alexa-tracking

Aparat Intimidasi Acara Pemutaran Film Senyap di Malang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54883ac1a2cb17f95e8b456b/aparat-intimidasi-acara-pemutaran-film-senyap-di-malang
Peringatan! 
Aparat Intimidasi Acara Pemutaran Film Senyap di Malang
Aparat Intimidasi Acara Pemutaran Film Senyap di Malang

KBR, Malang - Pemutaran film dokumenter senyap atau The Look of Silence di Malang, Jawa Timur, dibatalkan. Panitia penyelenggara diintimidasi dan didatangi aparat militer.

Koordinator Lembaga Bhinneka selaku penyelenggara pemutaran, Andry Juni menilai aparat militer telah merampas hak masyarakat menyampaikan ekspresi dan berpendapat.

"Dilarang, kan disuruh bubarin dari Kodim. Mereka tanya izin tanya film soal apa? Kan film ini kan ada aturan tak boleh diputar sebelum penayangan. Sehingga teman-teman tak ada yang tahu isi film," kata Andry.

Sementara itu, Komandan Kodim Kota Malang Gunawan Wijaya menyatakan film tersebut bakal menimbulkan gejolak antar kelompok. Apalagi jika film tersebut menyebarkan ideologi terlarang.

Rencananya pemutaran film dokumenter soal pembantaian massal 1965 diselenggarakan di tujuh lokasi. Bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat. Menghadirkan narasumber dari gerakan pemuda ansor dan keluarga korban pembantaian massal 1965.

sumber
========

piye ki pakde jokowi? kok isih koyok jaman orba? emoticon-Bingung (S)


SINOPSIS
Melalui karya Joshua Oppenheimer yang memfilmkan para pelaku genosida di Indonesia, satu keluarga penyintas mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana anak mereka dibunuh dan siapa yang membunuhnya. Adik bungsu korban bertekad untuk memecah belenggu kesenyapan dan ketakutan yang menyelimuti kehidupan para korban, dan kemudian mendatangi mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan kakaknya – sesuatu yang tak terbayangkan di negeri dengan para pembunuh yang masih berkuasa.

PERNYATAAN SUTRADARA
Film Jagal (The Act of Killing) memaparkan apa yang kita alami ketika kita membangun realitas sehari-hari di atas teror dan kebohongan. Film Senyap menjelajahi apa yang dirasakan oleh penyintas dalam realitas seperti itu. Membuat film mengenai genosida bagaikan berjalan di tengah medan ranjau penuh dengan pernyataan klise yang sebagian besarnya ditujukan untuk menciptakan protagonis heroik (kalau bukan tokoh suci), dan oleh karena itu menawarkan sebuah penghiburan bahwa, di dalam bencana moral akibat kekejian, kita semua tidaklah mirip dengan para pelaku kekejian itu. Tapi menampilkan para penyintas sesuci mungkin dalam rangka meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita adalah orang baik akan terlihat seperti memanfaatkan para penyintas untuk menipu diri kita sendiri. Hal seperti ini merendahkan pengalaman para penyintas, dan tidak menolong kita dalam memahami apa artinya menyintas dari sebuah kekejian, dan apa artinya menjalani hidup yang dihancurkan oleh kekerasan massal, dan dibungkam oleh teror. Pengetahuan navigasi yang diperlukan untuk menempuh medan ranjau klise tadi hanya bisa didapatkan dari menjelajahi kesenyapan itu sendiri.

Sebagai hasilnya, film Senyap, saya harap, menjadi sebuah puisi tentang kesenyapan yang lahir dari teror—sebuah puisi tentang pentingnya memecah kesenyapan itu, tetapi juga tentang trauma yang datang ketika kesenyapan itu dipecahkan. Mungkin film ini adalah sebuah monumen bagi kesenyapan—sebuah pengingat bahwa, walaupun kita ingin meneruskan hidup, memalingkan pandangan, dan memikirkan hal-hal lain, tak ada yang bisa mengembalikan keutuhan apa yang telah dirusak. Tak ada yang bisa menghidupkan kembali mereka yang telah mati. Kita harus berhenti, mengakui kehidupan yang telah dilumatkan, dan memaksa diri untuk mendengarkan kesenyapan yang menyusulnya.



PERNYATAAN KO-SUTRADARA

Film Senyap, dan juga film sebelumnya, Jagal, adalah sebuah pengingat bahwa kebenaran belum lagi tuntas diungkapkan, keadilan belum lagi ditegakkan, permintaan maaf belum lagi dikatakan, korban belum direhabilitasi—apalagi mendapatkan rekompensasi atas segala yang dirampas dari mereka. Sesudah itu semua, sejarah yang diajarkan di sekolah masih bungkam mengenai kekejaman dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimpa jutaan orang.

Film Senyap, bagi saya adalah gaung bagi suara-suara lirih keluarga korban, penyintas, dan mereka yang tertindas. Saya berharap gemanya akan sanggup memperkuat suara-suara itu, karena di sela-sela kesenyapan itu juga ada banyak harapan.

Film Senyap menunjukkan betapa rekonsiliasi adalah sebuah jalan panjang, penuh rintangan, dan berat. Kami berharap pesan film Senyap ini mencerminkan optimisme kami: “Rekonsiliasi adalah jalan berat, bukan jalan yang tak mungkin.”



Spoiler for SENYAP - CERITA PRODUKSI:



Quote:


emang ceritanya gimana?
KASKUS Ads
image-url-apps
filmx tentang apaemoticon-Bingung (S)
image-url-apps
Ono opo koq ora oleh didelok ?
masih aje komunisto-fobi emoticon-Big Grin
Quote:



kebebasan untuk berekspresi, berkumpul dan mendapatkan informasi lagi-lagi dikekang... emoticon-Cape d... (S)


pemerintah (tentara) masih takut narasinya kalah sama narasi alternatif?



btw. emangnya komunis masih dilarang ya di indonesia?
bah, kalau ngomongin ginian

sepi...
janganlah ujug2 nyalahin pak presiden, kita tau isu ini sensitif banget bagi aparat kita. mungkin mereka belum bisa nerima kenyataan emoticon-Embarrassment

sy orang malang dan sy dukung pemutaran film tsb emoticon-Smilie
Quote:


padahal bedain komunis ama atheist aja pada nggak bisa emoticon-Ngakak (S)
wah ane gagal nonton.. emoticon-Frown
kenapa jagal boleh sedangkan senyap tidak boleh?? emoticon-Bingung (S)
sesuai dengan judul pelm..
menontonnya pun harus sesuai dengan judul..
makin dilarang bukannya justru makin luas beredar...

trik klasik marketing..
PKI jadi korban karena kalah, 'vae victis' (woe to the vanquished).
TNI anggap diri mereka di pihak yang paling benar karena menghancurkan pemberontak (PKI). TNI di waktu 1965 masih mirip tentara kolonial akhir abad 19 walaupun sudah ada M16, AK47, dan MIG-21.
Ideologi komunis ditakuti selama 30 tahun karena Pemerintah anggap rakyat masih bodoh. Kalau benar TNI perang modern, kita tidak perlu DOM selama 20 tahun.
Ideologi yang berlaku sekarang adalah neo Keynesian plus teori kucing-tikus Deng Xiaoping.
image-url-apps
film karya joshua ya....
orang yg suka kalo indonesia bubar....emoticon-Big Grin
berita lanjutan:
http://www.merdeka.com/peristiwa/aca...bersorban.html

Quote:


Haris Budi Kuncahyo itu aktivis LSM di Malang, rekam jejaknya adalah memimpin demonstrasi dan ikut dalam sengketa pilkada sebagai saksi kontra pasangan Abah Anton-Sutiaji (yang akhirnya menang). Punya kaitan dengan ex walikota Malang Peni Suparto.
image-url-apps
lha gmana itu faham dari negeri seberang yg jelas jelas menentang pancasila dan selalu bikin rusuh kok malah dibiarin aja???

woiii TNI bangun, habisi juga tuh.
image-url-apps
Quote:


wakakakak bener banget gan.. kaya temen temen ane pada begok emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
ane nunggu link donlodnya kalo gt
emoticon-Cool
image-url-apps
owalah film yg mau membrainstorming seolah-olah PKI itu victim tah....halllah film propaganda sepihak ndak mutu, beneran dilarang aja kalo mo diputar di jatim...... pertanyaannya kenapa film yg tidak berimbang itu malah diputer di jatim????

masy jatim masih trauma ama pki nya kang, org ndak ngapa ngapain cuman ngaji di mushalla dibantai ama pki... pak kyai ndak ngapa ngapain dibantai,...... lah pki tahun 1958-1965 bantai orang seenaknya, rampas tanah org desa seenaknya .... kenapa giliran dia dibantai koq mewek, koq pas mbantai asik asik aja.... eh dibales koq malah play victim
×