alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545d93d3529a4517578b456c/utk-penyesat-info-di-jatengkolom-agama-penghayat-di-ktp-sdh-ada-beberapa-tanda
[UTK PENYESAT INFO] Di Jateng,Kolom Agama Penghayat di KTP Sdh Ada Beberapa Tanda (-)
Wacana pengosongan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) merembet hingga ke akar rumput penghayat kepercayaan Jawa Tengah. Bahkan, para penghayat di Jateng telah berkumpul menyikapi wacana pengosongan kolom agama di KTP.

Ketua bidang hukum Himpunan Penghayat Kepercayaan Jawa Tengah, Tito Hersanto berpendapat langkah yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 Admistrasi Kepedudukan. Hal itu juga sebagai upaya menempatkan warga penghayat kepercayaan sama dengan warga lainnya.

“Tindakan mendagri bersama menteri agama baru-baru ini sudah sesuai dengan amanat UU Adminduk (administrasi kependudukan). Dan itu yang seharusnya dilakukan para menteri,” ujar Tito kepada Kompas.com, Sabtu (8/11/2014).

Menurut Tito, selama ini masyarakat penghayat di Jawa Tengah masih dihadapkan dengan pemaksaan untuk memilih salah satu agama ketika hendak mengurus administrasi kependudukan. Jika tidak menghendaki, ada beberapa konsekuensi yang dihadapi, salah satunya tidak dibuatkan data kependudukan.

Selain hal tersebut, pihaknya juga tengah berupaya agar para warga penghayat tidak takut untuk mau mengurus administrasi. Dengan cerita pengalaman warga penghayat yang mengurus dokumen kependudukan ditolak, penghayat lain merasa sungkan untuk mengurus dokumen kependudukan.

Sebagian lain memilih untuk tidak mempunyai KTP. “Setelah dengar ada cerita warga penghayat yang ngurus dipersulit, akhirnya mau tidak mau memilih salah satu agama, padahal aslinya dia itu penghayat,” paparnya.

Meski demikian, kata dia, sebagian kecil penghayat kepercayaan di Jawa Tengah sudah memiliki KTP dengan kolom agama yang sudah diberi tanda (-). Sebagian lain juga sudah mendapat KTP dengan kolom agama diisi kepercayaan. “Sudah ada banyak. Ada yang (-), ada yang juga yang sudah diisi dengan kolom kepercayaan,” cetusnya.

http://regional.kompas.com/read/2014...erapa.Tanda.-.

saya benar2 heran dgn beberapa media dan politikus yang coba giring opini sesat yang bikin panasbung getar getir spt informasi "REAL COUNT PALSU PKS" dan "QUICK COUNT TVONE".


2 INFORMASI YANG MIRIP SUSUNAN KALIMATNYA, TAPI BEDA ESENSI:

- PENGHAPUSAN KOLOM AGAMA (PANASBUNG GARIS KERAS)
- KOLOM AGAMA BOLEH DIKOSONGKAN (INFORMASI YANG BENAR)


Kenapa tidak dipandang sebagai hal yng positif kalau kolom agama dikosongkan?
jadi org yg masih menganut aliran kepercayaan yg belum diakui oleh negara bisa jadi sasaran dakwah.
Bikin berita tentang halusinasi ketakutan nya gan
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Macam dejavu, dulu ada berita pembatalan aturan wajib busana muslim untuk seluruh karyawan Hypermart muslim dan non muslim

http://news.detik.com/read/2014/08/1...sangat-toleran

tapi berita2 bisa di cek di google pakek keyword : bali pegawai hypermart yang muncul berita apaan.

Mungkin tidak bisa mencerna bahasa Indonesia dengan baik emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By unFinisHeD
Bikin berita tentang halusinasi ketakutan nya gan
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


ketakutan kayak gmn bray? haha
biasa onani otak..padahal kalimat terakhir om bener tuh..bisa sasaran dakwah..baik dakwah islam maupun dakwah yg kafir emoticon-Ngakak..atau jgn2 kafir gak boleh dakwah ya? emoticon-Ngakak

KAFIRISASI! emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By armandnanda
biasa onani otak..padahal kalimat terakhir om bener tuh..bisa sasaran dakwah..baik dakwah islam maupun dakwah yg kafir emoticon-Ngakak..atau jgn2 kafir gak boleh dakwah ya? emoticon-Ngakak

KAFIRISASI! emoticon-Ngakak


justru ada ketakutan mendasar di sini.. takut data sebenarnya agama mayoritas menurun, agama minoritas dan atheis bertambah pesat.. itu paling ditakutkan oleh org2 PKS dan FPI, FUI krn mereka akan disalahkan atas menurunnya statistik agama Islam karena tingkah laku mrk


Islam ga akan rusak namanya gara-gara kelakuan segelintir orang
Masih banyak Islam yang toleran, kebetulan aja yang intoleran selalu jadi banci kamera
Quote:Original Posted By Girl.In.Bikini
Islam ga akan rusak namanya gara-gara kelakuan segelintir orang
Masih banyak Islam yang toleran, kebetulan aja yang intoleran selalu jadi banci kamera


makanya kaum ekstrim makin kalap aturan ini dgn sesatin informasi yang bener ke publik dgn tujuan yang provokatif
wah ane terguncang nih abis baca ginian emoticon-Takut
Quote:Original Posted By amingrais


ketakutan kayak gmn bray? haha


Takut kolom agama nya di hapus gan, takut ntar jadi ga punya agama...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By monyet2012
wah ane terguncang nih abis baca ginian emoticon-Takut


bagian mana ? atas atau bawah yang terguncang? wkwkwk...
Yasilahkan saja kolom agam di kososngkan,
coba ntar kalo mo kimpoi trus berhubungan dengan naim atau KUA.
pengen liat lo lo pade yg masih sok sokan mo ngosongin kolom agama.

oalah TS, penggiringan opini sesat lo kog mentah lagi sama GUE


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By unFinisHeD


Takut kolom agama nya di hapus gan, takut ntar jadi ga punya agama...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


itu sih ketakutan ga berdasar.. wkwkwk

Aliran kepercayaan aseli negri ini kegusur ama agama2 pendatang.
Quote:Original Posted By sertujoko
Yasilahkan saja kolom agam di kososngkan,
coba ntar kalo mo kimpoi trus berhubungan dengan naim atau KUA.
pengen liat lo lo pade yg masih sok sokan mo ngosongin kolom agama.

oalah TS, penggiringan opini sesat lo kog mentah lagi sama GUE


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


inilah salah satu cth kebodohan akut.. masih gagal paham.. org bahasnya A dia lari ke bahasan B .. stereotype
Penghayat Minta Kolom Agama Tidak Dikosongkan tapi...

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak.
Sabtu, 8 November 2014 | 10:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com – Warga Penghayat Kepercayaan di Jawa Tengah meminta Pemerintah tidak mengosongkan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Mereka tidak ingin dianggap ateis dengan mengosongi kolom tersebut.

“Kami minta malah jangan dikosongkan. Kami minta agar tetap ditulis, tapi dalam KTP ditulis kepercayaan. Nanti kalau kosong dikira ateis,” ujar Kepala Divisi Hukum Himpunan Penghayat Kepercayaan Jawa Tengah, Tito Hersanto, Sabtu (8/11/2014).

Selama ini, kata Tito, banyak warga penghayat di beberapa daerah di Jawa Tengah masih takut membuat KTP. Menurut dia, ada asumsi sulit mendapat pelayanan ketika mengaku sebagai penghayat. Kalaupun akhirnya ada penghayat mengurus KTP, kata dia, mereka akan memilih salah satu agama yang diakui pemerintah.

Meski demikian, tutur Tito, beberapa penghayat sudah berani mengakui soal keyakinannya itu dalam KTP. Dalam KTP, para penghayat ini mendapat tanda setrip (-) dalam kolom isian agama. Menurut Tito, tanda setrip itu pun sudah disyukuri para penghayat sebagai bentuk pengakuan dan penghilangan diskriminasi.

“Kami kemarin sudah kumpul dengan penghayat dari Banten, DIY, Jateng dan dari kami di Pemalang. Kita sepakat untuk tidak mengosongkan KTP, tapi ditulis kepercayaan. Jadi, kami ingin memperjuangkan himpunan ber-KTP kepercayaan (HBK),” papar Tito.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, WNI penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh pemerintah boleh mengosongkan kolom agama dalam e-KTP. Pemerintah tidak ingin ikut campur terhadap WNI yang memeluk keyakinan sepanjang itu tidak menyesatkan dan mengganggu ketertiban umum.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla juga berpendapat senada. Dia memperbolehkan pengosongan kolom agama di KTP, karena hal itu adil untuk semua warga negara Indonesia. Pengosongan kolom agama ditujukan bagi WNI yang memeluk agama di luar enam agama yang diakui pemerintah "Bukan penghapusan, yang ada diisi di kolom, kalau tidak ada dari enam agama itu, mau diisi apa? Kosongkan saja tho," kata JK.

Penulis: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Editor: Palupi Annisa Auliani

http://regional.kompas.com/read/2014...paign=related&
Yg parno itu yg takut kehilangan member jadi ga bisa lagi jualan atas nama agama
Quote:Original Posted By unFinisHeD


Takut kolom agama nya di hapus gan, takut ntar jadi ga punya agama...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


nah gw keder juga ama yg begini. emang kolom agama di kosongin. trus mendadak murtad apa gimana
silahkan download dan baca UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. (kalau ga salah, org2 yg selama ini penyeleweng informasi juga ikut terlibat mengesahkan ... atau mrk ikutan walk out)

http://kependudukanpemdadiy.files.wordpress.com/2014/01/uu-no24tahun2013ttg_perubahan_atas_uu-no23tahun2006ttgadminduk.pdf

baca yg paling esensial pasal 64 ayat 5
Quote:Original Posted By amingrais


inilah salah satu cth kebodohan akut.. masih gagal paham.. org bahasnya A dia lari ke bahasan B .. stereotype


Halusinasi susah sembuh nya gan, tulisan agan panjang lebar yg keliatan cuman penghapusan kolom agama

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By rachmacool


nah gw keder juga ama yg begini. emang kolom agama di kosongin. trus mendadak murtad apa gimana


takut ditilang malaikat di akhirat..