alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(mafia gula?)Sindiran Jokowi&'Penyakit' Rembesan Gula Impor yang Terulang tiap Taon
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5487a0d29252332f5c8b4575/mafia-gulasindiran-jokowiamppenyakit-rembesan-gula-impor-yang-terulang-tiap-taon

(mafia gula?)Sindiran Jokowi&'Penyakit' Rembesan Gula Impor yang Terulang tiap Taon

Sindiran Jokowi dan 'Penyakit' Rembesan Gula Impor yang Terulang Setiap Tahun


Jakarta -Sejak 1999, pemerintah mencanangkan swasembada gula namun hingga kini belum pernah tercapai. Dari total kebutuhan gula dalam negeri per tahun rata-rata 5,7 juta ton, produksi dalam negeri hanya 2,5 juta ton.

"Sejak 1999, mulai pencanangan swasembada gula," kata Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis, Kamadjaya, pemilik PG Blora kepada detikFinance, Selasa (9/12/2014)

Namun saat ini bukan swasembada gula yang didapat, justru serbuan gula impor. Setiap tahun gula impor yang masuk terus meningkat, dalam bentuk gula mentah (raw sugar) hingga gula rafinasi untuk industri.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyindir soal Indonesia yang masih ketergantungan gula impor, sehingga tak pernah swasembada gula selama bertahun-tahun.

"Tinggal niat. Karena memang ada yang seneng impor memang. Nggak di Kementerian kasih impor, yang dikasih izin juga senang," kata Jokowi kemarin.

Persoalan rembesan gula rafinasi ini, setidaknya sudah menjadi polemik sejak beberapa tahun lalu, namun kini persoalan itu belum juga teratasi
dan terus terulang setiap tahun.

Padahal saat, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2008 di tangan Muhammad Lutfi, telah memutuskan bahwa investasi industri gula rafinasi tertutup alias tak boleh ada ekspansi. Pada waktu itu, BKPM tidak memberikan izin baru untuk industri gula rafinasi.

Namun menurut Kamadjaya, kenyataanya sejak 18 tahun lalu ketika mulai dikenal industri gula rafinasi di Indonesia, jumlah pabrik gula rafinasi baru terus bertambah seperti tak terkontrol. Sehingga yang dirugikan adalah pabrik gula lokal berbasis tebu, karena menghadapi kondisi yang tak efisien akibat usia pabrik yang sudah tua.

"Pabrik rafinasi dari 1996 sekarang udah 13 pabrik," ungkap Kamadjaya.

Pemerintah selama ini memang tak tinggal diam menghadapi fenomena rembesan gula rafinasi. Namun tindakan setengah hati membuat kasus rembesan gula rafinasi selalu terulang, bahkan beberapa kali kantor kementerian perdagangan harus didemo oleh para petani tebu yang merasa dirugikan akibat banjirnya gula rafinasi impor, yang membuat harga gula petani anjlok.

Langkah pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan sempat melakukan audit kepada para pabrikan gula rafinasi. Pada pertengahan Juni 2011, mereka mulai mengaudit delapan pabrik gula rafinasi.

Hasil dari audit tersebut menyatakan dari 8 anggota Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) tidak semua melanggar tetapi tidak juga bersih sama sekali. Namun keputusannya hanya dilakukan pembinaan, tak sampai pada pencabutan izin usaha.

Pihak Kemendag sempat memberikan hukuman kepada 8 industri gula rafinasi dengan mengurangi alokasi impor sebesar 17,9% dari alokasi sebelumnya. Dari 2,4 juta ton menjadikan basis alokasi impor raw sugar di 2012 menjadi hanya sbesar 1,9 juta ton.

Pada 2013, ramai kasus rembesan gula rafinasi kembali terulang, kemudian pada pertengahan September 2013, Kemendag kembali melakukan audit terhadap 8 produsen gula rafinasi terkait kasus dugaan rembesan gula rafinasi ke pasar umum.

Pihak Kemendag sempat mengancam mencabut dan membekukan izin impor gula mentah (raw sugar) para importir yang juga produsen gula rafinasi. Hal ini dilakukan bila para importir produsen tersebut terbukti sengaja menjual gula rafinasi ke pasar tradisional/umum.

Tahun ini, lagi-lagi kasus serupa terjadi. Dampaknya ada 1,5 juta ton gula eks petani dari pabrik gula-gula milik PTPN dan RNI tak laku terjual.

Kamadjaya mengatakan persoalan gula cukup pelik karena terkait dengan berbagai kepentingan. Impor gula menjadi bisnis yang menggiurkan dengan perputaran uang triliunan rupiah per tahun.

"Bahkan ada importir gula yang mengimpor komoditi lain seperti kedelai hingga jagung, dengan orang yang sama," kata Kamadjaya.

Sementara itu, bagi perusahaan gula rafinasi yang sekaligus importir, pengetatan impor yang sempat dilakukan pemerintah membuat mereka kebingungan.

Misalnya pada akhir Juli 2014 lalu, pengurus Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (Agri) menyambangi Menteri Perindustrian MS Hidayat waktu itu. Mereka resah dengan belum terbitnya izin impor raw sugar (gula mentah) untuk bahan baku industri gula rafinasi. Mereka beralasan bila berlarut-larut maka akan berdampak pada industri makanan dan minuman yang selama ini sebagai konsumen gula rafinasi.

Pada Juli lalu, kuota impor raw sugar untuk bahan baku gula rafinasi sebesar 3,1-3,2 juta ton di 2014. Namun yang telah dikeluarkan izinnya oleh Kementerian Perdagangan hanya 2,1 juta ton, sementara itu sisa kuota sebanyak 1,1 juta ton belum keluar.

http://finance.detik.com/read/2014/1...?991104topnews

pantes petanin tetep miskin importi makin kaya...
(mafia gula?)Sindiran Jokowi&'Penyakit' Rembesan Gula Impor yang Terulang tiap Taon
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di