alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Celetuk Politik Indonesia - 3 Amunisi kemungkinan Kubu Ical Kalahkan Agung Cs
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5487c8dfc1cb175b308b4577/celetuk--politik-indonesia---3-amunisi-kemungkinan-kubu-ical-kalahkan-agung-cs

Celetuk Politik Indonesia - 3 Amunisi kemungkinan Kubu Ical Kalahkan Agung Cs

3 Amunisi Kubu Ical Kalahkan Agung Cs


Celetuk Politik Indonesia - 3 Amunisi kemungkinan Kubu Ical Kalahkan Agung Cs

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komaruddin menyatakan kubu Aburizal Bakrie yakin memenangkan pengajuan kepengurusan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Tak ada alasan dari segi hukum, aturan, perundangan serta konstitusi partai untuk mensahkan hasil musyawarah nasional di Ancol," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Desember 2014.

Ada tiga alasan yang membuat kubu Ical yakin pemerintah bakal mengesahkan kepengurusan yang diajukan berdasarkan hasil munas di Nusa Dua, Bali, pada 30 November hingga 3 Desember 2014. Pertama, munas tersebut diklaim diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. "Suka atau tidak, DPP ada di bawah pimpinan Pak Ical," ujar Ade.

Kedua, tidak ada ketua Dewan Pimpinan Daerah yang hadir pada munas di Ancol. Jika ada segelintir sekretaris DPD, menurut Ade, mereka bukan orang-orang terpilih. Ia menyebutkan satu hingga dua perwakilan daerah yang hadir dalam munas di Ancol tidak cukup mewakili kabupaten dan kota se-Indonesia. "Tidak ada alasan untuk mensahkan hasil munas di Ancol," kata dia.

Ade mengatakan munas di Bali berhasil mengumpulkan 562 suara. Menurut dia, hanya dua organisasi masyarakat yang tidak mengirimkan perwakilan, yaitu Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) serta Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Ketiga, para peserta dalam munas di Bali dinilai membawa mandat penuh partai, tidak seperti para peserta yang hadir di munas Ancol.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar yang menentang kubu Ical, Agun Gunandjar Sudarsa, menuding munas di Bali sebagai munas ilegal karena inkonstitusional. Menurut dia, munas yang konstitusional merupakan munas yang sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART). Ia menjelaskan ada dua hal mendesak yang harus dilakukan dalam tubuh Partai Golkar.
Pertama, menciptakan demokratisasi dan menghapuskan oligarki, rekayasa, nepotisme, dan korupsi. Kedua, mewujudkan regenerasi kepemimpinan secara menyeluruh. "Tanpa itu, Partai Golkar di 2019 akan jadi dinosaurus," ujar Agun.

Kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sama-sama mendaftarkan kepengurusan Partai Golkar Ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Pagi tadi kami serahkan dan sudah selesai," kata Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar dari kubu Aburizal Bakrie, saat dihubungi, Senin, 8 Desember 2014.

Menurut Idrus, daftar nama kepengurusan hasil musyawarah nasional Bali itu diterima langsung oleh Menteri Hukum, Yasonna Laoly. Pendaftaran dihadiri pula oleh Aburizal yang didampingi oleh sejumlah pengurus harian dan beberapa ketua Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I.

Menteri Yasonna sudah menerima permohonan pengesahan kepengurusan dari kedua kubu. Namun, Laoly baru akan memutuskan kepengurusan yang sah setelah ada putusan pengadilan. Kini Golkar memiliki dua ketua umum, yakni Aburizal hasil munas Bali dan Agung hasil munas di Jakarta.

"Ada gugatan yang dimasukkan ke pengadilan oleh kubu Priyo Budi Santoso, kami tunggu saja," kata Laoly setelah menerima kedatangan Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Golkar di Jakarta, Priyo Budi Santoso, di kantornya, Senin, 8 Desember 2014.

Laoly akan membentuk tim khusus untuk mencermati kedua permohonan itu. Tim khusus, kata Laoly, akan memeriksa kelengkapan berkas kedua pihak dan menyesuaikan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar.


Yaa... Memang Pak Bakrie Pintar sekali merekayasa dan melakukan lobby ke Pentolan Golkar yang lain hingga menjadi "Smooth". Sayangnya Pak Bakrie juga banyak melakukan celah dan bertindak "Kasar". Hasilnya?? Tidak Smooth lagi dong..

Point 1: Benar... Memang Pak Bakrie mempunyai kuasa untuk menyelengarakan Munas, sayangnya Hal tersebut tak dapat di sangkal.

Point 2: Benar, Karena Pak Bakrie menggunakan keahlian me Lobby nya, hingga banyak Pentolan Golkar yang ikut Munas, Serta Iming-iming "Uang Jajan Rp 500.000.000,- / Orang" jelas memberikan Efek tersendiri pada semua Peserta Munas, termasuk pemilihan nya. Sayangnya Munas Ancol tidak begitu kuat, karena Pentolan Golkar sudah banyak di sikat Pak Bakrie duluan, dan Pak Agung tidak menyangka Perbuatan Pak Bakrie yang sedemikian rupa.

Point 3: Benar, sama dengan Point no 2, Munas Ancol memang kalah cepat dengan Lobby Pak Bakrie, serta tidak ada "Iming-iming" dari Pak Agung. Mungkin memberikan Effect tersendiri ya..

Dari ketiga kesimpulan di atas, Pantas saja Kubu Golkar Pak Bakrie yakin menang, Tetapi ada hal yang dia lupakan. Saat ini Pemerintahan di pegang Oleh Pak Jokowi, berbeda dengan Pak Susilo yang masih mementingkan kepetingan Golongan. Pak Jokowi pasti akan bertindak Adil, jujur, serta tegas. Selama tindakan Pak Jokowi tidak di "Jegal" oleh DPR, DPRD, serta MPR.

Hasil Munas di Bali pun mungkin tidak di terima, karena banyaknya tindakan Kotor dari Kubu Pak Bakrie - Prabowo, serta Munas di Ancol pun malah kemungkinan di terima oleh Pemerintah, karena masih lebih baik Pak Agung, dibanding Pak Bakrie. Iya kan??

Semoga Pemerintah bisa bertindak tegas..!! Hidup Indonesia..!!


Celetuk Politik Indonesia
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Ayo kita dukung ical


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di