alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(Ini salah Siapa ? ) Kurikulum berganti, proyek buku terlunta-lunta
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548a6c1512e2570b208b457e/ini-salah-siapa---kurikulum-berganti-proyek-buku-terlunta-lunta

(Ini salah Siapa ? ) Kurikulum berganti, proyek buku terlunta-lunta

JAKARTA. Keputusan pemerintah menghentikan kurikulum 2013 tak hanya berdampak pada proses belajar siswa saja. Keputusan ini berdampak pula ke bisnis percetakan yang memproduksi buku pelajaran kurikulum 2013.

Logis saja, jika kurikulum 2013 tak berlaku, maka buku kurikulum 2013 tak bisa dipakai. Padahal, pengusaha percetakan telah memproduksi buku ini lewat mekanisme pengadaan pemerintah.

Kini, sebagian perusahaan yang mencetak buku itu angkat bicara dan menuntut agar biaya pembuatan buku dilunasi. "Harus dicarikan solusinya," kata Jimmy Juneanto, Presiden Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) ke KONTAN, Selasa (9/12).

Mengacu data PPGI, pengadaan buku kurikulum 2013 terbagi dua tahap. Tahap pertama, pengadaan buku semester I yang dilakukan 48 perusahaan dengan nilai Rp 3,5 triliun. Tahap kedua, pengadaan buku semester 2 yang melibatkan 31 perusahaan dengan nilai Rp 2,4 triliun.

Untuk pengadaan buku tahap pertama, beberapa perusahaan belum menerima pembayaran penuh. "Pembayaran tahap pertama ke kami baru 55%," kata Imron Rosadi, Manajer Proyek PT Intermasa, pemimpin salah satu konsorsium pengadaan buku ini.

Konsorsium ini mendapat kontrak pengadaan 18 juta eksemplar buku untuk 115 kota senilai Rp 200 miliar. Menurut Imron, sebelum ada penghentian kurikulum 2013, pemerintah berencana melunasi biaya proyek pada 15-20 Desember 2014.

Adapun distribusi buku tahap pertama, sudah 95% dan distribusi buku tahap kedua baru 50%. Namun buku tahap dua belum ada pembayaran. Jimmy bilang, pembayaran buku tahap kedua dilakukan bertahap, mulai Desember 2014 dan dilunasi Maret 2015.

Sikap berbeda dilontarkan Saiful Bahri, Direktur Utama Balai Pustaka. Ia menyatakan tak khawatir soal pembayaran. Sebab, kontrak pengadaan buku tahap kedua dilakukan dengan pemerintah daerah.

Berbeda dengan pengadaan buku tahap pertama yang terikat kontrak dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). "Jadi tak bisa dibatalkan sepihak," katanya.

Upaya hukum

Keputusan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk menghentikan kurikulum 2013 memicu kontroversi. Tidak hanya dari kalangan pendidikan, kontroversi datang dari kalangan bisnis yang mencetak buku kurikulum 2013 tersebut.

Maklum, penghentian kurikulum 2013 ini berhubungan langung dengan dua tahap proyek pengadaan buku yang nilainya mencapai Rp 5,9 triliun. Selain itu, proyek pengadaan buku pelajaran kurikulum 2013 ini juga melibatkan 79 perusahaan percetakan, dan sebagian dari mereka mengaku belum mendapatkan bayaran penuh.

Jika kurikulum 2013 dihentikan, pengusaha percetakan khawatir pemerintah tidak membayar pencetakan buku pelajaran. Maka itulah, pengusaha mengancam menggugat pemerintah jika tak membayar biaya pencetakan buku.

"Kami sudah melayangkan surat kepada Menteri agar ada mediasi. Kalau tidak, pilihan terakhir kami menempuh jalur hukum," ancam Jimmy Juneanto, Presiden Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia

http://industri.kontan.co.id/news/ku...terlunta-lunta
Diubah oleh: bonta87
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
serba salah itu
wow 5 T lebih ? harus dilidik itu, sapa tahu ada mark up
udah hampir 1 berjalan 1 semester kayaknya masih ada yang sekolah yang belum dapet buku (guru dan atau siswa) disuruh nge print sendiri dan percetakannya adem ayem. guru dan siswa terlunta-lunta apa gak mikir ya percetakan emoticon-Cape d... (S)
pokoknya salah jokowi lah ....
Ini kan yang ane tanyakan tadi di trid sebelah.. Kalo pemerintah stop k13, yg bayarin pemenang tender bukunya sp? emoticon-Cool
ya Akhi/Ukhti yang disayangi Don Patul,

pasti tetangga ana yang punya rumah mewah dengan perabot bernilai puluhan juta dan mobil gonta-ganti dari hasil bisnis distribusi buku pelajaran akan ikutan protes

Syukron
Salam Bisnis Buku
Sudah pasti salah jokowi emoticon-Mad (S)
Quote:


Salah bank koq kasih bunga deposito gede bgt

1 milyar dpt 7ht perbulan
10 dpt 70
100 dpt 700
1 trikyun dpt 7m

Lumayan 7m dibagi2 1000org....dpt brp tiap org?? 7 juta...lumayan lah...drpd kagak
Bukan urusan saya emoticon-Ngakak
M.Nuh perlu di usut k13 ada yang nggak beres..
Salah Kabeh.. emoticon-Marah
Quote:


Tergantung kontrak tender nya gan. Kalo normal nya sih , apa yg uda di pesan tetep harus di bayar.

Cuma masalah nya , target waktu nya banyak yg molor. Klo dr pihak percetakan yg lamban , berarti kontrak bsa batal. Tp klo pemerintah yg salah contohnya distribusi ga beres , pemerintah yg harus bayar.

1 lg masalahnya , itu kan sampe 5 T , proyek yg fantastis. Kalau ada main uang , perusahaan percetakan juga bisa terseret kasus.
Bisa dirunut gak tuh, kenapa banyak yang mencak2 soal penghentian kurikulum 2013 ini dengan soal pengadaan buku yang 5T itu? emoticon-Big Grin

Biasa ituuuuuuu.................
#bukanurusansaya emoticon-Stick Out Tongue
mudah mudahan bukan gara gara nilai fantastistender buku ini , banyak pihak pihak yg merasa kebakaran jenggot , setau ane untuk sekolah yg menerapkan 3 semester bisa tetap mengunakan k13 kok , bayar aja buku buku yg udah terlanjur dicetak . yg belum ya ngga usah bayar , tanyain tuh udah berapa buku yg benar benar diterima oleh pihak sekolah padahal sebentar lg udah mau uas emoticon-Ngakak
Salah tukang bajigur
kemungkinan besar nanti yang salah wartawannya emoticon-Malu (S)
Salah pemerintah..masih nanya aja gan emoticon-Stick Out Tongue
ngapain juga maksain make buku k13. isinya kebanyakan sampah.
ganti rejim ganti kurikulum ganti buku ganti proyekk........

mentri mentri goblogg.............

ntar kalo ada kesalahan nyalahin yang lain,......emoticon-Cape d... (S)
salah ts...!!!! emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di