alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c6be6bccb179f628b4570/sasaran-fpi-protes-pemerintah-warga-bali-buka-warung-100-persen-haram
[Sasaran FPI] Protes pemerintah, warga bali buka warung 100 persen haram
[Sasaran FPI] Protes pemerintah, warga bali buka warung 100 persen haram

Merdeka.com - Kebijakan pemerintah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, disalahartikan oleh sejumlah usaha kecil di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka ramai-ramai memasang label haram pada usahanya, terutama mereka yang menjual produk makanan bahan daging babi.

Kasus ini mencuat ketika Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng mewajibkan setiap usaha makanan harus mengantongi sertifikasi yang dikeluarkan oleh BPOM Bali dan MUI. Ini disampaikan tanpa mengurangi maksud dan tujuan serta jenis produk apa saja yang dikategorikan untuk aturan tersebut.

Dampaknya sejumlah makanan Babi Guling, Lawar Bali, Siobak dan bakso babi memasang label nyeleneh, salah satunya dengan tulisan; Ini makanan Haram. Ada juga yang menulis 100 Persen Haram, dan sebagainya.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Buleleng Made Arnika mengatakan, pihaknya, tidak menampik bahwa para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi memang tidak bisa masuk dalam Pasar MEA secara global.

"Ya, memang sertifikasi kehalalan itu dikeluarkan oleh MUI. Tapi, bukan berarti produk mereka tidak bisa berjalan. Tetap bisa jalan, tapi hanya sebatas pasar lokal saja, dan untuk masuk pasar modern itu tidak akan bisa," kata Arnika melalui telepon seluler, Rabu (5/11).

Lebih jauh Arnika juga menjelaskan, produk-produk yang berhak mendapatkan sertifikasi kehalalan, hanyalah produk di luar berbahan dasar Babi. Jadi, lanjut Arnika menerangkan, khusus untuk para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi jangan takut untuk ikut bersaing dalam MEA nanti, walaupun hanya dalam lingkup lokal.

"Jangan takut untuk ikut bersaing dengan pengusaha-pengusaha luar yang lebih modern dan sudah mendapat pengakuan kehalalan, walaupun itu tidak bisa masuk dalam pasar modern. Usaha mereka harus tetap berjalan seperti biasa," tandas Arnika.

Salah seorang pengusaha krupuk babi di Buleleng saat dimintai tanggapannya terkait hal ini merasa terkejut. Pasalnya, produk yang dihasilkannya tersebut merupakan produk yang berbahan dasar babi, sehingga untuk lebih mudah memasarkan produk tersebut saat menghadapi MEA, dirinya mengaku pasti mengalami kesulitan.

"Masak sih pak kayak gitu?, padahal produk saya ini kan berbahan dasar babi, gimana cara saya nanti untuk memperoleh sertifikasi kehalalan. Padahal, saya sangat ingin hasil produk saya bisa dikenal masyarakat luas, dan bisa masuk ke pasar modern," ujar Widiana.

sumber

emoticon-No Sara Please kalo koment ya

Tambahan, ane kurang focus kena paha putih emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By jasmevo
[Sasaran FPI] Protes pemerintah, warga bali buka warung 100 persen haram


Wah FPI siap turun tangan nih emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
kl cuman masang nama haram kayaknya udah bbrp taun lalu deh di bali emoticon-Smilie
lagipula bagus tooo... banyak wisatawan yg ragu2 mau makan, takut babi,
kl uda warung masang nama gini kan jelasss


cuan gede yak MUI emoticon-Big Grin
Logika yang aneh emoticon-Ngakak

Haram tapi halal emoticon-Ngakak
kalau pasar globalkan banyak juga yang bisa makan babi, kalau dikemas secara baik, yg dianggap haram ama orang muslim mah bisa aja bersaing di pasar global, yang pasti harus ada tandanya bahwa itu mengandung babi
Dijanin 100% Haram ! Wkwkkwkk...
wow menjual emoticon-babi :anjing dan emoticon-Angkat Beer pastinya emoticon-Recommended Seller

MUI mah gak ada pengaruh di BALI

emoticon-Cape d...
Emang yg ga halal pasti ga bisa bersaing di pasar global?






Peraturan yg lucu.....emoticon-Ngakak
Padahal pasarnya besar lo, di thailand juga kebanyakan pake daging babi jg..
naik lagi donk harga utk dapatin stempel halal

MUI = Majelis Uang Islami
Ane pengen cobain ... pesen satu bang emoticon-Request
Quote:Original Posted By luminusia
Emang yg ga halal pasti ga bisa bersaing di pasar global?






Peraturan yg lucu.....emoticon-Ngakak


asli gw bingung nih sama org pemerintahnya..
jelas2 pemakan babi itu jmlh nya lbh banyak dibanding yg ngga di dunia ini.. emoticon-Cape d... (S)
FPI Tdk compatible dgn Bali
biasa saja, malah yg muslim jadi tau emoticon-Recommended Seller
cuman ngapain bawa fpi?? logika tolol TS emoticon-Tai
gue masih gak ngerti dengan pernyataan bahwa produk haram tidak bisa masuk Pasar Modern, hanya bisa di tingkat Lokal saja.

Pasar modern itu maksudnya Pasar Asean? Pasar International?

bukannya terbalik pernyataannya, harusnya Pasar International bisa menerima produk babi, karena mayoritas masyarakat international khan bukan muslim, iya gak

emoticon-Bingung (S)
lagian buat apa dipaksakan harus pake label halal dari mui segala , kalau memang mengandung babi ,nambah nambahin biaya sj.ya pake sj mark mengandung babi, tindakan para pedagang itu sudah betul , jd ngga ada yg pura pura salah masuk emoticon-Ngakak
Ham, bacon, babi kalengan, banyak kok ada di supermarket, maksudnya apa ya yg haram ga bisa bersaing ? emoticon-Bingung (S):
Quote:Original Posted By minpin
[Sasaran FPI] Protes pemerintah, warga bali buka warung 100 persen haram

Merdeka.com - Kebijakan pemerintah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, disalahartikan oleh sejumlah usaha kecil di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka ramai-ramai memasang label haram pada usahanya, terutama mereka yang menjual produk makanan bahan daging babi.

Kasus ini mencuat ketika Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng mewajibkan setiap usaha makanan harus mengantongi sertifikasi yang dikeluarkan oleh BPOM Bali dan MUI. Ini disampaikan tanpa mengurangi maksud dan tujuan serta jenis produk apa saja yang dikategorikan untuk aturan tersebut.

Dampaknya sejumlah makanan Babi Guling, Lawar Bali, Siobak dan bakso babi memasang label nyeleneh, salah satunya dengan tulisan; Ini makanan Haram. Ada juga yang menulis 100 Persen Haram, dan sebagainya.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Buleleng Made Arnika mengatakan, pihaknya, tidak menampik bahwa para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi memang tidak bisa masuk dalam Pasar MEA secara global.

"Ya, memang sertifikasi kehalalan itu dikeluarkan oleh MUI. Tapi, bukan berarti produk mereka tidak bisa berjalan. Tetap bisa jalan, tapi hanya sebatas pasar lokal saja, dan untuk masuk pasar modern itu tidak akan bisa," kata Arnika melalui telepon seluler, Rabu (5/11).

Lebih jauh Arnika juga menjelaskan, produk-produk yang berhak mendapatkan sertifikasi kehalalan, hanyalah produk di luar berbahan dasar Babi. Jadi, lanjut Arnika menerangkan, khusus untuk para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi jangan takut untuk ikut bersaing dalam MEA nanti, walaupun hanya dalam lingkup lokal.

"Jangan takut untuk ikut bersaing dengan pengusaha-pengusaha luar yang lebih modern dan sudah mendapat pengakuan kehalalan, walaupun itu tidak bisa masuk dalam pasar modern. Usaha mereka harus tetap berjalan seperti biasa," tandas Arnika.

Salah seorang pengusaha krupuk babi di Buleleng saat dimintai tanggapannya terkait hal ini merasa terkejut. Pasalnya, produk yang dihasilkannya tersebut merupakan produk yang berbahan dasar babi, sehingga untuk lebih mudah memasarkan produk tersebut saat menghadapi MEA, dirinya mengaku pasti mengalami kesulitan.

"Masak sih pak kayak gitu?, padahal produk saya ini kan berbahan dasar babi, gimana cara saya nanti untuk memperoleh sertifikasi kehalalan. Padahal, saya sangat ingin hasil produk saya bisa dikenal masyarakat luas, dan bisa masuk ke pasar modern," ujar Widiana.

sumber

emoticon-No Sara Please kalo koment ya


setor ke MUI dolo, cuman beberapa puluh juta kok
haram bagi orang yang mencapnya haram, halal karena tidak di jual kepada orang yang mengaku2 muslim.