alexa-tracking

Denda Lebih Kecil dari Pengeluaran, Pemerintah Akan Sempurnakan Sanksi Pelanggaran Ud

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c7ec631e2e644708b456c/denda-lebih-kecil-dari-pengeluaran-pemerintah-akan-sempurnakan-sanksi-pelanggaran-ud
Denda Lebih Kecil dari Pengeluaran, Pemerintah Akan Sempurnakan Sanksi Pelanggaran Ud
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menyempurnakan pemberian sanksi bagi pesawat asing yang melakukan pelanggaran batas wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, sanksi hukum yang diberikan tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan negara untuk mengerahkan pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara.

"Kita akan kumpul dulu, bicarakan dulu. Kalau sudah sepakat baru kita sampaikan ke Presiden (Joko Widodo). Kita berlakukan, kita sampaikan ke negeri tetangga kalau pelanggaran seperti itu dendanya segini," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat mendampingi Presiden meninjau Pameran Industri Pertahanan Indo Defence Expo dan Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/11/2014), seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Presiden Jokowi sudah meminta agar wilayah Indonesia diamankan, termasuk pengamanan alurlaut kepulauan Indonesia (ALKI).

"Jadi istilahnya, sebuah rumah maka pintu-pintunya harus diamankan," katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menegaskan sanksi hukum yang diberikan kepada pesawat-pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan negara untuk mengerahkan pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara.

"Setidaknya butuh dana sebesar Rp 400 juta untuk pesawat Sukhoi agar bisa terbang selama satu jam. Kemudian setelah berhasil dipaksa mendarat, pesawat-pesawat asing tersebut hanya diharuskan membayar denda sebesar Rp 60 juta," kata Panglima TNI saat mengunjungi pameran Indo Defence Expo 2014, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Ia menilai, sanksi yang diberikan tak memberikan efek jera. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah segera melakukan perubahan UU No 1 tahun 2009 soal penerbangan. Bahkan, dirinya berharap TNI bisa diberi kewenangan dalam hal penindakan.

"Undang-undangnya harus diperbaiki. Kalau untuk penegakan, biar diserahkan ke TNI. Kami akan tindak tegas itu," kata Moeldoko.

Tidak hanya itu, Moeldoko juga menyarankan setiap pelaku pelanggar wilayah udara Indonesia bisa dihukum lebih berat. "Ya dimasukkan penjara. Itu harus," tutur Moeldoko.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengaku siap bertemu dan menyampaikan usulannya terkait perubahan undang-undang itu ke komisi I DPR.

"Begitu saya ada kesempatan, akan saya sampaikan. Ini sangat penting untuk jadi atensi besar," ujar mantan Pangdam Siliwangi tersebut.

TNI Angkatan Udara menginginkan untuk memiliki kewenangan menyidik karena saat ini TNI AU hanya berwenang melakukan penyergapan atau intersepsi terhadap pesawat asing yang masuk tanpa izin.

"TNI AU kalau bisa dijadikan sebagai penyidik. Karena yang mengerti apa yang dikeluarkan negara dalam menggerakkan pesawat tempur adalah TNI AU. Jadi, nanti akan terakumulasi secara hukum yang benar," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Seperti diberitakan, tidak sampai dua minggu, Senin (3/11), pesawat asing kembali melanggar wilayah udara Indonesia. Terakhir, Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II dapat memaksa jet pribadi jenis Gulfstream IV mendarat di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

http://nasional.kompas.com/read/2014...campaign=Kknwp

gile..cpet bgt loh reaksinya...baru kali ini dpt yg cepet bertindak....
1 miliar lah omemoticon-Matabelo
Quote:


dpr nya masih cuti, harap kembali tahun depan emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
image-url-apps
Bagus menteri hrs cpt tanggap kek gini, sebaiknya d kasi denda 1 m sesuai dgn usulan mayoritas msy
Quote:


usulin 60M atau penjara 1 taun emoticon-Big Grin
Quote:


sekalian sita pesawatnya om emoticon-Matabelo
dah ane bilang itu pesawat2 nya pakein argometer aja
×