alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nelayan Anambas Dikejar Nelayan Thailand
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5488ee990d8b4658538b4573/nelayan-anambas-dikejar-nelayan-thailand

Nelayan Anambas Dikejar Nelayan Thailand

Kapal nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas dikejar-kejar kapal yang diduga milik nelayan asal Thailand di perairan Belidah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (8/12).
Kapal nelayan asing tersebut bermaksud menenggelamkan kapal nelayan Indonesia yang sedang mencari ikan di perairan Indonesia.

“Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB. Ketika kita sedang istirahat kapal nelayan asing berwarna biru mendekati kapal kita sambil mengarahkan lampu sorot ke kita. Kita menduga mereka orang Thailand, karena awak kapal itu berteriak-teriak ke kita dengan bahasa Thailand. Kita kan sering ketemu nelayan asing, jadi sedikit banyak kenal dengan bahasa dan logatnya,” ungkap Mawardi, salah satu nelayan yang mengalami perisitwa tersebut kepada awak media, saat melaporkan kejadian tersebut kepada DKP Anambas, Rabu (10/12).

Awalnya lanjut Mawardi, dirinya bersama dua orang temannya sedang asik berisitirahat setelah berhari-hari melaut. Tiba-tiba kapal berwarna biru tersebut mendekati mereka dengan kecepatan tinggi. Merasa was-was, Mawardi segera menghidupkan mesin kapal dan menghindar dari hantaman kapal nelayan asing yang besarnya jauh lebih besar dari kapal miliknya.

“Kapal saya cuma 5 GT, kapal mereka kira-kira 60 GT. Kalau sempat kena hantam, habis sudah kapal kami tinggal serpihan. Untung waktu itu kami sempat menghindar, kalau tidak mungkin kami tidak selamat. Gagal usaha pertama, kami dikejar oleh kapal nelayan asing tersebut,” paparnya.

Kejar-kejaran antara kapal kuda laut milik Mawardi dengan kapal nelayan Thailand tersebut terjadi sekitar 2 jam. Mawardi terpaksa mematikan seluruh lampu kapalnya untuk menghilangkan jejak, dan berhasil menjauh.

“Kapal mereka laju juga, tapi susah berputar. Kami harus pintar-pintar bermanuver di laut untuk menghindari mereka. Terakhir kami matikan seluruh lampu kapal sampai mereka kehilangan jejak kami. Kami berhasil menjauh 2 mill dari mereka. Itupun tampaknya mereka belum menyerah juga, masih mencari-cari kapal kami. Karena dari jauh kami lihat mereka masih mengarahkan lampu sorot sambil mencari-cari,” kisahnya lagi.

Mawardi berserta 2 orang awaknya, Lim dan Mula segera menghubungi rekan-rekannya yang berjarak 8 mill dari posisi mereka untuk memberikan informasi tersebut. Menurut Mawardi, dirinya turun melaut bersama dengan 7 kapal asal Anambas lainnya.

“Kami ada 8 kapal, tapi mancingnya jauh-jauh. Begitu mengalami kejadian tersebut, kami segera berkoordinasi dengan kapal lainnya melalui radio. Tadi kami lihat masih ada banyak kapal nelayan asing yang serupa,” ungkap nelayan asal Desa Belibak, Kecamatan Palmatak ini.

Mawardi mengaku, pada malam tersebut dirinya tidak kuasa melakukan aktifitas nelayannya, sehingga tidak satupun ikan yang berhasil ditangkap malam itu. beruntung, malam-malam sebelumnya Mawardi dan rekan-rekannya sudah berhasil mengumpulkan 400 kg ikan untuk dijual ke pengumpul.

“Saya pribadi tak bisa lagi melaut saat itu karena takut. Sampai hari ini saja saya masih gemetaran kalau mengingat kejadian tersebut. Apa nak jadi kalau kami sampai tertabrak kapal nelayan asing itu? Hasil yang kami bawa pulang adalah hasil melaut malam-malam sebelumnya,” pungkasnya.

Kejadian tersebut hanya berselang 3 hari pasca penenggelaman 3 kapal nelayan asing di Anambas. Bukannya memberikan efek jera kepada para penjarah ikan asal negara tetangga tersebut, mereka malah semakin beringas.

“Kabar mengenai penenggelaman kapal asing itu juga sampai ke nelayan-nelayan yang sedang berada di laut. Awalnya kami senang karena merasa ini bukti perlindungan Negara kepada kami. Tapi tak tahunya, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, kapal yang saya pakai mau melaut mau ditenggelamkan oleh nelayan asing. Bukannya jera, tapi mereka kelihatannya semakin beringas sampai seberani itu,” ungkapnya.

Mawardi berharap, peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh piak-pihak terkait segera direalisasikan, untuk menjamin adanya rasa aman bagi para nelayan lokal dalam mencari ikan di lautnya sendiri. Saat ini, lanjut Mawardi, nelayan asing kerap terlihat di perairan Belidah.

“Sekarang terjadi sama saya, kita tak tahu besok-besok kejadian serupa menimpa siapa. Belum tentu juga nasib mereka sebaik saya, bisa selamat. Jadi saya berharap aparat terkait meningkatkan pengawasan di laut, terutama patroli malam hari. Mereka ini keluarnya malam, kalau siang mereka tak akan terlihat karena berada di luar wilayah Indonesia. Perairan Belidah itu salah satu tempat favorit mereka, karena dekat dengan perbatasan,” tutupnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris juag sempat mengungkapkan bahwa nelayan asing kerap berperilaku kasar terhhadap nelayan Indonesia, khususnya Nelayan Anambas. Nelayan asing juga disebut-sebut tidak segan-segan menabrak kapal nelayan lokal yang dianggap mengganggu aktifitas mereka.

“Hitungannya tidak jelas, tapi memang pernah ada yang ditabrak. Nelayan asing memang idak pakai senjata, tapi menabrak. Korban tidak ada, mereka selamat karena sempat menghindar. Jauh sekali perbedaan antara kapal nelayan lokal dengan mereka. Kapal nelayan kita ukurannya sangat keil, karena memancing dengan cara tradisional, sementara kapal nelayan asing itu besar-besar dan menggunakan alat tangkap Trawl,” tutupnya

link http://www.haluankepri.com/anambas/7...-thailand.html

Bertahun2 maling sekarang periuk nasinya mau di usik emoticon-Mad (S)
Kasihan nelayan lokal,patroli AL harus rutin patroli tapi nasib jatah BBM nya minim emoticon-Cape d... (S)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
ini salah jokowi,, emoticon-Mad
fungsi pengawasan dia dimana.. emoticon-Mad








nasbung mode on
tai land khontoooool.....
Moga bumen susi baca bih berita
Gak penting beritanya! Pokoknya apa yg dilakukan dan diucapkan jokowi itu sudah mutlak kebenarannya! Tidak boleh dikritik!
Saatnya menyingsikan lengan baju, maju tak gentar membela kedaulatan Indonesia.
Siapkan semua senjata...
patroli dimana kau emoticon-Stick Out Tongue
seru!

ayo bales! emoticon-Big Grin

go nelayan2 indonesia!emoticon-I Love Indonesia (S)
Maritim jadi sorotan terus emoticon-Matabelo
Mana nh dronenya..... Kapan mulai patroli?
Quote:


^otak eek kuda
Udah mencuri, berasa kayak udah rumah sendiri.
Semoga tuh kapal ntar ikut ketangkap dan diledakkan.
Post ini telah dihapus oleh KomodoJogging
Thailand ntu negara gudang bencong ntu ya emoticon-Najis (S)
berita lama, tapi bisa nunjukan gimana bang,sat nya nelayan thailand

Kapten Kapal Nelayan Thailand Perintahkan Bunuh TNI AL
Selasa, 8 April 2014 - 13:51 wib

BANGKOK - Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh nelayan Thailand terhadap dua orang anggota TNI AL, melibatkan tujuh orang nelayan. Mereka mengaku hal tersebut mereka lakukan atas perintah kapten kapal.

Ketika memberikan keterangan mengenai penangkapan dari nelayan tersebut, pihak berwenang Thailand memberikan keterangan mengenai insiden tersebut. Polisi Thailand mengatakan sudah mengeluarkan perintah penangkapan atas kru kapal yang berjumlah 12 orang.

Kepala Polisi Provinsi Ninth Region Letnan Jenderal Pisit Pisutsak menyebutkan nelayan tersebut bekerja di kapal ikan S.Nattaya 7. Sementara kapten kapal diketahui bernama Opass Charoenpon, yang masih melarikan diri.

Kedua anggota TNI yang diketahui bernama Sersan Mayor Alfriansyah dan Edi dibunuh pada 9 Maret 2014 lalu, ketika memergoki nelayan Thailand yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Mereka naik ke atas kapal untuk memeriksa kelengkapan dokumen dari kapal, namun akhirnya dibunuh oleh nelayan tersebut.

"Nelayan yang berhasil kami tangkap mengaku melakukan pembunuhan. Tetapi mereka melakukan tindakan itu karena diperintahkan oleh kapten kapal yang masih melarikan diri," ujar Asisten Kepala Polisi Nasional Thailand Letnan Jenderal Chakthip Chaichinda seperti dikutip PBS Thailand, Selasa (8/4/2014).

"Polisi menemukan palu dan pisau yang diyakini digunakan dalam pembunuhan ini," jelasnya.

Menurut Chakthip, perwakilan Indonesia yang turut hadir ketika pihaknya memberikan penjelasan mengenai kasus ini mengaku puas dengan kerja dari pihak berwenang Thailand.

link http://news.okezone.com/read/2014/04...n-bunuh-tni-al
Diubah oleh autto.banned
up lagi...
ramein biar sampe ke penyelengara negara gan.
biar segera diatasi.
Kelanjutannya gimana. Masa hanya berani ama Vietnam emoticon-Ngakak
katanya media2 indonesia.. malaysia thailand negara2 lain semua pada tiarap ketakutan.. ternyata ga juga.. hihi geer emoticon-Stick Out Tongue


emoticon-Ngakak
Quote:


harusnya sih malah takut sama vietnam, AL mereka Gahar
kalau head to head sama TNI AL ... emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-Malu (S)
Cabut aja semua hak kapall THAILAND mengambil ikan di perairan indonesia.

Klo ada kapal THAILAND langsung kasih tembakan peringatan.
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di