alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pungutan Liar Di Lapas Paledang Capai Rp. 6 Milya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5488144732e2e6dc768b456f/pungutan-liar-di-lapas-paledang-capai-rp-6-milya

Pungutan Liar Di Lapas Paledang Capai Rp. 6 Miliar

Pungutan Liar Di Lapas Paledang Capai Rp. 6 Milya

Ungkapan ’tidak ada yang gratis di dunia ini’ memang benar adanya. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekalipun, semua serba bayar. Tidur, makan bahkan membesuk narapidana (napi) ada tarifnya. Tak heran jika perputaran ’uang liar’ di tahanan bisa mencapai
Rp6 miliar per tahun.
DI balik megahnya gedung Lapas IIA Paledang, Kota Bogor, praktik pungutan liar (pungli) menjadi beban tersendiri bagi para narapidana (napi). Sekitar 1.227 napi mengeluhkan tingginya biaya hidup selama menjadi tahanan. Bayangkan saja, untuk tidur nyenyak para napi harus membayar sejumlah fasilitas. Tarifnya pun beragam, mulai dari Rp50.000 hingga Rp40.000 per bulan dan disesuaikan dengan tipe kamar.
Jika dihitung dari tarif tertinggi, untuk penyewaan kasur dan alat tidur lainnya, perputaran uangnya bisa mencapai Rp5.875.200.000 per tahun. Jumlah ini didapat jika semua warga binaan di Lapas Paledang menginginkan fasilitas serba mewah di bilik kamarnya. Tarif Rp400.000 per bulan itu sebenarnya masih tergolong rendah.
Sumber Metropolitan menyebutkan, harga sewa kasur untuk para tahanan yang tersangkut tindak pidana korupsi dibedakan. Dalam sebulan, para koruptor bisa tidur di kasur empuk jika sanggup membayar Rp15 juta. “Harga itu jauh lebih kecil dibanding harga sewa kamar di Rutan KPK yang biayanya bisa mencapai Rp50 juta per bulan,” kata sumber tersebut.
Perputaran uang di tahanan tak melulu dari penyewaan tempat tidur. Oknum sipir maupun petugas penjara lainnya kerap menambah penghasilan dengan memanfaatkan jam berkunjung keluarga napi. Di Lapas Paledang, setiap hari lebih dari sepuluh kerabat atau keluarga napi rutin kunjungan. Namun, mereka bisa asal masuk sebelum adanya uang pelicin.
Salah satu penghuni Lapas Paledang yang enggan namanya dikorankan menuturkan, untuk dapat menemui sanak-saudara, kerabat ataupun teman saat jam besuk, ia harus merogoh kocek yang lumayan. Jam kunjungan yang memang menjadi hak napi, tak bisa digunakan dengan mudah seperti akan memasukkan bola ke gawang. Ia harus melewati beberapa pintu yang dijaga ketat para petugas. Agar bisa lolos dari petugas tersebut, ia harus menyiapkan uang sebesar Rp20.000 hingga Rp70.000. “Makanya saya selalu wanti-wanti agar tidak ada satu pihak pun yang menjenguk saya. Soalnya nanti saya yang tersiksa di sini,” kata napi itu kepada Metropolitan.
Bahkan jika keluarganya membawa uang lebih, ia mengaku tidak usah dibesuk daripada uangnya harus diserahkan ke petugas. “Selama tiga tahun di sini, saya tahu kalau napi di bawah dua tahun ya harus bayar minimal Rp70.000, tapi jika napi yang sudah senior cukup Rp20.000,” kata napi yang tersangkut kasus narkoba ini.
Potensi pungli uang besuk pun menjanjikan. Jika setiap bulan ada seratus napi yang dikunjungi keluarga dan ’dipaksa’ harus membayar Rp50.000 ke petugas, artinya setiap bulan perputaran uang dipenjara bisa mencapai Rp5 juta. Jika dikalikan setahun, uang yang berputar bisa sekitar Rp60 juta. Ia melanjutkan, waktu kunjungan besuk pun sangat terbatas. Setiap napi hanya diberi waktu 15 menit. Setelah 15 menit berlalu, ia harus meninggalkan tempat besuk dan kembali lagi ke blok atau kamar sel.
”Kalau mau memperpanjang waktu, misalnya sampai pukul 12:00 WIB, kami harus memberi minimal dua bungkus rokok ke petugas atau dipaksa jajan di kantin dengan harga yang cukup tinggi minimal Rp50.000. Meski kami salah, kami berharap untuk dihargai, jangan siksa kami,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Paledang Iwan Setiawan mengatakan, saat ini ada 1.224 penghuni di lapas dengan total petugas 12 orang. Seluruh penghuni lapas dibina dan diperlakukan sama tanpa terkecuali, baik napi kasus narkoba, kriminal maupun koruptor. “Tidak ada yang kami beda-bedakan, semuanya sama. Fasilitas makan, kamar sel sudah kami sediakan secara gratis, termasuk jam besuk tidak ada sistem bayar berbayar,” terangnya.
Ia mengatakan, pihaknya bertugas membina warga binaan agar menjadi masyarakat yang berguna bagi kehidupan sosial ke depannya. “Kami juga memberikan ilmu pendidikan melalui binaan kerja (binker) seperti pembuatan miniatur perahu, tas hingga menjadi memberi obat ke napi yang sakit,” tegas Iwan.
Menurut Iwan, mengenai waktu kunjungan atau besuk dimulai pukul 10:00 hingga pukul 15:00 WIB dari Senin hingga Kamis dan Sabtu. Tidak ada yang sulit. Pihak keluarga yang akan membesuk napi hanya cukup lapor ke bagian informasi atas nama siapa yang akan dibesuk. Setelah itu, mereka bisa langsung bertemu. “Jumat, Minggu dan tanggal merah waktu kunjungan diliburkan,” imbuhnya.
TIDAK HANYA DI PALEDANG
Adanya pungli di lapas tak hanya terjadi di Paledang. Hasil kegiatan supervisi yang dilakukan Ombudsman terhadap lima lapas dan dua rutan di Indonesia pada 2012 lalu menyebutkan jika lapas memang tempat yang sangat riskan terjadinya pelanggaran, terutama pungli. Lima lapas dan dua rutan itu adalah Lapas Narkotika Kelas II A Bandung, Rutan Kelas II B Bantul, Lapas Kelas II A Kupang, Lapas Anak Kelas II A Martapura, Lapas Kelas II B Lubuk Pakam-Deli Serdang, Lapas Anak Kelas II A Tomohon dan Rutan Kelas I Surabaya.
Dalam kegiatan supervisi itu, Ombudsman menggolongkan temuannya menjadi tiga poin utama, yaitu sarana dan prasarana pelayanan publik, petugas pelayanan publik dan temuan khusus. Di Lapas Kelas II B Lubuk Pakam-Deli Serdang misalnya, ditemukan pungli kepada pengunjung sebesar Rp5.000 di pos penjagaan pertama, tarif yang sama juga dikenakan di pos penjagaan kedua. Padahal, di dinding luar lapas ada tulisan yang berbunyi ’Tidak Dipungut Biaya’.
Selain adanya biaya di pos penjagaan, pengunjung juga dikenakan biaya sewa lapak dan wajib membayar sebesar Rp15.000 yang dipungut tahanan pendamping atau warga binaan sendiri serta tersedia pula penyewaan tikar sebesar Rp10.000. (dew/d/els/py)
(Visited 8 time, 8 visit today)

Sumber : Metropolitanonline.co
Diubah oleh pena99
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
bukannya hal seperti ini sudah jadi rahasia umum gan? emoticon-Ngacir
Kpk mana kpk
Hayoooo
Quote:


makananya jangan dibikin rahasia, dibikin umum aja emoticon-Ngacir
rahasia umum emoticon-Big Grin
Orang orang pada tau yah padahal kalo berurusan dengan lapas, pasti yg ada dipikirannya uang bakal keluar banyak banget. Cuma yg gue heran, ko pada diem aja yah. Dari pemerintahan ga ada yg menindak lanjuti apa? Kemana aja.. Udh ampe 6M baru kebuka.
besuk anak forum game di tangerang
daptar asuk kna 20rb emoticon-Big Grin
padahal depan gerbang ada tulisan PENGUNJUNG TIDAK DIKENAKAN BIAYA
bawain roko 1slop. di terima temen gw cuman 5bungkus emoticon-Big Grin
mau keluar ngasi lagi 50rb ke sipir emoticon-Big Grin

eh katanya di dalem jg tiap bulan ditarik duit kos
tai bener dah emoticon-Big Grin
biar ga diperas ya jgn kriminal biar ga di penjara...
emoticon-Travelleremoticon-Traveller
gile bener dah
makanya jangan mw masuk penjara
Pungutan Liar Di Lapas Paledang Capai Rp. 6 Milya Pungutan Liar Di Lapas Paledang Capai Rp. 6 Milya
wah, pantes aja sipir2 skrng sanggup nyicil mobil emoticon-Matabelo
Quote:


lo pasti nyamain sipir = satpam ya...
sudah rahasia umum itu .... jadi sipir pekerjaan paling enak emoticon-Ngakak (S)
susahnya hidup di dlm bui emoticon-Sorry
Gak gratis dong, berarti istilah hotel prodeo gak berlaku lagi ya
gile emoticon-Matabelo
TINGGAL DIHOTEL MEMANG MAHAL GAN

emoticon-Sorry
Quote:


kagak peernah seret duit si sipir ada aja obyekannya
Gak ada uang gak dianggap sma petugas sipir tp mendingan belaga gak ada uang mending amal sma anak2 yatim piatu drpd buang uang wat mereka
tp emang yg dibuang jg uang hasil "haram" kan jd yaaa selamat menikmati uang haram para penjahat deh emoticon-Big Grin
#menyedihkan


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di