alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545d75df529a45753b8b456c/ini-kata-anies-baswedan-soal-beda-kartu-indonesia-pintar-dan-beasiswa-siswa-miskin
Ini Kata Anies Baswedan soal Beda Kartu Indonesia Pintar dan Beasiswa Siswa Miskin
Ini Kata Anies Baswedan soal Beda Kartu Indonesia Pintar dan Beasiswa Siswa Miskin

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan, Anies Baswedan, menegaskan bahwa Kartu Indonesia Pintar bukan semata pergantian nama dari Beasiswa Siswa Miskin.

Namun, kata Anies, anggaran KIP untuk sementara akan sama dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk program bantuan BSM. Menurut dia, pemerintah sekarang tengah melakukan pemutakhiran data untuk KIP.

"Saya harap begitu (data sudah lengkap sebelum APBNP 2015)," kata Anies kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (7/11/2014). Dia pun lalu memaparkan beda antara KIP dan BSM.

Menurut Anies, ada perbedaan mendasar dalam konsep KIP dengan BSM. Bila BSM hanya menyasar siswa miskin berdasarkan data dari sekolah, papar dia, maka KIP menjangkau semua anak usia sekolah dari keluarga miskin.

Data baru untuk KIP akan berdasarkan jumlah rumah tangga miskin yang memiliki anak usia sekolah. "Karena (KIP) bukan hanya (untuk yang berstatus) siswa," ujar Anies. "KIP itu tujuannya agar anak yang sudah keluar sekolah bisa kembali ke sekolah atau menggunakan dananya untuk ikut pelatihan seperti di BLK atau kursus-kursus sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan."

"Jadi bukan namanya saja tapi konsepnya juga berubah," tegas Anies. Menurut dia, untuk dua bulan terakhir pada 2014 ini penyaluran alokasi dana KIP masih mengacu pada data dan anggaran BSM.

Sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja menggelar rapat di Kementerian Keuangan pada Jumat malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, agenda rapat itu mencakup evaluasi serapan APBN 2014, persiapan RAPBN 2014, dan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

Beberapa menteri yang terlihat hadir di Kementerian Keuangan ini, selain Anies adalah Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, serta Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

__________

jangan ada lagi kata "orang miskin dilarang sekolah"

emoticon-Big Grin
emoticon-Matabelo mantep dong klo gitu ini kartunya
kemiskinan jadi komediti politik emoticon-Embarrassment
penambahan jumlah peserta tanpa diikuti penambahan jumlah anggaran

JENIUS emoticon-Ngakak
Beasiswa banyakin
Quote:Original Posted By selang bensin
kemiskinan jadi komediti politik emoticon-Embarrassment

namanya jg jabatan politik, mewek kelaut ajah emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By Realtruth
penambahan jumlah peserta tanpa diikuti penambahan jumlah anggaran

JENIUS emoticon-Ngakak


Quote:Menurut dia, pemerintah sekarang tengah melakukan pemutakhiran data untuk KIP.



emoticon-Belo
Semoga anak-anak yang putus sekolah dapat segera terbantu...
Mengingat sebentar lagi 2015
2 bulan terakhir ?
emange ngerti mekanisme bsm ga sih mentri siji iki
emoticon-Big Grin
Program KARTU INDONESIA PINTAR ini memang harus jadi prioritas pak Jokowi!
Mengingat PANASTAK banyak yang GUOOBLOOOOK!
Makanya kartu subsidi sekolah ini harus segera diwujudkan dalam 2 minggu kerja demi mewujudkan impian PANASTAK GUOOOBLOOOK untuk dapat sekolah. emoticon-I Love Indonesia (S):
Quote:Original Posted By Realtruth
penambahan jumlah peserta tanpa diikuti penambahan jumlah anggaran

JENIUS emoticon-Ngakak


itu ga usah pusing om

biarin aja manejemen (pemerintah) yang pusing

kita rakyat ya lebih enak lebih bagus
Kenapa gak BSM aja yang di sempurnain pak mentri kan tinggal menambah anak usia sekolah yang gak sekolah untuk dikasih bantuan juga lebih cepatkan .. Toh KIP juga dalam 2 bln ini masih mengacu pada data BSM jadinya buang buang waktu dan tenaga Yang pasti buang buang uang dengan mencetak kartu baru ( project nih )
Quote:Original Posted By gegeplolo
Kenapa gak BSM aja yang di sempurnain pak mentri kan tinggal menambah anak usia sekolah yang gak sekolah untuk dikasih bantuan juga lebih cepatkan .. Toh KIP juga dalam 2 bln ini masih mengacu pada data BSM jadinya buang buang waktu dan tenaga Yang pasti buang buang uang dengan mencetak kartu baru ( project nih )


kerja kerja kerja emoticon-Mad
Sip... Satu lagi menteri yang omongannya masuk akal...

Satu lagi pak yang harus diperhatikan adalah bukan sekedar membiayai.. Tapi meyakinkan pentingnya sekolah.. Karena banyak juga anak yang tidak sekolah bukan hanya karena tidak mampu namun karena diharuskan membantu perekonomian keluarga.. Kalau hanya dibiayai saja tapi keluarganya tidak setuju sampai kapanpun gak akan berhasil mewajibkan seluruh warga wajib sekolah... Semoga berhasil pak
Quote:Original Posted By gegeplolo
Kenapa gak BSM aja yang di sempurnain pak mentri kan tinggal menambah anak usia sekolah yang gak sekolah untuk dikasih bantuan juga lebih cepatkan .. Toh KIP juga dalam 2 bln ini masih mengacu pada data BSM jadinya buang buang waktu dan tenaga Yang pasti buang buang uang dengan mencetak kartu baru ( project nih )


Bukankah sudah jelas, yang ada di otaknya hanya pencitraan + claim hasil kerja pemerintahan sebelumnya + jinakin rakyat menjelang kenaikan harga BBM emoticon-Ngakak
Halah

Ngurusin univ elo aja g becus
Quote:Original Posted By adnan.januzaj.
Halah

Ngurusin univ elo aja g becus


sadis lu om..
Quote:Original Posted By INCUBATOR

jangan ada lagi kata "orang miskin dilarang sekolah"

emoticon-Big Grin


Iki ora tunggu komentare sopo2 to cak? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Realtruth
penambahan jumlah peserta tanpa diikuti penambahan jumlah anggaran

JENIUS emoticon-Ngakak


bisa aja lah.

penambahan jumlah peserta, tanpa diikuti penambahan jumlah anggaran, maka solusinya adalah pengurangan jumlah yg diserahkan.

emoticon-Ngakak

anies mah jago bikin kata2 indah doang, ngurus univnya aja gak becus
Quote:Original Posted By gegeplolo
Kenapa gak BSM aja yang di sempurnain pak mentri kan tinggal menambah anak usia sekolah yang gak sekolah untuk dikasih bantuan juga lebih cepatkan .. Toh KIP juga dalam 2 bln ini masih mengacu pada data BSM jadinya buang buang waktu dan tenaga Yang pasti buang buang uang dengan mencetak kartu baru ( project nih )


ou, tidak bisa.

kl menyempurnakan BSM, maka yg akan diingat adalah SBY, krn itu adalah program di jaman SBY. lalu, gimana dengan Jokowi yg sekarang memerintah?

makanya, namanya musti di rename, walaupun isinya sama saja, dengan tambahan sedikit polesan disana sini.