alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5463f4f9a1cb173b3e8b456c/tokoh-semar-dibalik-tragedi-500-tahun-quotterjajahnyaquot-bangsa-indonesia
Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia
Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Quote:Dendam kesumat Semar atas kehancuran kerajaan raja-raja Hindu-Budha yang diayominya, menyusup lewat penjajahan Belanda dan Jepang di nusantara. Sejarah perjuangan raja-raja islam nusantara terkesan mentah dan gagal total oleh strategi yang “diwahyukan” oleh Semar kepada tentara Belanda maupun Jepang.



Sosok Semar menjadi sebuah ikon sangat istimewa dalam cerita pewayangan. Tokoh ini, khususnya bagi masyarakat Jawa dianggap sosok yang suci. Bahkan tidak sedikit yang mensejajarkan Semar sebagai seorang panutan atau Nabi. Walau Semar hanya dikenal oleh masyarakat Jawa, namun memiliki sejarah yang amat jelas dalam dunia wayang.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Dunia wayang, mengisahkan bahwa Sang Hyang Wenang berputra satu orang bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal beristrikan Dewi Rekatawati. Dewi Rekatawati adalah putri raja kepiting bernama Rekata. Pada suatu hari Dewi Rekatawati bertelur. Akhirnya telur tersebut menetas menjadi 3 bagian. Bagian pertama yang berwujud kulit telur menjelma menjadi Tejamantri atau Togog. Putih telurnya menjadi Bambang Ismaya atau Semar. Sedangkan kuning telurnya menjadi Manikmaya yang kemudian menjadi Batara Guru.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Sumber lain mengatakan bahwa asal kejadian Tejamantri atau togog, Bambang Ismaya atau Semar serta Manikmaya atau Betara Guru bukan anak Sang Hyang Tunggal dan Dewi Rekatawati, melainkan anak dari Siti Hawa manusia pertama di bumi.


Ketika manusia pertama diturunkan dari surga, yaitu Siti Hawa dan Nabi Adam, mereka masih belum mengerti tentang tentang proses reproduksi. Hingga tanpa melalui hubungan badan, kedua manusia pertama itu masing-masing mengeluarkan sel telur dan sel spermanya. Dua jenis inti hidup manusia itu kemudian diletakkan di sebuah tempat. Kemudian Adam dan Hawa berdoa bersama kepada Tuhan agar kedua embrio itu dijadikan manusia. Kekuatan doa Adam menjadikan spermanya berubah wujud menjadi tiga ruh manusia. Masing-masing berwujud Nabi Ilyas, Nabi Sys dan Nabi Khidir. Ketiga anak Adam ini berwujud ruh dan tidak memiliki badan kasar atau tubuh jasad. Sedangkan kekuatan doa Siti Hawa tidak emwujudkan sesuatu. Lantaran jengkel, maka sel telur itu dilemparkan oleh pemiliknya dan ditangkap oleh Iblis.


Ditangan Iblis yang terkutuk, sel telur milik Siti Hawa dimohonkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kekuatan doa iblis yang selalu diijabahi Allah merubah sel telur menjadi tiga mahkluk halus, yaitu Togog, Semar dan Betara Guru.


Kawasan Eropa, menjadi tempat tinggal sang gaib Tejamantri atau Togog, sedangkan Betara Guru atas perintah Iblis bersemayam di Segitiga Bermuda dan memiliki nama lain yaitu Dajjal. Sementara sosok Bambang Ismaya atau Semar hidup di Indonesia tepatnya di Puncak Lawu menjadi pengasuh raja-raja Nusantara. Tentu saja semua itu atas arahan, suruhan dan didikan dari tuannya yang mengasuh mereka yaitu Iblis laknatullah.


Agama Hindu, merupakan sebuah kepercayaan atau agama yang diciptaan Bambang Ismaya atau Semar Badranaya. Sementara itu, Semar bersama Dewi Sekarwati Mara juga menciptakan agama Budha dan menyebarkannya di bumi Nusantara. Penyebaran dua agama itu terjadi pada abad ke 1 Masehi hingga abad 12 Masehi.


Pada tahun 1401, Sultan Muhammad I dari Istambul, Turki, mengutus 9 orang pilihannya untuk menyebarkan agama islam di nusantara, termasuk Pulau Jawa. Dalam penyebaran agama islam itu Syekh Subakir salah satu nama dari 9 wali gelombang pertama membawa batu hitam dan dipasang di seantero Nusantara. Khusus untuk tanah Jawa diletakkan di tengah-tengahnya yaitu di gunung Tidar. Batu-batu hitam itu dimaksudkan memberikan keamanan dan kelangsungan hidup kaum muslimin di nusantara.


Efek dari kekuatan gaib suci yang dimunculkan oleh batu hitam menimbulkan gejolak, mengamuklah para mahluk : Jin, setan dan mahluk halus lainnya. Maka raja jin yang diwakili Semar dan Dewi Sekarwati Mara membuat kesepakatan setelah kalah bertarung adu kesaktian melawan Syekh Subakir. Ancamanpun sempat terlontar dari para dedemit, “ Walaupun kamu sudah mampu meredam amukan kami, kamu dapat mengembangkan agama Islam di tanah Jawa, tetapi Kodratullah tetap masih berlaku atas ku, ingat itu wahai Syeh Subakir.” “Apa itu?” kata Syekh Subakir. Kata Jin, “Aku masih dibolehkan untuk menggoda manusia, termasuk orang-orang Islam yang imannya masih lemah”.


Untuk kedua kalinya Bambang Ismaya atau Semar Badranaya, yang mengaku sebagai pelayan, pengayom sekaligus penasehat spiritual Raja-raja Jawa Hindu-Budha berbenturan dengan spiritual islam. Kali ini terjadi di tahun 1476 Masehi dan yang menjadi lawan bicaranya adalah Sunan Kalijaga.


Runtuhnya kerajaan Majapahit yang menjadi momongannya, menjadikan dirinya dan Brawijaya V melarikan diri hingga ke Gunung Lawu. Hal itu dilakukan oleh Raja terakhir majapahit itu untuk menghindari peperangan dengan putranya sendiri yaitu Raden Patah.


[img]Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia
[/img]

Menurut seorang linuwih yang tinggal di Sidoarjo, bahwa Ki Semar Badranaya saat bertemu dengan Sunan Kalijaga dengan sukarela mengijinkan rakyat Majapahit memeluk agama islam. Namun disertai catatan tidak dengan paksaan apalagi melalui peperangan. “Silahkan anak angger menyebarkan agama islam, asal jangan melalui paksaan dan peperangan,” katanya Semar dikutip Mbah Abdul Hamid.



Ketokohan Sunan Kalijaga sebagai salah satu dari Sembilan wali generasi sesudah Syekh Subakir mampu meluluhkan hati Prabu Brawijaya V untuk memeluk islam sebagai agama baru. Masuk islamnya Prabu Brawijaya V, mendapatkan tentangan keras dari Nayagenggong, Sabdopalon yang sebenarnya adalah nama lain Ki Semar. Dengan kasar dan menahan amarah, Semar Badranaya berkata kepada junjungannya Prabu Brawijaya.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia
Brawijaya V

"Hamba Tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya adalah penguasa, pembesar atau Dang Hyang Tanah Jawa. Saya adalah suami yang membantu anak cucu serta para raja di Tanah Jawa. Aku adalah Raja dari semua Spirits di Tanah Jawa. Aku telah hidup untuk melayani keturunan Raja Jawa. Di sinilah kita berpisah." Setelah mengucapkan itu, Semar menghilang. Namun Ki Semar masih sempat memberikan ancaman akan membuat sengsara kepada penduduk nusantara selama 500 tahun.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

“Nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama, tanah jawa khususnya dan nusantara secara keseluruhan akan menjadi kawasan pembantaian oleh bangsa yang menjadi asuhanku. Hal itu terjadi selama 500 tahun. Setelah itu , aku akan muncul kembali dan mengubah spiritualitas, dan menyebar di seluruh Jawa. Mereka yang menolak akan mati. Mereka akan menjadi makanan bagi setan. Saya tidak akan puas sampai mereka semua hancur, termasuk kekayaan alam nusantara. Penderitaan rakyat nusantara tidak akan pernah terhenti. Hingga ketika Gunung Merapi meletus, lava dan abu jatuh ke barat daya dengan bau yang mengerikan, yang merupakan sinyal bahwa saya akan segera hadir, mengiringi Ratu Adil."


Sumpah Ki semar, Sabdopalon atau Nayagenggong tak berapa lama menjadi kenyataan. Kerajaan islam Demak Bintara tak berusia lama. Kerajaan yang didirikan Raden Patah dengan bantuan para wali hancur berkeping-keping tanpa bisa bangkit lagi. Peperangan dan pemberontakan selalu mengiringi kerajaan-kerajaan nusantara. Penderitaan rakyat nusantara semakin terang benderang seiring dengan kedatangan VOC di tahun 1602.


Dendam kesumat Semar atas kehancuran kerajaan raja-raja Hindu-Budha yang diayominya, menyusup lewat penjajahan Belanda dan Jepang di nusantara. Sejarah perjuangan raja-raja islam nusantara terkesan mentah dan gagal total oleh strategi yang diwahyukan oleh Semar kepada tentara Belanda maupun Jepang.


Perjuangan Sultan Agung, Imam Bonjol, Pattimura, Diponegoro, Cuk Nyak Dien, Sentot Ali Basah, Si Pitung, tak berhasil mengusir penjajah yang menjadi jago Semar membantai jutaan rakyat nusantara. Dan yang nota bane muslim yang mendapat balak dari sumpah Ki Semar. Selain itu, tidak sedikit harta kekayaan rakyat maupun raja-raja nusantara yang dibawa lari oleh bangsa Belanda atas suruhan Ki Semar. Harta itu berupa emas murni yang dititipkan oleh raja-raja khususnya yang pro atau tunduk kepada Belanda. Raja-raja itu lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda. Total emas murni milik para raja nusantara yang tergerus lewat Semar Mesem yang berpihak kepada Belanda sejumlah 57.150 ton.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Tak berhenti disitu, akibat sumpah Semar, Soekarno selaku presiden pertama nusantara yang meminta kembali harta kekayaan justru malah digulingkan. Dalam penggulingan itu Semar menggunakan tangan Soeharto. Bahkan tak tanggung-tanggung, Semar meminta bantuan saudaranya Togog dan Betara Guru untuk memindahkan emas dari Negara Belanda ke Jerman kemudian dipindahkan lagi ke Negara Amerika Serikat. Masih belum puas, Semar juga memberikan ladang emas di Freeport, Papua kepada bangsa momongan Togog, yaitu Amerika Serikat. Emas hitam yang banyak tersebar di nusantara tak ketinggalan juga disodorkan oleh Semar demi memuaskan sakit hatinya pada penduduk nusantara.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Presiden ke 35 AS John Fitzgerald Kennedy yang memberikan harapan kepada ahli waris raja-raja lewat Soekarno bahkan ditembak mati pada November 1963 atas perintah Eyang Semar. Padahal waktu itu telah terjadi penandatanganan perjanjian pengakuan dan pengembalian asset raja nusantara antara Jhon F Kennedy dengan Soekarno untuk mengembalikan emas batangan sebanyak 57.150 ton itu.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Semar menganggap bahwa perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank atas instruksi pemerintahnya yang diilhami oleh dendam Semar memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Selain itu, rakyat Belanda dan Eropa pada umumnya mengalami masa pencerahan dalam berbagai bidang ilmu lantaran welas asihnya Semar dan Togog. Berbagai ilmu modern tercipta di belahan Eropa mulai dari penciptaan tehnologi hingga ilmu filsafat berkembang pesat. Semua itu tak lepas dari peran Ki Semar. Disisi lain, negeri nusantara, mantan kekuasaan Majapahit yang diagungkan Ki Semar semakin terpuruk hingga kini. Semua itu terjadi akibat kemarahan Semar Badranaya yang tidak rela bumi nusantara yang dulu bernama Kerajaan Majapahit tenggelam akibat kedatangan cahaya islam lewat para waliyullah dan para ulama.


Kini, melihat kenyataan hidup rakyat bekas Kerajaan Majapahit, rupanya membuat jiwa welas asih Ki Semar Badranaya tergugah. Sehingga beberapa hari lalu, Semar mendatangi Mbah Abdul Hamid. Kepada lelaki paruh baya itu, Semar menyatakan hendak membantu memulangkan harta kekayaan raja-raja yang kini menjadi modal kemajuan dan kemakmuran bangsa Eropa dan AS. Ki Semar juga telah menyatakan mengucapkan Dua kalimat Syahadat di depan Mbah Abdul Hamid. Dirinya juga sering melakukan sholat berjamaah bersama Mbah Abdul Hamid.


Lewat Mbah Abdul Hamid, Semar juga mengaku hendak muncul kembali dan menjadi kepala pasukan gaib untuk membersihkan negeri ini dari pemimpin, rakyat yang amoral, juga akan membersihkan para pengkhianat rakyat dan bangsanya. “Sekarang Ki Semar sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi setelah kepergiannya ke Belanda,” kata Mbah Abdul Hamid. “Sekarang ia tinggal di Tanah Merah dekat Alas Purwa, Banyuwangi. Ki Semar sedang mengumpulkan balatentaranya untuk sebuah operasi gaib yang sedang diembannya. Sunan Lawu pun juga membantu Ki Semar. Bukan hanya Sunan Lawu, semua gaib nusantara bahkan dunia akan bekerja sama membersihkan bumi dari anasir jahat,” kata Mbah Abdul Hamid.


“Sunan Lawu itu adalah seorang pamong yang tinggal di lereng Lawu, saat Prabu Brawijaya menghindari pertempuran dengan Raden Patah, nah Pamong inilah yang mengurusi segala kebutuhan Prabu Brawijaya di Gunung Lawu. Setelah Prabu Brawijaya mangkat, pamong itu dijadikan penguasa gaib Gunung Lawu dengan gelar Sunan Lawu. Jadi Sunan Lawu itu bukan Nayagenggong, Ki Semar atau Sabdopalon,” jelas Mbah Abdul Hamid.


“Sedangkan burung jalak yang sering nampak, dahulunya adalah seorang abdi dari pamong atau Sunan Lawu. Sedangkan wujud Semar itu bukan seperti gambaran di wayang kulit. Semar itu orangnya tegap, tinggi, bokongnya nggak sebesar dalam pewayangan. Hanya mukanya memang mirip dengan yang pernah sampeyan lihat di wayang orang maupun wayang kulit. Jika tugas yang diemban Ki Semar rampung, negeri nusantara atau Indonesia akan menjadi Negara terbesar dan terkuat di seluruh dunia. Keadilan dan kemakmuran merupakan sebuah kepastian, Eropa akan membayar hutang-hutangnya pada Indonesia.”


“Tehnologi masa depan ada ditangan bangsa ini. Nanti, kita tidak akan memakai listrik sebagai lampu penerangan. Kita akanmemakai sejenis batu rubbi yang nyalanya melebihi terangnya lampu itu. Kata Mbah Abdul Hamid sambil menunjuk sebuah lampu neon dirumahnya. Padahal batu itu hanya sebesar ibu jari. Dan batu itu hanya ada di negeri ini, ” terang Mbah Abdul Hamid spiritualis yang sering berinteraksi dengan Ki Semar itu.




Lanjut ke bawah
Dari berbagai sumber
Biografi Semar dalam versi yang lain
Quote:

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Batara Semar

MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.

Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.

Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.


Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:


1. tidak pernah lapar
2. tidak pernah mengantuk
3. tidak pernah jatuh cinta
4. tidak pernah bersedih
5. tidak pernah merasa capek
6. tidak pernah menderita sakit
7. tidak pernah kepanasan
8. tidak pernah kedinginan


kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.


Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkimpoian mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.


Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.

Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.

Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.

Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.

Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.

Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.

SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.




PETUAH EYANG ISMOYO/SABDOPALON/HYANG SEMAR

Quote:

Tokoh Semar Dibalik Tragedi 500 Tahun "Terjajahnya" Bangsa Indonesia

Quote:Petuah Eyang Ismoyo mengenai Tatanan Pauger-ugeraning Urip, bagi manusia dalam mengisi Kehidupannya di alam fana ini. Tatanan berdasarkan dengan Budi Perkerti Luhur untuk membentuk

manusia manusia sempurna yang berbudi pekerti yang luhur:

1. Eling Lan Bekti marang Gusthi Kang Murbeng Dumadi : maksudnya Manusia yang sadar akan dirinya akan selalu mengingat dan memuja Tuhan Yang Maha Esa setiap tarikan nafasnya berisikan sanjung puja kepadaNYA. dimana Beliau telah memberikan kesempatan bagi manusia untuk hidup dan berkarya di alam yang Indah ini.



2. “Percoyo lan Bekti Marang ... Utusane Gusti”: maksudnya Manusia sudah seharusnya menghormati dan mengikuti ajaran para Utusan Allah sesuai dengan ajarannya masing masing, dimana semua konsep para Utusan Allah tersebut adalah menganjurkan kebaikan. Karena tiada satu utusan yang membawa keburukan tetapi kita sebagai umatnya yang gagal untuk mengerti Jiwa dari pengajaran yang di bawa..



3. “Setyo marang Penggede Negoro”: maksudnya sebagai manusia yang tinggal dan hidup di suatu wilayah, maka adalah wajar dan wajib untuk menghormati dan mengikuti semua peraturan yang di keluarkan pemimpinnya yang baik dan bijaksana.



4. “Bekti marang Bhumi Nuswantoro” maksudnya sebagai manusia yang tinggal dan hidup di bumi nuswantoro ini wajib dan wajar unuk merawat dan memperlakukan bumi ini dengan baik, dimana bumi ini telah memberikan kemakmuran bagi penduduk yang mendiaminya. Berbakti dan Jagalah kelestarian ALAM maka alam akan memberikan yang terbaik untuk manusia yang hidup di atasnya/dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung...



5. “Bekti Marang Wong Tuwo” : maksudnya Manusia ini tidak dengan serta merta ada di dunia ini, tetapi melalui perantara Ibu dan Bapaknya, maka hormatilah, mulyakanlah orang tua yang telah merawat kita.. Berbakti kepada ayah dan ibu yang telah memberikan kita jalan untuk meraih kehidupan disini./Leluhur baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada..



6. “Bekti Marang sedulur Tuwo” : Maksudnya adalah menghormati saudara yang lebih tua dan lebih mengerti dari pada kita, baik tua secara umur, secara derajat, pengetahuan maupun kemampuannya.



7. “Tresno marang kabeh kawulo Mudo” : maksudnya menyayangi kawulo kawulo yang lebih muda, memberikan bimbingan dan menularkan pengalaman dan pengetahuan kepada yang muda, dengan harapan yang muda ini akan dapat menjadi generasi pengganti yang tangguh dan bertanggung jawab./sebagai tulang punggung Negoro.



8. “Tresno marang sepepadaning manungso” :mencintai sesame manusia(sarwa prani) maksudnya semua manusia itu sama, yang membedakan hanya warna kulit dan budaya saja. Tetapi Ingat dan Camkan baik baik semua manusia SAMA nilainya dihadapan Tuhan. Maka hormatilah sesamamu manusia dimana mereka memiliki harkat dan martabat yang sama dan sederajat dengan manusia lainnya. cintailah sesama manusia dengan rasa kasih sayang.



9. “Tresno marang sepepadaning Urip” : maksudnya semua yang di ciptakan Tuhan adalah mahluk yang ada karena kehendak Tuhan yang Kuasa. memiliki fungsi masing masing sesuai dengan bidangnya sehingga dengan menghormati semua ciptaan Tuhan maka secara tidak iangsung kita telah menghargai dan menghormati PENCIPTANYA itu sendiri..



10. “Hormat marang kabeh agomo “ : maksudnya hormatilah semua agama atau aliran dan para penganutnya. agama adalah ageming aji.. mengatur dan menata diri mengolah RASA untuk menjadikan manusia manusia yang berbudi pekerti luhur..



11. “Percoyo marang Hukum Alam” : maksudnya selain Tuhan/Sang Hyang Whidi menurunkan kehidupan, Beliau juga menurunkan Hukum Alam dan menjadi hukum sebab akibat, siapa yang menanam maka dia yang menuai, Ingat kita hidup di alam dualitas ini dan akan terikat dengan hukum hukum yang ada selama masih berdiam di bumi dan hormatilah..



12. “Percoyo marang kepribaden dhewe tan owah gingsir” : maksudnya manusia ini rapuh dan hatinya berubah ubah, maka hendaklah menyadarinya dan dapat menempatkan diri di hadapan Beliau, agar selalu mendapat lindungan dan rahmat Nya dalam menjalani Hidup dan kehidupan ini. OLAH RASA.. terus menata diri demi meraih pribadi pribadi yang berbudi pekerti luhur memayu hayuning bawono..semoga bukan hanya dibaca tetapi bagaimana kita menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,sedah eksiskah di Negara NKRI ini dimana masih terdengar dalam berita(TV)penyerbuan,intimidasi,pengkafiran,pemusrikan di luar faham Islam yang 99% hidup di NKRI,sedangkan kaum minoritas tidak ada pembelaan sama sekali kecuali dengan mengungkapkan lewat tulisan-tulisan/blogs yang kurang diminati oleh para munafiker………….



dari berbagai sumber
Seperti cerita dongeng dan mengarang bebas ya emoticon-Big Grin
sulit dipercaya gan emoticon-cystg
ninggal tapak sikil sek mas emoticon-Big Grin
penasarannn..... pernah denger juga si kalo pusat jawa emang di tidar. n gunung lawu emang nyimpen sesuatu.. rumahku dekat gunung lawu si emoticon-Hammer
Masih simpang siur ya belum tau cerita yg bener yang mana ,semua masih punya argument sendiri2 buat diceritain dari orang ke orang. . 😁😁
Quote:Original Posted By krnwn_indigo
Seperti cerita dongeng dan mengarang bebas ya emoticon-Big Grin


mungkin gan emoticon-Ngakak
TS pakar banget menjelaskan pewayangan. ada bakat jadi dalang kah?
bagus gan kisahnya..........emoticon-Matabelo
kok sepertinya thread ini dibuat bersamaan dgn selesainya konferensi APEC yg menghasilkn investasi besar besaran AMERIKA ke Indonesia.apa memang ts nya udah nyeting...
anugrah semar mantep bgt gan emoticon-Hammer
Yg perlu dijalanin petuah2nya gan, tetap relevan sampai kapan pun emoticon-Smilie
Baru nemu di the lounge ada yg bahas satu tokoh pewayangan smp panjang2 gini.. nyimak dl deh emoticon-Big Grin
sejarah panjang sampai jadi Indonesia saat ini
emoticon-Bingung
Kalo menurut ane gan, itu trik wali songo buat nyebarin islam pake media wayang
Kalo masalah" ginian emang si

Kalo engga ada tokohnya yang masih idup
Susah di'buktiken'
emoticon-Hammer2
emoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Up
cocoklogi apapula ini emoticon-Ngakak

jadi 3 nabi asalnya dari sperma yang di bim sala bim, abrakadabra, jadi nabi.

terus sel telur, di bim sala bim, jadi 3 tokoh wayang.

Super sekali umat yang satu ini kalau bikin cocoklogi emoticon-Ngakak
Settingan...