alexa-tracking

(dugaan malpraktik lg habis melahirkan) Sofiyah dirujuk ke semarang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c3cc232e2e6ec628b4573/dugaan-malpraktik-lg-habis-melahirkan-sofiyah-dirujuk-ke-semarang
(dugaan malpraktik lg habis melahirkan) Sofiyah dirujuk ke semarang
Quote:

Sofiyah Dirujuk ke Semarang
Jumat, 7 November 2014 | 03:03 WIB

(dugaan malpraktik lg habis melahirkan) Sofiyah dirujuk ke semarang

PURWOKERTO(KRJogja.com )- Setelah kesepakatan dua belah pihak, Sofiyah (31) warga, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, yang diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Umum (RSU) Margono Soekardjo Purwokerto, akhirnya dirujuk ke RSU Kariadi Semarang, Kamis (06/11/2014).

Korban yang sebelumnya menjalani operasi, setelah persalinan di RSU Margano, mendapat keluhan saat berak atau buang air besar melalui alat kelamin disertai rasa sakit. Dugaan kasus malpraktek itu, sempat dialporkan ke Polres Banyumas.

Djoko Susanto SH, kuasa hukum Sofiyah, menjelaskan dari hasil pertemuan dengan pihak RSU Margono, Sofiyah akhirnya difasilitasi untuk dirujuk ke RSU Kariadi, Semarang. "Keputusan tersebut diambil, mengingat kondisi kliennya yang kini terbaring lemah di Rumah Sakit Ananda Purwokerto, belum juga membaik." kata Djoko Susanto.

Sebelumnya pihak RSU Margono Purwokerto, setelah adanya pemberitan di sejumlah media sudah mencoba untuk menjemput Sofiyah untuk kembali menjalani perawatan di rumah sakitnya.

Namun lantaran korban trauma psikis ia menolaknya dan memilih dirawat di Rumah Sakit Ananda. Kemudian kemarin pihak RSU Margono, setelah ada persetujuan korban dan keluarganya sepakat untuk dibawa RSU Kariadi Semarang. "Seluruhnya biaya akan ditanggung RSU Margono Purwokerto, mulai dari ambulan dan lainnya. Termasuk pembiayaan Sofiyah yang sebelumnya dirawat di RS Ananda juga akan diselesaikan pihak RSUPurwokerto," jelas Djoko Susanto.

Sofiyah mengalami kondisi abnormal koneksi antara rektum dan vagina yang dalam bahasa medis disebut dengan istilah fistula rektovaginal, usai bersalin di RSU Purwokerto pada tanggal 24 September 2014 lalu.Dampak dari kejadian itu, terjadi inkontinensia feses atau keluar air besar tanpa terkontrol lewat kemaluannya. Penunjukan Sofiyah dirujuk ke RSU Kariadi Semarang. Lantaran peralatan dan ahli medis di Semarang lebih lengkap, untuk mengembalikan kondisi Sofiyah seperti semula.

Terpisah, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Banyumas, Iptu Dwi Satya Arian, saat dihubungi menjelaskan, pihaknya tetap akan melanjutkan proses hukum kasus tersebut. Karena menurutnya, meski pihak terlapor beritikad baik, proses hukum tetap akan berlanjut.Bahkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan sudah diadakan gelar perkara diluar proses penyelidikan. Sedang berkaitan antara Sofiyah dan RSU Margono Purwokerto melakukan kesepakatan itu menjadi wewenang kedua belah pihak. Dalam kasus dugaan malpraktek penyidik sangat ekstra hati-hati untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penentuan pasal-pasalnya hingga sampai berkas lengkap. (Dri)


http://krjogja.com/m/read/236589/sof...ke-semarang.kr

(dugaan malpraktik lg habis melahirkan) Sofiyah dirujuk ke semarang


Fistula habis melahirkan itu bukan malpraktek.
Itu merupakan komplikasi/resiko dari melahirkan spontan.
Resiko itu contohnya, agan naik motor dijalan, meskipun sudah taat aturan atau pakai helm, tetap aja ada resiko kecelakaan di jalan raya, tp resikonya kecil krn udah taat.

Sama seperti fistula ini.
Krn kepala bayi harus keluar lewat vagina. Nah, banyak faktor, misal besar kepala bayi, diameter kepala bayi yg lewat vagina makin besar kalau si bayi kepalanya salah putarannya saat mau keluar lewat vagina.
Sobekannya besar.
Kalau sudah sampai lubang pantat udah derajat 4.
Saat di jahit, masih banyak faktor juga. Krn proses kesembuhan berbeda tiap orang. Kalau proses penyembuhan salah, terjadilah fistula/ lubang yang menghubungkan antara lubang pantat sama lubang vagina. Apalagi puasa mutih/gak makan spt daging, putih telur, anemia, dll, penyembuhan bisa gagal.
Kalau gak mau terjadi fistula, gak usah hamil. Krn itu resiko melahirkan.

Resiko melahirkan, dari perdarahan, sesar, vakum, angkat rahim, gak bisa tahan kencing, kandungan turun, gak bisa tahan buang air besar, emboli, dll sampai meninggal. Kalau gak mau ya jangan hamil. Semua itu blm tertentu terjadi, tgt.
Sesuatu yg diperkirakan normal2 saja saat melahirkan bisa sewaktu2 tidak normal.

Bullshit kalo rs di purwokerto gak bisa memperbaiki fistula. Ane yakin mereka pasti bisa. Mungkin krn hubungan antara dokter-pasien udah gak baik, maka dirujuk. Atau permintaan pasien. Yg ane gak tau kalo MISALNYA BPJS boleh beda kota gak ya, pdhl di kota tsb bisa.

Klo udah terjadi fistula hbs melahirkan ini. Kira2 menunggu 3 bulan dl untuk memperbaikinya, tp itu juga tergantung proses penyembuhan, bisa kurang klo saat di periksa dokternya udah bagus. Karena kalo dipaksa di betulin sebelum 3 bln( bisa kurang tgt penyembuhannya) resiko nya jebol lagi, trus nunggu lagi tunggu penyembuhan. [Sumber: teman]

Fistula lain lagi adalah lubang yg menghubungkan kandung kemih dgn vagina. Yg ini sulit krn gak langsung ketauan juga. Biasanya krn kepala terlalu lama di vagina. Akhirnya dinding antara vagina, kandung kemih, kurang oksigen, terus sel2 nya mati, lalu bolong. Butuh berhari2 baru ketauan, krn butuh proses bolongnya. Pipis keluar dari vagina. Ini yg mau disalahin siapa.
Pasti dokternya bukan lulusan UI noh
Gini nih kalau semua universitas bisa buka jurusan kedokteran
Quote:Original Posted By mina.oba
Pasti dokternya bukan lulusan UI noh
Gini nih kalau semua universitas bisa buka jurusan kedokteran


Gileloh, emangnya dokter lulusan ui ada yg gak kerja di purwokerto.
Di jakarta emangnya gak ada kasus fistula habis melahirkan. Sobek melahirkan sampai lubang pantat. Pasti ada.

Emg nih si ibu yg lahirin siapa. Blm tentu dokter jg. Bisa bidan juga. Di beritanya kan di perbaikin hbs melahirkan, tp gagal, ini mungkin jahit sobekan bukan fistula, krn butuh waktu juga utk tjd fistula. Pdhl kata teman ane kalo mau diperbaikin kan nunggu 3 Bln dl kira2 (tergantung). Baru sebulan lebih, apa bisa diperbaikin di semarang. Resiko jebol lagi besar, kecuali ada tehnik lain lg. Di jakarta blm tentu juga bisa perbaikin, klo penyembuhan lubangnya belum bagus

Klo analisa jarak jauh, nama ibu sofiyah dari judul, nama orang desa, mungkin pendidikannya rendah, mau dijelasin gak bakalan ngerti. seringnya org desa puasa mutih, gak makan daging, penyembuhan tganggu. Adanya marah2 Doank. Klo marah2, ane yakin dokternya juga malas, dirujuk deh, masa rs di purwokerto gak bisa, gak mungkinlah, saran ke singapur aja.
Quote:Original Posted By mina.oba
Pasti dokternya bukan lulusan UI noh
Gini nih kalau semua universitas bisa buka jurusan kedokteran
Apa hubungannya sama UI ?

tempat update berita

Quote:
Keluarga Korban Malapraktik Keluhkan Layanan Buruk RSUP

VIVAnews - Keluarga pasien Sofiyah (31 tahun), yang diduga mengalami malapraktik, mengeluhkan pelayanan buruk rumah sakit rujukan, yaitu RSUP Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah. Pasien tak segera dirawat setelah tiba di rumah sakit itu.

Menurut kakak pasien, Slamet, adiknya baru mendapatkan perawatan setelah lima jam tiba di rumah sakit pada Kamis petang, 6 November 2014.

“Saat sampai di sini pukul 18.30 WIB kami tidak segera diurus oleh pihak rumah sakit," kata Slamet ditemui VIVAnews di RSUP Dr Kariyadi, Semarang, Jumat, 7 November 2014.

Dia menceritakan, setelah diambil sampel darah, adiknya tak diurus. Hanya diberi minum susu dan tidak diinfus. Dia mengaku sempat berdebat dengan petugas rumah sakit untuk masuk instalasi gawat darurat dan dipindahkan ke bangsal kelas II.

Slamet menduga pelayanan yang rumit itu karena dia hanya memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan. Selain itu, dia juga menduga tidak ada komunikasi yang baik antara rumah sakit pertama, RSUD Margono Sukaryo di Purwokerto, dengan rumah sakit rujukan, yaitu RSUP Dr Kariadi Semarang.

"RSUD Margono hanya bilang sudah siapkan kamar di sini dan telah koordinasi dengan RSUP Dr Kariyadi. Namun sesampainya di sini, malah tidak dapat pelayanan apa pun," ujarnya.

Kepala Hubungan Masyarakat RSUP Dr Kariyadi, Darwito, mengatakan bahwa dokter masih menelusuri penyakit pasien. "Kita akan cek pasien tersebut. Untuk perawatan medis selanjutnya akan ditangani tim medis UGD," ujarnya.

Setelah persalinan

Sofiyah mengalami kelainan pada organ tubuhnya, yaitu buang hajat lewat kemaluan atau kelaminnya, bukan melalui dubur. Itu terjadi setelah dia menjalani persalinan anak ketiganya di RSUD Margono Sukaryo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 24 September 2014.

Ia menceritakan bahwa saat persalinan anak ketiganya itu, perawat yang menangani proses persalinan mengaku melakukan pembedahan pada jalan lahir karena dianggap terlalu kecil. Setelah persalinan itu, Sofiyah justru tidak dapat buang air besar lewar dubur. Kotoran justru keluar lewat lubang vagina.

Dia kemudian dirujuk ke RSUP Dokter Kariadi Semarang. Menurut keluarga, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung RSUD Margono yang diduga melakukan malapraktik.

Pengacara Sofiyah, Joko Susanto, mengatakan pihak RS Margono Sukaryo telah beritikad baik untuk melakukan pengobatan terhadap korban. Namun proses hukum tetap berjalan.

Fistula rektovaginal

Sofiyah mengalami kondisi abnormal koneksi antara rektum dan vagina. Dalam medis disebut fistula rektovaginal. Dampak dari kejadian itu, terjadi inkontinensia feses atau keluar air besar tanpa terkontrol lewat kemaluannya.

Penunjukan Sofiyah dirujuk ke RSU Kariadi Semarang karena peralatan dan ahli medis di Semarang lebih lengkap untuk mengembalikan kondisi pasien seperti semula.

https://id.berita.yahoo.com/keluarga...120120298.html


Ngaco nih orang. Ugd itu bukan berdasar no urut, tp mana yg emergensi. Ini emergensi nya ada apa gak. Klo gak mesti nya lewat poli. Kecuali ada demam, lemas, dsb, boleh lewat ugd. BAB lewat vagina itu bukan indikasi gawat darurat.
Klo di rumah sakit besar biasanya pasien rame. Yg mengantar pasien ke bangsal jg apa bisa sekaligus banyak. Blm lagi kalo bed nya bekas org harus di rapihin dulu. Emangnya situ presiden. ni orang sebenarnya mau minta tolong apa mau ajak ribut. Mesti ada pihak ketiga ini.
Spt thread ane sblmnya. Org spt ini jgn di istimewakan, jgn dikasih uang. Krn nanti malah makin dikira malpraktek. Lebih baik dari rs purwokerto cukup menggratiskan biaya pengobatan saja. Jgn dijanjikan yg lain. Nanti pengacaranya mesti nuntut yg lain2 Lagi. Biasa saja.

Teman ane ragu2 apa bisa langsung diperbaiki, ktnya mestinya kira2 kurang lebih nunggu 3 bln.
Quote:Original Posted By ovonelpotpal


Ngaco nih orang. Ugd itu bukan berdasar no urut, tp mana yg emergensi. Ini emergensi nya ada apa gak. Klo gak mesti nya lewat poli. Kecuali ada demam, lemas, dsb, boleh lewat ugd. BAB lewat vagina itu bukan indikasi gawat darurat.
Klo di rumah sakit besar biasanya pasien rame. Yg mengantar pasien ke bangsal jg apa bisa sekaligus banyak. Blm lagi kalo bed nya bekas org harus di rapihin dulu. Emangnya situ presiden. ni orang sebenarnya mau minta tolong apa mau ajak ribut. Mesti ada pihak ketiga ini.
Spt thread ane sblmnya. Org spt ini jgn di istimewakan, jgn dikasih uang. Krn nanti malah makin dikira malpraktek. Lebih baik dari rs purwokerto cukup menggratiskan biaya pengobatan saja. Jgn dijanjikan yg lain. Nanti pengacaranya mesti nuntut yg lain2 Lagi. Biasa saja.

Teman ane ragu2 apa bisa langsung diperbaiki, ktnya mestinya kira2 kurang lebih nunggu 3 bln.

Jadi selama 3 bulan tetap BAB nya lwt vagina?

lagi musim berita kedokteran nih ya
Quote:Original Posted By pompomcarlupass

Jadi selama 3 bulan tetap BAB nya lwt vagina?


Mao diperbaiki saat ini juga percuma, pasti jebol lg. do'i kan abis lahiran, jadi msh ada darah nifas yg keluar dari kemaluannya juga. Sementara untuk penyembuhan luka operasi (repair fistula), diperlukan suasana yg bersih disekitar lukanya supaya bisa ada proses penyambuhan. Makanya disuruh nunggu sekitar 3 bulan. Biasanya sih dikasih obat pelunak tinja, biar ga tambah lebar lukanya. Emang sedikit2 bakal keluar juga lewat vagina (dari lubang fistula nya), tapi saluran utama pembuangan tinjanya tetep lewat anus.
Quote:Original Posted By mina.oba
Pasti dokternya bukan lulusan UI noh
Gini nih kalau semua universitas bisa buka jurusan kedokteran


UI aja nih?
baca komen lu semua gak kuat gw asli
bener dah pengorbanan emak resiko lahirin
Mengerikan emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By ovonelpotpal


Ngaco nih orang. Ugd itu bukan berdasar no urut, tp mana yg emergensi. Ini emergensi nya ada apa gak. Klo gak mesti nya lewat poli. Kecuali ada demam, lemas, dsb, boleh lewat ugd. BAB lewat vagina itu bukan indikasi gawat darurat.
Klo di rumah sakit besar biasanya pasien rame. Yg mengantar pasien ke bangsal jg apa bisa sekaligus banyak. Blm lagi kalo bed nya bekas org harus di rapihin dulu. Emangnya situ presiden. ni orang sebenarnya mau minta tolong apa mau ajak ribut. Mesti ada pihak ketiga ini.
Spt thread ane sblmnya. Org spt ini jgn di istimewakan, jgn dikasih uang. Krn nanti malah makin dikira malpraktek. Lebih baik dari rs purwokerto cukup menggratiskan biaya pengobatan saja. Jgn dijanjikan yg lain. Nanti pengacaranya mesti nuntut yg lain2 Lagi. Biasa saja.

Teman ane ragu2 apa bisa langsung diperbaiki, ktnya mestinya kira2 kurang lebih nunggu 3 bln.


yg dokter situ ato temen situ?

edit:gue skip baca berita emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ratdance


yg dokter situ ato temen situ?

edit:gue skip baca berita emoticon-Big Grin


(dugaan malpraktik lg habis melahirkan) Sofiyah dirujuk ke semarang
sumber

Mungkin yg dibilang TS bener juga. Lihat fotonya. Gak ada di infus sama sekali.

Gimana sih ini. Kok gak ada kabarnya.
Kirain bakalan heboh kasusnya.
kalo ane sih malu penyakit ane ketauan orang2, teman2, ortu, saudara kalo BAB dari vagina
nyimak gan
Mudah2an cepat sembuh bu
ane ikut mntau juga pasien ini..
kasian si ibu..korban LSM dan pengacara yg kurang acara
sebnnernya ibunya baik..berkali2 dia minta maaf ke petugas medis di rs kariadi klo selalu ngerepotin.
tp yg ribet adalah saudara2nya..
terapi definitif:rencana repair bertahap..kerjasama antara bedah digestif dan obgyn sub uroginekologi rekonstruksi..waktunya juga lama..sekian updatenya
ih kasian gan
Ane bingung gan...kalo seumpama ibu ini ada kelainan sebelum melahirkan, knp g opeasi cecar aja ?

emoticon-Takut
Quote:Original Posted By takenouchi
ane ikut mntau juga pasien ini..
kasian si ibu..korban LSM dan pengacara yg kurang acara
sebnnernya ibunya baik..berkali2 dia minta maaf ke petugas medis di rs kariadi klo selalu ngerepotin.
tp yg ribet adalah saudara2nya..
terapi definitif:rencana repair bertahap..kerjasama antara bedah digestif dan obgyn sub uroginekologi rekonstruksi..waktunya juga lama..sekian updatenya


Hehee.. emoticon-Big Grin
Sewaktu kuliah dulu, dah di wanti2 sama dosen2 senior (walau ane dari gizi), hati2 dalam memberikan tindakan terutama utk dokter dan perawat.. krn kita gak tau, ada "pengacara2" yg kerjaannya cm nyari kesalahan tenaga medis di RS.. emoticon-Big Grin
nyimak dulu deh gan...
mudah2an tidak ada kriminalisasi.