alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Nah Lo] Sanksi di Pesantren Ini: Diikat atau Dicambuk
3.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54866e7ba1cb175d628b456e/nah-lo-sanksi-di-pesantren-ini-diikat-atau-dicambuk

[Nah Lo] Sanksi di Pesantren Ini: Diikat atau Dicambuk

AdvertisementTEMPO.CO, Jombang- Pondok pesantren Urwatul Wutsqo, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, telah lama menerapkan cambuk sebagai hukuman untuk pelanggaran berat yang dilakukan santri. Pelanggaran berat, misalnya, perbuatan yang termasuk dosa besar secara syariat Islam maupun perbuatan yang tidak sesuai norma sosial di masyarakat seperti berzina dan minum minuman keras."Bahkan ada yang pernah dicambuk 100 kali karena zina," kata pengasuh Pondok Pesantren Urwatul Wutsqo Mohamad Qoyim, Selasa, 9 Desember 2014. Seingat dia, baru sekali itu hukuman cambuk terbanyak yang pernah diterapkan pesantren setempat. (Baca:Jombang Dihebohkan Video Hukuman Cambuk Santri)

Sedangkan jumlah cambukan untuk pelanggaran berat lainnya rata-rata masih dibawah 50 kali cambukan. Seperti cambukan 35 kali yang dilakukan pada tiga santri yang videonya tersebar di Internet maupun ponsel di masyarakat. "Mereka dicambuk karena minum miras (minuman keras) di pondok," ujarnya.

Hukuman cambuk tidak hanya diterapkan untuk pelanggaran berat tapi juga untuk pelanggaran ringan yang dilakukan berulang-ulang. "Misalnya kalau sering keluar pondok tanpa izin dan sudah diingatkan berkali-kali tapi tetap dilakukan bisa dicambuk maksimal sepuluh kali," katanya.(Baca: Polisi Jombang Usut Video Santri Dihukum Cambuk)

Qoyim menegaskan bahwa hukuman cambuk itu bukan merupakan satu-satunya hukuman. Untuk pelanggaran ringan, pesantren setempat juga menerapkan hukuman tanpa kekerasan seperti istighfar atau puasa. Ia pun mengklaim hukuman cambuk itu dilakukan atas permintaan santri dan persetujuan keluarga."Kami tawari apakah mereka keluar dari pondok atau mau bertaubat," kata Qoyim. Taubat yang ditawarkan bukan tanpa syarat tapi disertai hukuman fisik dengan tujuan menimbulkan efek jera. "Kami tawari diikat 2-3 hari atau dicambuk. Rata-rata memilih dicambuk karena cepat selesai," katanya. (Baca:Berjudi, 16 Warga Pidie Dihukum Cambuk)

Hukuman cambuk yang dilakukan pesantren setempat menimbulkan kontroversi di masyarakat. Ada yang setuju dan ada yang mengecam. "Hukuman itu tidak mendidik dan bertentangan dengan hukum positif di Indonesia," kata Syafii, warga Jombang. Kecuali yang diterapkan Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. " Aceh diberi otonomi khusus dan ada perda yang mengaturnya," ujarnya. 

Polisi masih menyelidiki unsur pidana dalam hukuman cambuk yang videonya beredar luas itu. "Kami berupaya menemui korban (santri yang dicambuk) yang katanya sudah keluar dari pondok," ujar Kepala Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan. Sebab perbuatan itu jika dipermasalahkan secara hukum termasuk delik aduan dan harus ada pihak yang melapor. "Jika kami temukan unsur pidananya akan kami proses," ucapnya. 

http://m.tempo.co/read/news/2014/12/09/058627294/Sanksi-di-Pesantren-Ini-Diikat-atau-Dicambuk

Pesantren suci, dpt amanah utk jd penentu hukuman dari Allah emoticon-Malu (S)
Kalo sdh dicambuk, jaminan diakhirat sdh dibebaskan dari hukuman emoticon-Big Grin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
sakit banget dech kayanya kaka, bar bar yach emoticon-Berduka (S)
Nyambuk orang kyk nyambuk kuda lumping
Post ini telah dihapus oleh KomodoJogging
Ya iya lah dicambuk emoticon-Big Grin wong dipondok kok brani2nya mabuk emoticon-Big Grin disiram air septicktank sekalian dong emoticon-Big Grin
Yang komen pasti kagak pernah tinggal di pondok pesantren

Ane jamin tread ini top tread rate tinggi tembus 20page tau sendiri kenapa
itu yg mengadili siapa?
apakah sudah terbukti bahwa ybs berzina?
Kalo zina bukannya dilempari batu sampe mokad emoticon-Malu (S)
Ane setuju sekali. Kita ini negara hukum dan negara dengan penduduk islam terbesar di dunia. Jadi sudah sepatasnya kita mencambuk para perempuan pezinah itu.
Quote:


Gitu ya gan emoticon-Malu (S)
makanya kalau ketauan zina langsung bikin pernyataan sudah nikah siri emoticon-Big Grin
kok berani beraninya mabok di dalam ponpes .........santri geblek tuh .......
Biarin Aja gan. Urusan org islam sendiri. Yg penting jgn nyentuh2 umat laen dah
lebay emoticon-Big Grin
jamn gw dulu, direndem diempang, dijemur didepan masjid pas depan asrama cewek, dibotakin, dikeluarkan emoticon-Big Grin
setuju z c ma hukum cambuk ,apalagi dh persetujuan keluarga,lagian dah tau di pondok malah minum miras
Quote:


ya kan masih sebatas hukuman buat efek jera gan. seumpama di sekolah negeri ada yang minum oplosan didalem sekolah apa dibiarin ?
tu santrinya uda di kasih pilihan keluar dari pondok atau taubat, nah kalo taubat mesti milih lagi dicambuk apa di iket dipohon. itu juga dijelasin kalo wali aka ortu tw.
jangan keterlaluan lah kalo mlintir, apa gara" kejadiannya di pesantren emoticon-No Hope
Nanti gedenya jadi apa ya?

Org yg diperlakukan tidak manusiawi maka cenderung akan melakukan hal yg sama

Tanya Kal Seto dulu ah emoticon-Ngacir
Quote:


setuju gan.. ini bukan masalah hukum islam atau apalah namanya itu..
ini masalah psikologis anak.. orang yang dari kecil tinggal di lingkungan penuh kekerasan akan jadi orang yang kasar, sebaliknya kalo di lingkungan penuh pendidikan yang baik dan mengedepankan pengertian yang benar, bukan hukuman fisik dia akan tumbuh jadi orang yang benar juga..

jaman engkong gw dulu orang tua keras bisa bikin anak disiplin, jaman sekarang orang tua keras bisa bikin anak pembangkang.. udah beda, cara didik sekarang harus persuasif dan argumentatif.. ngga bisa otoriter

jaman udah tambah maju, masa mao terus memperlakukan orang dengan hukuman abad ke 7 sih.. harus dinamis lah, tetep ada hukuman tapi harus disesuaikan dengan kondisi psikologis masyarakat sekarang..

Kalau udah ada di Term of Service-nya ya gak masalah gan, plus tandatangan materai 6000 tanpa tekanan & di bawah pengaruh obat
ABG sekarang lebay...jaman dulu anak nakal di sekolah sampe dipukul gurunya juga gak gini2 amat beritanya....lah ini di pesantren, dididik jadi ulama minimal jadi orang alim, malah ngemiras...sudah sewajarnya dihukum, dan mulai diperkenalkan dengan hukum Islam..

Quote:


liat ava ane gan. udah jadi rahasia umum mereka itu kaum seperti apa. emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di