alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545b2a0098e31b714e8b4573/gebrakan-jokowi-memotong-rantai-mafia-migas
Gebrakan Jokowi Memotong Rantai Mafia Migas
Quote:Gebrakan Jokowi Memotong Rantai Mafia Migas


Selain menaikkan harga BBM Subsidi, satu lagi gebrakan yang dilakukan Jokowi untuk memperbaiki sektor minyak dan gas (migas) di Indonesia. Gebrakan pertama dengan menjalin kerja sama migas dengan Angola, sebuah negara di Afrika.

Kerja sama tersebut dilakukan antara PT Pertamina (Persero) dengan‎ perusahaan nasional Angola, Sonangol EP.

Menurut Jokowi, kerja sama tersebut akan menciptakan efisiensi dalam impor BBM. "Bisa efisien karena minyak langsung ambil dari produksi, dan produsennya yaitu perusahaan nasional di Angola," papar Jokowi.

Dalam hitungan Kementerian ESDM dan Pertamina, penghematan yang bisa didapat sekitar Rp 11 triliun per tahun (asumsi kurs Rp 12.082 per dolar Amerika Serikat). "Hitungan kami kalau dapat 100 ribu barel sehari bisa menghemat sekitar US$ 2,5 juta dolar," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Istana Kepresidenan, minggu lalu.

Menurut sumber liputan6.com, upaya impor langsung BBM dari Angola merupakan gerakan cepat Jokowi memotong mafia migas. "Jokowi langsung kontak Presiden Angola dan ternyata direspons baik oleh Angola. Indonesia bisa impor langsung tanpa melalui broker," ujar sumber tersebut.

Selain Angola, Jokowi juga sedang mencoba menjalin kerja sama migas dengan Rusia. Menurut Sudirman, sebenarnya perusahaan migas asal Rusia telah menawarkan untuk memasok minyak ke Indonesia. "Jokowi juga langsung hubungi Rusia untuk impor BBM langsung," ujar sumber liputan6.com.

Nantinya, tutur sumber tersebut, BBM yang dari Rusia untuk keperluan jangka panjang. "Jadi yang impor dari Singapura kita tidak akan tutup. Tapi akan kita pakai sebagai strategi untuk keperluan jangka pendek. Untuk fleksibilitas".

Sedangkan untuk aspek security atau pengamanan pasokan energi nasional akan dipakai stok BBM dari Angola dan Rusia. "Bagaimanapun untuk kedaulatan energi, tidak mungkin selalu tergantung pada pemasok atau trader tertentu. Kita harus punya pasokan alternatif yang lebih murah.

Untuk pembicaraan lebih lanjut antara Indonesia dengan Rusia tersebut kemungkinan besar akan dilakukan pada pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 7 hingga 11 November mendatang di China. "Jokowi akan bertemu PM Rusia Vladimir Putin Foto di bawah sehingga lebih efisien dan terhindar dari mafia migas.

Pengamat migas dari ReforMiner Institute, Komaidi menambahkan, perbaikan sektor migas juga harus dilakukan dengan menambah kilang minyak. Sejak jaman Presiden Soeharto, jumlah kilang minyak di Tanah Air tidak bertambah. Bahkan beberapa kilang merupakan warisan zaman Belanda.

Saat ini jumlah kilang minyak yang ada di Indonesia hanya ada enam yaitu Kilang Dumai, Kilang plaju, Kilang Balikpapan, Kilang Cilacap, Kilang Balongan dan Kilang Sorong. Semua kilang tersebut dimiliki oleh Pertamina. terakhir, perusahaan pelat merah tersebut membangun kilang Balongan.

Semua kilang tersebut hanya mampu memproduksi minyak sebanyak 700 ribu bph hingga 800 ribu bph. Sementara, konsumsi bahan bakar minyak Indonesia saat ini mencapai 1,5 juta bph hingga 1,6 juta bph dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kenapa Kilang di Indonesia Tak Bertambah?

kilang Balongan diresmikan pada 1994 lalu. Jika dihitung, sudah 20 tahun Indonesia tidak menambah jumlah kilang minyak. Sedangkan kebutuhan energi di Indonesia terus bertambah. Menurut sumber liputan6.com, pembangunan kilang mandek sejak zaman Soeharto karena biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangunnya besar namun Internal rate of return (IRR) kecil yaitu hanya sekitar 6 persen saja.

Bayangkan, untuk membangun sebuah kilang minyak dengan kapasitas 300 ribu barel per hari, dibutuhkan dana kurang lebih Rp 90 triliun. Dengan dana yang cukup tinggi, keuntungan yang didapat hanya sekitar 6 persen hingga 8 persen saja. Oleh sebab itu, tak banyak pihak yang mau membangun sebuah kilang.

Komaidi menambahkan, karena nilai keuntungan yang kecil tersebut, seharusnya pemerintah harus langsung turun tangan. Pemerintah harus mempunyai inisiatif untuk membangun kilang minyak. "Tetapi karena kebutuhan di bidang lainnya dinilai lebih mendasak dibanding dengan membangun sebuah kilang, maka tak ada dana yang dialokasikan," ungkapnya.

Dalam anggaran pemerintah, jika ada dana berlebih kebanyakan dialokasikan ke bidang lain seperti kesehatan dan pendidikan. Bahkan, pemerintah lebih rela untuk memberikan subsidi energi dibanding dengan membangun kilang. Karena sudah terlalu keenakan, maka banyak yang lupa bahwa ada kewajiban untuk membangun kilang.

Selain itu, pemerintah sebenarnya juga bisa menggandeng pihak swasta untuk membangun sebuah kilang minyak. "Hal tersebut pernah dicoba tetapi selalu gagal mencapai kesepakatan," jelas komaidi.

Gagalnya kesepakatan tersebut karena biasanya pihak swasta selalu meminta embel-embel yang tidak bisa diterima oleh pemerintah. Karena keuntungan dari berbisnis kilang sangat kecil, maka pihak swasta meminta berbagai keringanan seperti pembebasan pajak, pemberian cost recovery, pasokan minyak dari pihak swasta tersebut dan berbagai hal lainnya.

Nasib Petral?

Gebrakan Jokowi Memotong Rantai Mafia Migas

Sementara itu, Sudirman Said Foto di atas tidak harus dibubarkan dalam masa pemeirntahan Presiden Joko Widodo karena pemerintah lebih akan meningkatkan pengawasan ‎terhadap anak usaha Pertamina itu.

Petral sering dituding sebagai sarang mafia migas sehingga berbagai kalangan minta agar anak usaha PT Pertamina (Persero) itu dibubarkan.

"Petral itu tidak harus dibubarkan, tapi kontrolnya harus dapat yang berpihak ke nasional," kata Sudirman di Kafe Pisa, Jakarta, Sabtu 1 November 2014.

Sudirman menjelaskan, 100 persen saham Petral adalah milik Pertamina. Pemerintah akan melakukan pengkajian kepada Pertamina dalam hal manajemen pengawasan Petral.

‎"Jadi kalau manajemen Pertamina baik, Komisaris Pertamina baik, Petral juga baik. Petral ini suatu industri strategis bagi Indonesia," jelasnya.

Sebagai perusahaan yang memiliki kantor di Singapura, Sudirman mengaku tidak masalah mengingat negara tetangga itu memiliki lokasi yang strategis dalam membangun bisnis‎.


SUMBER



JOKOWI MEMANG LUAR BIASA emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Ntar ada yang koar2 antek asing...... emoticon-Cape d... (S) ya baguslah kalo bisa impor langsung tanpa ada MAFIAnya... Teruskan pakdhe...
memotong rantai mafia migas harusnya harga bisa lebih murah .. apa kemudian BBM tidak jadi naik gitu ?
Quote:Sudirman menjelaskan, 100 persen saham Petral adalah milik Pertamina. Pemerintah akan melakukan pengkajian kepada Pertamina dalam hal manajemen pengawasan Petral.

‎"Jadi kalau manajemen Pertamina baik, Komisaris Pertamina baik, Petral juga baik. Petral ini suatu industri strategis bagi Indonesia," jelasnya.

Sebagai perusahaan yang memiliki kantor di Singapura, Sudirman mengaku tidak masalah mengingat negara tetangga itu memiliki lokasi yang strategis dalam membangun bisnis‎.


nih menteri klau yg ngomong menteri di Rezim SBY... pasti semburan ribuan caci dan maki berterbangan bak kunang2 dimalam hari emoticon-Ngakak (S)

Janda mang paling bohay emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Uthe18


nih menteri klau yg ngomong menteri di Rezim SBY... pasti semburan ribuan caci dan maki berterbangan bak kunang2 dimalam hari emoticon-Ngakak (S)

Janda mang paling bohay emoticon-Big Grin


padahal pertamina impor via singapura emoticon-Ngakak
Pertamina beli langsung atau ujung ujungnya pakai anak perusahaan lagi kayak petral.....
MRK gak berani koar2x, karena itu sama aja bunuh diri
mata publik akan langsung mengenali yang koar2x nya paling kenceng sebagai mafia migas
tapi justru yg diam2x begini yang berbahaya, mngkin diam2x dia lagi merencanakan kudeta
mafia migas diberantas semua
tinggal 1 doang si mega jadi dia monopoli
Quote:Original Posted By Uthe18


nih menteri klau yg ngomong menteri di Rezim SBY... pasti semburan ribuan caci dan maki berterbangan bak kunang2 dimalam hari emoticon-Ngakak (S)

Janda mang paling bohay emoticon-Big Grin


tapi kenapa yang di blow up malah tommy, bob hasan?
mirip pelajaran membaca sd
INI PETRAL
INI PETRAL SAHAM AWALNYA MILIK TOMMY, BOB HASAN, KOPKAR PERTAMINA
INI PETRAL SAHAMNYA MILIK TOMMY, BOB HASAN, KOPKAR PERTAMINA
INI PETRAL SAHAMNYA MILIK TOMMY
INI PETRAL MILIK TOMMY
emoticon-Ngakak
bener bener penggiringan opini

trus gimana pertanyaan dari tris sebelah ini
Quote:Original Posted By tanektjoan


Pemerintah diminta untuk mengkaji dengan mendalam pembelian minyak dari Angola melalui perusahaan minyak nasionalnya Sonangol EP.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, apakah pembelian itu akan memberikan penghematan kepada negera 25 persen. Selain itu, perlu juga diteliti oleh pemerintah apakah Sonangol EP menguasai 100 persen hasil minyak yang dihasilkan dari negaranya.

Sebab, kata dia, berdasarkan data Energy Intelegence Research yang mereka lansir pada 2011, Chevron dan Exxon turut terlibat dalam pengelolaan migas di negeri Angola yang bekerjasama dengan Sonangol EP. Dengan begitu, penjualan minyaknya tentu harus berdasarkan persetujuan dari pihak tersebut.

"Nah apakah perusahaan minyak itu juga setuju pihak Sonangol menjual minyak ke Pemerintah Indonesia dengan harga yang lebih murah 25 persen ketimbang mereka menjual ke negara lain?" tanyanya.

Dia mengatakan, jika Indonesia membeli minyak dari Angola maka bisa menghemat sebesar 25 persen sulit dipercaya.

"Jika yang dimaksud menghemat 25 persen itu adalah harga jual atau diskon untuk harga minyak Angola, jelas itu sangat tidak bisa dipercaya begitu saja," imbuhnya.

Menurut dia, penghematan besar bisa terjadi jika harga jual minya dari Sonangol adalah lebih murah 25 persen dari standard harga minyak dunia. Jika saat ini harga minyak dunia rata-rata diangka 86 dolar AS per barel, maka apakah Sonangol akan menjual ke Indonesia dengan harga disekitar 64,5 dolar AS per barel.

"Karena itu, pemerintah harus menjelaskan ke publik apa yang dimaksud dengan bisa hemat sebesar 25 persen jika pemerintah Indonesia membeli minyak dari Angola?" paparnya.

Jika pemerintah Angola atau pihak Sonangol EP bersedia menjual minyak ke Indonesia dengan diskon sekitar 25 persen, kenapa tidak dilakukan oleh pemerintah SBY dan atau Pertamina.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo telah menandatangani perjanjian kerja sama pembelian minyak dengan Wakil Presiden Angola Manuel Domingos Fincente di Istana Merdeka, Jumat (31/10).

Sementara, Menteri Energi Sudirman Said mengatakan pembelian minyak dari Angola ini dapat menghemat pengeluaran negara sebesar 2,5 juta dolar AS pertahun.

Sumber : http://www.suaranews.com/2014/11/ada...#ixzz3IGvrn0sg


Selama Ini petral beli bbm dari trader2 di singapur.
Trader2 nya itu2 aja. Mafia migas.

Sekarang jongoswi beli langsung minyak/bbm Government-to-government.
Gak lewat trader. Irit duit fee trader trilyunan.
mantapemoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By Mr.Josh.Ganteng
JOKOWI MEMANG LUAR BIASA emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo

petralnya gak jadi bubar.
Jokowi sangat bijaksana
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo













panastak lagi tiarap
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Stop mafia migas emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By bonex234
Selama Ini petral beli bbm dari trader2 di singapur.
Trader2 nya itu2 aja. Mafia migas.

Sekarang jongoswi beli langsung minyak/bbm Government-to-government.
Gak lewat trader. Irit duit fee trader trilyunan.


Bonek anjing emoticon-Big Grin
Ts-nya auto banned emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By luvcake
Ntar ada yang koar2 antek asing...... emoticon-Cape d... (S) ya baguslah kalo bisa impor langsung tanpa ada MAFIAnya... Teruskan pakdhe...

Apanya yang diteruskan? emoticon-Ngakak (S)
kata siapa berantas mafia migas?? ini cuma ganti aja yg berkuasa mafianya emoticon-Ngakak (S)

Quote:TEMPO.CO, Jakarta - Sonangol EP atau Sociedade Nacional de Combustiveis de Angola EP, telah meneken kerja sama dengan Presiden Joko Widodo untuk mengekspor minyaknya ke Indonesia. Salah satu pemilik Sonangol, Sam Pa, menjadi pintu masuk Indonesia untuk menggandeng perusahaan pemegang izin eksplorasi minyak dan gas di Republik Angola itu. (Baca: Proyek Sonangol, Paloh: Sudah Kenyang 'Makan Siang')

Ketua Umum NasDem Surya Paloh menjadi orang di balik kerja sama Sonangol-Indonesia. Surya mengaku sudah berkawan lama dengan Sam Pa. "Sudah belasan tahun," ujar Surya saat diwawancarai majalah Tempo, pekan lalu. Dia mengaku mengenal Sam Pa saat bertemu di rumah gunting rambut di Singapura. (Baca:Cari Fee dari Senangol, Surya Paloh: Sontoloyo Itu)

Lalu, siapa Sam Pa? Menurut berita lansiran Financial Time, masa lalu Sam Pa tidak terekam dengan lengkap. Dia diperkirakan lahir di Cina pada 1958 dan pindah ke Hong Kong saat masih anak-anak. Meski berkebangsaan Cina, Sam Pa juga memegang kartu warga negara Angola. Dia memiliki dua anak. (Baca:Banjir Tawaran Minyak, Jokowi Diminta Waspada)

Arsip dari sebuah perusahaan di Hong Kong menunjukkan, pada 1990-an, bisnisnya melempem. Namun dalam satu dekade terakhir Sam Pa menjadi salah satu orang yang paling sukses membuka pintu kerja sama Beijing dengan negara Afrika. Sam Pa berhasil berekspansi di lima benua dan meraup puluhan miliar dolar Amerika Serikat. (Faisal Basri: Kenapa Tak Beli Minyak Timor Leste?)

Dia membangun jaringan perusahaan yang terdaftar di 88 Queensway, Hong Kong. Kelompok ini tergabung dalam jaringan bisnis British Petroleum, Total, dan Glencore. Kepentingan bisnis mereka membentang dari gas Indonesia, penyulingan minyak di Dubai, proyek apartemen mewah di Singapura, hingga armada Airbus di Korea Utara dan Rusia.

http://www.tempo.co/read/news/2014/1...an-Surya-Paloh