alexa-tracking

Kata Buya Yahya Hamka Tentang Ucapan Selamat Natal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/549b523d507410f4158b4568/kata-buya-yahya-hamka-tentang-ucapan-selamat-natal
Kata Buya Yahya Hamka Tentang Ucapan Selamat Natal
Jelang perayaan natal umat kristiani, ramai
diperbincangkan bagaimana hukumnya
seorang muslim mengucapkan selamat natal
dan mengikuti perayaannya.
Para ulama berpendapat tegas haram, namun
ada segelintir orang yang membolehkan atas
nama 'toleransi'. Bagaimana pandangan Buya
Yahya soal ini?
Berikut penjelasan ulama kharismatik asal
Cirebon itu.
Menurut Buya, natal itu adalah perayaan
kelahiran Yesus yang dianggap sebagai
Tuhan, jika kita mengucapkan selamat berarti
ikut mengukuhkan Yesus yang dianggap
Tuhan oleh umat kristiani.
"Inilah permasalahan yang perlu dijelaskan
supaya kita tidak ikut-ikutan. Jangan sampai
terjebak dengan dalih toleransi yang
sesungguhnya itu bisa merusak akidah dan
keimanan kita. Jangan main-main, karena
derajatnya bisa kafir dalam menyatakan ini,"
tegas Buya.
Pimpinan Ponpes Al Bahjah Cirebon ini
menambahkan, Islam sangat menghargai
orang diluar Islam tapi masalah keyakinan
tidak boleh dicampuradukkan.
"Tidak ada dalam Islam yang namanya
toleransi beragama, yang ada ialah kewajiban
menghormati agama diluar islam. Kita harus
jadi tetangga yang baik buat mereka, jika
mereka bertamu harus kita hormati, kalau
mereka lapar kita wajib membantu, kalau
mereka sakit kita harus mengunjungi, itu
semua diperintahkan oleh Rasul Saw dan ini
bukan toleransi tapi kewajiban. Inilah
kebenaran dalam Islam," jelas Buya.
Namun, kata Buya, selain ada kewajiban, ada
juga hal-hal yang tidak boleh dilanggar.
"Misalnya kita tidak boleh menikahkan anak
dengan tetangga yang berbeda agama, itu
aturan Islam dan orang diluar Islam harus
memahami itu. Bahkan jika di agama lain ada
aturan yang semacam itu, orang Islam juga
harus memahami dan tidak boleh
tersinggung," kata Buya.
"Jadi dalam setiap agama ada kewajiban dan
larangan yang harus dipegang dan dihormati,
namun karena hal ini tidak direnungi akhirnya
jadi pada emosi," tambahnya.
"Wahai orang kristen, umat Islam juga punya
hari raya idul fitri, idul adha, kami juga
punya peringatan kelahiran Nabi Muhammad
Saw. Pernahkah ada fatwa dari umat Islam
bahwa siapa saja orang Kristen yang tidak
mengucapkan selamat hari raya idul fitri, idul
adha, dan maulid itu salah, tidak toleran.
Tidak ada, kami tidak menuntut kalian untuk
mengucapkan selamat kepada kami karena itu
urusan masing-masing agama,"
Menurut Buya, jika pandangan seimbang
seperti ini insyaallah akan ada kelembutan
hati. Dan munculnya reaksi selama ini justru
dari ustaz aneh, ustaz yang sakit, yang
membolehkan ucapan selamat natal.
"Ketahuilah, disaat orang nasrani
mengadakan natalan mengukuhkan Tuhan
Yesus itu artinya merendahkan Allah Swt
Tuhan kita, dan anda punya Tuhan Allah
direndahkan lalu anda mengucapkan selamat
wahai orang nasrani atas penghinaan
terhadap Tuhanku, inikan sakit namanya.
Coba tolong direnungi," jelas Buya.
Soal saling menghormati dengan orang yang
beda keyakinan, Buya punya pengalaman.
Ia bercerita, beberapa tahun lalu ketika
perayaan maulid berdekatan dengan natal,
Buya pernah mengundang kenalannya yang
kristen untuk mengikuti perayaan maulid,
namun kenalannya menolak hadir karena tidak
mengakui nabi Muhammad Saw.
Buya menghormati itu, dan tidak marah
karena itulah makna kebersamaan.
Setelah itu saat perayaan natal, kepada
kenalannya itu Buya mengatakan bahwa ia
tidak akan mengucapkan selamat natal dan
tidak akan datang ke acara natal bahkan ia
katakan haram.
Kenalannya menjawab tidak mengapa karena
Buya kan tidak percaya bahwa Yesus itu
Tuhan.
Dua-duanya saling memahami tanpa timbul
permusuhan.
"Itulah fatwa dia yang saya pegang selama
ini, bahwa mengatakan haram soal natal
kepada orang kristen itu tidak membuat
marah. Justru yang marah itu orang-orang
Islam liberal, sekuler, dan picisan itu," tandas
Buya.
Sekali lagi Buya berpesan, dalam soal agama
itu tidak boleh ikut-ikutan. Jadi jelas, bagi
umat Islam bahwa mengucapkan natal, ikut
merayakan natal dan ikut perayaan tahun
baru masehi itu jelas haram, dan kalau
meyakini yesus itu tuhan maka murtad
hukumnya.
Inilah dalil yang benar dijelaskan para ulama-
ulama sholeh terdahulu, jadi tidak perlu
basa-basi dan ragu.
"Kalaupun kita memakai istilah toleransi,
toleransi itu maknanya bukan menuntut orang
harus ikut kita. Tetapi toleransi itu jika orang
tidak bisa ikut kita, kita memahaminya.
Toleransi itu jika anda tidak sama dengan
saya maka saya maafkan, disaat anda tidak
mengucapkan selamat hari raya idul fitri
maka saya maafkan karena anda tidak
meyakini hari raya saya. Sebaliknya, kalau
saya tidak mengucapkan selamat natal anda
tidak boleh marah, jika anda marah karena
menuntut harus mengikuti maunya anda
berarti anda tidak mengerti toleransi,"
pungkas Buya.
sumber : www.sahabatrohis.com/2014/12/kata-buya-yahya-tentang-ucapan-selamat.html?spref=fb&m=1

Ada pendapat? mari kita diskusi dengan otak., bukan otot


Kalau mau diskusi dengan saya di @suhaileresmair
suhaileresmair.tumblr.com

Mahasiswa jurusan ilmu ekonomi dan keuangan islam Universitas Pendidikan Indonesia

capek deh

image-url-apps
ga ada yg perlu didiskusiin nyet
ga butuh gw selametan dari lu, otak sedengkul aja ngajak diskusi.

ke arab sana dah nyet,biar lebih faham apa itu toleransi. yg lu sanjung2 aja tuh presiden palestina saban tahun ikut perayaan natal d gereja

dasar orang indon goblok2 sih
image-url-apps
trus kalo misalkan itu bagian dari pekerjaan mereka gimana?

misalkan dubber atau presenter televisi?

kan lucu misalkan film spongebob yang episode natal spongebobnya ga ngucapin natal.
atau film tema natal yang didubbing trus ada adegan beri ucapan selamat natal? tapi diskip.
KASKUS Ads
image-url-apps
Sudah kubilang, kalo MENGUCAPKAN itu bisa bikin murtad, mending diketik aja, lewat sms, pesbuk, tuiter, wasap, apalah itu namanya. Yg penting tidak MENGUCAPKAN & tidak ikut MERAYAKANNYA #auamat emoticon-Traveller
image-url-apps
bgimu agamamu bagi ku agama ku
Quote:


gw juga pernah kerja saat kebaktian natal.
dan selama profesional gw rasa gpp ya.
gw dibayar dan wajar donk gw do my job.
selama lu gak ikut2 ritual keagamaan mah gpp.
klo itu dubber ngucapin natal (bukan kristen/katolik) tinggal syahadat lagi aja (klo islam).
rempong amat sich.
toleransi beragama itu selama kita membiarkan orang yg beda melakukan ritual keagamaan mereka dengan bebas.
dan mereka gak maksa orang yg beda keyakinan untuk ikut ritual mereka.
image-url-apps
Sependapat dengan beliau, insyaAllah istiqomah. Dalam aqidah Islam, semua aqidah di luar Islam adalah salah, jadi tidak dibenarkan seorang Muslim memberikan pembenaran atas aqidah di luar Islam, termasuk dalam hal ini adalah "sekedar ucapan selamat hari raya". Sekedar ucapan mungkin akan menyenangkan pemeluk aqidah di luar Islam, namun bagi seorang Muslim malahan bisa mengingkari ayat Al Quran.
"Sesungguhnya agama disisi Allah Adalah Islam".(Ali Imran:
19).
Cukuplah bagiku agamaku, bagimu agamamu.
image-url-apps
OoooOooOoo gituuuUu
image-url-apps
ane nggak ngucapin kok gan.

pernah ditanya temenku "kamu nggak ngucapin selamat natal ke aku"
lalu aku jawab "agamaku tidak memperbolehkannya"

maaf dopost

image-url-apps
ane nggak ngucapin kok gan.

pernah ditanya temenku "kamu nggak ngucapin selamat natal ke aku"
lalu aku jawab "agamaku tidak memperbolehkannya"
image-url-apps
sependapat dengan buya yahya
hadeh masih aja .. emoticon-Cape d... (S)
image-url-apps
Yang begini masih di ributin aja siih..
Yang meyakini itu haram silakan
Yang meyakini itu ga haram ya silakan
Agama itu personal, hubungan antara makhluk dan pencipta nya. Jd ga usah debat kusir, ga akan ada ujung nya nih
Quote:


setuju gan

image-url-apps
yaudah gausah ngucapin, diundang gausah dateng...
tapi kalo dikasih makanan mah terima aja asal halal... rezeki gak boleh ditolak... emoticon-Ngakak
kalem bro, hidup jangan serius2 amat...
image-url-apps
Setuju deh ane
Quote:


Gimana dengan surat al-ikhlas "LAM YALID WALAM YULAD" yang artinya "Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak pula di lahirkan" lalu pantaskah lidah yang selalu mengucapkan itu mengucapkan "SELAMAT ATAS KELAHIRAN ANAK TUHAN"

Gimana gan....
image-url-apps
Setuju sama buya hamka
image-url-apps
Quote:


Nanya dibilang rempong.
Kan bagus kalo kita nanya. Daripada kita diem trus buat asumsi sendiri, ntar salah dan ujung2nya misinformasi?
Quote:


jangan ngambek donk.
wkwwkwkwkwkwk.
×