alexa-tracking

Kepala Desa dan Tokoh Agama Menolak Pemakaman Penghayat Sapto Darmo

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5485b178d675d44d288b4570/kepala-desa-dan-tokoh-agama-menolak-pemakaman-penghayat-sapto-darmo
Kepala Desa dan Tokoh Agama Menolak Pemakaman Penghayat Sapto Darmo
Kepala Desa dan Tokoh Agama Menolak Pemakaman Penghayat Sapto Darmo
Dec 08, 2014 Admin Agama, Berita, Hukum 0

Surat Pernyataan[Brebes-elsaonline.com]-Jenazah Jaodah, pemeluk Sapto Darmo di desa Siandong kecamatan Larangan kabupaten Brebes terpaksa dimakamkan di samping rumah tempat tinggalnya, hari ini (08/12) pukul 10.00 WIB.

Jaodah meninggal dunia pada Minggu (07/12) pukul 23.00 WIB karena sakit. Awalnya pihak keluarga hendak memakamkannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa Siandong, tapi setelah meminta izin kepada kepala desa setempat, Taufik HS, pihak pegawai desa tidak mengabulkannya. “Saya jam 05.30 WIB datang ke rumah pak lurah mau meminta izin pemakaman, tapi pak lurah masih tidur. Akhirnya saya ke pak lebe (Kesra-red), tapi pak lebe menyuruh saya untuk meminta izinnya ke pak lurah. Setelah bertemu pak lurah, pak lurah tidak memperbolehkan saya memakamkan ibu Jaodah di kuburan desa, karena saudara saya ini memeluk Sapto Darmo,” jelas Rakyo, saudara almarhumah Jaodah, kepada elsaonline.com pagi hari (08/12).

Rakyo menuturkan, kepala desa Siandong, Taufik HS, menolak pemakaman warga Sapto Darmo di TPU Siandong karena menurutnya TPU tersebut milik orang Islam, namun ketika Rakyo meminta bukti kalau tanah yang selama ini digunakan untuk memakamkan warga Siandong yang meninggal dunia itu benar-benar milik umat Islam, kepala desa tidak bisa membuktikannya.

Usut punya usut, ternyata tindakan kepala desa yang diskriminatif itu atas dasar permintaan dari tokoh agama Islam setempat, KH. Fahruri, yang melarang pemeluk agama selain Islam dimakamkan di TPU milik desa.

Alm. Jaodah yang disemayamkan di Samping Rumah
Makam Alm. Jaodah yang disemayamkan di Samping Rumah

Setelah Rakyo, yang juga menjabat sebagai tuntunan Sapto Darmo (guru spiritual-red) kabupaten Brebes, bermusyawarah dengan suami Jaodah, Darto, dan keluarganya, akhirnya memutuskan untuk memakamkan ibu yang meninggalkan empat anak itu di pekarangan miliknya yang berada di samping rumah, di RT 01/ RW 04 desa Siandong kecamatan Larangan kabupaten Brebes.
“Kucing saja kalau mati harus dikubur, manusia mati kok tidak boleh dikubur. Bagaimana lagi, daripada saudara saya tidak dikubur, terpaksa saya menandatangi surat pernyataan yang berisi saya dan keluarga akan memakamkan Jaodah di pekarangan sendiri. Kuburan yang ada di desa (TPU Siandong-red) itu milik desa, ya semua warga desa, lah kok gara-gara kami menganut Sapto Darmo dilarang,” tutur Rakyo, menyesalkan keadaan.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh kepala desa Siandong, Taufik HS, dan pihak yang menyatakan, Rakyo, tertulis, “Sehubungan dengan tuntutan warga masyarakat, ulama, dan tokoh masyarakat desa Siandong kecamatan Larangan kabupaten Brebes bahwa nama Alm. Jaodah istri dari bapak Darto tidak bisa dimakamkan di pemakaman umum khusus muslimin desa Siandong dikarenakan almarhumah penganut ajaran Sapto Darmo….” [elsa-ol/KA-@khoirulanwar_88).

http://elsaonline.com/?p=3956

Benar2 parah intoleransinya, mati aja masih dipersulit, nggak boleh satu kuburan dengan yang tidak seagama. Tampaknya Mendagri & Menag perlu turun tangan mengenai hal ini
image-url-apps
Buset dah sampai segitunya kaum sebelah..
hukum adat dan hukum sosial itu wajar muncul menanggapi kasus aliran kepercayaan baru, makanya hidup tu ga usah aneh2 lah. Kalo mau aneh ga usah ngajak2, gila sendiri, mabok sendiri, mati sendiri.
KASKUS Ads
image-url-apps
Penganut2 seperti itu kan biasa matinya di bakar...
emoticon-Matabelo

antikritik aka bvcxz bisa sujud syukur baca yang beginian....emoticon-Cape d... (S)
satu lagi, don't mess arround with moslem fansboy. emoticon-Amazed ribet urusannya
image-url-apps
kenapa gk dikuburin di pemakamn kristen aja. Dalam ajaran Islam emang musti dipisah kok antara kafir dan bukan..
image-url-apps
Quote:


sampe ke surgaland, bisa bisa rebutan tempat nih emoticon-Big Grin
ane muslim tp ane sgt menyayangkan perlakuan tokoh agam tsb emoticon-Cape d... (S)
jadi tokoh agama tp ga pernah tuntas belajar agama ya jadinya bgn emoticon-Berduka (S)
image-url-apps
Di jkt jg kbanyakan pemakaman gitu kok di pisah2 sesuai ama agamany.
karena Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , tetapi, manusia yang mencatut nama Allah, tidak mengenal Ampun , merasa jadi Tuhan Allah sendiri, mengadili dan menilai sendiri atas nama keagungan YME .

Semoga Arwahnya dapat melapor Kemunafikan dan pelecehan terhadap Sifat KeTuhanan .
mungkin bisa dengan dikremasi
Quote:


setuju bray
image-url-apps
elsa online, nemu aja berita beginian. emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
Quote:

huuh biasanya d bakar.. kan kadang g mengakui ada kehidupan setelah mati
image-url-apps
Quote:


Ane megang osama bin laden emoticon-Big Grin
Budaya sendiri di bantah dan tdk di akui, lbh asik mengakui dan memuja" budaya aseng emoticon-Ngakak
image-url-apps
bagian teroris dihukum mokad disambut baik pas mau dikubur.. emoticon-Cape d... tolol
image-url-apps
ini TS gak tau SAPTO DARMO ya?
Karohanian Sapto Darmo itu kan sempalan dari agama HINDU.
jadi ikut induknya lah, masa mau dikubur.
harusnya dibakar.
1. Tujuh Kewajiban Suci (Sapto Darmo)

Penganut Sapto Darmo meyakini bahwa manusia hanya memiliki 7 kewajiban atau disebut juga 7 Wewarah Suci, yaitu:

*
Setia dan tawakkal kepada Pancasila Allah (Maha Agung, Maha Rahim, Maha Adil, Maha Kuasa, dan Maha Kekal).
*

Jujur dan suci hati menjalankan undang-undang negara.
*

Turut menyingsingkan lengan baju menegakkan nusa dan bangsa.
*

Menolong siapa saja tanpa pamrih, melainkan atas dasar cinta kasih.
*

Berani hidup atas kepercayaan penuh pada kekuatan diri-sendiri.
*

Hidup dalam bermasyarakat dengan susila dan disertai halusnya budi pekerti.
*

Yakin bahwa dunia ini tidak abadi, melainkan berubah-ubah (angkoro manggilingan).

Lebih mengakui PANCASILA drpd sebelah malah kagak di hargai emoticon-Ngakak
×