alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c84ff148b4659168b4575/pengamat-ancaman-isis-lebih-hebat-dari-al-qaeda
Pengamat: Ancaman ISIS Lebih Hebat dari Al Qaeda
Pengamat: Ancaman ISIS Lebih Hebat dari Al Qaeda

Pengamat di Australia Loretta Napoleoni mengatakan kelompok yang menamakan dirinya sebagai Negara Islam, atau ISIS lebih hebat dari Al Qaeda. Kebijakan negara-negara barat untuk menumpas ekstrimis seperti ini pun dianggap belum tentu berhasil.

Loretta Napoleoni yang juga ahli soal pembiayaan terorisme asal Italia ini mengatakan kelompok ekstrimis sudah memiliki kekuatan yang sama dengan pemerintahan, dalam hal pendanaan dengan menerapkan pajak dan menguasai kekayaan alam, seperti minyak.

Saat kelompok yang membawa nama Islam ini berperang melawan rezim Bashar Assad, tidak banyak yang menaruh perhatian hingga merasa menjadi terancam dengan rencana yang sesungguhnya, dengan mendirikan kekuatan sendiri di kawasan tersebut.

"Jumlahnya dana mereka sudah mencapai antara 20 hingga 40 triliun rupiah. Mereka menggunakan pendanaan dengan struktur pembiayaan layaknya sebuah negara," ujar Napoleoni.

"Sesaat setelah mereka menguasai sebuah kawasan, mereka langsung bergabung dengan warga lokal, para pemimpin suku, untuk bisa ikut mengelola sumber-sumber kekayaan alam," jelas Napoleoni dalam wawancara dengan ABC.

Jadi menurutnya kelompok ini tidak hanya organisasi yang dilengkapi dengan senjata, tapi sudah menguasai kawasan timur Suriah, serta bagian utara dan barat Irak.

Pejuang ISIS di kawasan Suriah Utara pada akhir Juni 2014 (Foto: Reuters).

Mereka juga dilaporkan telah menguasai sejumlah ladang-ladang minyak dan sumber-sumber air.

"Cara mereka mencari uang adalah penjarahan, penculikan untuk tebusan, pajak bisnis, dan tentunya menjual minyak," jelas Napoleoni yang baru saja menulis sebuah buku berjudul "The Islamist Phoenix".

Ia juga menambahkan keuntungan yang didapat dari penjualan minyak ini bisa mencapai 20 miliar rupiah per harinya, yang kebanyakan dijual ke Turki atau dijual bersama dengan para warga lokal.

Napoleoni juga mengatakan sejumlah kebijakan untuk pemberantasan teror yang dilakukan oleh negara-negara barat akan berhasil.

Australia, adalah salah satu negara yang memilki kebijakan soal pemberantasan teror ini dengan undang-undang soal pengiriman pejuang-pejuang ke timur tengah.

"Undang-undang tersebut membuat warga Australia akan dinyatakan melanggar hukum jika pergi ke kawasan konflik. Tetapi hal ini belum tentu efektif. Jika ada orang yang mau pergi, ya mereka bisa pergi begitu saja," kata Napoleoni.

"Apa yang menarik dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam ini adalah kemampuan untuk ikut mendirikan negara baru, jadi mengapa harus kembali ke Australia?" tambahnya.

- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/11/pen....VC4UZhtI.dpuf
masa sih om?emoticon-Matabelo
gan ... bpln satu pengkolan lagi gan ....
salah kamar gan emoticon-I Love Kaskus (S)
Quote:Original Posted By bekun
masa sih om?emoticon-Matabelo


mau tau bgt om ? emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By adminlagionani


mau tau bgt om ? emoticon-Ngakak


nggak juga sih om emoticon-Ngakak