alexa-tracking

Tjahjo Tetap Ingin Kolom Agama Tak Wajib Isi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c633ca2cb170a1f8b4577/tjahjo-tetap-ingin-kolom-agama-tak-wajib-isi
Tjahjo Tetap Ingin Kolom Agama Tak Wajib Isi
Quote:
Tjahjo Tetap Ingin Kolom Agama Tak Wajib Isi


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tetap pada usulnya bahwa kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk tak wajib diisi oleh warga yang memeluk keyakinan di luar enam agama yang diakui pemerintah Indonesia.

“Dasarnya kan menurut Undang-Undang ada enam agama yang sah. Kami (pemerintah) sebagai pelaksana terikat pada UU,” kata Tjahjo di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (7/11).

“Saya sebagai Mendagri ingin setiap warga punya hak untuk memeluk apa yang dia yakini. Jangan sampai orang terhambat karena tidak bisa menunjukkan agamanya apa,” ujar Tjahjo.

Mantan anggota DPR itu berencana untuk berkonsultasi dengan Kementerian Agama. “Yang mengatur UU soal itu Kementerian Agama. Tapi saya sebagai mendagri harus melihat kepentingan semua warga negara, dengan tetap mengikuti payung hukum,” kata Tjahjo.

Secara terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin justru mengatakan kolom agama pada KTP tidak boleh dikosongkan. “Tidak ada itu (kolom agama) dikosongkan. Saat ini Kementerian Agama masih menggodok RUU untuk perlindungan agama dan keyakinan di luar enam agama mayoritas di Indonesia,” kata dia kepada CNN Indonesia.

Kolom agama menurut Lukman tetap harus diisi karena setiap negara perlu tahu agama apa saja yang dianut penduduknya. Enam agama yang diakui RI saat ini adalah Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Budha, Konghucu, dan Hindu.

Persoalannya, selain keenam pemeluk agama tersebut, ada juga pemeluk agama minoritas dan keyakinan leluhur seperti Baha'i, Kaharingan, Sunda Wiwitan, Parmalim, dan Ahmadiyah. Selama ini mereka terpaksa harus mengisi kolom agama di KTP sesuai dengan agama mayoritas yang diakui pemerintah.

Untuk itulah Kementerian Agama dan Kementerian Dalam negeri berencana untuk membahas RUU Perlindungan Umat Beragama bersama Dewan Perwakilan Rakyat.
(agk)


katanya terikat UU, tp Kemenag udah ada RUU perlindungan diluar 6 agama aja ga sabar nunggu, ngotot kolom agama dikosongin.. ga sekalian kosongin jenis kelamin dan status menikah saja, pasti banyak yg seneng tuh

emoticon-Genit
Tolong Pak Cahyo baca lagi sila pertama Pancasila dasar negara
ilangin aja omemoticon-Matabelo
mungkin mau seperti di china yang komunis emoticon-Berduka (S)
ngeri2 sedap nih om terobosan nya emoticon-Bingung (S)
sempakad diilangin
ganti aja ama motto hidup
ato zodiak
makanan fave

kaya zaman sd dolo
KTP luar negeri tdk ada kolom agamanya
http://citysemarang.wordpress.com/20...a-kolom-agama/

cuma di indonesia & malaysia aja yg ributkan kolom agama ..
emoticon-Ngakak .. biar keliatan kerja gitu loh ..
Quote:Original Posted By DigitalArt
mungkin mau seperti di china yang komunis emoticon-Berduka (S)
ngeri2 sedap nih om terobosan nya emoticon-Bingung (S)
bawa2 china ..
jadi lu mau klaim di dunia ini cuma negara china yg KTPnya gak ada kolom agama ..
lu failed !!!
masih byk negara2 yg KTPnya tdk ada kolom agama .
http://citysemarang.wordpress.com/20...a-kolom-agama/
ane setuju kalau jadi sesuai keinginan pemilih.
kalau ada orang yang kebetulan anaknya orang islam, yang gak mau ada nama islam di KTP nya, terus mati, yah ngapain juga umat islam perduli sama dia ??
kalau perlu perlakukan aja dis seperti athei, manusia = binatang
alias buang aja ke tempat sampah emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)
Ane setuju sama pak Tjahjo
lanjutkan!
menurut gue sih harusnya kolom agama dihilangkan, kalo soal ketika meninggal, mau disholatkan apa tidak, upacara agamanya apa sih bisa ditanya ke keluarganya, lagian biasanya juga diurus sama keluarganya.

KTP menurut ane sih, cuma sebagai Administrasi Negara saja dalam bentuk kartu. KTP wajib dimiliki oleh seorang warga negara yang telah berusia 17 tahun. Jika ada kolom agama, berarti sebelum 17 tahun seseorang harus sudah menentukan agama yang diipilihnya, sebagai agama yang dianutnya, untuk dimasukkan ke dalam kolom agama. Padahal persoalan menentukan agama yang akan dianutnya itu tidak bisa dibatasi oleh umur, artinya seseorang tidak bisa diberi batasan umur yang diharapkan sudah dapat menentukan agama yang dianutnya agar bisa dimasukkan ke Kolom Agama dalam Sistem Administrasi. Artinya rentang waktu Pencarian Akan Tuhan tidak bisa disinkronisasi dengan batasan umur dalam Administrasi Negara

Pada umur 17 tahun (anak SMA) itu seseorang belum tentu sudah menentukan Tuhannya, belum tentu benar benar sudah meyakini agama yang dianutnya, karena secara mentalitas masih labil, belum tentu sudah mendapat hidayah, pola pikir dan intelektualitasnya pun belum matang.

Bahkan menurut ane, persoalan mendapatkan hidayah versi agama masing masing, tidak bisa ditentukan umurnya, ada yang udah uzur, udah sekarat di Panti Jompo, baru dapat hidayah.

Alhasil kolom agama itu biasanya diisi sesuai dengan agama yang dianut leluhurnya, orang tuanya, keluarga besarnya atau lingkungannya, bukan berdasarkan pada keyakinan diri sendiri.

Padahal pencarian akan Tuhan itu tidak ada habis habisnya, selalu berkembang seiring dengan kita terus mempelajari agama. Bukan tidak mungkin jika kita membuka diri mempelajari semua agama yang ada, sebelum kita menentukan pada satu agama yang paling benar menurut dirinya setelah mempelajari semua agama.

Hal inilah yang dibatasi oleh Kolom Agama di KTP. Artinya KTP membatasi kemerdekaan tiap tiap orang untuk mempelajari terlebih dahulu agama agama yang ada, sebelum menentukan pilihan agama mana yang paling benar. Artinya KTP memaksakan agar seseorang harus mau tidak mau beragama sesuai dengan leluhurnya, orang tuanya, lingkungannya. Artinya pencatuman kolom agama di KTP bertentangan dengan Undang Undang Dasar Pasal 29.

Nak kalo masalahnya sudah bertentangan dengan Undang Undang Dasar, gue paling demen dah, soalnya pasti berurusan dengan si Hamdan Zoelva K*p*rat yang mirip Pontius Pilatus yang cuci tangan sesudah memutuskan suatu perkara.

Kenapa orang orang yang merasa dirugikan dengan adanya Kolom Agama tidak melakukan gugatan saja Ke Mahkamah Konstitusi? Tapi menurut gue sih jangan melakukan gugatan dulu sekarang deh, ntar aja sesudah 2015, sesudah si Hamdan diganti sama yang lebih baik. Kalo sekarang sih ntar sama si Hamdan diputus semena mena mirip UU MD3.
Bagus ini.. kolom yang ngga perlu ada di KTP itu agama sama pekerjaan sih..
status itu cuma bikin masyarakat jadi terkotak2

kalo mengacu ke pancasila sila ke 1.. Amerika juga punya slogan "In God We Trust" kok, malah sampe ditulis di tiap uang kertas buat mengingatkan.. tapi ngga sampe fanatik sama agama gitu juga kok.

kalo mengacu ke UUD45 disebutin warga negara menjamin kemerdekaan rakyat untuk menganut kepercayaan.. baca yang bener.. menjamin kemerdekaan untuk menganut agama itu artinya BERHAK dan bukan WAJIB.. dan mereka BEBAS untuk menganut kepercayaan apapun selama dalam konteks sila pertama yaitu BERTUHAN atau MEMILIKI TUHAN YANG MAHA ESA

Agama yang diakui itu ada 6, sekarang kalo mereka menganut kepercayaan lain tapi dipaksa untuk mengisi kolom agama dengan agama yang diakui saja itu nantinya justru bakal mencoreng agama yang bersangkutan..

Misal Ahmadiyah atau Syiah, ga ada kan.. ditulis Islam di KTP.. tapi prakteknya Islam sendiri ngga mengakui mereka, ribut antar kepercayaan.. yang non Islam menganggap Islam itu agama kekerasan.. padahal mungkin bukan..

Misal juga kalo Maitreya atau Mi Le Da Dao atau aliran kepercayaan chinese lainnya ga tercover, mereka masuk di KTP sebagai agama Buddha (sama seperti konghucu dulu).. dan efeknya mereka menganggap "Oh agama Buddha itu begitu ya, ke klenteng, meminta2 ke dewa, dll"... padahal kan yang sebenarnya samasekali berbeda, ngga seperti itu..

jadi mendingan dihilangkan aja.. biar masyarakat itu beribadah, dan menganut kepercayaan sesuai dengan kepercayaan mereka.. yang perlu ditekankan itu justru kontrol nya supaya tidak ada konflik antar kepercayaan apalagi sampe terjadi kekerasan fisik.. bukan Label nya di KTP.. ga penting itu.
Mungkin ada yg merasa sembahyangnya gak sah klo KTP-nya gak ada tulisan agamanya.
emoticon-Big Grin
tolong donk bagi yg punya otak 2D jangan asal nolak,
baca baik2 pernyataan mendagri.
yg dikosongin itu bagi penganut di luar 6 agama.
utk lu yg islam, kristen, katolik, hindu, budha, & konghuchu ttp tertulis di KTP.. emoticon-Kiss (S)
Ndak perlu diperpanjang.., yang mau nulis ya silakan (ditulis), yang ndak kepengen orang tau agamanya apa, ya ndak usah (ditulis). Ndak ada masalah.., aman lah.., ndak ada yang istimewa (menurut saya)... biasa biasa aja hehehe.
ah elah aneh2 aja nih orangemoticon-Hammer2
kalau itu e-ktp, hanya panasbung 2d tolol akut yang masih ngeributin tulisan ga penting itu emoticon-Kiss
ini pada ga baca berita ato gmn ... maen koar2 aja..

Bagus , ane dukung terobosan pak mentri

ignore aje yg gak setuju , dikosongkan bukan berarti tidak boleh diisi

bagi yg fanatik dan ingin diisi silahkan ngisi, yg gak mau isi jgn dipaksa ngisi

gakr ( gitu aj koq repot )
Quote:Original Posted By damarhurip3
Tolong Pak Cahyo baca lagi sila pertama Pancasila dasar negara


Lhah khan malah bener di ilangin....emoticon-Mad (S):

Klo diisi berati malah gak berkeTuhanan yang Maha Esa...
Secara gak langsung ngakuin 4-5 Tuhan (blom jelas Tuhannya umat Budha)....
emoticon-Belo