alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54645164529a45a7228b456e/timtim-band-of-brother--kisah-bapak-ane
TIMTIM BAND OF BROTHER ( Kisah Bapak Ane )
TIMOR TIMUR BAND OF BROTHER KOLEKSI PIC dan KISAH BAPAK ANE

Trit ini sejatinya di Forum Militer Kaskus sekarang sempena menyambunt HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER kemaren ane pindahkan kemari biar lebih banyak yg baca dan biar trit-trit Alayer kayak SETAN, HANTU, PERFUME semuanya deh pokoknya tenggelam.

CEKIDOT gan...

Special credit and thanks to : Agan Alexanderhagal (Formil)
Untuk kisah cerita dan pic-pic hebatnya..ini kisah ayah agan Alexanderhagal bukan ayahnya TS ya gan












emoticon-Bingung

Spoiler for taken during bootcamp:

Spoiler for My father in action on the frontline...hehe:

Spoiler for On Patrol 1:

Spoiler for Band of Brothers 1...Dad, what are you looking at??:

Spoiler for Band of Brothers 2...with the natives:

Spoiler for Band of Brothers 3...Pose !:

Spoiler for band of Brothers 4...have fun for a while:

Spoiler for Band of Brothers 5..with "man's best friend":

Spoiler for band of Brothers...waiting for the enemies:

Spoiler for Band of Brothers...Lunch time !!:
Sampaikan rasa Hormat ane buat Bapak ente emoticon-army/emoticon-rose
ngantuk gan?
Gambarnya kok ga nongol bosss...

Edit : udah nongol gan...keren dah...salam hormat buat bokap agan...emoticon-I Love Indonesia
keren foto fotonya gan emoticon-Matabelo
Spoiler for My dad warmth his body:

Spoiler for take a nap and fraternizing with his TBU (Tenaga Bantuan Umum):

Spoiler for in the tent, just relaxing his feet:





liat yang no 6 gan emoticon-Big Grin
last one....
My Dad's comrades
look at their M16...emoticon-Big Grin
Spoiler for 1:

Spoiler for 2:

Spoiler for 3 (look at his right boot):

Spoiler for 4 (they are handsome aren't they??):

Spoiler for 5 (in Action):

Spoiler for 6 (look at my rifle...is it "vietnam" enough?? hehehe):

Spoiler for 7 (still same guyt):

Spoiler for 8 (pose with style man...):

Spoiler for 9 (wow look at the bayonets on his waist):

Spoiler for 10 (RAMBO wannabe hehehe):
foto yg lagi perangnya gak ada gan? emoticon-Ngakak
" TANDA LAHIR "


Credit Tulisan dan Kisah oleh : Agan Alexanderghagal (Formil)


Bapak ane pernah 2 kali hampir Tewas di Tim-tim, yang pertama karena di ambush fretilin dan yang kedua karena serangan malaria, ane cerita yang pertama :

Saat itu bapak ane dan seluruh anggota Peleton yang lain (seperti yang ada di foto) mendapat giliran untuk berpatroli di sebuah perbukitan...ketika bapak ane sedang berjalan tiba-tiba dia mendengar suara desingan yang melewati kaki teman di depannya...kontan bapak ane langsung teriak

"Ed, awake dhewe di hadang...awakmu ditembak !!" (Ed, kita dihadang...loe ditembak !!)...

Teman bapak ane gak percaya, karena dia nggak denger apa-apa, dia bilang gini :

" lapo sih klek (panggilan bapak ane disana Dongklek)...gak onok opo-opo " (ngapain sih klek...nggak ada apa-apa) sambil melanjutkan berjalan dengan santainya...belum lagi bapak ane memperingatkan yang kedua kalinya, suara benturan keras dari punggung bapak ane terdengar sangat jelas, kontan bapak ane langsung terhuyung-huyung jatuh dan berguling-guling kebwah bukit dan Alhamdulillah Tuhan masih memberi bapak ane panjang umur...bapak ane kecantol di batang pohon kelapa, padahal setelah pohon kelapa itu sudah ternganga jurang yang dalamnya puluhan meter...( fiuuuh selamet-selameet, coba kalau bapak ane jatuh ke jurang....mungkin ane nggak akan lahir ke dunia ini emoticon-Berduka (S) )

Orang-orang satu peleton langsung "ndelosor" cari perlindungan di balik batu, pohon dsb...sedangkan bapak ane sudah dikira gugur oleh teman-temannya....dengan susah payah bapak ane naik ke atas, bergabung dengan teman-temannya dan membalas menembak ke arah atas bukit...setelah beberapa menit menembak ternyata tidak ada respon, dan kondisi dirasa sudah aman kemudian mereka melakukan konsolidasi dan memeriksa semua peralatan

DAN apa yang terjadi??....Radio komunikasi yang di panggul bapak ane Berlobang karena tertembak sniper, PAS di tengah-tengah pungung bapak ane....sekali lagi Tuhan masih sayang ama bapak ane...coba kalau tadi nggak bawa radio komunikasi, mungkin punggung bapak ane sudah di tembus peluru sniper fretilin (karena di tim-tim sana sasaran utama fretilin adalah personel yang membawa Radio dan Senapan mesin)

DAN ajaibnya....saat kejadian itu, kebetulan Ibu ane masih mengandung kakak ane yang pertama...ketika kakak ane lahir, kakak ane punya tanda lahir seperti tahi lalat besar PAS di tengah-tengah punggungnya, sama persis dengan posisi radio panggil tertembus peluru (menurut bapak ane) emoticon-Matabelo
ini nyata dan ane gak mengada-ada...SUMPAH !!

sekali lagi, Terima kasih Tuhaaaaan.....

mantab
" BUUUUK....SAKIT BUK. (Sedih)"


Credit : Agan Alexanderghagal (Formil)


Ane mau nyumbang 1 kisah lagi buat mengisi trit yang udah lumayan lama nggak ane jamah ini. Kisah ini berdasarkan penuturan dari ayahanda ane....Lokasi/nama/pangkat para pelaku ane samarkan demi menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan (seandainya salah satu keluarganya ada yang ngaskus di formil)

Kisah ini di mulai ketika peleton dari bokap ane mendapat seorang replacement untuk mengganti posisi rekannya yang harus di bawa ke Dili karena terjangkit malaria, personel ini menurut bokap ane masih sangat muda usianya sekitar 19 tahun (sebut saja Prada A ), dan dia baru saja lulus pendidikan Secata beberapa bulan lalu dan langsung di tugaskan ke tim-tim, prajurit muda ini terlihat sangat bersemangat karena memang ini impiannya, bisa bertugas di tim-tim seperti unit tempur yang lain ...apalagi kemudian dia di tempatkan di dalam unit bokap ane (yang emang terkenal dengan salah satu unit paling berpengalaman di Tim-tim)...semua anggota peleton menyambutnya dengan sukacita, apalagi dia masih sangat muda, yah udah dianggap seperti adik sendiri aja....apalagi Prada A memang anaknya cukup bisa bergaul dengan tentara-tentara yang udah lumayan lapuk dimakan usia ini emoticon-Big Grin

Singkat cerita pada suatu hari peleton bokap di perintahkan untuk melaksanakan patroli rutin, misinya sederhana Search and destroy apabila kebetulan bertemu dengan kekuatan fretilin di dalam patroli nanti, bokap ane kebetulan selalu kebagian membawa SMR 7,2 mm (typenya ane gak tahu)...sebelum berangkat semua personel mempersiapkan peralatan, mengecek amunisi, radio, mengisi water canteen (veples), setelah itu baru mendapat briefing singkat dari danton secara singkat mengenai lokasi, situasi dan kekuatan fretilin yang diperkirakan ada di wilayah tersebut. Setelah briefing selesai dan dilanjutkan dengan Doa....peleton pun berangkat dengan perasaan bercampur aduk, saat itu hari masih pagi sekitar jam 07.00 WIT.....tapi si Prada A terlihat sangat bersemangat, apalagi ini adalah Tour of Duty nya yang pertama, dengan menenteng M16A1 nya dia terlihat sangat percaya diri, terkadang beberapa kali anggota peleton mengingatkan dia agar “ojo wedi-wedi tapi yo ojo kekendelen, tetep waspodo ojo sembrono” (jangan takut-takut, tapi ya jangan terlalu berani, tetep waspada jangan ceroboh).

Ketika peleton sedang berjalan...tiba-tiba Danton, memerintahkan si Prada A untuk menjadi peninjau depan (istilahnya ane nggak tahu)...otomatis dia harus berjalan paling depan, tapi semua anggota peleton kayaknya kurang setuju, disamping dia masih baru bertugas, mereka juga merasa nggak tega karena dia terlalu muda

Bokap ane kemudian berkata kepada Danton :

”Dan apa nggak lebih baik yang lain aja?? jek anyar arek iku nDan, sing tuek-tuek ae” (masih baru anak itu nDan, yang tua-tua aja)

Anggota yang lain : “iyo nDan...palingo durung sunat arek iku nDan” (iya nDan...kayaknya belum sunat tuh anak) dengan nada bercanda emoticon-Big Grin

Danton : “ wis ra popo, biar sekalian belajar dia...A !! kamu di depan mau nggak?!”

Prada A : “SIAP MAU..!!”

Danton : “ya udah cepat sana, ati-ati ojo ngelamun !!”

Dengan sigapnya Prada A langsung berlari-lari kecil mengambil posisi di depan, disertai dengan pandangan mata was-was dari para anggota yang lain. Peleton pun bergerak kembali, Bokap ane pun perasaannya saat itu nggak enak, masih bertanya-tanya apakah perintah Danton kali ini tepat??
Tak ayal, tiba-tiba terdengar suara letusan senapan dari kejauhan “Duk !!” DAN disertai dengan Prada A yang jatuh terjengkang ke belakang....tanpa menunggu perintah semua anggota Peleton langsung tiarap dan mencari tempat perlindungan...sambil menunggu dan mencari dari mana asal tembakan tersebut.....ketika Bokap mau menarik tubuh Prada A kebelakang, rentetan tembakan menghujani posisi Bokap, Bokap ane pun kembali tertahan...begitu juga dengan anggota yang lain, ketika mereka mau menolong, juga di hujani dengan tembakan...akhirnya semuanya bertahan dan terjadilah kontak tembak yang dahsyat......letusan M16, SMR dan GLM saling bersahut-sahutan......di posisi musuh juga tak kalah ramainya, suara-suara senapan campuran juga saling bersahut-sahutan..menurut Bokap ane ada beberapa suara senapan yang terdengar familiar di telinganya ada M16, ada HK-G3 (ini suara yang paling di takuti ama personel ABRI saat itu) dsb.

Selama baku tembak tersebut beberapa kali Danton berteriak agar si Prada A di seret ke belakang, tapi apa daya tembakan Fretilin begitu gencarnya ke arah posisi peleton saat itu, bagaimanapun jangan sampai ada personel yang jadi korban lagi saat berusaha menolong personel yang tertembak tersebut. Bokap terus-terusan menekan pelatuk SMR-nya dan menghujani posisi musuh dengan tembakan.......tapi tetap aja mereka bisa membalas dengan lebih gencar, Granat dan GLM beberapa kali di lontarkan tapi tetap tak mengurangi intensitas tembakan fretilin tersebut. Diperkirakan kekuatan Fretilin saat itu beberapa kali lebih besar daripada kekuatan peleton Bokap

Bokap pun sempat berteriak kepada rekan-rekannya
Bokap :

“Cok, tulungen arek iku !! tak lindungi koen !!”

Anggota Personel : “ga iso klek (nama panggilan bokap, Dongklek) , gak iso obah aku !!” (Dengan terus di hujani tembakan dari arah musuh)

Radioman pun masih sibuk meminta bantuan kepada satuan lain, tapi kondisinya memang sangat genting saat itu, tiba-tiba Bokap mendengar sayup-sayup rintihan dari Prada A yang masih terbaring di tengah killing zone
rintihannya ini yang membuat seluruh anggota peleton trenyuh, bahkan ada beberapa anggota yang sampai matanya berkaca-kaca, mendengar rintihan Prada A, dia memanggil-manggil Ibunya “Buk, ibuuuk........buk, ibuuuuk......buuuuk sakitnya ya Allahhhh!” (sambil menggeliat dan memegangi perutnya yang berlumuran darah)

Bokap mencoba menolong kembali, tapi tembakan gencar membuat bokap kembali merunduk , terdengar rintihan Prada A kembali “Buuuk, ibuuuk.......ibuuuuk sakiiiiiit buuuuuk”.

Kondisi seperti ini berlangsung kira-kira selama 2 jam......yang kemudian akhirnya Prada A gugur karena kehabisan darah

Ketika mengetahui Prada A sudah tak bergerak dan merintih lagi.......otomatis semua anggota Peleton seperti kesetanan, seperti bensin yang tersulut api mereka langsung keluar dari persembunyian dan mulai menembak membabi buta, granat dilempar, GLM di tembakkan, SMR disemburkan ke arah musuh, M16 tak henti-hentinya menyalak...sambil mengeluarkan sumpah serapah

“Bajingan koen !!”, “** SENSOR ** !!”, “Coook, Jancoook !!”

Loh anehnya tiba-tiba suara tembakan fretilin pun mereda dan mereka seperti menghilang gitu aja, tanpa buang-buang waktu Prada A langsung diangkut ke tempat terbuka untuk menunggu penjemputan oleh helikopter.....tak henti-hentinya anggota peleton mengucapkan istighfar dan tahlil (laaila ha Ilallah), tapi malaikat pencabut nyawa telah datang lebih dulu mengambil jiwa Prada A.

Dan inilah yang sampai sekarang membekas di ingatan Bokap ane, kayaknya bokap ane menyesal banget tidak bisa menolong Prada A hingga meregang nyawa dalam kesakitan, bokap hanya bisa berdoa semoga keluarga yang di tinggalkan, terutama ibunya bisa tabah menghadapi kenyataan kalau anaknya gugur dalam darma baktinya kepada bangsa dan negara sebagai prajurit ABRI yang meskipun hanya seumur jagung...

Semoga Amiien
dikasih link posnya gan biar pada nggak bingung emoticon-Angel
Mantap gan. Pake cerita biar lebih mantep lagi
Kok ane bingung lait trit ente ya gan?
emoticon-rose
" TIDUR NGELONIN GRANAT "


Credit : Agan Alexanderghagal (Formil)



Okay ane mau cerita mengenai seorang rekan di pasukan bapak ane...menurut bapak ane, ini adalah salah satu satu anggota peleton yang paling "badass"..bahkan rekan-rekannya yang lain bilang ini orang agak "ngawur", kayaknya urat takutnya dah putus, tetapi meskipu begitu ini orang dasarnya baik kok...hatinya lembut, gampang tersentuh emoticon-Big Grin

pernah suatu kali peleton bapak ane menangkap 1 orang anggota fretilin hidup-hidup setelah terjadi kontak tembak selama beberapa jam......pasukan menangkapnya di bawah rerimbunan semak-semak sedang tiarap sambil menutup kepalanya dengan kedua tanganya (sepertinya ketakutan)

ketika anggota fretilin ini diperintahkan membalikkan badan dari kejauhan sambil ditodong lusinan M16....anggota fretilin ini mengangkat tangannya sambil menangis memohon jangan ditembak, semua pasukan heran "kok tumben ada anggota fretilin yang nangis waktu ditangkap??" (kebanyakan cuman masang raut muka tegang dan nggak ngomong sama sekali, kalau dah begini yaa langsung "disekolahkan")

ketika tawanan ini berjalan mendekat...terlihat jelas sekali kalau umur anggota fretilin ini masih sangat muda sekali (ABG) sekitar 15-17 tahun, langsung nih tawanan di bawa ke base camp...di base camp ini anak gak diapa-apain, cuman di suruh duduk, dikasih makan, dikasih minum, ketika dikasih rokok dia menolak......setelah terlihat lebih tenang, orang yang di foto atas itu melontarkan beberapa pertanyaan sederhana

-anggota peleton :"namamu siapa??"

-fretilin ABG :"Alfredo papa..." (semua tentara laki disana dipanggil papa oleh orang tim-tim)

-anggota peleton :"Dimana rumahmu?? siapa nama komandanmu?? (si tawanan cuman membisu...terlihat khawatir, ditunggu beberapa menit tak menjawab...pertanyaan dilanjutkan)...kenapa kau mau bergabung dengan fretilin?? bukankah lebih enak kau pergi kesekolah atau membantu bapak, emak kau ke ladang??"

-fretilin ABG : (eeh setelah bapak emaknya disinggung dia langsung nangis sesenggukan) "Ampun papa....ampuni saya papa....jangan tembak saya papa, bapak aku sudah meninggal.....aku cuman tinggal dengan mamak-ku dan adik-adik-ku papa....kalau aku mati siapa nanti yang membantu mamak-ku dan mencari makan buat adik-adikku" (sambil terus menangis sesenggukan)

-anggota peleton : "terus kenapa kau ikut fretilin??!!"

fretilin ABG : "mereka bilang kalau aku ikut fretilin, aku akan dapat banyak uang papa....katanya dengan uang itu aku bisa menyenangkan emak-ku dan adik-adikku (masih menangis)..ampuuuun papa jangan bunuh saya, jangan bunuh saya" (tambah meraung-raung nangisnya, beberapa anggota peleton terlihat terenyuh melihat pemandangan itu, termasuk bapak ane)

-bapak ane : "wis-wis ojo diapa-apakno....kongkonen masak ae, mene di gowo nang Dili" (udah-udah jangan diapa-apain....suruh masak aja, besok dibawa ke Dili)

-anggota peleton : " udah -udah jangan nangis, lain kali kau tak usah ikut-ikutan fretilin lagi...buat apa?! mereka bohong sama kamu...kamu nggak akan dikasih uang sama mereka...ramos horta bohong sama kamu, percaya sama saya !!
udah sana masak, masak apa saja"
(tanpa khawatir diracuni atau apalah..)

setelah hari makin larut.....sebagian pasukan yang nggak dapat giliran jaga memilih untuk beristirahat..termasuk fretilin ABG ini, dia di ajak tidur di samping anggota peleton badass.....dan GILA-nya lagi, ini fretilin ABG dikasih granat aktif ditangannya emoticon-Matabelo dan dibilangin gini :
"ini saya kasih Granat !! kalau kamu nggak percaya sama tentara...kamu boleh lari, kamu boleh bunuh saya atau teman-teman saya dengan granat ini...tapi nanti kalau kamu tertangkap, akan langsung kami tembak di tempat.....Terserah kamu" (sambil membalikkan badan dan kembali tidur, tanpa ada perasaan takut atau khawatir....yaa tentu aja semua temannya langsung keluar dari bivak dan memilih tidur di tempat lain emoticon-Big Grin )

Besok paginya, ternyata nih anak masih ada di samping anggota tadi masih tertidur sambing menggenggam granat....
setelah di bangunkan langsung ditanya "kenapa kau tak mau lari?!!"
dia menjawab "tidak papa, aku mau ikut tentara saja....aku mau sekolah, nanti kalau papa pulang ke jawa..tolong ajak aku juga ya papa" (ternyata pulau jawa saat itu menjadi primadona di pulau-pulau lainnya untuk mengadu nasib)
anggota peleton tadi cuman senyum sambil nepuk bahu itu fretilin ABG tanpa berkata apapun...kemudian keluar dari bivak
di luar bivak...teman-temannya langsung maki-maki tuh anggota...
"DIAMPUT !! koen iku gendeng tah...arek dike'i granat!!" (Diamput !! loe itu dah gila yah...anak dikasih granat !!)
"Coooook !! wis bosen urip tah koen iku ?!" (Cooook !! udah bosen hidup loe !!)
"POKEH awakmu iku ndu!!" ("semacam umpatan dalam bahasa madura, macam Jancok" loe tuh bro!!")
"WONG EDIIAAN !! ("ORANG GILAA !!")

itu anggota cuman tersenyum sambil berjalan menuju sungai buat mandi emoticon-Ngakak
" KONYOL-KONYOLAN "

Credit : Agan Alexanderghagal (Formil)


Kalau yang ane posting sekarang bukan kisah pertempuran di tim-tim, tapi sedikit kisah sukacita para serdadu Indonesia ketika bertugas di sana, yaaah semoga bisa sedikit menghibur pembaca di trit ane...... karena kalau kisah mengenai dukanya bakalan nggak akan ada habisnya

Kita tahu kalau tim-tim sudah menjadi koloni dari portugis selama ratusan tahun, pengaruh portugis pun sangat kental di tim-tim, baik budayanya, busana masyarakatnya, arsitektur bangunannya, bahkan masih ada sedikit masy. Tim-tim disana yang masih menggunakan bahasa portugis untuk berkomunikasi
Bokap dan teman-temannya pernah suatu ketika menemukan sebuah mansion/villa berarsitektur portugis, mansion ini ada di atas bukit yang ditutupi pohon jeruk yang sangat lebat, so kalau dilihat sekilas mansion ini memang nggak akan terlihat.....tapi saat itu bokap dan rekan-rekannya sedikit curiga dengan rimbunan pepohonan jeruk yang tertata dengan rapi (seperti bekas perkebunan). Ketika di selidiki ternyata di tengah-tengahnya ada sebuh mansion yang sebenarnya sangat Indah (arsitektur Portugis/spanyol nya masih sangat kental).....

Kontan saja seluruh anggota peleton saat itu girang banget, seperti menemukan sebuah harta karun yang tak ternilai harganya emoticon-Big Grin
Mereka bergegas masuk ke dalam mansion, yaaah siapa tahu ada barang berharga yang bisa di bawa sebagai “souvenir”, tapi ternyata mansion itu sudah di kosongkan, sepertinya sudah lama di tinggal oleh pemiliknya, mungkin saat infiltrasi pertama tentara indonesia ke Tim-tim tahun 1975
Karena di dalam mansion tak mendapatkan apa-apa, maka buah jeruklah yang jadi sasarannya...kebetulan saat itu pohon jeruknya sedang berbuah, menurut penuturan Bokap ane...itu buah jeruk warnanya kuning-kuning cerah, segar banget seperti jeruk yang di jual di supermarket-supermarket itu....kontan aja ransel yang di pake ama pasukan, langsung penuh sesak oleh jeruk (maklum keseringan makan ransum) emoticon-Malu (S)

So hari itu pasukan bisa pulang dengan sedikit tersenyum, meskipun pulang tanpa bertemu dengan Fretilin, tetapi setidaknya bisa membawa beberapa ransel buah jeruk, lumayan bisa di buat untuk menambah nutrisi dan serat agar nggak sembelit emoticon-Big Grin
Kekonyolan tentara emang nggak ada habisnya, karena bagaimanapun mereka juga manusia biasa yang terkadang bisa bertingkah laku menggelikan, terkadang malah cenderung absurd dan nggak masuk di akal emoticon-Big Grin

Dalam masyarakat jawa yang namanya jimat, gaman, pusaka itu khan sudah hal yang lumrah, bagi sebagian masy. Jawa hal tersebut sudah menjadi bagian dari hidup mereka......

*lkisah ada seorang tentara dari salah satu daerah di jawa yang seneng banget bawa-bawa keris di pinggangnya, menurut dia sih itu keris pusaka peninggalan nenek moyangnya yang kebetulan menjadi anak buah pangeran Diponegoro. Bahkan ketika patroli pun itu keris masih di bawa dengan di selipin di sabuk kopelnya, tak ayal tingkah laku seperti itu kontan aja menjadi bahan guyonn rekan-rekannya di kesatuannya

Pada suatu saat ini tentara dapet perintah untuk melaksanakan operasi, maka berangkatlah dia ama rekan satu peletonnya, dan tak lupa juga keris tetap terselip di pinggangnya emoticon-Big Grin...singkat cerita, terjadilah kontak senjata dengan fretilin, ketika sedang seru-serunya saling tembak......eeeeeh nih tentara langsung berlutut sambil menghunus kerisnya dan diangkat ke angkasa, dan LUCUnya lagi semua rekan-rekannya tanpa di komando langsung berteriak bareng-bareng “PANGERAN DIPONEGOROOOOO......!!!!” setelah berteriak seperti itu, mereka langsung ketawa bareng melihat kekonyolan rekannya emoticon-Ngakak

Nah jadilah suasana kontak tembak itu penuh kelucuan....yang harusnya suasananya menegangkan, ini malah jadi ajang saling ngetawain diri sendiri, celetukan kocak pun keluar :

“koen iku sempel ta yo opo??” (loe tuh gila atau gimana??)

“pengen ndukun tah cak??” (pengen ngedukun bang??)

“loh lah jarane endi loh, biasane pangeran Diponegoro lak numpak jaran se...??.” (Loh lha kudanya mana, biasanya pangeran Diponegoro khan naik kuda....??)

“ dudu kerise pangeran Diponegoro iku, kerise Mpu Gandring iku.....” (bukan kerisnya pangeraan diponegoro tuh, kerisnya Mpu gandring tuh......)
Tentara yang punya Keris itu kayaknya merasa malu dan langsung memasukkan kerisnya ke dalam ransel.....Bokap ane yang lihat pun juga nggak nahan buat ketawa, untung kontak senjata bisa berakhir tanpa adanya korban di pihak tentara
dasar ada-ada ajaaaa......emoticon-Big Grin
" INDERA KE ENAM "

Credit : Agan Alexanderghagal (Formil)


Bokap ane pernah bilang kalau dalam situasi krisis semisal di tengah baku tembak, yang beliau ingat bukanlah anak-istri, orang tua, ataupun sanak keluarga di rumah tetapi orang-orang disekeliling beliau, istilahnya brother in arms atau comrades. Merekalah keluarga yang sebenarnya pada saat seperti itu, barulah ketika situasi krisis telah lewat, ingatan mereka pun otomatis kembali tertuju kepada orang-orang tercinta di rumah.

Suatu ketika, base camp bokap pernah di serang oleh gerombolan bersenjata (fretilin) yang jumlahnya diperkirakan ratusan, logikanya dalam situasi seperti itu pasti akan jatuh korban sangat banyak dari pihak ABRI, karena serangan dadakan itu di lakukan pada tengah malam dimana sebagian besar pasukan telah tertidur pulas, termasuk bokap. Tapi beruntunglah berkat intuisi sang komandan, selamatlah pasukan di base camp tersebut. Bagaimana bisa????

Begini ceritanya, seperti hari-hari biasanya setelah jam 22.00 hampir seluruh anggota pasukan sudah masuk ke dalam bivak untuk melepas lelah...hanya beberapa personel saja yang bangun, karena mendapat giliran jaga. Tetapi meskipun begitu, mereka tak pernah membiarkan senapan M16-nya jauh dari posisi tidur mereka, bahkan kalau perlu di peluk. Karena ada pemahaman di antara mereka kalau “senjata adalah istri kedua, apapun yang kita lakukan jangan sampai nggak bawa senjata, bahkan buang hajat sekalipun”. Tetapi sekitar jam 23.30...Danki tiba-tiba membangunkan semua personel tak terkecuali bokap ane, meskipun bangun dengan perasaan dongkol, tapi perintah adalah perintah. Semua orang bertanya-tanya ada hal apa hingga mereka di bangunkan tengah malam kayak gini??

Para Danton segera dikumpulkan untuk mendapat pengarahan, Danki memerintahkan agar semua personel segera memakai perlengkapan tempurnya, semua senjata harus dalam kondisi siap tempur dan jangan ada yang kembali tidur!!.

Danton pun kembali ke peletonnya masing-masing dang menginstruksikan agar anggota peletonnya melakukan seperti yang Danki perintahkan, yah apa mau dikata, mau nggak mau harus dituruti. Kontan pasukan pun sibuk mengisi magasen dengan peluru, menyiapkan mitraliur di dekat SMR, memeriksa kondisi senjata, suara kokangan senjata pun saling bersahut-sahutan, Granat pun sudah bergelantungan di webbing personel, bahkan ada yang mengasah pisau sangkurnya. Setelah semua siap, personel pun di kumpulkan di tengah-tengah basecamp dan di beritahu alasan kenapa kok mereka harus di bangunkan. Ternyata sang komandan kompi ini mempunyai firasat jelek sejak pagi hari, dia yakin betul kalau malam harinya bakalan terjadi sesuatu yang luar biasa. Makanya dia memilih untuk membangunkan semua pasukan untuk berjaga-jaga jikalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan, dan dia mengmbil resiko di cemooh ama pasukannya apabila ternyata intuisinya tak terbukti.

Tentu saja pasukan pun menggerutu dalam hati, rekan bokap pun sempat mengumpat dengan berbisik “Diamput! Gara-gara ngene iki tah awak dhewe di tangekno?!”. (Diamput! Gara-gara ini kita dibangunin?!).

Setelah pengarahan selesai, para danton pun memerintahkan pasukan untuk menempati posnya masing-masing, 2 tim penembak mortir pun di posisinya masing-masing, tak lupa juga bokap ane dengan SMR kesayangannya emoticon-Big Grin...

Semua personel mengarahkan moncong senjatanya ke arah rerimbunan pohon di luar basecamp, kalau ada yang bergerak, TEMBAK !!......yang unik adalah, beberapa personel memanfaatkan dahan pohon yang bercabang (seperti ketapel) untuk menopang laras senjatanya, dengan cara dahan pohon tadi sudah dipersiapkan sebelumnya dan di tancapkan ke dalam tanah.

Menit demi menit, jam demi jam pun berlalu, belum ada tanda-tanda mencurigakan dari luar base camp, akhirnya ketika jam menunjukkan pukul 02.00...terdengar suara-suara aneh dari luar basecamp, seperti suara rumput yang terseret-terseret oleh benda berat, dan makin lama makin ramai....tanpa buang-buang waktu, salah seorang personel menembakkan Flare ke udara dan.....

BANG...!!

Cahaya terang menerangi padang rumput di sekitar basecamp DAN apa yang terlihat?? Ratusan orang terlihat jongkok dan merayap membelah ilalang di luar basecamp...semua personel terbelalak kaget campur takjub melihat sekumpulan manusia dengan jumlah besar merayap-rayap ke arah mereka...DAN tanpa di komando senapan pun menyalak bersahut-sahutan, SMR menyemburkan peluru ke segala arah, teriakan-teriakan Danton ketika memberi instruksi ke anggotanya membelah kesunyian malam. Pasukan pun mati-matian mempertahankan base camp atau mereka yang bakalan mati terbunuh.

Sedangkan di pihak musuh terlihat ratusan orang sudah mulai berlarian tak tentu arah sambil membalas tembakan dengan sporadis ke arah basecamp, pasukan membalas tak kalah gencarnya, GLM di lontarkan, granat dilempar...umpatan-umpatan khas jawa timuran pun terdengar beberapa kali keluar dari mulut pasukan, suara ledakan bersahut-sahutan.....ketika situasi sudah di rasa makin genting, musuh makin merangsek mendekat, pasukan di perintahkan untuk memasang sangkur !! mengantisipasi apabila mereka terpaksa harus ber-DUEL satu lawan satu...otomatis mereka sudah bersiap untuk mati, karena kekuatan musuh yang begitu besarnya

Tapi pasukan masih mempunyai satu senjata andalan, apakah itu?? MORTIR.....penembak mortir pun diperintahan menembakkan mortirnya ke arah musuh, pokoknya fire at will, tembak serapat mungkin. PLUNG !! suara peluru mortir yang keluar dari tubenya bersahutan di tengah malam dan BLARRRR !!! BLARRR!!!.....suara ledakan saling bergantian menggema di posisi musuh...setelah beberapa menit membombardir musuh, akhirnya habislah amunisi mortir......pasukan pun kembali bersiaga jikalau musuh menyerang dengan membabi buta TERNYATA situasi berubah menjadi sunyi, tak terdengar lagi suara teriakan musuh atau letusan senapan...pokoknya jadi Sepiiiiiiii itu menurut penuturan bokap ane.

Tapi pasukan tak gegabah untuk mengecek ke lapangan, mereka menunggu sampai hari terang.....setelah jam menunjukkan sekitar pukul 06.00 pagi, barulah satu peleton (kebetulan peleton bokap) diperintahkan keluar untuk mengecek keadaan di lapangan, tentunya dengan perlindungan tembakan dari rekan-rekan mereka di base camp.......dan apa yang mereka lihat di lapangan sungguh diluar dugaan, mereka hanya menemukan 4 mayat musuh, 3 mayat lelaki dan 1 perempuan.....salah satu mayat terlihat menggantung di dahan pohon dengan kondisi tubuh yang sudah tak lengkap lagi (mungkin terkena ledakan Mortir)........

Sejak saat itu...Danki yang punya intuisi tersebut jadi kondang namanya di batalyon emoticon-Big Grin nyaris tak ada personel yang nggak nurut kalau dia sudah memberi perintah....semoga yang bersangkutan masih hidup sekarang. Dengan begitu kalau beliau bertemu dengan mantan anak buah dan rekan-rekannya bisa saling bertukar cerita. emoticon-Big Grin

Ternyata tak selamanya menuruti intuisi itu salah, coba bayangkan kalau Danki saat itu mengabaikan intuisinya......mungkin pasukan satu base camp bisa habis terbantai (mungkin juga termasuk bokap ane).
Okey gan inilah satu lagi sekelumit kisah dari pengalaman bokap saat bertugas di tim-tim.......semoga bisa bermanfaat, setidaknya bisa menghibur emoticon-Big Grin