alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penanganan Korupsi di Kabupten Bogor Lamban
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548c227931e2e6de478b456a/penanganan-korupsi-di-kabupten-bogor-lamban

Penanganan Korupsi di Kabupten Bogor Lamban

Penanganan Korupsi di Kabupten Bogor Lamban


Sejumlah penanganan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Bogor terkesan jalan ditempat. Seperti halnya penanganan kasus korupsi proyek pengadaan bibit induk ikan pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor tahun anggaran 2011 yang ditangani oleh Polres Bogor. Hingga kini belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong meskipun 10 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Polres Bogor telah menetapkan 10 orang tersangka kasus korupsi proyek pengadaan bibit induk ikan di Disnakan Kabupaten Bogor pada bulan September 2014 yang lalu. Empat orang dari kelompok pengusaha yaitu JJn, Ents, JR dan Dm. Sedangkan enam orang tersangka lainnya berasal dari unsur PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni Ir. Ddn selaku KPA/PPK, Ags, SH, Jk, Un dan Ir. Sryt yang kelimanya adalah bagian dari Panitia Lelang pada Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ).

Penetapan tersangka ini merupakan tindaklanjut hasil audit investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI yang menyatakan bahwa telah ditemukan penyimpangan dana yang bersumber dari APBN dan APBD. Total dana yang diselewengkan sebesar Rp.478.361.000, dimana Rp.421.025.000 bantuan anggaran dari APBN, dan Rp.57.336.000 yang bersumber dari APBD.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Faisal Pasaribu ketika dikonfirmasi Radar Online mengelak jika kasus yang ditanganninya jalan ditempat. “Tidak berhenti penyidikannya, dari 10 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, baru tiga yang selesai pemberkasannya dan siap untuk diserahkan ke Kejaksaan,” kata Faisal Pasaribu, Selasa (9/12/2014).

Namun demikian, Faisal enggan menyebutkan siapa-siapa yang telah selesai pemberkasannya. “Ada tiga orang lah pokoknya, dan semuanya dari pengusaha, tidak ada yang PNS,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam memperingati hari anti korupsi sedunia, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong Eko Bambang Riadi ketika menggelar konfrensi pers di kantornya mengatakan, semenjak Januari hingga Desember 2014 Kejari Cibinong bidang Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan lima perkara tindak pidana korupsi, tiga diantaranya dalam tahap penyelidikan, satu dalam tahap penuntutan di Pengadilan dan satu lagi sudah vonis.

“Sejak Januari, ada lima perkara korupsi yang kami tangani, tiga masih dalam tahap penyelidikan, satu kasus Himpaudi dengan terdakwa Hj.Rodiah yang telah divonis 1,6 tahun dan satu lagi perkara korupsi Kelompok Tani Nelayan Andalan dengan terdakwa Ujang Suja’i yang sekarang masih dalam tahap persidangan dan dituntut 1,7 tahun,” kata Bambang, kemarin.

Bambang menambahkan, sepanjang tahun 2014 ini, pihaknya juga telah melakukan 13 eksekusi terhadap perkara korupsi. Namun demikian, ada satu perkara yang belum dilakukan eksekusi karena menurutnya belum ada surat keputusan dari Mahkamah Agung (MA). “Dari 13 eksekusi, masih ada satu yang belum dilakukan yaitu atas nama Azwar, kita sudah upayakan tapi belum turun juga dari MA,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Kajari juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pengembelian uang negara sebesar Rp.887.466.938 yang telah disetorkan langsung ke kas negara. Selain itu, sebesar Rp.350.000 denda juga sudah dibayar ke kas negara.

Bambang menegaskan, ditahun 2015 mendatang pihaknya tidak ditargetkan untuk mengungkap perkara korupsi. “Jadi ukurannya bukan lagi jumlah orang, tetapi sejalan dengan penindakan represif dan preventif serta edukatif. Dan upaya preventif yang dilakukan tata usaha negara (TUN-Red) banyak melakukan pendampingan,” tukasnya.

Sumber
Urutan Terlama
namanya juga kasus korupsiemoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di