wah deket tuh, gue main ya kesana, males balik, tempat gue jauh." Tawarnya
"Siplah, gue juga butuh tumpangan hahaha" Tawa gue

"Lo asli orang mana Jek?" Tanya wawan ketika di motor
"Gue asli... lo?" Tanya gue balik
"Bekasi" Jawabnya singkat
"Dimana tuh? Ada dipeta gak sih? Jarang denger" Cela gue
"Sial lo, ada di peta, luas daerahnya, banyak sawah juga" Penjelasan wawan tentang kampung halamannya.

"Wah, lo kecil hidup dipersawahan donk? Nih gue kasih tau, yang lewat tadi namanya mobil, dia roda empat, kalo motor itu roda dua" Canda gue emoticon-siul
"Oh gitu ya.. gue turunin juga lo" Balasnya
"Ampun bro hahahaha"

Akhir kita sampai dikostan. Gue dan wawan pun menuju kamar. Dia tiduran dikasur gue.

"Berantakan amat sih kamar loe" Kata Wawan.
"Gue baru nyampe kemarin, belum sempat beres beres juga" Pembelaan dari gue

"Eh menurut lo, anak kelompok kita cakep gak?" Tanya dia
"hemmm, gak tau sih, gue gak ngeliat anak kelompok lain biar bisa dibandingin" Jawab gue
"Widya tadi cakep ya" Kata Wawan

Widya itu cewek kelahiran asli Jogja. Orangnya gak putih sih, cuman kuning langsat gitu kayak kebakar matahari gitu. Anaknya punya rambut panjang trus lesung pipi. Emang cakep sih sebenarnya.

"naksir lo sama dia?" Tanya gue penasaran.
"Iya nih. Malah lagi jomblo kan, gak ada yang merhatiin" Kata Wawan.
"Haus belaian lo! Hahaha tapi kalo lo deketin Widya, gue deketin Tiara aja deh" Jawab gue..

Tiara itu cewek "bulet" yang jadi bahan candaan gue sama wawan pas tadi siang. Gue sih belum sempet ngobrol sama dia, paling banter juga cuman tau namanya. Tapi keliatannya anaknya asik diajak ngobrol, lebih asik lagi sebenarnya kalau diajak peluk mungkin ya emoticon-Wowcantik emoticon-Bikini emoticon-Genit

"Dasar juragan lendir! hahaha" Cela wawan ke gue.

Saat kita lagi asik-asiknya ngomongin soal cewek kelompok. Tiba-tiba penghuni kamar sebelah gue, si Arthur pulang dan melewati depan pintu gue. Tapi yang gak gue sangka, dia gendong seorang cewek. Lalu cewek itu juga dengan manjanya ngobrol sama Arthur. Seakan-akan gue sama wawan gak ngeliat kejadian itu.

Setelah terdengar suara pintu ditutup dari kamar Arthur, selang beberapa menit, terdengarlah.....
suara orang memadu kasih


"Bro, cabut yok, gak kondusif nih.." Kata gue ke Wawan
"Hayuklah, gue sekamar pula sama elo, kalo pengen kan bahaya entar" Kata Wawan
"Bangkeeee hahaha cari makan aja yok, uda magrib juga, sekalian anterin nyari modem bro hehehe"

Kesan pertama tentang kostan, "berlendir".
image-url-apps
Ijin bangun kos kosan ya gan..
image-url-apps
Bagus nih ada lendirnya #eh

Update gan..haha
image-url-apps
Ijin nangkring bro
asik ceritanya,ada lendirnya
#ups emoticon-Ngakak
image-url-apps
idih kampret bener temen kamar sebelah lu ya gan, bisa memadu kasih di kost emoticon-Ngakak
ijin bangun kontrakan gan emoticon-I Love Kaskus
namanya juga anak muda gan emoticon-Ngakak
image-url-apps
izin nenda gan
Spoiler for komen:
keren nih ceritannya

Widya dan Tiara

Kelompok gue emang ngerencanain buat ngumpul hari ini sekedar menyiapkan properti buat ospek. Gue kebagian bawa kardus bekas yang banyak sama tali rafia. Gue pun ke warung depan buat beli semua bahan-bahannya.

Saat dikampus, gue ngeliat anak-anak uda ngumpul termasuk Wawan.

"Elu kok telat bro?" Tanya Wawan
"Iye, jalan dari kostan" jawab gue seadanya

Mata gue langsung tertuju pada Widya emoticon-Roll Eyes (Sarcastic). Doi hari ini pake kaos oblong warna putih dan celana jeans dongker ditambah bando putih dikepala. Kenapa ya kok tiba tiba hati gue berdegub kencang.

"Emang gak punya motor ya Jek?" Tanya Widya kepadaku
"Gak punya nih" jawab gue grogi

Sosok Widya yang gue liat kemarin dengan hari ini rasanya berbeda. Doi jauh lebih cakep hari ini. Kalau boleh dibilang malah 10 kali lipatnya emoticon-Wowcantik. Apa mungkin karena bandonya yang bikin Widya keliatan lebih manis? Ahhh, gue gak punya jawabannya.

Akhirnya kita mulai bagi bagi tugas. Gue kebagian bikin name tag dari karton. Ada nisa dan gebi yang ngebantuin gue. Tidak ada yang spesial dari mereka berdua.

Hingga suatu momen terjadi. Gue punya keahlian bikin tulisan tulisan gitu, seperti kayak doodle atau pop art. Lalu gue lah yang ngegambarin semua name tag anak-anak. Tiba tiba ada suara yang mengejutkan gue dari belakang.

"Apik tenan e gambare (bagus banget gambarnya)" suara seorang cewek.

Sontak gue pun menoleh kebelakang. Ternyata si Tiara. Gadis bohai yang jadi imajinasi gue kemarin.

"Sori?" Balas gue karena belum ngerti bahasa jawa
"Bagus gambarnya" puji Tiara
"Hehehe biasa aja kok" jawab gue agak sombong

"Aku bantuin ya, capek juga kamunya gambar 15 nametag" kata Tiara
"Sip" balas gue mengacungkan jempol

Gue sendiri ngegambarnya diatas lantai, bukan meja dan Tiara pun memposisikan diri didepan gue. Oke mungkin bisa dibayangkan sejenak. Otomatis gue harus bungkuk ke lantai buat ngegambar. Gue sih ngak masalah, tapi tiara yang pake kemeja lah yang bermasalah emoticon-Shutup.

Celah di leher bakalan keliatan banget kalo posisinya doi ngebungkuk. Dan sudah jelaskan apa yang gue liat emoticon-Embarrassment? Cukup bayangkan, jangan sampai diucapkan. #filter

Gue pun disuguhi pemandangan tersebut selama satu jam lebih. Laki laki mana yang tahan godaan seperti ini? Mungkin gue butuh iman yang setegar batu karang sekarang emoticon-Paw.

Skip bagian ini.

Akhirnya property buat ospek sudah kami buat semuanya. Hari juga sudah sore sekitar jam 4. Kami memutuskan untuk menyudahi pertemuan hari ini.

Tiba tiba Wawan manggil gue

"Jek, bareng gue aja, sekaligus mau numpang ngadem di kostan elu" katanya
"Wokehlah bang" kata gue
"Bang apaan?" Tanyanya kebingungan
"Bang ojek" cela gue
"Sial!"

Saat gue dan wawan menuju parkiran, gue ngeliat sosok cewek yang kayaknya gue kenal luar 'dalem'. Gue ngeliat Tiara lagi nunggu jemputan. Gue pun berinisiatif buat nyusulin doi

"Nunggu jemputan neng?" Sapa gue
"Ehh jeki, iya nih hehe" jawabnya dengam senyum

Wawan dengan motornya pun menghampiri kita berdua

"Nggu jemputan ya Ra?" Tanya wawan
"Iya nih, lama.." jawabnya cemberut

Gue pun naik ke jok belakang motor lalu mengucapkan sampai jumpa ke Tiara

"Aku duluan ya" ucap gue
"Kita duluan ya ra" kata wawan
"Monggo monggo, hati hati" kata Tiara

Gue mulai berpikir dalam hati, andai gue punya motor, gue kan bisa ngeboncengin Tiara. Bisa mainin gas sama rem...

Tiba tiba tanpa sadar dalam lamunan gue, seorang wanita dari dalam mobil berteriak memanggil gue.

"Jek! Jangan ngelamun aja hayooo"

Setelah gue liat, ternyata itu suara Tiara dari dalam mobil. Ahhh lamunan gue buyar seiiring dengan penampakan cowok yang seumuran dengan gue duduk disamping Tiara di kursi pengemudi emoticon-norose.

"Wanita butuh mobil, bukan motor" gumam gue dalam hati... emoticon-Thinking
image-url-apps
set,..

ikut merapat um kemari emoticon-Big Grin

moga lancar update nya emoticon-I Love Indonesia (S)
image-url-apps
lendiiiiir!! bhahahaa
lanjutkan bang emoticon-Ngakak
×