alexa-tracking

PENCERAHAN SOAL IMPOR GARAM

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54855419118b460b3a8b456f/pencerahan-soal-impor-garam
PENCERAHAN SOAL IMPOR GARAM
RI Masih Rajin Impor Garam, Ini
Tanggapan Kemendag
Wiji Nurhayat - detikFinance
Jakarta - Hingga September 2014, realisasi impor
garam Indonesia mencapai 1,76 juta ton. Dilihat dari
tahun ke tahun, Indonesia selalu mengimpor garam
meski trennya menurun. Mengapa Indonesia yang
memiliki garis pantai terpanjang ke-2 di dunia
masih mengimpor barang?
"Dari dulu garam industri, terutama untuk pemutih
bagi industri pulp and paper dan industri
pengeboran atau CAP, memang harus impor karena
tidak bisa dibikin. Nggak cukup produksinya,"
ungkap Dirjen Perdagangan Luar Negeri
Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan
saat berdiskusi dengan media di kantor
Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin
(8/12/2014).
Partogi menjelaskan, hingga sekarang Indonesia
hanya bisa surplus di garam konsumsi. Produksi
garam konsumsi tahun ini menurut perkiraan
sebesar 2,1 juta ton dengan nilai susut 15-20%,
sedangkan kebutuhan hanya 1,7 juta ton.
Sementara industri memerlukan pasokan garam
khusus per tahun sebesar 1,9-2,1 juta ton.
Menurut perhitungan Kemendag, ada beberapa
industri yang membutuhkan garam khusus. Industri
pulp and paper sebesar 70%, industri pertambangan
(CAP) 20%, dan sisanya seperti farmasi dan aneka
industri pakan sebesar 10%.
"Garam konsumsi sehari-hari nilai NaCl hanya
94,7% lalu garam industri untuk pemutih industri
pulp and paper dan pengeboran minyak NaCl nya
97%," imbuhnya.
Dari jumlah itu, Partogi memastikan sampai saat ini
Indonesia sudah mampu berswasembada garam
konsumsi. Tetapi untuk garam industri, Indonesia
masih perlu impor.
"Garam industri bukan tidak bisa dibikin. Kita
mampu, hanya materialnya masih kurang," tegas
Partogi.
(wij/hds)

http://m.detik.com/finance/read/2014/12/08/140256/2770842/4/ri-masih-rajin-impor-garam-ini-tanggapan-kemendag

yg diimpor yg industri. bukan konsumsi kayak gsram dapur
intinya tetep satu "produksi dalam negeri ngga cukup"

ya iyalah, punya anak warga 200 juta lebih itu spektakuler. ditengah gempuran kenyamanan teknologi masih berharap ada generasi penerus petani, peternak, dll?

anak2 mereka lebih milih kerja di pabrik bukan karena gaji lebih gede dari bertani atai beternak, tapi karena gengsi, mana mau pegang cangkul, pengennya pegang smartphone meskipun lokal, motor meskipun kiridit.

masalah utamanya di generasi penerus yg ngga ada, yg ada udah pada tua, udah ngga sanggup produksi banyak2 apalagi kalo kudu nyuplai 200 juta mulut
Quote:


jadi mo salahin sapa nih gan?

betewe di beritanya, buat yg industri yg impor bukan mulut 200 juta orang
KASKUS Ads
image-url-apps
Kalau untuk produksi seharusnya gak masalah.
Quote:


ya itu ungkapan gw buat yg suka nolak impor apapun itu termasuk garam

emoticon-Ngakak

gw mah ngga mau nyalahin pemerintah, kesian, sekali2 nyalahin warga



..................... emoticon-Ngacir
image-url-apps
Quote:


Garam industri memiliki spesifikasi yang berbeda
dengan garam konsumsi. Kadar garam industri
lebih tinggi dengan natrium klorida (NaCl) lebih dari
97 persen. ”Kita ini bukannya tidak bisa bikin
sendiri garam industri, tapi kan konsentrasi
pertama untuk garam konsumsi. Nah, sekarang
kan untuk garam konsumsi, kita sudah
swasembada. Masih ada kelebihan dari produksi
garam kita yang bisa dialihkan ke garam industri,”
tutur dia.
Partogi yakin bahwa Indonesia, terutama PT
Garam, sudah mampu mengolah sisa garam
konsumsi produksi dalam negeri untuk diubah
menjadi garam industri dengan metode pengolahan
yang baik. Dengan semakin meningkatnya produksi
garam dalam negeri, kelak kebutuhan industri juga
bisa dipenuhi tanpa harus mengimpor.

http://m.jpnn.com/news.php?id=271494
dalam proges yg bagus kok swasembada garam
Quote:


kalo impor PSK dari maroko, lu setuju kagak bray ? emoticon-Angkat Beer
Quote:


lebih tepatnya harus impor perkerja garam aseng bray....
bner kga bray...
Quote:


makanya itu permasalahan dalam negeri itu masalah utamanya di warga. kalo ngga ada warga yang punya kendaraan, kaga bakalan ada itu subsidi bbm, kalo ngga ada warga yang sakit kaga bakalan ada itu masalah kartu jakarta sehat, bpjs, dll, kalo kaga ada warga yg sekolah, apbn bidang pendidikan bisa dialihkan ke yg lain.

makanya gw dukung nyalahin warga

emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
lebih tercerahkan ane bray mksh.
image-url-apps
Quote:


kgak segitunya juga kali gan. selama ini kita disuguhkan "fakta" kalau petani itu miskin. padahal banyak petani yg punya lahan lumayan luas hidupnya enak kok gan. saudara ane yg punya sawah lumyan luas( ane sebut lumayan karena ane belum tanya luasnya berapa) hidupnya enak bahkan bisa ngekuliahin anaknya. yg miskin dimana mana yah buruh taninya yg dibayar 20 rb/hari
Quote:


sorry gan, ane blum sanggup diskusi di level ente

rada ketinggian buat ane... maaf kalo kurang nyambung

ane mohon diri... emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
Quote:


klo maroko sukses

zimbabwe sudan dan tetangganya ... emoticon-Big Grin
Quote:

oh ngono emoticon-Embarrassment

tapi apa garam dapur ga bs bbuat industri juga? dan beli dr masy lokal? emoticon-Cape d... (S)
Quote:


makanya minum air kobokan beras bray sebelum bobo, ama cuci muka pake kopi item, dijamin pinter

emoticon-Recommended Seller
Quote:


lah... ini SOP-nya panasbung

agan panasbung yak? ane bisa langsung kenal emoticon-Ngakak


ngakak dah emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Import paling mudah soalnya tinggal itung"an komisi emoticon-Ngakak drpd bangun pabrik dan mengelohan sendiri ribet di pantau KPK lagi klw mau korup.
Quote:


IMO, masalahnya bukan masalah gengsi atau gak mau kotor2, gw amati masalahnya adalah generasi penerus gak semuanya punya jiwa pengusaha sperti petani. pertanian itu sama kayak wiraswasta, penuh resiko, penghasilan tidak tetap. akhirnya cari aman kerja di bank.
Quote:


Gw nonton acara teve tentang industri garam di Madura ...

Dulu ... ketika Belanda masih memerintah di Madura ....
Ladang garam dan pabriknya dihubungkan langsung ke pelabuhan dengan kereta api. Hasilnya adalah kota Kalianget yang sempat menjadi pusat perekonomian ...

Setelah kemerdekaan ... jalur kereta api dibiarkan menua dan mati ... pabrik hidup segan mati tak mau ... petani garam dibiarkan bikin garam tanpa standar yang jelas ...

image-url-apps
Quote:


sarkasme ente yah gan? kepemilikan kendaraan sudah menjadi kewajaran di zaman ini. sementara masalah kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan mutlak seorang manusia. apbn kita kecil. sama apbn us/china kita cuman seujung jarinya. maka itulah kita butuh pemerintah. untuk menentukan kebutuhan mana yg harus diprioritaskan. dan sektor pendapatan mana yg bisa ditingkatkan. rakyat harus mengontrol dan pemerintah harus amanah menjalankan tugasnya. semua harus bahu mebahu memajukan warisan dari kakek nenek kita yg bernama indonesia. dan harus memberikan warisan yg lebih baik ke anak cucu kita yg bernama indonesia sejahtera
×