alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c665bbdcb17987d8b4567/lucu-amp-anehpenghina-prabowo-dibui-padahal-nggak-ada-yang-lapor-gerindra-investigasi
Thumbs up 
Lucu & Aneh,Penghina Prabowo Dibui Padahal Nggak Ada Yang Lapor! Gerindra Investigasi
Lucu Dan Aneh, Penghina Prabowo Dibui Padahal Nggak Ada Yang Lapor! Gerindra Investigasi Siapa Pelapornya


Lucu & Aneh,Penghina Prabowo Dibui Padahal Nggak Ada Yang Lapor! Gerindra Investigasi


Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya Desmond Mahesa mengatakan partainya sedang menyelidiki kasus penangkapan Brama Japon Janua. Pria yang bekerja sebagai staf satuan pengaman (satpam) di Sidoarjo, Jawa Timur, itu ditahan di Rumah Tahanan Medaeng karena menghina Prabowo.


Menurut Desmond, Gerindra masih mencari tahu siapa yang melaporkan Brama. "Sejauh ini, bukan kader kami yang melaporkan," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu malam, 5 November 2014.

Saat ini, ujar dia, koordinasi dilakukan di internal partai untuk menelusuri lebih jauh kasus yang menimpa satpam sebuah perusahaan BUMN di Tanjung Perak itu. Desmond enggan berkomentar banyak ketika ditanya kemiripan kasus ini dengan kasus MA, tukang sate yang menghina Presiden Joko Widodo melalui Facebook.

"Kami masih belum paham benar tentang kasusnya. Kami akan melakukan investigasi dulu, siapa yang melaporkan kasus ini," tutur Desmond.

Brama menulis status lewat akun Facebook dengan nama Bribda Candra Tanzil yang bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim. Dalam status Facebook-nya, tertulis kalimat penolakan terhadap Prabowo untuk menjadi presiden.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan Kopassus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah, aku hanya pengin hidup tenang, menangkan Jokowi, ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya Jokowi kalau beliau bisa menjadi Presiden RI," tulis Brama di akun Facebook-nya. Status itu diunggah pada masa pemilihan presiden lalu.

Gara-gara status tersebut, Brama dibui sejak 6 Agustus 2014. Ia diduga melakukan pencemaran nama baik melalui jejaring sosial. Ancamannya, hukuman maksimal 6 tahun penjara.



Penghina Prabowo Dibui, Gerindra Akan Investigasi

Kam, 6 Nov 2014

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Desmond Mahesa mengatakan partainya sedang menyelidiki kasus penangkapan Brama Japon Janua. Pria yang bekerja sebagai staf satuan pengaman (satpam) di Sidoarjo, Jawa Timur itu ditahan di Rutan Medaeng karena menghina Prabowo. (Fadli Zon Minta Penghina Prabowo Dipidanakan)

Menurut Desmond, Gerindra masih mencari tahu siapa yang melaporkan Brama. "Sejauh ini bukan kader kami yang melaporkan," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu malam, 5 November 2014.

Saat ini, ia menambahkan, koordinasi dilakukan di internal partai untuk menelusuri lebih jauh kasus yang menimpa satpam sebuah perusahaan BUMN di Tanjung Perak itu. Desmond enggan berkomentar banyak ketika ditanya kemiripan kasus ini dengan kasus MA, tukang sate yang juga menghina Presiden Joko Widodo melalui Facebook.

"Kami masih belum paham benar tentang kasusnya. Kami akan melakukan investigasi dulu siapa yang melaporkan kasus ini," kata Desmond.

Brama menulis dirinya di akun facebook dengan nama Bribda Candra Tanzil yang bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim. Dalam status facebooknya, tertulis kalimat penolakan terhadap Prabowo untuk menjadi presiden.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya

pengen hidup tenang, menangkan Jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya Jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI," tulis Brama di akun facebook-nya. Status itu diunggah pada masa pemilihan presiden lalu.

Gara-gara status tersebut, Brama dibui sejak 6 Agustus 2014 lalu. Ia diduga melakukan pencemaran nama baik melalui jejaring sosial. Ancamannya, hukuman maksimal 6 tahun penjara.

https://id.berita.yahoo.com/penghina...230436422.html

==================

fix sudah , kasus penghina prabowo yang di meja hijaukan adalah setingan oknum pencinta jokowi agar imej jokowi penyayang wong cilik tidak tergerus oleh kasus MA sang tukang sate pengkritik yang dituntut orang ring 1 nya timses jokowi , seplah Kebenaran itu memiliki jalannya sendiri dan tidak perlu dibela, karena suaranya jauh lebih keras dari pembelaan itu sendiri maka dari itu kita sebagai mahluk yang berpikir selalu percaya kebenaran akan selalu benar walau dibuang kelimbah taik babi sekalipun emoticon-Smilie
maling tidak pernah ngaku dia maling, lihat aja kasus surat gubenur dki dulu yg dipalsukan...oleh siapa?
Hahahaha gw tau maksud TS apa

Nyimak dulu aja ahhh

emoticon-Ngacir2
kalau yg 1 sedang disidang , berarti yg satu lagi juga harus disidang emoticon-Cool
Penghina Prabowo yang ditangkap itu hanyalah BERITA TANDINGAN emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By kalsiddon
Lucu Dan Aneh, Penghina Prabowo Dibui Padahal Nggak Ada Yang Lapor! Gerindra Investigasi Siapa Pelapornya


Lucu & Aneh,Penghina Prabowo Dibui Padahal Nggak Ada Yang Lapor! Gerindra Investigasi


Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya Desmond Mahesa mengatakan partainya sedang menyelidiki kasus penangkapan Brama Japon Janua. Pria yang bekerja sebagai staf satuan pengaman (satpam) di Sidoarjo, Jawa Timur, itu ditahan di Rumah Tahanan Medaeng karena menghina Prabowo.


Menurut Desmond, Gerindra masih mencari tahu siapa yang melaporkan Brama. "Sejauh ini, bukan kader kami yang melaporkan," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu malam, 5 November 2014.

Saat ini, ujar dia, koordinasi dilakukan di internal partai untuk menelusuri lebih jauh kasus yang menimpa satpam sebuah perusahaan BUMN di Tanjung Perak itu. Desmond enggan berkomentar banyak ketika ditanya kemiripan kasus ini dengan kasus MA, tukang sate yang menghina Presiden Joko Widodo melalui Facebook.

"Kami masih belum paham benar tentang kasusnya. Kami akan melakukan investigasi dulu, siapa yang melaporkan kasus ini," tutur Desmond.

Brama menulis status lewat akun Facebook dengan nama Bribda Candra Tanzil yang bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim. Dalam status Facebook-nya, tertulis kalimat penolakan terhadap Prabowo untuk menjadi presiden.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan Kopassus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah, aku hanya pengin hidup tenang, menangkan Jokowi, ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya Jokowi kalau beliau bisa menjadi Presiden RI," tulis Brama di akun Facebook-nya. Status itu diunggah pada masa pemilihan presiden lalu.

Gara-gara status tersebut, Brama dibui sejak 6 Agustus 2014. Ia diduga melakukan pencemaran nama baik melalui jejaring sosial. Ancamannya, hukuman maksimal 6 tahun penjara.



Penghina Prabowo Dibui, Gerindra Akan Investigasi

Kam, 6 Nov 2014

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Desmond Mahesa mengatakan partainya sedang menyelidiki kasus penangkapan Brama Japon Janua. Pria yang bekerja sebagai staf satuan pengaman (satpam) di Sidoarjo, Jawa Timur itu ditahan di Rutan Medaeng karena menghina Prabowo. (Fadli Zon Minta Penghina Prabowo Dipidanakan)

Menurut Desmond, Gerindra masih mencari tahu siapa yang melaporkan Brama. "Sejauh ini bukan kader kami yang melaporkan," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu malam, 5 November 2014.

Saat ini, ia menambahkan, koordinasi dilakukan di internal partai untuk menelusuri lebih jauh kasus yang menimpa satpam sebuah perusahaan BUMN di Tanjung Perak itu. Desmond enggan berkomentar banyak ketika ditanya kemiripan kasus ini dengan kasus MA, tukang sate yang juga menghina Presiden Joko Widodo melalui Facebook.

"Kami masih belum paham benar tentang kasusnya. Kami akan melakukan investigasi dulu siapa yang melaporkan kasus ini," kata Desmond.

Brama menulis dirinya di akun facebook dengan nama Bribda Candra Tanzil yang bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim. Dalam status facebooknya, tertulis kalimat penolakan terhadap Prabowo untuk menjadi presiden.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya

pengen hidup tenang, menangkan Jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya Jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI," tulis Brama di akun facebook-nya. Status itu diunggah pada masa pemilihan presiden lalu.

Gara-gara status tersebut, Brama dibui sejak 6 Agustus 2014 lalu. Ia diduga melakukan pencemaran nama baik melalui jejaring sosial. Ancamannya, hukuman maksimal 6 tahun penjara.

https://id.berita.yahoo.com/penghina...230436422.html

==================

fix sudah , kasus penghina prabowo yang di meja hijaukan adalah setingan oknum pencinta jokowi agar imej jokowi penyayang wong cilik tidak tergerus oleh kasus MA sang tukang sate pengkritik yang dituntut orang ring 1 nya timses jokowi , seplah Kebenaran itu memiliki jalannya sendiri dan tidak perlu dibela, karena suaranya jauh lebih keras dari pembelaan itu sendiri maka dari itu kita sebagai mahluk yang berpikir selalu percaya kebenaran akan selalu benar walau dibuang kelimbah taik babi sekalipun emoticon-Smilie






Loh itu kan dilaporkan brimob sendiri. Karena orangnya ngaku polisi

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj

http://news.detik.com/read/2014/11/0...rga-wong-cilik

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj

Quote:Sidoarjo - Brama Japon Janua, satpam di Sidoarjo, Jawa Timur ini ditahan di Rutan Medaeng. Dia dikenakan pidana pencemaran nama baik dan UU ITE. Brama menulis status di facebook yang menghina Prabowo dan juga mengaku anggota Brimob Polda Jatim.

Kasus Brama ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan BUMN di Tanjung Perak, ini dilaporkan karena mengaku-ngaku anggota Polri.

Di masa Pilpres lalu, dengan mengaku-ngaku Polri dan berpihak kepada salah satu calon presiden dengan memojokkan Capres lain dinilai bisa meresahkan. Status dukungan untuk memilih Jokowi itu dinilai merugikan karena mencerminkan keberpihakan alat negara yang seharusnya bersikap netral.

'Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI'. demikian status yang diunggah Brama di masa Pilpres lalu.

Brama menulis dirinya di akun facebook dengan nama Bribda Candra Tanzil dan bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim.

"Karena penulisan identitas inilah dianggap keberpihakan dari aparatur Negara, membuat gerah satuan Polda Jatim dengan merasa tercemar nama baiknya karena dianggap tidak netral dalam pilpres 20014, padahal dia berprofesi sebagai seorang sekuriti," terang majelis hakim PN Surabaya, SB Sukadi, Rabu (5/11/2014).

Akibat status yang diunggah pada bulan Agustus tersebut, Brama terkena dakwaan penghinaan atau pencemaran nama baik melalui facebook, yaitu pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 1 UU no 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Brama pun meringkuk di tahanan Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo semenjak 6 Agustus 2014 dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. Sidang perdananya telah digelar Senin (3/11).

Kasus status Brama dan pemalsuan identitas itu terkuak setelah anggota Brimob Detasemen Gegana yang bermarkas di Jalan Gresik, Surabaya,melihat facebook dan membaca status milik Brama. Setelah dilaporkan kepada komandannya, dilakukan penelusuruan dan berhasil menemukan alamat pelakunya.



aenh aneh aja anda ini, mau standar janda ya? udah jelas jelas itu komandan brimob yang laporin malah blg gk tau siapa pelapor cuih, malah nuduh tim jokowi, semoga kena ajab dah anda secepatnya karea suka fitnah amin
ternyata jokowi lebih berhati besar dibandingkan prabowo cs ... emoticon-Smilie
di bui kan bukan masalah penghinaannya. tapi lebih kepada pemalsuan identitas sebagai brimob ya kalo ga salah dia ngaku2nya...
ada 35 jt ga zon???
Quote:Original Posted By lee.king.kong







Loh itu kan dilaporkan brimob sendiri. Karena orangnya ngaku polisi

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj

http://news.detik.com/read/2014/11/0...rga-wong-cilik

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj




aenh aneh aja anda ini, mau standar janda ya? udah jelas jelas itu komandan brimob yang laporin malah blg gk tau siapa pelapor cuih, malah nuduh tim jokowi, semoga kena ajab dah anda secepatnya karea suka fitnah amin

ntah knp pendukung bowo itu suka asal jeplak gak ngecek fakta duluan emoticon-Nohope

kadang gw ngrasa bowo kalah gara2 orang macem ts ini.
sindrom pks iniii emoticon-Nohope
kalsiddon mau 35jt ?
ini ts bener2 koplak. udah jelas beritanya kemaren si kumendan yg laporin alay yg ngaku2 bripda.
cari mati aja juga tu orang. ngga tau apa kalo TNI itu netral emoticon-Ngakak
Bukannya aneh kalo kejaksaaan mengajukan penghinaan nama baik prabowo sebagai dakwaan dikarenakan setahu gua, pasal penghinaan tersebut merupakan delik aduan dari prabowo atau teamnya...

Bukankah aneh kalo brimob melakukan pelaporan aduan untuk penghinaan terhadap prabowo, padahal brimob bukan bagian dari prabowo atau teamnya....

Lah, brimobnya sendiri yg ngelaporin dituduh ring 1nya timses jokowi tanpa melihat fakta yg ada dulu.
Fix : ts goblog kuadrat emoticon-Ngakak (S)
Goblog!! Cuman tau copas brita tapi ga nyerna maksutnya💩
Fix.. TS begonya jenius😪
Quote:Original Posted By lee.king.kong







Loh itu kan dilaporkan brimob sendiri. Karena orangnya ngaku polisi

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj

http://news.detik.com/read/2014/11/0...rga-wong-cilik

http://news.detik.com/read/2014/11/0...an?nd771104bcj




aenh aneh aja anda ini, mau standar janda ya? udah jelas jelas itu komandan brimob yang laporin malah blg gk tau siapa pelapor cuih, malah nuduh tim jokowi, semoga kena ajab dah anda secepatnya karea suka fitnah amin


reserved for the best comment :thumbsup
kesimpulan jelas

ts tolol
Yah begitulah...

Salah bener Nanti pasti dibela, dikatain orang miskin wajib dibela

emoticon-Ngakak
kalo tsnya pitnah itu udah biasa
zonk mana zonk???? keluar kau zonk?