alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548a71af98e31b60068b458e/pemred-the-jp-jadi-tersangka-penistaan-berkat-laporan-kmj-pendukung-obor-rakyat

Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat

Pemred The Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama
Kamis, 11 Desember 2014

Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat

VIVAnews - Polda Metro Jaya menetapkan Pemimpin Redaksi Harian The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat (MS), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penistaan agama.

"Status ini ditetapkan oleh penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di Jakarta, Kamis 11 Desember 2014.

Dijelaskannya, penyidik juga telah mendengar keterangan sejumlah saksi ahli pidana, saksi ahli agama dan Dewan Pers. "Kesimpulannya status MS ditingkatkan menjadi tersangka," kata Rikwanto.

Rikwanto menegaskan, penyidik pernah memanggil MS dalam kapasitas sebagai saksi. Awal pekan depan, MS akan dipanggil lagi untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Penyidik akan menentukan MS nantinya akan ditahan atau tidak, pasalnya masih menunggu hasil pemeriksaan yang akan dilakukan minggu depan," katanya.

MS diproses berdasarkan Laporan Polisi Nomor: 687/VII/2014 tertanggal 15 Juli 2014, bahwa Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi melaporkan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat.

Pihak The Jakarta Post telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kesalahan karikatur itu, namun Polda Metro Jaya tetap memproses hingga ke pengadilan.

The Jakarta Post edisi terbitan 3 Juli 2014 memuat kartun yang mencantumkan karikatur dengan kalimat bertulisan Arab La ilaha illallah yang berarti "Tidak ada Tuhan selain Allah" pada sebuah gambar tengkorak khas bajak laut.

Pihak Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) menilai karikatur itu sebagai bentuk penghinaan terhadap agama.

Metro News

Quote:


FPOR Nilai Obor Rakyat Tidak Lakukan Kampanye Hitam
Wednesday, 18 June 2014 18:49 WIB

Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Front Pembela Obor Rakyat (FPOR) menilai tidak ada kampanye hitam yang dilakukan tabloid tersebut terhadap Joko Widodo.

Inisiator FPOR dari Korps Muballigh Jakarta (KMJ), Edy Mulyadi mengatakan, ada hal yang membedakan antara kampanye hitam dengan kampanye negatif.

''Kampanye hitam dan kampanye negatif adalah dua hal yang sama tapi sekaligus berbeda,'' kata dia, Rabu (18/6).

Ia mengatakan, keduanya sama-sama menyebarluaskan segala keburukan, kelemahan, dan kesalahan pihak lain. Hanya saja ada perbedaan dalam pembuktian kebenarannya. Jika kampanye hitam tidak memiliki bukti akan kebenaran, sementara kampanye negatif substansi materinya benar.

''Apa yang dilakukan Obor Rakyat adalah kampanye negatif. Ini bukan cuma perlu, tapi harus. Dalam memilih pemimpin, rakyat tidak boleh ibarat membeli kucing dalam karung,'' kata dia.

Edy melanjutkan, Jokowi dianggap telah melanggar sumpah karena lari dari kepemimpinan Jakarta. Jokowi belum tuntas dalam memimpin hingga lima tahun ke depan.

Sementara Pemred Voice of Islam Mashadi menjelaskan, media alternatif semacam Obor Rakyat sangat diperlukan, terutama ketika banyak media mainstream tidak menjalankan fungsinya secara berimbang.

''Mereka cenderung hanya memuji-muji Jokowi, tanpa sedikitpun menulis kelemahan dan keburukannya,'' ujarnya.

Menurut dia, sesuatu akan menjadi tidak sehat tanpa adanya kritik. Presiden terpilih nantinya akan memimpin sebuah negara dengan penduduk lebih dari 240 juta jiwa.

Sebelumnya, sejumlah aktivis membentuk Front Pembela Obor Rakyat (FPOR) karena kecemasan terhadap pemberitaan tidak berimbang terkait Obor Rakyat.

Selain Edy Mulyadi dari Korps Muballigh Jakarta (KMJ) dan Mashadi sebagai Pemred Voice of Islam, ikut juga Alfian Tanjung dari Taruna Muslim, M Hasbi Ibrohim dari Laskar Anti Korupsi/LAKI Pejuang 45 serta Budhi Setiawan yang merupakan aktivis dakwah.

Republika

Komen Ts, dari kalimat yang ditebali merah ternyata pelapor Jakarta Post adalah pendukung Obor Rakyat yang merupakan media sarat SARA, mantap kan?

Judul trit memang ada sedikit tambahan untuk menerangkan siapa sebenarnya KMJ yang menuntut The Jakarta Post, gan.

emoticon-Shakehand2
Diubah oleh: laker6301
Urutan Terlama
rampok teriak maling ???

udah gak heran ... banyak kok disini .... emoticon-Ngakak
panastak jadi tersangka
emoticon-Ngakak
Quote:


Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat

Korps Mubaligh Jakarta Resmi Dukung Hidayat+Didik

dakwatuna.com – Jakarta. Para mubaligh dan mubalighah DKI Jakarta yang tergabung dalam Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid – Didik J. Rachbini. Deklarasi dukungan yang dihadiri semua pimpinan KMJ tersebut dilaksanakan di Markas Pemenangan Hidayat+Didik di jalan Buncit Raya 30, Jakarta Selatan, Selasa (22/5) siang. “Sebelumnya belum pernah kami melakukan hal semacam ini. (Dukungan) ini pertama kalinya untuk KMJ,” terang Ketua KMJ, Muhammad Sobari, dalam sambutannya. Hidayat sangat mengapresiasi dukungan dari KMJ dan berharap para mubaligh dan mubalighah Jakarta ikut andil dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini. “Para mubaligh dan mubalighah harus mencerahkan ummat, yang mana yang harus dipilih haruslah yang paling paling baik, yang bisa memimpin,” ungkap calon gubernur nomor 4 ini.
Selain itu, Hidayat juga menambahkan, pemimpin yang harus dipilih adalah yang bisa menjadi imam. Imam dalam pandangan Islam, maupun imam dalam pengertian orang yang bisa berada di depan untuk memimpin. Menurut mantan ketua MPR ini, KMJ seharusnya bisa memberikan pencerahan kepada umat tentang sosok pemimpin yang harus dipilih. “Namun jika yang memenuhi syarat di atas hanya satu calon, maka mubaligh tidak seharusnya membuat ummat bingung,” tutur Hidayat yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan peserta deklarasi. (ist)

PKS Tuban

Soal panastak atau panasbung ane kurang paham gan.

Tapi kalau demi politik lalu memakai SARA rasanya Kurang tepat. emoticon-Sorry
padahal karikaturnya itu di copas dari kotan saudi emoticon-Ngakak
Quote:


Perumpamaan rampok teriak maling walau kasar tapi menggambarkan yang sedang terjadi gan.

Membela Obor Rakyat yang jelas media penuh fitnahan SARA tapi menuntut Jakarta Post yang hanya mengambil karikatur dari media LN.

emoticon-Cape d...



Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat


Pemred The JP Jadi Tersangka Penistaan Berkat Laporan KMJ Pendukung Obor Rakyat



ada yang tau bedanya kedua gambar diatas ?
kalau lafadz nya dikibarkan waktu ISIS menggorok leher itu bukan penistaan ya karena sesuai ajaran junjungan emoticon-No Sara Please
Kalau kasus ini berlanjut dan pemred Jak Post dinyatakan bersalah maka ini akan menjadi kejadian sangat busuk di dunia pers.

Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) sebagai Pendukung Media SARA Obor Rakyat ternyata berhasil memutar balik keadilan hukum dan pers di Indoneisa.

emoticon-Turut Berduka
AJI Minta Polisi Hentikan Kriminalisasi Pemred The Jakarta Post
Jumat, 12 Desember 2014 | 12:29



Jakarta - Pascaditetapkannya Pemimimpin redaksi (Pemred) The Jakarta Post, Meidytama Suryodiningrat, menjadi tersangka atas kasus penistaan agama Aliansi Jurnalis menyayangkan langkah Kepolisian tersebut.

Pasalnya, media Indonesia berbahasa asing itu dinilai sudah memenuhi kewajiban melalui proses di Dewan Pers atas karikatur gambar berita terkait kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS atau IS) yang oleh kalangan tertentu dianggap menghina agama Islam.

“Jakarta Post telah meminta maaf dan menyatakan mencabut karikatur tersebut,” kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Suwarjono di Jakarta, Jumat (12/12) pagi.

Permintaan maaf dalam dua bahasa yang dilakukan Jakarta Post itu menunjukkan itikad baik dari The Jakarta Post bahwa pemuatan karikatur tersebut tidak bermaksud menghina atau menistakan satu agama tertentu.

“Bahkan pemuatan karikatur tersebut adalah mengingatkan publik tentang bahaya sebuah organisasi radikal yang bisa mengancam ketertiban sipil dan bahkan kemerdekaan berpendapat di Indonesia,” lanjutnya.

Oleh karena itu, AJI mendesak polisi menghentikan penyidikan dugaan pidana atas Meidyatama Suryodiningrat.

Selain itu, polisi diminta mengutamakan penyelesaian kasus pers oleh Dewan Pers diatur dalam Pasal 15 Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers bahwa Dewan Pers memiliki kewenangan menyelesaikan pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Diingatkan pula bahwa sudah ada nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian mengenai wewenang penyelesaian kasus pers.

Undang-Undang Pers juga mengatur adanya lex specialis bagi pers dalam kasus pemberitaan dan tidak diselesaikan melalui jalur pidana.

Hal itu juga merupakan wujud kebebasan berpendapat dalam demokrasi pascrareformasi. Kebebasan pers ditegaskannya adalah bentuk kebebasan rakyat itu sendiri.

“Apa manfaatnya UU Pers yang lex specialis kalau semua masuk ranah pidana,” kata dia lagi.

Aliansi Jurnalis juga mengimbau agar publik tidak melakukan kriminalisasi terhadap pers dan penagduan berkaitan dengan peliputan dan karya jurnalistik harus diadukan melalui Dewan Pers.

Berita Satu


Padahal Jak Post sudah meminta maaf dan mencabut karikatur tapi masih seperti ini.

Benar benar Kriminalisasi terang terangan, gan. emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh laker6301
Maling nyocot maling.....
Udah 2 Trit sama dibuat TS emoticon-Big Grin

Lagi kejar setoran kayanya nih emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller
Obor Rakyat Memihak Salah Satu Capres, Dan Sampai Sekarang Masih, Apa It Berimbang ?
Quote:


Beda kok gan. Trit ini untuk menunjukkan kalau yang menuntut The Jak Post adalah pendukung media SARA Obor rakyat.

Masa Agan tidak bisa melihat kejanggalan kasus ini? Media yang tak bermain SARA semacam Jak Post ternyata bisa dituntut oleh fans media SARA Obor Rakyat, itu gan kejanggalannya, dengan alasan yang dibuat buat alias Kriminalisasi.

emoticon-Sorry

Diubah oleh laker6301
Quote:


Intinya ya laporan

Kasus akan diproses polisi kalo ada laporan
Kalo lu ngomel2 ga jelas disini mengenai obor rakyat ya kaga akan ditindak lanjuti sama polisi emoticon-Big Grin

Bukannya obor rakyat udah masuk ranah penyelidikan ya emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller
jangan2 inisiator piyungan sama voa-islam juga nih emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Obor Rakyat ane kurang mengikuti beritanya gan, tapi sepertinya sudah ditutup.

Kalau Jak Post ini cuma mengambil karikatur dari Al Quds dan diperkarakan oleh pendukung Obor Rakyat, ini kriminalisasi gan.

Tapi agan benar, Siapa yang berteriak paling keras meskipun salah bisa menang dan jadi benar di negara ini, sedih gan.

emoticon-Turut Berduka
Quote:


Mewwek akan ketidakadilan aja bisanya emoticon-Big Grin

Kalo ada merasa dirugikan ya ente sama kelompok ente laporan lah mengenai obor, pks payungan sama voa emoticon-Big Grin

Kasus diatas juga kan diproses karena ada laporan dari ormas emoticon-Big Grin
Kalimat terakhir dari gw

Intinya jika anda melapor maka akan diproses

emoticon-Traveller
Diubah oleh cacados.latos
Aduh gk bisa menghargai perbedaan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di