alexa-tracking

[lagi- lagi kita semua dijokowi-kan] Usai Penenggelaman Kapal, Nelayan Asing

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5486767fd44f9fb71d8b456e/lagi--lagi-kita-semua-dijokowi-kan-usai-penenggelaman-kapal-nelayan-asing
[lagi- lagi kita semua dijokowi-kan] Usai Penenggelaman Kapal, Nelayan Asing
Usai Penenggelaman Kapal, Nelayan Asing Tak Terlihat Lagi di Perairan Aceh

Banda Aceh - Sejak Pemerintah Jokowi mengeluarkan intruksi untuk menenggelamkan kapal nelayan asing ilegal, nelayan Aceh sudah tidak melihat lagi nelayan asing mencuri ikan di Perairan Aceh. Sebelumnya, kapal-kapal dari Thailand hampir setiap hari mencuri ikan dengan menggunakan pukat harimau.

Hal ini dipastikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek. Panglima Laot Aceh adalah sebuah struktur adat di kalangan masyarakat nelayan Aceh, yang bertugas memimpin persekutuan adat pengelola Hukum Adat Laut.

Menurut Miftah, nelayan Aceh kini sudah tidak melihat lagi kapal-kapal nelayan dari Thailand yang mencuri ikan di Samudera Hindia dan Selat Malaka yang masuk wilayah teritorial Aceh. Biasanya saat melaut nelayan Aceh dari wilayah Barat Selatan sering bertemu dengan kapal-kapal dari negara tersebut.

"Mereka tidak terlihat lagi setelah petugas menangkap 9 kapal nelayan asing beberapa waktu lalu. Dan ini ditambah lagi dengan intruksi untuk menenggelamkan kapal nelayan asing," kata Miftah saat dihubungi detikcom, Selasa (9/12/2014).

Kesembilan kapal nelayan asing ditangkap didua Kabupaten di Aceh sekitar 7 bulan silam. Empat kapal ditangkap saat mencuri ikan di wilayah Perairan Aceh Barat dan lima kapal di wilayah Aceh Utara.

Menurutnya, nelayan yang sering melihat kapal nelayan asing mencuri ikan di Aceh yaitu nelayan yang melaut dari wilayah barat selatan Aceh dan wilayan Lhokseumawe. Nelayan dari dua wilayah ini melaut hingga perbatasan teluk Benggala yang terletak di bagian timur laut Lautan Hindia.

Sementara nelayan yang berangkat dari Banda Aceh, kata Miftah, tidak pernah bertemu dengan nelayan asing. Nelayan yang berangkat dari Lampulo Banda Aceh hanya mencari ikan di wilayah Selat Malaka.

"Dalam bulan ini belum ada laporan nelayan kita melihat nelayan asing yang mencuri ikan," jelas Miftah.

Ia berharap pemerintah pusat meningkatkan sarana dan prasana yang lebih baik untuk nelayan Aceh. "Laut kita sangat luas. Kalau sarana dan prasarana nelayan kita bagus, nelayan asing akan takut untuk mencuri ikan," ungkapnya.


Ups sorry ternyata judulnya kepanjangan...


http://news.detik.com/read/2014/12/0...ceh?n991102605

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
panasbung sudah baca judul, klik link, buka retsleting, merogoh2, baca berita, tutup retsleting lagi....
Quote:


jangan samakan kebiasaan ente untuk memfitnah orang lain gan.. emoticon-Berduka (S)
KASKUS Ads
Quote:


Lagi cerita tentang kebiasaan ente ya emoticon-Cape d... (S)
yg biasa jonru justru malah kelojotan tuh emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


bikin trit sendiri coli sendiri emoticon-Ngakak
image-url-apps
Quote:


Pengalaman pribadi ye gan?
image-url-apps
9 nelayan ditangkap 7 bulan lalu. berarti di zaman SBY ketangkepnya.
berita luar negri, kok disangkut pautin ma pak JKW n bu Susy seh, gan..
image-url-apps
Quote:


Nggak jd ngecrot lu blog
image-url-apps
Kira2 hari ini ada bahan pitnahan apa lagi ya..
image-url-apps
Ini sih sama aja dengan menjonrukan berita, judu nya bikin mikir yg negatif pas baca beritanya eh.... tnyt gagal emoticon-Ngakak
Quote:


kalau begitu kenapa nggak dari 7 bulan yang lalu kapalnya ditenggelemin biar pada kabur ? sudah berapa ikan kita dicuri selama 7 bulan karena pembiaran ?
mau nyolong ikan, dibiarin , mau selundupin BBM dibiarin, mau masuk imigran gelap dibiarin. Giliran orang lain yang kerja baru ngaku2
Quote:


Hehehehe.. ya biarin saja (mas).., mungkin 7 bulan yang lalu sedang sibuk (jadi king maker), dimaklumi saja.., hidup terus berjalan, yang sudah lewat biar (berlalu), yang penting sekarang (kita sudah tegas). Kita ndak main main..., serius..., sangat serius bahkan (terkait illegal fishing) ini.
Quote:


Pak, penenggelaman kapal itu dari dulu waktu jaman KSAL pak Bernard jg sudah sering, cm jarang diekspose ke media. Langkah konkrit bapak untuk melanjutkan peneggelaman itu bagus & lanjutkan seterusnya. cuma Bpk coba tanya pak KSAL sekarang berapa armada KRI yg ideal dibutuhkan untuk patroli dari sabang sampe merauke? cukup ndak? klo ndak cukup terus arep diapain?
Quote:


Ya ya.... setuju (saya), Pak Bernard (Ken Sondakh) adalah prajurit yang sangat luar biasa. Ini semata-mata bukan soal cukup atau tidak (cukup), persoalan armada, persenjataan, logistik, personil dan lain lain harus melalui perencanaan (yang matang). Kita mungkin sepakat (armada laut) saat ini masih jauh dari cukup.., lha itu kenapa bisa ndak cukup? Selama 10 tahun terakhir ngapain saja? Itu kan pertanyaannya? Ya.., itu kalo ditanyakan ke saya, ya (saya) mau jawab gimana? hehehehe.
image-url-apps
Ts nya yang malah dibully emoticon-Ngakak
yg komeng katanya gara2 ikan banyak terus harga ikan turun n nelayan tambah sengsara mana ya? emoticon-Malu (S)
emoticon-Ngakak gagal crot ni yeeemoticon-Ngakak
Quote:


justru expose itu yang dibutuhin sekarang ini, terutama dari media luar, tuh buktinya udah mulai berhenti maling2 nya kan? tunjukin ke negara 2 tetangga kalo jangan macem2 sama kita.
×