alexa-tracking

[Gak Beretika] CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548b640314088d0f7b8b4567/gak-beretika-ceo-xl-kita-yang-bangun-mereka-yang-dapat-uang
[Gak Beretika] CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemain Over The Top (OTT) atau penyedia layanan online populer seperti jejaring sosial, mesin pencari, hingga instant messenger dianggap mengeruk untung lewat internet Indonesia tanpa mengeluarkan sejumlah besar investasi untuk membangun jaringan.

Keadaan yang kurang berimbang ini menjadi uneg-uneg yang diutarakan oleh operator seluler Indonesia kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Kerja, Rudiantara.

“Masak, kita yang bangun (jaringan) tapi mereka yang dapat uang. Kalau kita tidak invest kan OTT juga tidak dapat akses,” keluh Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi ketika berbicara dalam Forum Indotelko di Balai Kartini, Jakarta (11/12/2014).

Menurut Hasnul, OTT mengambil keuntungan dari aneka konten yang disalurkan melalui jaringan yang dibangun oleh operator seluler. Caranya bisa bermacam-macam. Hasnul mencontohkan mesin pencari Google yang menawarkan hasil pencarian berbayar.

“Kalau Anda searching ‘baju muslim’ di Google, misalnya, yang muncul di urutan-urutan teratas itu adalah mereka yang membayar sejumlah uang ke Google,” kata Hasnul.

Untuk menyiasati OTT, Hasnul mengatakan pihaknya menyisipkan interstitial ads alias iklan serobot. Tetapi cara ini diprotes banyak pihak lantaran mengalihkan alamat IP OTT yang dituju oleh pengguna internet ke laman iklan.

“Padahal kami yang bikin jalan segala macam, eh pasang iklan malah dimarahi. Itu Google tidak dimarahi,” lanjut Hasnul.

Menanggapi keluhan operator seluler, Rudiantara menawarkan untuk melakukan mediasi ke praktisi OTT, seperti Google, Facebook, Path, dan lainnya. Tetapi dia menambahkan bahwa keluhan operator seluler harus didampingi dengan data-data riil soal penggunaan jaringan oleh OTT, misalnya soal mana saja yang memiliki trafik atau konsumsi bandwidth besar.

“Go by the numbers, cek secepatnya. Tolong kumpulkan semua data, nanti saya eksekusi,” ujar Rudiantara. “Mudah-mudahan nanti sebelum Maret 2015 sudah tidak ada lagi cerita soal OTT ini lah.”

Adapun soal iklan serobot, Rudiantara menyerahkan ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk melakukan mediasi antara operator seluler dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan.

sumur

Dari pola pikirnya aja ane tau ini CEO gak punya etika bisnis. Kan dia udah dapet profit dari pembangunan jaringannya. Pelanggan bayar pulsa untuk bisa mengakses jasa OTT. Kalo emang tertarik sama kuenya OTT, ya bikin OTT kompetitor dong, jangan main bajak mentang2 yang punya jaringan.

Analoginya, Jasa Marga bangun jalan tol. Maka arus kargo jadi lancar dan perusahaan kargo macem DHL, JNE, dll dapet cuan. Jasa Marga tertarik untuk ambil porsi dalam bisnis kargo tersebut. Tapi, alih-alih bikin perusahaan kargo sendiri, Jasa Marga nyetopin mobil2 kontainer yang lewat, trus ngangkutin barang2nya ke mobil boxnya sendiri... kan gak sopan itu namanya...
image-url-apps
Gak ngerti kayak beginian, ga pernah make internet soalnya........
image-url-apps
Permasalahan yang cukup rumit ini. Tapi setidaknya ada win2 solution untuk semua pihak.
Sehingga kita yang sebagai konsumen tidak lagi menjadi pihak yang dirugikan.
KASKUS Ads
image-url-apps
Setuju, dalam hall OT ini harusnya operator juga mulai berpikir untuk membuat juga semacam OTT yang bisa memfasilitasi iklan, agar ada pemasukan dari situ. Jaman sekarang operator harus berorientasi DNA (device, network, application)
image-url-apps
Quote:


Quote of the day emoticon-Ngakak
Quote:


waanjrit ampe keselek ane gan emoticon-Ngakak
image-url-apps
masih kurang untungnya bos emoticon-Big Grin

Quote:

sama gan, ane makenya interkom emoticon-Hammer
emoticon-Ngakak
gw bingung, selama ini gw pake google, facebook, twitter, dll, gratis ga pernah bayar emoticon-Bingung (S)
malah gw bayar aksesnya ke operator seluler, dah mahal bandwith kecil pulak emoticon-Mad (S)

gatau terimakasih nih orang, mang kalo ga ada servis gratis dari google, facebook, twitter, dll, jasa lo bisa laku ??? emoticon-Bingung (S)
dikira OTT itu juga ngga ngeluarin duit buat mbangun infrastruktur, riset, dll apa? coba cek riset2nya google itu nilainya berapa? malah sebagian besar hasilnya bisa dinikmati secara gratis, bandingin ama lu emoticon-Big Grin

kalo OTT ada iklan ya maklumlah, orang servis mereka gratis, mereka idupnya ya dari iklan itu
la elu , udah dibayar, masi maksa jejelin iklan ??? emoticon-Cape d... (S)
Bukannya mereka udah ambil keuntungan dari pulsa ya? Kan pelanggan mau pake jaringan itu musti bayar tuh pulsa emoticon-Matabelo
image-url-apps
intinya: xl kemaruk
pantesan banyak pengguna xl yang mencak mencak mbuka web apa yang nongol web lain
fix deh ga bakal pake xl, operator lain masih banyak kok
blacklist aja xl klo gini caranya
image-url-apps
Quote:


Bangun......dah siang bray wkwkwk

image-url-apps
Yg bikin sebel sekarang setiap masuk youtube pasti ada iklannya telkomsel
emoticon-Mad

Benci aku
Quote:


ente ngaskus pakai apa gan??
emoticon-Bingung
Quote:


[Gak Beretika] CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang[Gak Beretika] CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang[Gak Beretika] CEO XL: Kita yang Bangun, Mereka yang Dapat Uang


Komen terbaik 2014
image-url-apps
lha kan konsumen bayar pake pulsa.
memangnya itu bukan menghasilkan?
aneh banget nih pemikirannya.
Quote:


emoticon-Ngakak

Setuju dengan prinsip elu gan, emoticon-thumbsup

Sejak dulu makanan alami memang lebih sehat dari makanan kalengan yang ada zat pengawetnya, lagipula sekarang kok ada yang merek XL segala, dulu cuma ada merek Pronas doang.




.............. emoticon-Betty (S) nguueeengg
image-url-apps
Lah yang bangun kan gak cuma XL tho. Kalau gak mau bangun ya udah gak usah bangun lagi. Atau jual aja lah perusahaannya.
image-url-apps
Rugi treak2 kalo untung diem aja
image-url-apps
sebenr nya ada bener nya juga .
ini yg beberapa thn ane kawatirin.
xl ini di ibaratakan jalan tol itu sudah benar.
tapi yg pling tepat bukan kargo tapi atpm mobil maupun motor.
di sini jasamarga tidak akan lebih beruntung dari pada penjual mobil yang tiap hari terjual dan melewati jalan yang sama. dn sementara jalan nya ya gtu2 aj. jalan nambh panjang kgak , mobil dan motor tambah banyak.
ini bukan masalah etika bisnis. tapih ke kontain nya.
krn di indonesia ini sudah perang harga dr dulu.
krn investment di bidang jaringan itu mhal banget. semntara OTT nya kontennya memiliki untung lebih dari pada invet jaringan.

memng ini semua PR seluruh operator.
untuk businesplannya kedepan harus bisa mempeesempit ott seperti ini.
image-url-apps
Quote:


Ini komeng nya pake apa gan? @.@
×