alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545f0e90bfcb17e35a8b4573/simulasi-otak-penghapusan-ktp
Simulasi otak penghapusan KTP
(Semoga otak bebal bakal hilang)

Misal ente Islam. Tinggal di negara, misalnya negara yg mengakui 2 agama saja.
mengakui kristen dan budha. bagi yg beragama Islam karena tidak resmi diakui negara, jadi ktpnya ditulis kristen saja karena sama2 samawi. Harus ditulis ga bolrh dikosongin.

Trus ada kebijakan menterinya sekarang boleh ngosongin agama. Dan orang2 ngegoblokin idiot menghujat menteri tersebut.
Kira2 begitulah..

Klo mo bikin kebebasan boleh nulis agama mana saja. Misal nulis ahmadiyah. Berarti dengan diterbitkannya ktp negara menjamin ahmadiyah. Tanpa perlu dirundingkan dirapatkan sampe dibuat uu mengenai mana2 saja yg dianggap agama resmi.

Lalu diakuilah oleh negara agama secara tak langsung aneh macam jediism (agama kuno tuh) animisme dinamisme sampe penyembah google.

Balik lagi untuk kaum idiot. Gw tanya misal lw beragama Islam mau ga ditulis di ktp agama lw kristen. Lw ga bisa nulis selain 2 agama resmi di negara itu.

Itulah yg terjadi bagi orang2 agama lokal kek sunda wiwitan dll. Di INDONESIA. itulah kenyataan
masuk akal juga

lagian knp cuma boleh ditulis 6
Quote:Original Posted By deniswise
masuk akal juga

lagian knp cuma boleh ditulis 6


Undang2. Klo boleh asal2 tar agama ahmadiyah boleh ditulis. Dengan diterbitkannya ktp maka ahmadiyah diakui dijamin dan dilindungi. Setuju.....
setujuh om emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By SmilingDong


Undang2. Klo boleh asal2 tar agama ahmadiyah boleh ditulis. Dengan diterbitkannya ktp maka ahmadiyah diakui dijamin dan dilindungi. Setuju.....


ahmadiyah ga mau menulis ahmadiyah..

Ahmadiyah : Kami Tetap Islam, Itu Harga Mati
mending lo pindah negara aja nyet

memalukan emoticon-Cape deeehh
sungguh memalukan emoticon-Cape deeehh
Quote:Original Posted By SmilingDong
(Semoga otak bebal bakal hilang)

Misal ente Islam. Tinggal di negara, misalnya negara yg mengakui 2 agama saja.
mengakui kristen dan budha. bagi yg beragama Islam karena tidak resmi diakui negara, jadi ktpnya ditulis kristen saja karena sama2 samawi. Harus ditulis ga bolrh dikosongin.

Trus ada kebijakan menterinya sekarang boleh ngosongin agama. Dan orang2 ngegoblokin idiot menghujat menteri tersebut.
Kira2 begitulah..

Klo mo bikin kebebasan boleh nulis agama mana saja. Misal nulis ahmadiyah. Berarti dengan diterbitkannya ktp negara menjamin ahmadiyah. Tanpa perlu dirundingkan dirapatkan sampe dibuat uu mengenai mana2 saja yg dianggap agama resmi.

Lalu diakuilah oleh negara agama secara tak langsung aneh macam jediism (agama kuno tuh) animisme dinamisme sampe penyembah google.

Balik lagi untuk kaum idiot. Gw tanya misal lw beragama Islam mau ga ditulis di ktp agama lw kristen. Lw ga bisa nulis selain 2 agama resmi di negara itu.

Itulah yg terjadi bagi orang2 agama lokal kek sunda wiwitan dll. Di INDONESIA. itulah kenyataan


justru kalau ahmadiyah di tulis ahmadiyah maka persoalan selama ini selesai
dan itu bagus
soalnya yg jadi masalah ahmadiyah selama ini ngotot pengen disebut islam

pahamkan ts?
Quote:Original Posted By bekun
setujuh om emoticon-Angkat Beer


setujuh juga om
Quote:Original Posted By andx.andx


justru kalau ahmadiyah di tulis ahmadiyah maka persoalan selama ini selesai
dan itu bagus
soalnya yg jadi masalah ahmadiyah selama ini ngotot pengen disebut islam

pahamkan ts?


mayoritas umat islam nganggap ahmadiyah bukan islam, ntar malah jadi masalah om emoticon-Big Grin

kudu nya emang jadi agama sendiri omemoticon-Matabelo
Ane bantu kopas komen org ajah yah emoticon-Cool
Quote:Original Posted By masutpb
Tulisan Dari Ardyan M Erlangga tentang Kolom Agama di KTP.

Saya enggak paham sama orang melulu ribut "banyak ganjalan kalau kolom agama di KTP dihapus". Kau bisa sulit dikubur lah, ada potensi merusak akidah lah, tak sesuai Pancasila lah, menyimpang dari adat ketimuran, blablabla...

Gini lho, wahai kaum malas baca terus suka menyimpulkan sendiri.

Pertama, itu aturan lama, dari awal Reformasi yo wis ono. Mendagri anyar cuma mempertegasnya. Dari mana tiba-tiba kalian bisa menyimpulkan kolom agama dihapus? Gimana kok bisa lompat masyarakat perlahan diminta mengosongkan kolom agama? Apakah kita berada di planet yang sama? Membaca berita dan UU yang sama?

Kedua, cuk, aturan ini bukan buat kalian, para pemeluk agama nan saleh dari enam ajaran yang diakui resmi pemerintah. TAK ADA YANG MEMAKSA KALIAN MENGOSONGKAN KOLOM AGAMA DI KTP. Kenapa harus mikir sampai sejauh itu. Yang sudah beragama, ya sudah toh, aman. Apa yang bikin kalian harus terdampak dari pilihan tersebut????

Ini tuh soal mereka yang jadi penganut Kaharingan, Sunda Wiwitan, Sapto Dharmo, dan lain sebagainya. Dari segi iman, mereka tidak masuk enam agama yang diakui pemerintah. Sementara kalau keterangan KTP mau ditambah, belum ada dasar hukumnya. Solusi paling pas, kosongkan dulu sampai ada kepastian dari DPR.

Intinya, JELAS MEREKA MEYAKINI AGAMA YANG BERBEDA. Sesulit apa sih memahami itu? Eling lakum dinukum waliyadin.

Masalahnya tuh kalian orang yang ribut soal kolom agama, mana pernah merasakan diskriminasi. Mereka itu lho, manusia beriman, bayar pajak juga kayak kalian, tapi malah tidak boleh urus ini itu hanya karena agamanya ndak masuk sistem administrasi negara.

Tidak ada upaya mengkafirkan umat. Tidak ada upaya menistakan agama resmi. Bahkan, sebagian ajaran ini sudah dikenal penghuni nusantara jauh sebelum agama samawi datang.

Apane dari mereka yang harus ditakuti umat mayoritas? Atau memang kubu ribut soal kolom agama ini baru puas kalau para penganut agama lokal syahadat, dibaptis, atau ke pura?

Walau saya pesimis kelompok yang ributnya ndak elok soal kolom KTP itu baca sampai sini, tetep saya ulang: Kebijakan ini BUKAN BUAT KALIAN COY. PEMELUK ENAM AGAMA RESMI TIDAK DIUTAK-ATIK, HAK KALIAN DILINDUNGI NEGARA SEPERTI BIASA. SILAKAN BERIBADAH DENGAN NYAMAN.

Sekali lagi, kebijakan itu buat ribuan WNI yang justru terasing di tanah airnya sendiri. Mereka yang kesulitan ngurus KK, ngurus akta kelahiran, nyari kerjaan, cuma karena agamanya sementara ini enggak masuk daftar pemerintah.

Opone yang ateis dan komunis dari kebijakan pilihan mengosongkan kolom agama? Lha wong kabeh le diomongke podo-podo percoyo Tuhan. Podo-podo nduwe agama. Mereka sama-sama menjalankan sila pertama Pancasila NKRI yang sakti mandraguna itu.

Hentikanlah perdebatan tidak perlu ini. Seburuk-buruknya mahluk hidup, menurutku, adalah yang meributkan hal tanpa mereka tahu duduk persoalannya. Ngeyel pula.

N.B: Kesimpulannya semakin banyak populasi penduduk Indonesia melek aksara, cuma baca judul berita. Ini berbanding lurus dengan membiaknya kebodohan dan rasa inferior golongan mayoritas.

Ngueng.... emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By jimmy.k3
Ane bantu kopas komen org ajah yah emoticon-Cool

Ngueng.... emoticon-Ngacir


bener om...............................ngueng...............................emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By bekun


mayoritas umat islam nganggap ahmadiyah bukan islam, ntar malah jadi masalah om emoticon-Big Grin

kudu nya emang jadi agama sendiri omemoticon-Matabelo


gw pernah baca, di tempat asalnya , ahmadiyah memang agama yg berbeda
Quote:Original Posted By andx.andx


gw pernah baca, di tempat asalnya , ahmadiyah memang agama yg berbeda


susahnya, petinggi ahmadiyah disini nggak mau ngaku kalo mereka emang beda dari islam om emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By SmilingDong
(Semoga otak bebal bakal hilang)

Misal ente Islam. Tinggal di negara, misalnya negara yg mengakui 2 agama saja.
mengakui kristen dan budha. bagi yg beragama Islam karena tidak resmi diakui negara, jadi ktpnya ditulis kristen saja karena sama2 samawi. Harus ditulis ga bolrh dikosongin.

Trus ada kebijakan menterinya sekarang boleh ngosongin agama. Dan orang2 ngegoblokin idiot menghujat menteri tersebut.
Kira2 begitulah..

Klo mo bikin kebebasan boleh nulis agama mana saja. Misal nulis ahmadiyah. Berarti dengan diterbitkannya ktp negara menjamin ahmadiyah. Tanpa perlu dirundingkan dirapatkan sampe dibuat uu mengenai mana2 saja yg dianggap agama resmi.

Lalu diakuilah oleh negara agama secara tak langsung aneh macam jediism (agama kuno tuh) animisme dinamisme sampe penyembah google.

Balik lagi untuk kaum idiot. Gw tanya misal lw beragama Islam mau ga ditulis di ktp agama lw kristen. Lw ga bisa nulis selain 2 agama resmi di negara itu.

Itulah yg terjadi bagi orang2 agama lokal kek sunda wiwitan dll. Di INDONESIA. itulah kenyataan


Yang jadi permasalahan adalah kalo dikosongin ada kabar gembira buat kaum atheis(melanggar pancasila sila pertama).
Quote:Original Posted By bekun
setujuh om emoticon-Angkat Beer


kamu setuju apa? emoticon-I Love Kaskus (S)
ya utk sementara dibuatkan kategori agama lain2.. gak usah dikosongin

Quote:Original Posted By .ucrit...ucrit
mending lo pindah negara aja nyet

memalukan emoticon-Cape deeehh
sungguh memalukan emoticon-Cape deeehh


ni id tahan berapa hari ya?
Quote:Original Posted By SmilingDong
(Semoga otak bebal bakal hilang)

Misal ente Islam. Tinggal di negara, misalnya negara yg mengakui 2 agama saja.
mengakui kristen dan budha. bagi yg beragama Islam karena tidak resmi diakui negara, jadi ktpnya ditulis kristen saja karena sama2 samawi. Harus ditulis ga bolrh dikosongin.

Trus ada kebijakan menterinya sekarang boleh ngosongin agama. Dan orang2 ngegoblokin idiot menghujat menteri tersebut.
Kira2 begitulah..

Klo mo bikin kebebasan boleh nulis agama mana saja. Misal nulis ahmadiyah. Berarti dengan diterbitkannya ktp negara menjamin ahmadiyah. Tanpa perlu dirundingkan dirapatkan sampe dibuat uu mengenai mana2 saja yg dianggap agama resmi.

Lalu diakuilah oleh negara agama secara tak langsung aneh macam jediism (agama kuno tuh) animisme dinamisme sampe penyembah google.

Balik lagi untuk kaum idiot. Gw tanya misal lw beragama Islam mau ga ditulis di ktp agama lw kristen. Lw ga bisa nulis selain 2 agama resmi di negara itu.

Itulah yg terjadi bagi orang2 agama lokal kek sunda wiwitan dll. Di INDONESIA. itulah kenyataan


Hehe emang berapa persen gan yang gitu, kalo hal kecil menggugurkan yang besar.

Kalo mau ya jadi DPR atau presiden aja perjuangkan agama agan suka, masukan agama yang di akui, beres. Kalo ngak mau ya udah pergi dr negara itu atau buat sendiri hahaha. Gitu aja kok repot.
Onani otak dulu, pertanyaannya, bisakah manusia hidup tanpa agama ?

Agama intinya sm seperti hukum positif dalam hukum, UU, KUHP dll..yg isinya tidak lain tuntunan, jalan, way of life, jalan hidup yang lurus, dan hukum itu sendiri buat manusia dalam mengarungi kehidupan selama didunia. Agama berisi hukum bagi manusia, yg isinya apa apa yg diperbolehkan dan dilarang bagi manusia. Kalo dlm hukum positif, setiap pelanggaran maka akan diganjar dgn penjara, sdgkan dlm agama pelanggaran akan diganjar dgn neraka. Kalo hukum positif dibuat oleh manusia utk manusia, sdgkan agama diwajibkan utk dipercaya bahwa datangnya dari TUHAN dlm bentuk wahyu, di amanatkan ke org org suci yg kita sebut sebagai Nabi. Agama mengatur hidup manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan penciptanya.

Dengan demikian bisakah manusia hidup tanpa agama ? Menurut gw si ya ga bisa. Dulu manusia indonesia terkenal barbar sebelum masuknya agama. Manusia berperang melawan sesama saudara sendiri demi memuaskan syahwat nya akan kekuasaan, jajahan, kekayaan dll. Dulu siapa sangka manusia di sumatera utara melegalkan makan daging manusia ? Daging manusia disajikan sebagai makanan mewah para raja. Sejak masuknya kristen disana, perubahan terjadi.

Dulu dikalimantan dilakukan pengorbanan bagi musuh yg tertangkap dgn tradisi potong kepala. Begitu masuk agama disana terjadi perubahan.

Itu contoh kecil aja. Bandingkan dgn atheis , komunis dll nya. Dinegara yg mayoritas atheis macam belanda, hidup manusia serba glamor, hedon, hidup tiada batas selama manusia tdk mengganggu manusia lainnya. Mau bugil dijalanan pun boleh.

Intinya manusia tanpa agama seperti binatang dihutan, ga ada yg mengendalikan, siapa kuat dia menang. Sama aja seperti kita berlalu lintas, kalo ga ada rambu lalulintas maka semua akan seenaknya sendiri kan ?

Agama itu mengajarkan cinta, mengajarkan kasih pd sesama, mengajarkan bagaimana seharusnya manusia utk hidup selama didunia. Jd bagaimana mungkin manusia tdk membutuhkan agama ? Kan ada hukum positif ? Hukum positif terlalu subjektif untuk diambil keadilannya karna keadilan yg hakiki itu cuma TUHAN saja yg bisa.

Jadi kalo besok lihat org yg KTP nya kosong kolom agamanya, tengok saja bagaimana kehidupannya. Itulah mengapa pemerintah terdahulu mewajibkan rakyat indonesia memilih salah satu agama yg diakui oleh negara.
Quote:Original Posted By VIAMODEM
Onani otak dulu, pertanyaannya, bisakah manusia hidup tanpa agama ?

Agama intinya sm seperti hukum positif dalam hukum, UU, KUHP dll..yg isinya tidak lain tuntunan, jalan, way of life, jalan hidup yang lurus, dan hukum itu sendiri buat manusia dalam mengarungi kehidupan selama didunia. Agama berisi hukum bagi manusia, yg isinya apa apa yg diperbolehkan dan dilarang bagi manusia. Kalo dlm hukum positif, setiap pelanggaran maka akan diganjar dgn penjara, sdgkan dlm agama pelanggaran akan diganjar dgn neraka. Kalo hukum positif dibuat oleh manusia utk manusia, sdgkan agama diwajibkan utk dipercaya bahwa datangnya dari TUHAN dlm bentuk wahyu, di amanatkan ke org org suci yg kita sebut sebagai Nabi. Agama mengatur hidup manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan penciptanya.

Dengan demikian bisakah manusia hidup tanpa agama ? Menurut gw si ya ga bisa. Dulu manusia indonesia terkenal barbar sebelum masuknya agama. Manusia berperang melawan sesama saudara sendiri demi memuaskan syahwat nya akan kekuasaan, jajahan, kekayaan dll. Dulu siapa sangka manusia di sumatera utara melegalkan makan daging manusia ? Daging manusia disajikan sebagai makanan mewah para raja. Sejak masuknya kristen disana, perubahan terjadi.

Dulu dikalimantan dilakukan pengorbanan bagi musuh yg tertangkap dgn tradisi potong kepala. Begitu masuk agama disana terjadi perubahan.

Itu contoh kecil aja. Bandingkan dgn atheis , komunis dll nya. Dinegara yg mayoritas atheis macam belanda, hidup manusia serba glamor, hedon, hidup tiada batas selama manusia tdk mengganggu manusia lainnya. Mau bugil dijalanan pun boleh.

Intinya manusia tanpa agama seperti binatang dihutan, ga ada yg mengendalikan, siapa kuat dia menang. Sama aja seperti kita berlalu lintas, kalo ga ada rambu lalulintas maka semua akan seenaknya sendiri kan ?

Agama itu mengajarkan cinta, mengajarkan kasih pd sesama, mengajarkan bagaimana seharusnya manusia utk hidup selama didunia. Jd bagaimana mungkin manusia tdk membutuhkan agama ? Kan ada hukum positif ? Hukum positif terlalu subjektif untuk diambil keadilannya karna keadilan yg hakiki itu cuma TUHAN saja yg bisa.

Jadi kalo besok lihat org yg KTP nya kosong kolom agamanya, tengok saja bagaimana kehidupannya. Itulah mengapa pemerintah terdahulu mewajibkan rakyat indonesia memilih salah satu agama yg diakui oleh negara.


Sering2 main ke bpln gan...

agamaku agamaku agamaku agamamu juga
segala argumen bakal bermuara ke sana emoticon-Embarrassment