alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(Butuh) 4.5 trilyun Untuk Kembangkan Satelit (Buatan Dalam Negri) Inderaja
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/548a20fc0e8b46aa65000007/butuh-45-trilyun-untuk-kembangkan-satelit-buatan-dalam-negri-inderaja

(Butuh) 4.5 trilyun Untuk Kembangkan Satelit (Buatan Dalam Negri) Inderaja

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan mampu membuat satelit penginderaan jauh nasional pada 2019. Demi mewujudkannya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun, selain sumber daya manusia yang belajar di negara lain.

”Jangan dianggap boros karena untuk mewujudkan kemandirian bangsa (dalam pengembangan teknologi antariksa),” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di sela-sela diskusi penyusunan rencana induk keantariksaan oleh Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional di Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Kepala Pusat Kerja Sama Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika Ikhsan Baidirus mengatakan, Indonesia harus menguasai teknologi pembuatan satelit dengan cara apa pun. Sebab, tak akan ada negara yang sukarela berbagi teknologinya kepada negara lain.

Quote:


Perkiraan kasar kebutuhan dana pembuatan satelit penginderaan jauh (inderaja) itu, kata Thomas, memang sangat besar. Apalagi jika dibandingkan anggaran Lapan sebagai lembaga riset dan rekayasa teknologi dirgantara dan antariksa Indonesia yang Rp 650 miliar setahun.

Jika dibandingkan harga pembelian BRI Sat, satelit milik Bank Rakyat Indonesia, sebesar Rp 2,5 triliun, anggaran itu realistis. Terlebih lagi pembuatan satelit inderaja nasional akan menjadi batu loncatan untuk membuat satelit telekomunikasi sendiri.

Dua satelit
Dana sebesar itu untuk membangun dua satelit yang masing- masing perlu Rp 1,5 triliun. Sisanya untuk pengembangan fasilitas pendukung, seperti sarana uji dan ruang steril.

Satelit tersebut akan diluncurkan menggunakan roket peluncur negara lain, seperti India, Tiongkok, atau Jepang. Lapan memang sedang mengembangkan roket peluncur satelit sendiri, tetapi masih tahap awal serta terkendala laboratorium dan kepakaran.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, anggaran riset yang disediakan pemerintah disusun berdasarkan capaian hasil riset, bukan aktivitas riset yang dilakukan. Dana yang dikeluarkan juga akan ditinjau berdasarkan manfaat untuk masyarakat.

Menurut rencana, satelit inderaja digunakan untuk mendukung penyediaan peta dasar tata ruang Indonesia. Selama ini, peta inderaja Indonesia dengan berbagai tingkat resolusi diperoleh menggunakan satelit asing milik Amerika Serikat, Jepang, dan Perancis.

”Program kemaritiman pemerintah pun butuh data satelit inderaja,” kata Thomas.

Selain keperluan tata ruang, pemantauan kapal-kapal, termasuk kapal penangkap ikan di perairan Indonesia, juga bisa menggunakan satelit yang dilengkapi sistem identifikasi otomatis (automatic identification system/ AIS). Sistem itu akan menangkap sinyal yang dipancarkan kapal-kapal dengan bobot lebih dari 300 gros ton.

Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan Suhermanto mengatakan, perangkat AIS sebenarnya sudah ada di pelabuhan. Namun, akibat persoalan lengkung bumi, AIS hanya mampu menangkap sinyal kapal dalam jarak 50 kilometer. ”Jika AIS ditempatkan di satelit bisa menerima sinyal kapal dalam radius 200 km,” katanya.

Satelit Lapan A2 yang menurut rencana diluncurkan Juni-Agustus 2015 akan dilengkapi sistem AIS.

http://sains.kompas.com/read/2014/12...campaign=Kknwp



Diubah oleh bhiineekaa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
mantap, semoga dananya dikasih ya .. emoticon-Big Grin
calon trit sepi gan
semoga cepat terealisasi dah ni satelit jangan cuma wacana
Lebih baik kembangkan satelit daripada meneliti tumpukan batu.
4,5 triliun itu banyak loh, apa perlu sih bikin beginian sendiri. Mahal mana dibanding dengan beli jadi? Kalo gw bilang sih belum waktunya kita mainan yg beginian.
4,5Trilyun utk Inderaja ...yaa cukup murah itu, bandingkan dgn uang negara yg dibobol pada kasus bank Century !!
emoticon-Matabelo
Ane yakin presiden Jokowi setuju utk hal yg baik ini emoticon-I Love Indonesia
this is big.
baru kali ini riset angkasa yg bener2 riset yg didukung dana besar.
Quote:


BSH Andi Arief detected .. emoticon-Big Grin


Quote:


masak gak baca?
itu buat bangun 2 satelit @1.5 trilyun .. sisanya pengembangan fas pendukungnya ... kan ada bandingaannya BRI yang beli satelit 2.5 Trilyun .. emoticon-Big Grin

Quote:


mantap emoticon-Big Grin

Quote:


dan harusnya riset2 lain juga .. sekaligus penerapannya .. emoticon-Big Grin
Quote:

maksudnya dana bailout century diambil dari APBN?

emoticon-Belo


......... emoticon-Ngacir
ditunggu realisasinya emoticon-thumbsup
Quote:


belum waktunya? mwehehehe.......lapan tupsat juga dah mule kapan mengudara ganemoticon-Big Grin

fungsi satelit itu banyak gan,bisa untuk mantau kebakaran hutan,gunung meletus,ilegal fishing,ilegal logging,memantau black flight dan juga bisa dibuat untuk mata mata atau memantau pergerakan musuh.

indonesia sudah mampu tp terkendala masalah anggaran ajah emoticon-Big Grin
Quote:


untuk suatu yg besar dibutuhkan modal yg besar,itu wajar

yg terpenting adalah kegunaan dan efektifitas barang tersebut
Quote:

iya

semoga penggunaannya tepat.

selain THP yg memadai bisa menciptakan lingkungan kerja yg kondusif bagi ilmuwan2 sehingga tiap tahun nggak brain drain mulu.
Quote:


itu dari LPS. emoticon-Cool
Dan LPS punya modal awalnya yg diambil dari APBN + iuran bank bank peserta program penjamin simpanan, gan !!
wah besar banget biayanya, kayaknya lebih murah kalo kita gak bikin sendiri aka beli dari negara yang sudah bisa bikin.

Lagian ada potensi gagal luncur kayak punya telkom yang di Russia kemarin
Kalo urusan gini kayaknya duitnya gak bakal dikasih.
Alamat hanya harapan palsu,.
kasih, pak...

hari gene nggak menguasai angkasa?
Quote:


iya gan,apalagi kalau dari blbi gak sampe 10% dari BLBI itu buat bikin satelit.

mungkin memang saat nya indonesia masuk lagi untuk kembangkan satelit buatan dalam negeri

emoticon-I Love Indonesia

Yg di papua mlik rusia tuh gmn kelanjutanya om bhin...
apa masih rncna at6 sdh d bgun?
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di