alexa-tracking

(PENCITRAAN ? ) Pekerja Inalum Tolak Ide Rini Soemarno Pasok Listrik ke PLN

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545c3a531cbfaa4b048b4571/pencitraan---pekerja-inalum-tolak-ide-rini-soemarno-pasok-listrik-ke-pln
(PENCITRAAN ? ) Pekerja Inalum Tolak Ide Rini Soemarno Pasok Listrik ke PLN
MEDAN – Pekerja di PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menolak wacana pengalihan 300 Megawatt (mw) pasokan listrik Inalum ke PT PLN, seperti yang disampaikan Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno.

Ketua PUK Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (LEM) Kantor Peleburan Kuala Tanjung, M Ridwan mengatakan, pengalihan pasokan listrik sebesar 300 MW ke PT PLN, berarti menghentikan sekitar 50-75 persen produksi di Inalum.

“Dampak dari pengalihan itu, setidaknya 50 persen produksi akan terhenti. Karena jika pasokan listrik diambil, hanya 240 dari 510 tungku peleburan saja yang bisa beroperasi. Kalau sudah begitu, setengah pekerja dari total 2000 yang ada saat ini akan idle, dan dalam jangka panjang, terancam di PHK,” jelas Ridwan kepada wartawan di Medan, Kamis (6/11/2014) malam.

Pengalihan pasokan listrik itu juga diakui Ridwan, akan berdampak pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Batubara, tempat dimana Inalum beroperasi. Karena sebagian besar orang yang menggantungkan hidupnya pada Inalum, merupakan warga kabupaten yang baru berdiri beberapa tahun itu.

“Yang merasakan dampak langsung akibat pengurangan produksi memang kita. Tapi kita tidak boleh lupa, bahwa ada sekitar 20 ribu orang yang secara tidak langsung menggantungkan hidupnya pada Inalum. Mulai dari karyawan perusahaan kontraktor mitra Inalum, keluarga karyawan, hingga masyarakat Kabupaten Batubara lainnya, yang hidup akibat keberadaan Inalum,” tambah Ridwan.

Untuk diketahui, wacana pengalihan pasokan listrik dari PT Inalum ke PT PLN yang disampaikan Menteri BUMN, ditujukan untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara.

Saat ini, PT Inalum sebenarnya sudah mengalihkan 90 MW listrik produksi mereka ke PT PLN. Dengan adanya wacana pengalihan tersebut, PT Inalum diminta memberikan tambahan pasokan 210 MW ke PT PLN

si Rini pencitraan

Tanpa mengurangi simpati kepada sebagian masyarakat SumUt yg sering mengalami listrik byar-pet, kebijakan untuk meminta Inalum memasok listrik ke PLN adalah kebijakan yg keliru.

Kenapa ?

1. Dalam proses produksi Aluminium, karakteristiknya adalah berkesinambungan, jadi bila mengurangi produksi maka tungku2 akan di matikan sebagai akibatnya tungku2 tsb akan rusak total.
Menurut berbagai sumber harga tungku peleburan di Inalum berkisar USD 1.000.000 per unit nya.

2. Tugas penyediaan listrik adalah PLN dan Pemda, jadi adalah konyol bila perusahaan yg produktif dikorbankan akibat inkompentensi PLN dan pemda setempat.

3. Kalau pertimbangannya adalah untuk masyarakat, masyarakat yg mana ? Sebab 90 MW yg sudah dialirkan ke PLN cukup untuk kebutuhan keluarga kecil disana ( 450 W dan 900 W)

Kebutuhahan aluminium Indonesia berkisar 500.000 ton/tahun, dan prosuksi Inalum berkisar 250.000 ton per tahun.

Kebijakan mengurangi produksi akan mengakibatkan defisit transaksi berjalan Indonesia akan semakin parah dengan makin meningkatnya impor terlebih mengimpor komoditas yg sebenarnya bisa Indonesia hasilkan sendiri.
Quote:


Bener tuh gan, perusahaan2 yang bikin PLT sendiri karena biasanya produksi mereka sama sekali ga boleh stop. Produksi bakalan ancur semua dan buat startupnya bakalan lama lagi. Ga bisa bergantung sama PLN yang sering byar pet. Lah kok ini tiba2 mau diambil.
KASKUS Ads
Quote:


Yupps gan...
dalam kasus tungku peleburan Inalum ini, bila tungku tsb di matikan sama saja dengan menghancurkan-nya, jadi bila satu saat akan digunakan kembali, harus membuat yg baru.

Hal2 teknis seperti ini mungkin yg tidak diketahui oleh Rini bahkan JK sekalipun.

Ane dr dulu2 lebih mengharapkan pembangunan pembangkit baru dibanding minta ma inalum..

Krna lebih jelas dan jangka pannjang..

Naah masalahnya org sumut mulai dr bawah mpe atas tak mau mikir seperti itu..

Maunya enak sendiri smua..
emoticon-Hammer2

org PLN ma pemprov tak da kepikiran bangun pembangkit dr jauh2 hari, udah mo krisis baru mo buat.. Eeh pas mo buat pembangkit masyrakatnya ga kasih.. emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
Quote:


masyarakat gak kasih???
bukannya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakatnya jg?

Quote:


Ada gan daerah masyarakat yg kurang menyetujui pembanunan pembnagkit baru..

Mungkin alasannya yaa klasik, yaa penggunaaan laahan yg belom dibebaskan..
Kalau kita berhitung-hitung, 90 MW yg telah dialirkan ke PLN SumUt pasti mencukupi untuk kebutuhan sebagian besar masyarakat disana, tapi tidak akan mencukupi bila dialirkan untuk mal2, rumah2 mewah dan hal2 yg tidak produktif lainnya.

Inilah salah satu ironi bila ide menteri ini jadi kan ?

Kegiatan konsumtif di korbankan untuk kegiatan produktif emoticon-Malu
bakalan sering mati lampu, beli laptop lah gw kek gini ceritanya.

tapi sebagai orang medan, jokowi baru naik 2 minggu langsung jarang padam di medan ni. mungkin karena innalum bantu 90 megawatt.

Quote:


iye bener gan. mal2 kampret ini yg bikin listrik terlalu tinggi bebannya. soalnya pabrik di kim star (tanjong morawa) tu pake genset sendiri gak kayak mal kampret ni
Quote:


setuju, memang lebih baik bangun pusat listrik tersendiri. lebih baik telat lah daripada tidak sama sekali
Quote:


Gbolok, mall itu bisnis produktif,

Anyway,
Kebutuhan listrik sumut 1.700 - 1800 MW + cadangan 30 %
sementara kapasitas yang tersedia 1400 MW

90 MW cukup darimana ????????
Lucu juga ya 'minta' listrik sama perusahaan yang memang bukan bidangnya menghasilkan listrik..
Quote:


emangnya mall menghasilkan produk apa gan? setahu ane mall itu lebih ke jasa...

produktif yang dimaksud dalam quote agan itu, produksi barang... bukan produktif dalam artian lain...
Quote:


Kalau berdiskusi biasakan ber etika gan...

90 MW tsb saya katakan untuk keperluan rumah tangga sederhana ( 450 dan 900 W)

Segala sesuatu yg tidak menghasilkan secara langsung barang dan jasa adalah kegiatan konsumtif

Quote:


Oh, jadi kegiatan konsumtif di Sumut pengen dimatikan emoticon-Ngakak

Tahu dampaknya gak ???
rakyat kelaparan, ekonomi stagnan, industri gak berjalan, dan paling parah SUMUT bisa bisa chaos ?

emoticon-Ngakak
Quote:


Agan yg pintar, bedakan konsumtif dengan konsumsi...
Quote:


banyaklah, itu ada dampaknya secaara langsung atau tidak langsung.

misalnya pembangunan mall, itu meningkatkan permintaan akan material bangunan,
lihat juga dampak tenant & jasa mall terhadap stakeholder
lihat juga dampak bangunan terhadap penerimaan daerah..
Quote:


oh mau ngeles gan
konsumtif = bersifat konsumsi

emoticon-Ngakak
utk jangka pendek, kayaknya bisa ditolerir, tapi jangka panjang, harusnya segera bikin pembangkit listrik.
kalau bisa Tenaga nuklir sekalian, kerjasama aja ama iran dan Rusia...
Quote:


Konsumtif adalah kegiatan konsumsi yg berlebihan.