alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545e0ed6bdcb1792718b456d/mari-kawal-pengelolaan-migas-mendatang-seharusnya-diserahkan-ke-negara
[mari kawal] Pengelolaan Migas Mendatang Seharusnya Diserahkan ke Negara
Pengelolaan Migas Mendatang Seharusnya Diserahkan ke Negara

Beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) yang beroperasi di Indonesia kontraknya akan segera berakhir. Ini menjadi kesempatan pemerintah mengelola sendiri migas yang terkandung dalam bumi Indonesia. Namun, sampai saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terhadap pengelolaan migas nasional mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menerbitkan Peraturan Menteri guna memberi kepastian kepada pelaku usaha pertambangan minyak dan gas yang kontraknya segera berakhir. Namun, saat ini aturan tersebut masih dalam pembahasan, dan ditargetkan selesai tahun ini.

“Dalam peraturan yang akan diterbitkan itu nantinya, ada empat poin mengenai kejelasan dan kelanjutan pengelolaan blok minyak dan gas yang segera habis kontrak,” kata Direktur Hulu Migas Kementerian ESDM, Naryanto Wagimin di Jakarta pada Rabu (1/10).

Pertama, blok migas yang kontraknya habis, pengelolaannya akan dipegang badan usaha milik negara, dalam hal ini PT Pertamina dengan seratus persen sahamnya dikuasai negara. Kedua, kontrak tetap diberikan kepada pengelola sebelumnya atau kontraknya diperpanjang.

Ketiga, pengelolaan blok migas yang habis kontrak akan dilakukan bersama antara Pertamina dan pengelola sebelumnya. Keempat, menggunakan metode transisi, yakni blok migas yang habis kontrak akan dikelola bersama antara Pertamina dan pihak sebelumnya. Namun, operator tetap dikendalikan oleh pihak sebelumnya.

Jika melihat empat poin di atas, peluang swasta untuk mengelola blok migas dalam negeri masih sangat besar. Padahal, Undang-Undang Migas No 22 Tahun 2001 menyebutkan, kontrak kerja sama migas yang akan berakhir, pengelolaan selanjutnya harus diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara, dalam hal ini Pertamina.

Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) mengatakan, migas merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi kehidupan bangsa. Berdasarkan undang-undang, maka migas harus dikuasai sepenuhnya oleh negara.

“Konsep dikuasai oleh negara mengandung makna tidak saja berarti memiliki atau penguasaan, tapi dalam arti luas mencakup aspek pengelolaan dan pengendalian secara langsung oleh negara,” kata Faisal. “Aspek pengelolaan dan pengendalian inilah sebenarnya yang akan menjadi pilar pendukung kedaulatan dan kemandirian migas nasional.”

Sampai saat ini ada 20 kontrak kerjasama yang akan segera berakhir. Dari 20 kontrak tersebut, mampu memproduksi minyak dengan total 635.000 barel per hari atau 30 persen sepanjang 2013. Dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, diperkirakan produksinya akan meningkat sebanyak 61 persen dari produksi minyak nasional. [*]

*Sumur


Ini Daftar Kontrak Blok Migas yang Segera Habis

Tapi kok bgini ya....
Ini kata mentri ESDM

emoticon-Mewek

Semoga blok2 migas itu bisa dikelola oleh negara sendiri....
Tapi kok mentri ESDM ngomongnya gitu yach.....emoticon-Embarrassment

ane bukan panasbung jg bukan panastak.....tp mari sodara2...kita awasi apa yg akan pemerintah lakukan untuk bangsa ini....demi rakyat indonesia....


emoticon-Matabelo
Gw juga bukan jones

emoticon-Mewek
Kmana para panasbung nih....harusnya ini bisa jadi bahan coli mereka.....emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By WongSuwung
Pengelolaan Migas Mendatang Seharusnya Diserahkan ke Negara

Beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) yang beroperasi di Indonesia kontraknya akan segera berakhir. Ini menjadi kesempatan pemerintah mengelola sendiri migas yang terkandung dalam bumi Indonesia. Namun, sampai saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terhadap pengelolaan migas nasional mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menerbitkan Peraturan Menteri guna memberi kepastian kepada pelaku usaha pertambangan minyak dan gas yang kontraknya segera berakhir. Namun, saat ini aturan tersebut masih dalam pembahasan, dan ditargetkan selesai tahun ini.

“Dalam peraturan yang akan diterbitkan itu nantinya, ada empat poin mengenai kejelasan dan kelanjutan pengelolaan blok minyak dan gas yang segera habis kontrak,” kata Direktur Hulu Migas Kementerian ESDM, Naryanto Wagimin di Jakarta pada Rabu (1/10).

Pertama, blok migas yang kontraknya habis, pengelolaannya akan dipegang badan usaha milik negara, dalam hal ini PT Pertamina dengan seratus persen sahamnya dikuasai negara. Kedua, kontrak tetap diberikan kepada pengelola sebelumnya atau kontraknya diperpanjang.

Ketiga, pengelolaan blok migas yang habis kontrak akan dilakukan bersama antara Pertamina dan pengelola sebelumnya. Keempat, menggunakan metode transisi, yakni blok migas yang habis kontrak akan dikelola bersama antara Pertamina dan pihak sebelumnya. Namun, operator tetap dikendalikan oleh pihak sebelumnya.

Jika melihat empat poin di atas, peluang swasta untuk mengelola blok migas dalam negeri masih sangat besar. Padahal, Undang-Undang Migas No 22 Tahun 2001 menyebutkan, kontrak kerja sama migas yang akan berakhir, pengelolaan selanjutnya harus diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara, dalam hal ini Pertamina.

Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) mengatakan, migas merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi kehidupan bangsa. Berdasarkan undang-undang, maka migas harus dikuasai sepenuhnya oleh negara.

“Konsep dikuasai oleh negara mengandung makna tidak saja berarti memiliki atau penguasaan, tapi dalam arti luas mencakup aspek pengelolaan dan pengendalian secara langsung oleh negara,” kata Faisal. “Aspek pengelolaan dan pengendalian inilah sebenarnya yang akan menjadi pilar pendukung kedaulatan dan kemandirian migas nasional.”

Sampai saat ini ada 20 kontrak kerjasama yang akan segera berakhir. Dari 20 kontrak tersebut, mampu memproduksi minyak dengan total 635.000 barel per hari atau 30 persen sepanjang 2013. Dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, diperkirakan produksinya akan meningkat sebanyak 61 persen dari produksi minyak nasional. [*]

*Sumur


Ini Daftar Kontrak Blok Migas yang Segera Habis

Tapi kok bgini ya....
Ini kata mentri ESDM

emoticon-Mewek

Semoga blok2 migas itu bisa dikelola oleh negara sendiri....
Tapi kok mentri ESDM ngomongnya gitu yach.....emoticon-Embarrassment

ane bukan panasbung jg bukan panastak.....tp mari sodara2...kita awasi apa yg akan pemerintah lakukan untuk bangsa ini....demi rakyat indonesia....


emoticon-Matabelo


Baru sadar ya klo jongoswi antek aseng emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sogols


Baru sadar ya klo jongoswi antek aseng emoticon-Big Grin


Udeh ngecrot aje lu emoticon-Busa:

emoticon-Cape deeehh
Quote:Original Posted By BikinSampah


Udeh ngecrot aje lu emoticon-Busa:

emoticon-Cape deeehh


Saksiin tuh junjungan lu dagang kontrak migas!
Goblok!!

emoticon-Belo

Quote:Original Posted By sogols


Saksiin tuh junjungan lu dagang kontrak migas!
Goblok!!

emoticon-Belo



emoticon-Mewek

Kok panastak gak ada yg masuk kmare yach....

emoticon-Mewek

Cuman dua panasbung goblok yg lagi becengkrama aje yg sambang kmare......

emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By WongSuwung
Kok panastak gak ada yg masuk kmare yach....

emoticon-Mewek

Cuman dua panasbung goblok yg lagi becengkrama aje yg sambang kmare......

emoticon-Mewek

Jangan diadu domba dong gan! Antara panasbung vs panastak emoticon-Embarrassment

Lah kabar si brewok brutus gimana?? Katanya ug makearin ma smeagol dia
Ane ngak percaya klo dikelola Negara lihat saja noh PERTAMINA ngak transparan ngeluarin harga pokok produksi saja ngak mau perasaan bbm dia produksinya paling mahal emoticon-Matabelo
kasih ke pertamina saja
Ane nyimak doloe ajah sambil liat perkembangans... emoticon-Big Grin
siap ngawal asal ga di kriminalisasi

Gaet Swasta Garap 40 Lapangan Migas, Karen:Pertamina EP Tak Mampu

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengakui kerja sama operasi (KSO) 40 lapangan migas milik perseroan dilakukan karena anak usahanya PT Pertamina EP, tidak mampu untuk mengelola lapangan itu.

"Pertamina EP tidak mampu karena sebenarnya proyek itu tapi hasilnya tidak bagus, makanya di KSO-kan," kata Karen di SPBU COCO Daan Mogot, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Menurut Karen, penunjukkan mitra kerja sama tersebut dilakukan melalui beauty contest yang diikuti berbagai perusahaan. "Sekarang sudah ada penandatanganannya, itu sudah lama sekali," terang Karen.

Sementara itu dihubungi terpisah, Manajer Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, skema kerjasama operasi diambil untuk tingkatkan perolehan produksi di lapangan-lapangan perseroan. Biasanya lapangan yang di kerjasamakan adalah lapangan-lapangan yang bukan menjadi proyek utama perseroan.

"Kalau lapangan KSO itu biasanya di lapangan yang second priority. Lapangan itu dikerjasamakan karena banyak lapangan yang tersebar," ungkap dia.

Sekadar informasi, Pertamina dikabarkan menyerahkan pengoperasian 40 lapangan migas yang saat digarap anak usahanya PT Pertamina EP melalui skema KSO dengan perusahaan swasta nasional, Geo Cepu Coorporation (GCC) dan Geo Coorporation Limited (GCL), perusahaan asal China.

"Ada keputusan dari Direktur Hulu Pertamina M Husein yang akan KSO 40 lapangan antara Pertamina EP dengan Geo Cepu Coorporation (GCC) & Geo Coorporation Limited (GCL)," ungkap Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Ugan Gandar.

Skema KSO, menurut Ugan, sebenarnya merupakan hal yang lumrah dan tidak haram dalam kegiatan operasi migas. Namun kalau yang dikerjasamakan operasinya itu adalah lapangan-lapangan andalan Pertamina untuk mencapai target produksi, tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan.

"Kalau itu bukan lapangan backbone (tulang punggung) Pertamina itu tidak masalah. Tapi ini kan lapangannya kami garap sehari-hari, oleh pegawai Pertamina sudah dinaikkan produksinya, eh malah mau di KSO-kan ke perusahaan swasta," terang dia.

Ugan juga menilai hal ini juga bertolak belakang dengan strategi Pertamina ke depan yang ingin meningkatkan produksi dengan mengambil alih lapangan-lapangan yang dioperasikan perusahaan migas asing.

"Di satu sisi Pertamina ingin ambil alih Blok Mahakam dan Siak dari Total dan Chevron, tapi kenapa lapangan yang ada malah diserahkan ke pihak ketiga," jelas dia. (Ndw)

sumber

loe yang bilang kasih ke pertamina nih baca beritanya, jangan koar-koar aza
Ane ikut mantau ajah lah emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By mitsuki.maeda
kasih ke pertamina saja


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Mafia Migas ala Jokewi :
JUALAN KONTRAK MIGAS emoticon-Smilie
Nyimak dulu gan...
kira2 Blok Mahakam tahun 2017 mo diapain ? emoticon-Embarrassment
Jaman Dahlan Iskan dan Karen Agustiawan kmaren sih dah FIX klau itu di take over Pertamina, gk tau skarang si Mbok Rini ... emoticon-Malu