alexa-tracking

[LANJEUTKEN] Menteri Gobel Cabut Izin 2.166 Importir

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548b1eaa507410550d8b4572/lanjeutken-menteri-gobel-cabut-izin-2166-importir
[LANJEUTKEN] Menteri Gobel Cabut Izin 2.166 Importir
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mencabut izin 24 importir terdaftar (IT) produk telepon seluler, laptop, dan sabak digital (tablet), Menteri Perdagangan Rachmat Gobel kali ini mencabut izin 2.166 importir barang lain. Dengan demikian, 43,17 persen dari total 5.017 importir terdaftar di Kementerian Perdagangan kehilangan izin.
"Pencabutan izin impor ini dikarenakan kelalaian IT menjalankan kewajibannya dalam menyampaikan laporan secara tertulis atas realisasi pelaksanaan impor," kata Rachmat di kantornya, Jumat, 11 Desember 2014. (Baca: Jual Gula Rafinasi di Pasar, Izin Importir Dicabut.)
Adapun rincian IT yang dicabut izinnya yakni 836 importir elektronika, 321 importir pakaian jadi, 290 importir makanan dan minuman, 256 importir kosmetik dan produk kesehatan rumah tangga, 179 importir mainan anak, 133 importir obat tradisional dan suplemen makanan, serta 151 importir alas kaki. (Baca: Izin Importir Beras Vietnam Berklorin Akan Dicabut.)
Rachmat mengatakan dasar pencabutan izin ini adalah Pasal 14 Peraturan Menteri Nomor 83/M-DAG/PER/12/2012 yang telah diubah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 73/M-DAG/PER/10/2014 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.
Dalam peraturan tersebut tertulis bahwa perusahaan yang telah mendapatkan penetapan sebagai IT produk tertentu wajib menyampaikan laporan secara tertulis atas pelaksanaan impor produk tertentu (terealisasi/tidak terealisasi) melalui http://inatrade.kemendag.go.id setiap tiga bulan paling lambat tanggal 15 triwulan berikutnya. "Kami tidak main-main dalam menegakkan hukum di sektor perdagangan," kata Rachmat.
PINGIT ARIA


SUMUR AJAIB
https://id.berita.yahoo.com/menteri-...--finance.html

Mantep bener ni juragan elektronik,, babat abis ATPM yang membandel pak ,,jangan kayak you know what i mean.. mencla mencle
emoticon-Najis
reserkupretemoticon-Najis
akhirnya yg jd pertanyaan,
mentri yg kemaren ngapain aja..???

emoticon-Ngakak
Quote:

ya ngasih ijin impor gan emoticon-Big Grin
kabinet mafia, setelah dicabut ternyata doi yg jadi importirnya...ga bedanya si susi, beginilah akibatnya kalo pemilik modal punya kekuasaan emoticon-Cape deeehh
Quote:


jadi importer tunggal gitu gan maksudnya?

makin tajir dong emoticon-Bingung (S)
Quote:


ada link buktinya kah??
atau baru dugaan semata.
Quote:


pasti tajir lah kalo saingan dagang diberangus... ;ngakak
Quote:


pake logika cukup, kalo saingan dagang di basmi...bisnis elektronik sang menteri dijamin berjaya dan menguasai pasar dalam negeri emoticon-siul
Serius nih, bakalan seret dong pasokan barang ke depan....
Quote:


berarti emang gak ada bukti ya, cuma sekedar "logika" aja.. hati2 jd jonru gan emoticon-Smilie
Quote:


ga pa lah gan . .. daripada baranng yg masuk kw" - an. . . .

tak tahan ama kualitasnya . ..
Quote:


yg penting logika jalan, tibang panastak goblog yg mabok air kobokan kaki mbok emoticon-Smilie
Quote:


Ciyeilah pake logika emoticon-Ngakak

Ada bukti gak?ati2 ente menjurus ke jonru soalnya.baca lg beritanya,ijin impor dicabut ada alasan nya,gak asal main cabut emoticon-Ngakak
Quote:


hehe.. gak punya bukti trus SOP mulai dijalankan emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


emang ada yg suruh beli kw? kw itu mah emang khusus konsumsi panastak lulusan sd yg sok kaya, kedepan sih panastak kayanya bakal susah cari henpon ato dvd player seharga seratus ribuan emoticon-Ngakak
Bagus nh... Persulit impor tp jgn lupa permudah expor ya pak men......
Yg kmrn protes pemerintah kebanyakan import mana ?
Sekarang ada pemangkasan import kok di protes juga , di bilang mau menguasai pasar ?

Jawab sejujur-jujurnya ya , kalian mendukung import atau menolak ?
Quote:


export-import gak penting, yg penting Pemerintahan Jokowi harus salah! emoticon-Big Grin
sip, harusnya mang diperketat ijin imlor, kalau bisa juga perkuat industri dalam negri jadi ga perlu lagi impor terutama untuk bahan kebutuhan pokok