alexa-tracking

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548c516914088d184d8b4574/diyasminken-masyarakat-mojosongo-tolak-pendirian-gereja-di-kompleks-muslim
[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

mentarinews.co.id -- Solo (30/11), Program kristenisasi di wilayah Solo khususnya di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres semakin gencar dilakukan oleh para misionaris. Bayangkan di satu RW yang luas wilayahnya tak begitu besar sudah berdiri 2 gereja besar.

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

Tak cukup disitu kali ini para misionaris masih ingin menggunakan gereja dengan nama Gereja Kristen Indonesia Nusukan (Pos Jemaat Mojosongo). Ironisnya masjid disitu hanya berdiri satu buah yaitu masjid Al Bakrie. Padahal mayoritas masyarakat disitu adalah muslim.

Adanya ketidakadilan inilah yang akhirnya membuat masyarakat kampung Busukan RW 27 mengadakan protes keras dengan mengirimkan surat langsung ke Walikota Surakarta FX Rudiyatmo. Namun ternyata surat tersebut tak ditanggapi dengan baik hingga akhirnya Jumat (28/11/2014) masyarakat Blusukan mengadakan aksi penolakan terhadap pendirian gereja tersebut.


Tak ingin kasus ini meluap menjadi besar maka diadakanlah mediasi yang bertempat di Kelurahan Mojosongo yang dihadiri oleh Muspida. Diantaranya Kapolres Surakarta Kombes Pol Iriansyah, Wakil Walikota Achmad Purnomo serta perwakilan dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Helmi Sakdilah dan juga Kepala Kesbangpol Suharso.

Hadir pula siang itu dari pihak gereja yang diwakili oleh Pendeta Sukarni. Sementara dari pihak masyarakat diwakili oleh Parno yang didampingi pengurus LUIS Edi Lukito serta pihak laskar Agus Junaidi. Pendeta Sukarni saat diminta memberikan penjelasannya mengklaim bahwa gereja Kristen Indonesia yang ia bangun sudah memiliki ijin lengkap. Bahkan yang melakukan peletakan batu pertama adalah Walikota Solo Fx Hadi Rudiyatmo.

Sementara itu Parno selaku tokoh masyarakat Busukan memberikan bantahannya. “Sampai sekarang tidak ada warga Busukan yang menjadi jemaat dua geraja tersebut. Namun mengapa masih ingin mendirikan gereja lagi ?” ujar Parno saat memberikan penjelasannya. Ummat Islam sebenarnya juga sudah memberikan toleransi kepada umat lain namun ternyata hal ini dimanfaatkan oleh pihak gereja untuk terus membangun tempat ibadah . Dulu pernah ada pendeta yang bernama Hengky Narto sabdo yang ingin membangun geraja ataupun sekolah namun hal itu diprotes warga dan akhirnya niat itu diurungkan. “Untuk itulah kami menuntut agar GKI harus ditutup selama-lamanya karena terlah meresahkan masyarakat sekitar” tambahnya.

Sementara itu Wakil Walikota Achmad Purnomo memberikan saran agar diberikan waktu satu bulan untuk dibentuk sebuah tim kecil yang ditugaskan untuk meneliti apakah syarat-syarat pendirian gereja sudah sesuai prosedur atau belum. Dan untuk sementara selama satu bulan tersebut gereja tidak boleh digunakan. Tak puas dengan mediasi tersebut ratusan masa akhirnya mendatangi bangunan gereja yang terletak di kampung Busukan Rt 6 Rw 27 dan melakukan penyegelan menggunakan beberapa spanduk.(sp)

Sumber berita

GKI Nusukan Pos Jemaat Mojosongo Sudah Kantongi Ijin Legal

Solo, Wedangan – Ijin mendirikan rumah ibadah untuk Gereja Kristen Indonesia (GKI) Nusukan Pos Jemaat Mojosongo tak dihiraukan oleh warga Muslim Busukan. Mereka bersikukuh menganggap keberadaan Gereja meresahkan warga sekitar. Terlihat pagi ini (1/12) di pagar Gereja hanya ada spanduk berisikan ijin legal pembangunan Gereja.

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

Menurut informasi yang berhasil dihimpun tim Wedangan, awalnya gabungan dari warga Muslim Busukan dan sebuah Ormas Islam mendatangi GKI Nusukan Pos Jemaat Mojosongo, Kampung Busukan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, mereka berorasi sambil menempelkan spanduk-spanduk yang melarang gereja tersebut dibuka pada Jumat (28/11) sore lalu.

Warga Muslim Busukan yang menolak merupakan warga Muslim Busukan dari RT 01 dan RT 02, sedangkan Gereja berada di lingkup RT 06. Menurut Agus (35), tetangga sebelah Gereja, warga RT 06 sendiri tidak mempermasalahkan pendirian Gereja tersebut.

“Dulu sebelum membangun memang sudah ijin dengan warga, Pak RT, dan juga saya yang bersebelahan langsung, dan kami juga mengijinkan. Kami warga RT 06 tidak ada masalah dengan Gereja karena ijinnya juga jelas. Ya, mungkin karena urusan SARA gitu riskan sekali. Yang tidak terima itu dari orang Islam RT 01 sama RT 02. Yang demo kebanyakan juga warga itu,” papar Agus.

GKI Nusukan Pos Jemaat Mojosongo ini sebenarnya sudah mendapat ijin untuk mendirikan rumah ibadah. Bahkan, peletakan batu pertama dilakukan oleh Bapak Walikota. Gereja ini sudah dibangun sejak 2,5 tahun lalu dan kini tinggal 80% selesai.

Gereja ini dibangun dengan tujuan untuk memudahkan jemaat Mojosongo yang beranggotakan di GKI. Setelah mendapat ijin legal dan juga ijin dari warga setempat, baru Gereja ini mulai dibangun.

Menurut Agus, bangunan Gereja sudah jadi, namun memang belum dipakai untuk beribadah karena menunggu diresmikan sebelum natal nanti. “Memang bangunan Gereja sudah jadi, namun belum dipakai untuk kegiatan beribadah. Karena rencana sebelum natal nanti baru akan diresmikan oleh Pak Walikota,“ lanjutnya.

Hanya saja, Gereja kurang sosialisasi dengan warga sekitar. Karena menurut Agus, ijin legal bangunan baru dipasang dua hari sebelum demo (26/11). “Pihak Gereja hanya kurang mensosialisasikan berdirinya gereja tersebut kepada warga sekitar. Seharusnya ada komunikasi ke warga bahwa Gereja ini berdiri sudah ada ijin yang jelas. Kalau begitu, kan, semua jadi tahu. Mungkin kurangnya cuma itu,” tutupnya.::

Sumber berita

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

Selalu ada saja masalah begini emoticon-Cape d... (S)
meresahkan warga itu gimana?
malam ga bisa tidur, kerja galau emoticon-Ngakak
-----------
mau ngomong siapa salah ya ga ada ujung pangkalnya wong masing-2
pihak punya alasan pembenar.

Anggep aja tu gereja salah, mau dirubuhin dibakar disegel ga masalah
tapi eksekusi kudu aparat berwenang.

Lha ini sipil menghakimi sipil sekaligus eksekusi, trus posisi negara
sebagai pelindung hak warga negara ada dimana?

Indonesia sekarang dalam posisi tertib sipil, kalau sekelompok orang
main kekerasan terhadap orang lain dengan alasan apapun ya ga bisa, emank ini negeri itil celndrong emoticon-Cape d... (S)

.
image-url-apps
Mojosongo Cedak Karo Markas HTI

Jadi Ora Kaget Aku emoticon-Big Grin
KASKUS Ads


Bila kebencian bersemayam di dalam dada yang muncul api amarah yang menyala-nyala.


Ada-ada saja ulah manusia yang penuh kebencian di dalam dada, dan kebencian itu bisa nampak di mana-mana, termasuk di dalam tulisan, maupun dalam dunia sosial, politik, ekonomi dan laian-lain. Yang paling nyata terlihat dalam demontrasi juga dalam tulisan, kalau dalam tulisan terlihat dari yang biasa-biasa saja sampai yang siapa saja bisa, dari yang kurang bisa sampai yang berbisa-bisa dan berbusa-busa, dari yang serius sampai yang kurang ajar, dari yang sopan sampai anggota kebun binatangpun disebut, tanpa merasa salah sedikitpun.

Tapi karena kehidupan adalah ibarat taman terbuka, dan siapa saja boleh masuk, maka berbagai jenis pemikiranpun masuk, ada yang sama, ada yang satu ide, ada yang berlawanan bahkan ada yang tak akan bisa dipertemukan satu sama lain, karena latar belakangnya sudah beda dan tak bisa dipaksakan untuk sama! Itulah kehidupan, sebuah taman yang terbuka untuk berbagai aliran pemikiran, dari yang biasa-biasa saja sampai yang berbisa-bisa.

Lalu bagaimana bila dalam kehidupan sehari-hari Anda tiba-tiba “di hantam” habis-habisan dengan kata-kata kasar dan brutal? Apa lagi para politikus yang penuh dengan intrik dan kelicikan, yang benar bisa menjadi salah, karena kalah opini, yang salah menjadi benar, karena lihai berdebat dan seterusnya. Kasus-kasus seperti terlihat nyata dalam pengadilan dan terlihat jelas pada saat kampanye Pilpres, Pilkada atau Pileg.

Banyak cara untuk menghadapi kebencian semacam itu, antara lain:

1. Sabar, inilah yang kata yang paling ampuh menghadapi berbagai ulah, orang-orang yang tak seide atau bahkan bertentangan atau berlawanan, bahkan bisa jadi seperti ” benalu” di sebuah pohon, kemana orang yang dibencinya bergerak, orang ini akan mengikutinya dan membuat komen yang bisa saja menjengkelkannya, karena memang itu tujuannya. Orang seperti ini sengaja membuat marah, hobinya yang “menghantam” pihak lain. Begitu juga yang terjadi di kantor, di lingkungan tetangga dan lain sebagainya, ada saja orang yang “menghantam” orang lain karena beda aliran, paham, partai politik dan lain sebagainya, baik dilakukan terang-terangan maupun diam-diam. Bahkan bila yang dibenci adalah musuh politiknya, maka racunpun bicara!

2. Tidak membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula, kalau terjadi, maka “pancingan”nya berhasil! Karena orang yang membalas kekasaran dengan kekasaran, kejahatan dengan kejahatan, ibarat api ditambah api, maka akan semakin merajalela dan “kebakaran” akan semakin meluas. Sipat api yang panas, bukan dilawan dengan panas pula, tapi dengan lawannya, yaitu air yang dingin. Api di balas dengan air, panas di balas dengan dingin, kekerasan di balas dengan kelembutan dan caci maki dibalas dengan doa!

3. Santai saja, kritikan atau hantaman yang begitu keras, biasanya membuat ketabahan dan kesabaran semakin tinggi, ibarat baja yang di pukul palu, bertalu-talu, semakin di hantam semakin kuat. Atau ibarat pedang yang sangat tajam, awalnya adalah besi baja yang dipanaskan atau dibakar dengn suhu yang tinggi dan ditempa sedemikian rupa, pada sat yang tepat, besi baja tadi dibentuk dan jadilah pedang yang tajam! Jadi, tak setiap hantaman itu buruk, tak setiap kritikan menjatuhkan dan tak setiap yang hitam itu lumpur, bahkan bisa jadi emas hitam atau minyak! Itulah pentingnya berpikir postitif pada setiap apapun yang menimpa.
13326229112036544539

Kebencian pada sesama menimbulkana kehancuran yang sama di mana-mana. Photo: okezone.com dan blogspot.com

4. Kritikan setajam apapun tak membuat kiamat! Apapun bentuknya kritikan itulah adalah pupuk yang sangat subur untuk sebuah tanaman. Ibarat pohon, suburnya justru ketika diberikan pupuk dan pupuk yang terbaik adalah kotoran, yang disebut pupuk kandang. Jadi tak setiap yang kotor itu buruk dan sebaliknya tak setiap yang kelihatan tenang itu baik, bisa saja menghanyutkan. Dunia tak akan sempurna tanpa adanya perbaikan, perbaikan tak akan terjadi tanpa kritikan, dan kritikan tak bermanfaat bila disampaikan dengan cara yang salah dan dengan situasi dan kondisi yang tak memungkinkan.

5. Musuhmu adalah “kawan” setia yang sangat jujur. Hanya musuhlah yang dengan terang-terangan mengatakan kelemahan-kelemahan Anda, hanya musuhlah yang berani dengan terang-terangan mengatakan kekurangan, keburukan, kesalahan Anda dan itu tak tanggung-tanggung, terkadang dilakukan di depan orang lain, bahkan di depan umum! Sakit memang rasanya, tapi dibalik itu terungkaplah apa-apa yang selama ini ditutupi oleh kawan-kawan Anda, oh ternyata Anda banyak salahanya, banyak kekurangannya, banyak keuburukannnya dan lain sebagainya. Dengan demikian Anda jadi intropeksi diri, “oh Saya itu begitu toh!” Sambil berguman dan manggut-manggut.

6. Tak semua manusia itu baik pada Anda dan tak semua manusia itu jahat pada Anda. Jadi, ketika begitu banyak pujian yang Anda dapatkan dari orang-orang disekeliling Anda, jangan lupa, ada orang-orang yang tak suka pada Anda dengan alasan masing-masing, dengan demikian Anda tak bisa sombong karenanya. Namun ketika begitu banyak hinaan, caci maki dan lain sebagainya yang sipat buruk Anda terima dari orang-orang disekeliling Anda, jangan lupa banyak orang yang menyintai dan menyayangi Anda, bisa keluarga, saudara, teman atau sahabat, dengan demikian Anda tak rendah diri, Anda masih punya harapan.

7. Maafkan orang lain sebelum diminta, bisa saja orang itu mencaci maki atau menghina Anda, karena orang itu tak tahu siapa Anda yang sebanarnya. “Maafkan orang yeng membecimu“, begitu orang bijak berkata, bahkan “doakan orang yang melempari batu ke arah Anda“. Seperti pohon yang sedang berbuah lebat, ketika dilempari batu, pohoon tadi memberikan buah yang ranum, yang siap untuk Anda makan. Wah tak bisa begitu, masa dilempari batu bukan di balas dengan batu, boleh saja, silahkan, namun bukankah keduanya akan semakin parah dan berdarah-darah, lalu bagaimana perdamaian akan terwujud, kalau batu di balas dengan batu, pedang dibalas dengan pedang, dan darah di balas dengan darah? Bukankah memaafkan itu lebih baik, dengan demikian tak ada yang tersakiti bila maaf sudah diberikan.

Kebencian memang penyakit yang ada di dalam hati, makanya sering diebut penyakit hati. Namun bila kebencian ini muncul di arena politik, pihak lawan adalah sasaran utamanya, sehingga yang sering terjadi adalah ketidakadilan. Lawan yang punya ide benar dan cerdas, bisa saja “dihajar” habis-habisan dengan berbagai cara. Makanya yang sering muncul sebagai pemenang bukan orang yang benar dan jujur, tapi justru orang yang penuh tipu muslihat, memang tidak semua demikian. Ada yang menang karena pendekatannya yang bagus dan menyejukan, bukan asal menang, tapi penuh dengan kearifan dan kelembutan.


QUESTION : IF I HATE HATERS, AM I A HATER? emoticon-Hammer2
warga mengalami keterguncangan iman melihat kehadiran gereja di lingkungan mereka emoticon-Matabelo

gerejanya yang setrong, atau warganya yang cemen emoticon-Ngacir

emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)

katanya toleransi tapi kenapa sih udah tau disana mayoritas Islam kok bikin gereja gede (2 lagi di berita) .... hayo mbok sing pener, jare toleransi menghargai ... preekkk lah nek koyo ngene
Hasyim Muzadi: Penutupan Rumah Ibadah tak Dibenarkan

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO-- Mantan Ketua Umum PB NU, KH Dr Hasyim Muzadi, yang juga Presiden World Conference Religion for Peace (Presiden Konferensi Agama se Dunia untuk perdamaian) menegaskan tindakan menutup rumah ibadah tidak dibenarkan.

Penegasan tersebut disampaikan Hasyim Muzadi di hadapan peserta Munas I Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) diikuti para hamba-hamba Tuhan berbagai denominasi gereja dari seluruh Indonesia, di Graha Bumi Beringin, seperti dikutip Kabag Humas Setda Provinsi Sulut, Drs Jahja Rondonuwu, Manado.

Menurut Muzadi, tindakan oknum tertentu yang menutup rumah ibadah bertentangan dengan teologi lakum dinukum waliyaddin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Jadi apapun alasannya tidak diperkenankan menutup rumah ibadah.

"Sebab negara saja mengakui agama-agama yang ada, kenapa harus terjadi tindakan-tindakan mengatasnamakan agama, lalu mengorbankan agama lain," ujarnya.

Hasyim memberi contoh penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lantas ada yang mau bikin gubernur tandingan, dimana kantornya, siapa yang memberi gaji, mau inspeksi ke siapa.

Karena itu Muzadi menandaskan, agama-agama yang ada harus bersatu serta harus pula berjalan bersama-sama, sembari mengajak, yang sama jangan dibeda-bedakan dan yang beda jangan disama-samakan, karena Indonesia adalah negara tempatnya orang beragama.

Terkait dengan kebijakan pemerintahan untuk menghilangkan kolom agama dalam KTP, mantan pengasuh pondok pesantran Al Hikam Surabaya itu menolak dengan tegas. Apabila dihilangkan terasa aneh karena selama ini kolom agama di KTP jelas sekali identitas agama dari penduduk bersangkutan, kata Hasyim seperti dikutip Humas Rondonuwu.

Sumber berita

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
image-url-apps
Lah kl mayoritas agama lain ngapaen bikin gereja di sana 2 biji lg. Lantas siapa yg beribadah di sana ? kl pun ada jg sepi karna di bagi 2
image-url-apps
Unsur sara lagi gan emoticon-Sorry
Quote:


Quote:


Menurut Muzadi, tindakan oknum tertentu yang menutup rumah ibadah bertentangan dengan teologi lakum dinukum waliyaddin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Jadi apapun alasannya tidak diperkenankan menutup rumah ibadah.

"Sebab negara saja mengakui agama-agama yang ada, kenapa harus terjadi tindakan-tindakan mengatasnamakan agama, lalu mengorbankan agama lain," ujarnya.


Sumber berita

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
emoticon-Kiss
Quote:


kalo ini gimana gan emoticon-Berduka (S)
Perjalanan Perizinan Gereja St Bernadette, Tangerang

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
Spoiler for :


emoticon-Peace
image-url-apps
Quote:


ho oh..bener kui mas..
di tempat saya di Toraja, mayoritas Kristen. warga Muslim ( banyakan pendatang ) bangun Masjid 3 deket2an ga ada yg protes sama sekali.

kalo dibandingkan ma yg di thread ini kira2 yg memiliki toleransi yg mana yah?
jangankan gereja

bikin mesjid aja tapi dipake bukan sama warga sana jadi masalah jg biasanya
Quote:


Hooh toraja cen mayoritas kristen ... tapi apa diwilayah yang dibangun masjid 3 itu mayoritas kristen ? rasanya ga mungkin deh

kalau gereja itu dibangun diwilayah solo yang diwilayah itu mayoritas kristen dan memang butuh (kurang rumah ibadah ya ga masalah) .... untuk kasus di trit iki kan bedo
SOLO POS, PEMERINTAHAN BARU JOKOWI-JK : Siti Nuriah Wahid Ingatkan Pemerintah Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Mantan Ibu Negara Sinta Nuriah Wahid mengingatkan pada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk selalu menjaga kerukunan antarumat beragama dengan baik.

“Kerukunan antarumat beragama itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Intoleransi harus dijauhkan, dan kebebasan beragama harus terus dijaga,” katanya seperti dikutip Antara, Sabtu (25/10/2014).

Ia mengatakan hal tersebut usai menjadi pembicara pada Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan Keuskupan Agung Semarang di Muntilan Kabupaten Magelang.

Ditanya apakah perlu direktorat khusus di Kementerian Agama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, dia mengatakan tidak perlu.

“Kementerian agama sudah cukup kalau para petugasnya di situ menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Dialog antar umat beragama harus terus dilakukan untuk menjaga kerukunan tersebut,” katanya.

Istri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menilai Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan Keuskupan Agung Semarang tersebut baik sekal untuk menjaga kerukunan antarumat beragamai.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, harus dilakukan oleh siapa pun dari agama mana pun, dan dari etnis apa pun,” katanya.

Ia mengatakan semua pihak harus melakukan atau menjalin persaudaraan sejati yang ada di negara ini yang saat ini sedang terkoyak-koyak oleh kerakusan bangsanya sendiri.

Ia menuturkan selama ini dirinya pada bulan Puasa melakukan buka puasa dengan siapa pun, baik dengan kaum muslim maupun nonmuslim tujuannya untuk merajut persaudaraan sejati.

“Saya selalu mengatakan persaudaraan sejati itu, dalam bulan Puasa itu intinya adalah untuk menciptakan persaudaraan sejati di antara umat manusia,” katanya.

Sumber berita

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
image-url-apps
tapi setau ane klo rumah ibadah. klo misalnya udah dapet izin dari pemda.

tapi warga nolak. tetep ga bisa.
Forum Lintas Agama Cirebon Tuntut Pemerintahan Jokowi-JK Hentikan Konflik Antar Agama

Forum Kerukunan Umat Beragama Cirebon menuntut Presiden RI terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjaga konsitusi dengan menjamin kehidupan kerukunan beragama di Indonesia. Karena selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, belum dapat menyelesaikan kasus-kasus tindakan kriminal atas nama agama. Hingga saat ini kriminalisasi pelaku penodaan agama masih muncul diantaranya adalah penutupan tempat ibadah, kekerasan terhadap pemeluk agama lain, dan lainnya.

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim

Juru bicara Forum Kerukunan Umat Beragama Cirebon yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Maman Imanulhaq berharap, kepada pemerintah yang baru sesuai dengan janji-janjinya akan menegakkan nilai-nilai konstitusi dengan menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan, aparat tidak ragu menindak kelompok-kelompok pelaku kekerasan atas nama agama.

“Kita berharap dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK tidak akan ada lagi orang yang melakukan kekerasan atas nama agama, dan aparat berlandaskan nilai hukum harus menindak tegas pelaku kekerasan, pengrusakan, penganiayaan, dan penyanderaan atas nama agama,” katanya saat menghadiri Kunjungan dan Dialog “Masa Depan Toleransi dan Dialog Antar Umat Beragama Jawa Barat” di Cirebon, Rabu (15/10).

Maman khawatir jika kondisi ini dibiarkan kelompok-kelompok kekerasan akan tumbuh subur di Indonesa, karena menurutnya, kelompok kekerasan merekrut anggotanya di negara atau di daerah yang sedang terjadi konflik agama, kemiskinan, dan di daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

“Kami khawatir kalau tidak diantisipasi dengan baik, maka akan muncul kelompok-kelompok kekerasan yang memanfaatkan pengangguran dan lainnya untuk membangun kekuatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengawal pemerintahan Jokowi-JK supaya tidak lupa akan janjinya.

“Jokowi dimana-mana mengatakan bernegara itu berkonstitusi, maka salah satu konstitusi yang harus diperjuangkan dan menjadi kebijakan dari pemerintahan Jokowi adalah tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Political Officer USA Embassy, Eric W Groff mengatakan, Amerika memiliki perhatian khusus terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. Ia meminta, kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan menjamin kehidupan beragama di Indonesia.

“Amerika mengapresiasi terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. Karena agama merupakan senjata yang ampuh untuk menciptakan negara yang kuat, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, Amerika banyak belajar dari Indonesia mengenai toleransi beragama, karena penduduk Amerika terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda dari seluruh dunia.

“Mengenai toleransi, Amerika banyak belajar dari Indonesia,” katanya.(Frans C. Mokalu)

Sumber berita

[DiYasminken?] Masyarakat Mojosongo Tolak Pendirian Gereja di Kompleks Muslim
image-url-apps
yang minoritas mohon sadar diri dan jangan ngelunjak.. ingat kalian cuma numpang di tanah air ini.!!
image-url-apps
Quote:


nek nang toraja arep mbangun masjid kudu nggolet wilayah sing mayoritas muslimnya disek yo brarti ora bakalan iso mbangun masjid mas emoticon-Big Grin. ya paling iso ne sing nang perbatasan toraja karo kab. lian..tapi kan adoh banget sekang kota..melas lah. sing masjid sijine malah cedak gereja ku mas..kadang ono kegiatan bareng remaja masjid karo pemuda gereja koyo kerja bakti opo bakti sosial..ya pokok e koyo sedulure dewe lah. tekan saiki ora tau denger ono konflik agama nang toraja.