alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus Karikatur Tengkorak La Ilaha illallah: Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548a45d3118b465e438b4576/kasus-karikatur-tengkorak-la-ilaha-illallah-pemred-jakarta-post-jadi-tersangka

Kasus Karikatur Tengkorak La Ilaha illallah: Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka

Jumat, 12 Desember 2014 (01:42) / Hukum & Kriminal

Kasus Karikatur Tengkorak La Ilaha illallah: Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka

Kasus Karikatur Tengkorak La Ilaha illallah: Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka



Pemimpin Redaksi (Pemred) koran The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat (MS) dijadikan tersangka kasus tindak pidana penistaan agama oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Rencana pekan depan, MS akan dipanggil sebagai tersangka,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (11/12/2014) seperti dilansir Republika.

Kasus ini bermula ketika The Jakarta Post terbitan 3 Juli 2014 memuat karikatur yang di dalamnya terdapat bendera dengan kalimat bertuliskan La Ilaha illallah disertai gambar tengkorak khas bajak laut. Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi kemudian melaporkan Pemred Jakarta Post itu ke kepolisian, tercatat dalam laporan Polisi Nomor: 687/VII/2014 tertanggal 15 Juli 2014. Pihak KMJ menilai karikatur tersebut menghina Islam.

Sebelumnya, dalam proses penyelidikan, MS pernah diperiksa polisi sebagai saksi. Kemudian penyidik menjadikan MS sebagai tersangka setelah mendapat dua alat bukti dan keterangan saksi ahli, dewan pers serta dokumen lainnya.

Rikwanto menyebut MS menjadi penanggung jawab terhadap seluruh produk yang dihasilkan The Jakarta Post. Untuk itu, MS akan dijerat dengan Pasal 156 ayat (a) KUHP mengenai penistaan agama dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

http://news.fimadani.com/read/2014/1...adi-tersangka/

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Hukum mati sekalian
-------------------------------

Ini hukuman di malaysia bagi penghina agama islam

emoticon-Ngakak

Kasus Karikatur Tengkorak La Ilaha illallah: Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka
Diubah oleh antikritiksehat
sukurin, gak ngerti makna kalimatnya kok asal muat aja. kbegoan pemred yg akan berujung di penjara.
dipancing pak pol, masih ada nga yak bibit ISIS dimari emoticon-Ngakak
Quote:


Buat ditandai. Nanti di waktu yang tepat dijemput malam malam emoticon-Big Grin
wah2 baru tau ane ada persoalan beginian
Quote:


MUdah mudahan ada kaskuser hater kayak gambar diatas

emoticon-Ngakak
Quote:


tuh diatas bisa diduga bibit emoticon-Ngakak
maksudnya mau nampilin gambar bendera ISIS, sayang dikasih tambahan gambar tengkorak emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:


diatas gue juga bibit pembenci
mudah mudahan juga nasibnya kayak diatas
emoticon-Ngakak
nah lho..

masalah "si itu" jangan pernah di karikaturkan sindiran, klo ngak pengen dipenjara. Soalnya suci, pemilik kapling surga. emoticon-Matabelo
sebenernya isis itu islam atau pembajak islam ya?
Ini yang gambarnya dari koran timteng itu apa bukan?
karikatur ini kan sebenarnya ambil dari medianya hamas, al Quds

Agama yang satu ini koq sensi banget ya
udah dibilang dulu hati2 sama lambang isis krn ada kalimat syahadat di atasnya jangan sembarangan buat meme2an.
begini aja dipermasalahin , FUCK banget lah emoticon-Ngakak
bikin ngakak dehh agama yg satu itu emoticon-Najis (S)
Wah.. ga ngerti lah, kalau urusan agama begini biarin para kyai sahja yg memutuskan benar salahnya. Saya sih cuman rakyat biasa yg banyak dosa, ga ikutan komen.
Quote:


Yup, dari media Al Quds, media anti Israel, AA Gym dll kurang cerdas emoticon-Big Grin
Jelas-jelas niatnya menistakan ISIS bukan menistakan Islam.

Jadi semua orang harus ngerti tulisan cacing gitu biar tidak ada yg tak sengaja menistakan Islam?
TSnya memuat ulang karikatur ini, berarti TSnya sudah menghina islam, TS layak dihukum
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di