alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545ef18bbdcb17cf378b457f/mantan-staf-khusus-sby-kritik-keras-mendagri
Mantan Staf Khusus SBY Kritik Keras Mendagri
Tjahjo Kumolo tidak mengetahui posisinya sebagai Menteri Dalam Negeri dengan menyatakan membolehkan pengosongan agama di KTP. Tjahjo terbiasa mengurusi partai bukan negara.



"Kolom agama dikosongkan, kata menteri yang biasa ngurus partai dan sekarang menjadi menteri dalam negeri," kata mantan Staf Khusus Presiden keenam SBY, Andi Arief.



Menurut mantan aktivis mahasiswa itu, pengosongan agama di KTP itu menunjukkan tidak perlunya Menteri Agama di Indonesia.



"Lalu untuk apa kita memiliki menteri agama? Kalau kolom agama dikosongkan, berarti jenis kelamin juga kosongin, kasihan yang trans gender. Alamat rumah juga kosongin, kasihan dengan yang tidak punya rumah,” kritik Andi.



Ia meminta masyarakat tidak usah mengikuti anjuran Menteri Dalam Negeri itu untuk mengosongkan agama di KTP.



"Saran saya jangan dengerin menteri dalam negeri. Kosongin saja pikiran soal idenya. Persoalan kita ada di (menteri) dalam negeri, bukan di soal isi kolom KTP,” tutup Andi Arief. (AHN)

sumber: http://www.publicapos.com/nasional/2...keras-mendagri

wahhhhh ramai nih
Andi arief panasbung
Tulisan Dari Ardyan M Erlangga tentang Kolom Agama di KTP.

Saya enggak paham sama orang melulu ribut "banyak ganjalan kalau kolom agama di KTP dihapus". Kau bisa sulit dikubur lah, ada potensi merusak akidah lah, tak sesuai Pancasila lah, menyimpang dari adat ketimuran, blablabla...

Gini lho, wahai kaum malas baca terus suka menyimpulkan sendiri.

Pertama, itu aturan lama, dari awal Reformasi yo wis ono. Mendagri anyar cuma mempertegasnya. Dari mana tiba-tiba kalian bisa menyimpulkan kolom agama dihapus? Gimana kok bisa lompat masyarakat perlahan diminta mengosongkan kolom agama? Apakah kita berada di planet yang sama? Membaca berita dan UU yang sama?

Kedua, cuk, aturan ini bukan buat kalian, para pemeluk agama nan saleh dari enam ajaran yang diakui resmi pemerintah. TAK ADA YANG MEMAKSA KALIAN MENGOSONGKAN KOLOM AGAMA DI KTP. Kenapa harus mikir sampai sejauh itu. Yang sudah beragama, ya sudah toh, aman. Apa yang bikin kalian harus terdampak dari pilihan tersebut????

Ini tuh soal mereka yang jadi penganut Kaharingan, Sunda Wiwitan, Sapto Dharmo, dan lain sebagainya. Dari segi iman, mereka tidak masuk enam agama yang diakui pemerintah. Sementara kalau keterangan KTP mau ditambah, belum ada dasar hukumnya. Solusi paling pas, kosongkan dulu sampai ada kepastian dari DPR.

Intinya, JELAS MEREKA MEYAKINI AGAMA YANG BERBEDA. Sesulit apa sih memahami itu? Eling lakum dinukum waliyadin.

Masalahnya tuh kalian orang yang ribut soal kolom agama, mana pernah merasakan diskriminasi. Mereka itu lho, manusia beriman, bayar pajak juga kayak kalian, tapi malah tidak boleh urus ini itu hanya karena agamanya ndak masuk sistem administrasi negara.

Tidak ada upaya mengkafirkan umat. Tidak ada upaya menistakan agama resmi. Bahkan, sebagian ajaran ini sudah dikenal penghuni nusantara jauh sebelum agama samawi datang.

Apane dari mereka yang harus ditakuti umat mayoritas? Atau memang kubu ribut soal kolom agama ini baru puas kalau para penganut agama lokal syahadat, dibaptis, atau ke pura?

Walau saya pesimis kelompok yang ributnya ndak elok soal kolom KTP itu baca sampai sini, tetep saya ulang: Kebijakan ini BUKAN BUAT KALIAN COY. PEMELUK ENAM AGAMA RESMI TIDAK DIUTAK-ATIK, HAK KALIAN DILINDUNGI NEGARA SEPERTI BIASA. SILAKAN BERIBADAH DENGAN NYAMAN.

Sekali lagi, kebijakan itu buat ribuan WNI yang justru terasing di tanah airnya sendiri. Mereka yang kesulitan ngurus KK, ngurus akta kelahiran, nyari kerjaan, cuma karena agamanya sementara ini enggak masuk daftar pemerintah.

Opone yang ateis dan komunis dari kebijakan pilihan mengosongkan kolom agama? Lha wong kabeh le diomongke podo-podo percoyo Tuhan. Podo-podo nduwe agama. Mereka sama-sama menjalankan sila pertama Pancasila NKRI yang sakti mandraguna itu.

Hentikanlah perdebatan tidak perlu ini. Seburuk-buruknya mahluk hidup, menurutku, adalah yang meributkan hal tanpa mereka tahu duduk persoalannya. Ngeyel pula.

N.B: Kesimpulannya semakin banyak populasi penduduk Indonesia melek aksara, cuma baca judul berita. Ini berbanding lurus dengan membiaknya kebodohan dan rasa inferior golongan mayoritas.
supaya adil dikosongkan saja seperti negara lain emoticon-I Love Kaskus (S)
andi arif kan bosnya setiryadi redaktur obor rakyat emoticon-Ngakak



Mantan Staf Khusus SBY Kritik Keras Mendagri
gunanya mentri agama RI tuh buat urusin haji (dan dikentit pula duitnya ama SDA emoticon-Nohope )
Oh andy arif toh? Mantan aktivis sok mau eksis lagi :linux2
Ga bakal ngerti2 mereka.
Mereka baru mudeg kalo kita simulus otaknya dulu.

Mungkin gw bisa membuat mereka berimaginasi.
Coba mereka ke negara yg mengakui 2 agama saja.
Misalnya negara alibababan, mengakui kristen dan budha. Nah bagi yg beragama Islam karena tidak resmi diakui negara, jadi ktpnya ditulis kristen saja karena sama2 samawi.

Trus ada kebijakan menterinya sekarang boleh ngosongin agama. Dan orang2 ngegoblokin idiot menghujat menteri tersebut.
Kira2 begitulah
ini kan yang anu itu kan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By monyet2012
andi arif kan bosnya setiryadi redaktur obor rakyat emoticon-Ngakak



Mantan Staf Khusus SBY Kritik Keras Mendagri


ati2 dikarungin lu gan emoticon-Takut
Quote:Original Posted By jempolirengok
Tjahjo Kumolo tidak mengetahui posisinya sebagai Menteri Dalam Negeri dengan menyatakan membolehkan pengosongan agama di KTP. Tjahjo terbiasa mengurusi partai bukan negara.



"Kolom agama dikosongkan, kata menteri yang biasa ngurus partai dan sekarang menjadi menteri dalam negeri," kata mantan Staf Khusus Presiden keenam SBY, Andi Arief.



Menurut mantan aktivis mahasiswa itu, pengosongan agama di KTP itu menunjukkan tidak perlunya Menteri Agama di Indonesia.



"Lalu untuk apa kita memiliki menteri agama? Kalau kolom agama dikosongkan, berarti jenis kelamin juga kosongin, kasihan yang trans gender. Alamat rumah juga kosongin, kasihan dengan yang tidak punya rumah,” kritik Andi.



Ia meminta masyarakat tidak usah mengikuti anjuran Menteri Dalam Negeri itu untuk mengosongkan agama di KTP.



"Saran saya jangan dengerin menteri dalam negeri. Kosongin saja pikiran soal idenya. Persoalan kita ada di (menteri) dalam negeri, bukan di soal isi kolom KTP,” tutup Andi Arief. (AHN)

sumber: http://www.publicapos.com/nasional/2...keras-mendagri

wahhhhh ramai nih


Kemarin menteri hukum bikin satu kebijakan udah blunder. ini mendagri ikut2an. Begini toh kualitas menteri profesional partai gemblung. emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By masutpb


[i]Ini tuh soal mereka yang jadi penganut Kaharingan, Sunda Wiwitan, Sapto Dharmo, dan lain sebagainya. Dari segi iman, mereka tidak masuk enam agama yang diakui pemerintah. Sementara kalau keterangan KTP mau ditambah, belum ada dasar hukumnya. Solusi paling pas, kosongkan dulu sampai ada kepastian dari DPR.


Yang itu bukan termasuk agama
Padahal pancasila sila 1 dan uud mengisyaratkan harus beragama.
mentri goblok

gw rasa diangkatnya si cahyo enigh dari titah ibu suri

memalukan emoticon-Cape deeehh
sungguh memalukan emoticon-Cape deeehh
komunis akan kembali ?
Lebay ah. Kolom agama aja diributin. Emangnya ibadah antum gak diterima klo KTP gak ada agamanya?
emoticon-Big Grin

Zaman Nabi2 aja gak masalah. Jangankan kolom agama, KTP aja belum ada.
emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By coolyjava


Yang itu bukan termasuk agama
Padahal pancasila sila 1 dan uud mengisyaratkan harus beragama.


jadi orang yang menganut sunda wiwitan itu harus dimasukkan kemana ? emoticon-Bingung (S)

lalu kalau mereka tidak mau ?
Pro kontra...
Ayo mendagri bikin gebrakan yg bener2 ok dong!
Quote:Original Posted By coolyjava


Yang itu bukan termasuk agama
Padahal pancasila sila 1 dan uud mengisyaratkan harus beragama.

Harus beragama kan? Bukan harus nulis agamanya di KTP. Padahal yg di KTP-nya beragama X, belum tentu dia beragama itu beneran.
emoticon-Big Grin

Klo wajib nulis agama di KTP, harusnya negara mengakui semua agama yg ada di Indonesia dong. Gak cuma 6 aja yg boleh ditulis di KTP. Agama2 itu sdh ada sebelum Indonesia berdiri, seenaknya aja golongan tertentu melarang2 & membatasi agama.
emoticon-Big Grin
udah banyak bantahan koq masih tolol ya panasbung? wkwkwk...aturannya jelas dari zaman SBY sudah diberlakukan, skrg malah diributin
masih banyak yg gagal paham. TOLOL AKUT