alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545ae54614088dd2428b4579/konteks-sama-menghina-tapi-beda-beda-nasib-tukang-sate-dan-satpam
[konteks sama menghina, tapi beda!] Beda Nasib Tukang Sate dan Satpam
Jakarta - Tukang tusuk sate M Arsyad (23), harus berurusan dengan polisi gara-gara memasang gambar porno hasil editan wajah Joko Widodo dengan Megawati Soekarnoputri di facebook. Arsyad yang sempat depresi karena ditahan, segera bebas tak lama setelah mendapat penangguhan penahanan.

Adalah Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI yang memberikan bantuan hukum kepada Arsyad. Politisi Gerindra itu muncul di tengah kasus yang sedang mendapat sorotan media. Ia mendatangi rumah keluarga Arysad hingga Bareskrim Polri untuk membantu penangguhan penahanan.

"Saya datang sebagai wakil rakyat, saya concern terhadap anak ibu ini. Jangan sampai wong cilik mendapat kriminalisasi," kata Fadli di depan ibu kandung Arysad di Jl. H. Geni, Jaktim, Jumat (31/10) lalu.

Fadli Zon mengatakan akan menyiapkan pengacara dan menyampaikan penangguhan penahanan. Tiga hari berikutnya Senin (3/11), Arsyad atas pertimbangan hukum dari Polri akhirnya dibebaskan dan bisa kembali ke rumah. Dua hari sebelum itu, orang tua Arsyad sempat bertemu Presiden Joko Widodo ke istana untuk menyampaikan maaf atas ulah anaknya.

Lain Arsyad, lain lagi Brama. Tinggal ratusan kilometer jauhnya dari tempat Arsyad tinggal di Jakarta, Brama seorang satpam di Sidoarjo, Jawa Timur juga harus ditahan akibat tersandung kasus penghinaan dan pencemaran nama baik lantaran menulis status di facebook yang menghina Prabowo sambil mengaku anggota Brimob Polda Jatim.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI". tulis Brama mengaku Bribda Candra Tanzil bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim.

Kasus Brama kini tak kalah mendapat sorotan seperti Arsyad. Memang kasusnya berada dalam dua konteks, yaitu menghina Prabowo (UU ITE) dan mencemarkan nama institusi Polri saat Pemilu Presiden. Namun setali dua uang dengan orang tua Arsyad, Sulastri ibu Brama juga meratap menangis meminta anaknya dibebaskan. Apa kata Fadli Zon?

"Ini dua hal berbeda yang tidak bisa dibandingkan. Kalau kasus Arsyad kan dia wong cilik dan dilaporkan tim Jokowi. Kalau ini, kita nggak melaporkan kok," kata Fadli Zon saat dimintai tanggapan Rabu (5/11) kemarin.

Sulastri sudah menyampaikan permohonan ke Kasat Brimob atas ulah anaknya. Namun, polisi sudah menyerahkan semua proses persidangan ke pengadilan. "Kalau sudah proses persidangan itu kan kewenangan pengadilan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (5/11).

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

SUMBER

sama-sama berkonteks menghina, tapi si Arsyad lebih cenderung menghina secara tercela dgn editing pornografi ganti Jokowi dan Mega
Sedangkan untuk si Brama, menurut gw dimana letak menghinanya?? lebih tepatnya hal yg disampaikan pada bold kalimatnya itu adalah faktual dan itu masih masuk ke jenis kampanye negatif yg mengkritik. Itu masih wajar klo menurut gw!
Ada yg salah terkait logika hukum di negara kita ini emoticon-Cape d... (S)
apalagi si zonk sudah mulai ikut campur, bakal rame ini masalah emoticon-Najis
reserved--
salahnya ya ngaku-ngaku brimob itu emoticon-Cape d... (S)
anggota polisi harusnya netral, kalau gini kan kesannya polisi mihak salah satu kubu
Quote:Original Posted By neonneon
Jakarta - Tukang tusuk sate M Arsyad (23), harus berurusan dengan polisi gara-gara memasang gambar porno hasil editan wajah Joko Widodo dengan Megawati Soekarnoputri di facebook. Arsyad yang sempat depresi karena ditahan, segera bebas tak lama setelah mendapat penangguhan penahanan.

Adalah Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI yang memberikan bantuan hukum kepada Arsyad. Politisi Gerindra itu muncul di tengah kasus yang sedang mendapat sorotan media. Ia mendatangi rumah keluarga Arysad hingga Bareskrim Polri untuk membantu penangguhan penahanan.

"Saya datang sebagai wakil rakyat, saya concern terhadap anak ibu ini. Jangan sampai wong cilik mendapat kriminalisasi," kata Fadli di depan ibu kandung Arysad di Jl. H. Geni, Jaktim, Jumat (31/10) lalu.

Fadli Zon mengatakan akan menyiapkan pengacara dan menyampaikan penangguhan penahanan. Tiga hari berikutnya Senin (3/11), Arsyad atas pertimbangan hukum dari Polri akhirnya dibebaskan dan bisa kembali ke rumah. Dua hari sebelum itu, orang tua Arsyad sempat bertemu Presiden Joko Widodo ke istana untuk menyampaikan maaf atas ulah anaknya.

Lain Arsyad, lain lagi Brama. Tinggal ratusan kilometer jauhnya dari tempat Arsyad tinggal di Jakarta, Brama seorang satpam di Sidoarjo, Jawa Timur juga harus ditahan akibat tersandung kasus penghinaan dan pencemaran nama baik lantaran menulis status di facebook yang menghina Prabowo sambil mengaku anggota Brimob Polda Jatim.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI". tulis Brama mengaku Bribda Candra Tanzil bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim.

Kasus Brama kini tak kalah mendapat sorotan seperti Arsyad. Memang kasusnya berada dalam dua konteks, yaitu menghina Prabowo (UU ITE) dan mencemarkan nama institusi Polri saat Pemilu Presiden. Namun setali dua uang dengan orang tua Arsyad, Sulastri ibu Brama juga meratap menangis meminta anaknya dibebaskan. Apa kata Fadli Zon?

"Ini dua hal berbeda yang tidak bisa dibandingkan. Kalau kasus Arsyad kan dia wong cilik dan dilaporkan tim Jokowi. Kalau ini, kita nggak melaporkan kok," kata Fadli Zon saat dimintai tanggapan Rabu (5/11) kemarin.

Sulastri sudah menyampaikan permohonan ke Kasat Brimob atas ulah anaknya. Namun, polisi sudah menyerahkan semua proses persidangan ke pengadilan. "Kalau sudah proses persidangan itu kan kewenangan pengadilan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Rabu (5/11).

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

SUMBER

sama-sama berkonteks menghina, tapi si Arsyad lebih cenderung menghina secara tercela dgn editing pornografi ganti Jokowi dan Mega
Sedangkan untuk si Brama, menurut gw dimana letak menghinanya?? lebih tepatnya hal yg disampaikan pada bold kalimatnya itu adalah faktual dan itu masih masuk ke jenis kampanye negatif yg mengkritik. Itu masih wajar klo menurut gw!
Ada yg salah terkait logika hukum di negara kita ini emoticon-Cape d... (S)
apalagi si zonk sudah mulai ikut campur, bakal rame ini masalah emoticon-Najis


bro, gak baca brita elo sendiri ya?? yg menuntut si satpam yg panastak ini adlh brimob, krn si panastak itu ngaku2 sbg anggota brimob hny demi menghina om wowo di sosmed....emoticon-Embarrassment

sedangkan kasus si tukang sate yg panasbung itu, di tuntut ama tim penasihat hukum nya PDIP....krn dianggap mengghina om wiwi dan megatron.... yg kemudian pihak polisi mengklarifikasi jk kasus tukang sate adlh kasus pornografi.... emoticon-Malu
setahu gw yg nangkep itu polisi gan, doi ngaku2 brimob dan menghina salah satu capres.
Yang dibold yang ini tong.

Quote:Original Posted By neonneon
Lain Arsyad, lain lagi Brama. Tinggal ratusan kilometer jauhnya dari tempat Arsyad tinggal di Jakarta, Brama seorang satpam di Sidoarjo, Jawa Timur juga harus ditahan akibat tersandung kasus penghinaan dan pencemaran nama baik lantaran menulis status di facebook yang menghina Prabowo sambil mengaku anggota Brimob Polda Jatim.

"Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI". tulis Brama mengaku Bribda Candra Tanzil bertugas di Kompi 4 Den A Sat Brimobda Polda Jatim.


Quote:Original Posted By azusayumi
salahnya ya ngaku-ngaku brimob itu emoticon-Cape d... (S)
anggota polisi harusnya netral, kalau gini kan kesannya polisi mihak salah satu kubu


Quote:Original Posted By bigbullshit


bro, gak baca brita elo sendiri ya?? yg menuntut si satpam yg panastak ini adlh brimob, krn si panastak itu ngaku2 sbg anggota brimob hny demi menghina om wowo di sosmed....emoticon-Embarrassment

sedangkan kasus si tukang sate yg panasbung itu, di tuntut ama tim penasihat hukum nya PDIP....krn dianggap mengghina om wiwi dan megatron.... yg kemudian pihak polisi mengklarifikasi jk kasus tukang sate adlh kasus pornografi.... emoticon-Malu


Quote:Original Posted By mynameflex
setahu gw yg nangkep itu polisi gan, doi ngaku2 brimob dan menghina salah satu capres.


Quote:Original Posted By ochazuke
Yang dibold yang ini tong.





sejak awal kan gw udah bilang, konteksnya sama2 menghina.
gw sepakat untuk keduanya di hukum lewat proses hukum yg benar dan adil. Dimana pernyataan gw yg membenarkan si Satpam??

Tapi coba lihat bentuk "penghinaan" yg dilakukan si Satpam, terus bandingkan dgn si Tukang Sate??
proporsi menghukum orang itu pun harus tepat berdasarkan nilai porsi kesalahannya..
Analoginya bisa dibandingkan kesalahan antara orang yg mencuri dgn yg membunuh. Tp yg membunuh jd bebas dan dapat pesangon ya emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By ochazuke
Yang dibold yang ini tong.





mengaku brimob kena pasal berapa UU ITE tong ? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By neonneon








sejak awal kan gw udah bilang, konteksnya sama2 menghina.
gw sepakat untuk keduanya di hukum lewat proses hukum yg benar dan adil. Dimana pernyataan gw yg membenarkan si Satpam??

Tapi coba lihat bentuk "penghinaan" yg dilakukan si Satpam, terus bandingkan dgn si Tukang Sate??
proporsi menghukum orang itu pun harus tepat berdasarkan nilai porsi kesalahannya..
Analoginya bisa dibandingkan kesalahan antara orang yg mencuri dgn yg membunuh. Tp yg membunuh jd bebas dan dapat pesangon ya emoticon-Cape d... (S)


Si satpam mengaku sebagai anggota brimob dan menghina salah satu capres, membuat gerah polisi karena itu berkaitan dengan nama baik kepolisian.

Si tukang sate menghina salah satu capres dengan konten pornografi dan diadukan salah satu kuasa hukum PDIP. Tentunya krn itu membuat gerah orang PDIP kan.

Gw heran yang ente permasalahkan disini apaan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By mynameflex


Si satpam mengaku sebagai anggota brimob dan menghina salah satu capres, membuat gerah polisi karena itu berkaitan dengan nama baik kepolisian.

Si tukang sate menghina salah satu capres dengan konten pornografi dan diadukan salah satu kuasa hukum PDIP. Tentunya krn itu membuat gerah orang PDIP kan.

Gw heran yang ente permasalahkan disini apaan emoticon-Ngakak


yg gw permasalahkan proporsi sanksi hukum yg tidak berimbang diantara kedua pelaku! bahkan sampai saat ini si Satpam masih berlanjut proses hukumnya.. sedangkan tukang sate bebas dan memperoleh pesangon. Inikah yg disebut keadilan?? dan sekali lg.. kalau mau dikaji lg "penghinaan" yg dilakukan oleh si Satpam masih dalam bentuk kritik wajar yg sesuai dgn fakta. Siapa yg ga tau klo itu Prabowo adalah Jenderal yg dipecat oleh institusi militernya sendiri??

ente pasti sudah paham kan apa yg diperbuat si Tukang Sate dan si Satpam.. coba bandingkan lebih seksama. Ibaratnya membandingkan antara kesalahan orang mencuri dgn membunuh. Tentu sama2 salah, tp nilai proporsi hukumnya jelas berbeda..
Quote:Original Posted By neonneon


yg gw permasalahkan proporsi sanksi hukum yg tidak berimbang diantara kedua pelaku! bahkan sampai saat ini si Satpam masih berlanjut proses hukumnya.. sedangkan tukang sate bebas dan memperoleh pesangon. Inikah yg disebut keadilan?? dan sekali lg.. kalau mau dikaji lg "penghinaan" yg dilakukan oleh si Satpam masih dalam bentuk kritik wajar yg sesuai dgn fakta. Siapa yg ga tau klo itu Prabowo adalah Jenderal yg dipecat oleh institusi militernya sendiri??

ente pasti sudah paham kan apa yg diperbuat si Tukang Sate dan si Satpam.. coba bandingkan lebih seksama. Ibaratnya membandingkan antara kesalahan orang mencuri dgn membunuh. Tentu sama2 salah, tp nilai proporsi hukumnya jelas berbeda..


kata siapa kasus si tukang sate bebas bgitu aja?? masih jalan terus kok kasus hukum nya, walopun penahanan sang TSk mendapat penangguhan... bahkan si tukang sate itu kini hrs wajib lapor ke polisi scr rutin.... emoticon-Embarrassment

sumber
Quote:Original Posted By neonneon


yg gw permasalahkan proporsi sanksi hukum yg tidak berimbang diantara kedua pelaku! bahkan sampai saat ini si Satpam masih berlanjut proses hukumnya.. sedangkan tukang sate bebas dan memperoleh pesangon. Inikah yg disebut keadilan?? dan sekali lg.. kalau mau dikaji lg "penghinaan" yg dilakukan oleh si Satpam masih dalam bentuk kritik wajar yg sesuai dgn fakta. Siapa yg ga tau klo itu Prabowo adalah Jenderal yg dipecat oleh institusi militernya sendiri??

ente pasti sudah paham kan apa yg diperbuat si Tukang Sate dan si Satpam.. coba bandingkan lebih seksama. Ibaratnya membandingkan antara kesalahan orang mencuri dgn membunuh. Tentu sama2 salah, tp nilai proporsi hukumnya jelas berbeda..


kalo menurut gw sendiri mending dibebasin ajalah di tukang sate ama satpam kasian cuman korban fanatisme politik doank. emoticon-Ngakak
Enemy of my enemy, is my friend

simpel aja kok ane ngeliatnya

dan itu juga ada di benak fadli zon
cuma bilang gitu aja udah dituduh menghina prabowo emoticon-Cape d... (S)
ngaku2 brimob nya itu yg salah
Alasannya ini lho gan, ini:
Quote:Original Posted By kaoss.ae
ngaku2 brimob nya itu yg salah


Makanya si ibu minta maafnya ke kasat brimobnya, bukan ke prabowo. Karena yg risih pihak dari brimobnya. Kenapa? Bisa jadi karena ini:
Quote:Original Posted By azusayumi
salahnya ya ngaku-ngaku brimob itu emoticon-Cape d... (S)
anggota polisi harusnya netral, kalau gini kan kesannya polisi mihak salah satu kubu


Yg gw heran malah si TS bilang yg ditulis si brimob gadungan itu faktual? Emang TS tau ya kejadiannya bakal gitu? Hebat dooonk..
Quote:Original Posted By bigbullshit


kata siapa kasus si tukang sate bebas bgitu aja?? masih jalan terus kok kasus hukum nya, walopun penahanan sang TSk mendapat penangguhan... bahkan si tukang sate itu kini hrs wajib lapor ke polisi scr rutin.... emoticon-Embarrassment

sumber


Quote:Original Posted By mynameflex


kalo menurut gw sendiri mending dibebasin ajalah di tukang sate ama satpam kasian cuman korban fanatisme politik doank. emoticon-Ngakak


bagus klo status hukum untuk kedua pelaku masih berlanjut. Harus itu yg ditegakkan. Ga peduli itu pendukung Prabowo or Jokowi. Walaupun gw termasuk orang yg pilih Jokowi. Tp tegakkan hukum sesuai proporsinya. Bisa dinilai siapa yg urgensi kesalahannya lebih besar disini. Sejak awal gw selalu pada posisi hukum ga pandang bulu. Simbol hukum saja patung pegang timbangan yg ditutup matanya. Artinya tidak memandang subyek yg melanggar hukum itu siapapun klo salah, hukum langsung sesuai kesalahannya! Sikap membebaskan malah bisa menimbulkan perkara baru dibelakang hari pada jenis/konteks kasus yg sama. Pasti itu! Kesalahan yg sama terus berulang dari sejak rezim lama, masa mau terus diulangi lagi sekarang?? Ini tantangan yg serius bagi era Jokowi, agar marwah hukum kita bisa jadi hidup.

Quote:Original Posted By pedroezsa
Alasannya ini lho gan, ini:


Makanya si ibu minta maafnya ke kasat brimobnya, bukan ke prabowo. Karena yg risih pihak dari brimobnya. Kenapa? Bisa jadi karena ini:


Yg gw heran malah si TS bilang yg ditulis si brimob gadungan itu faktual? Emang TS tau ya kejadiannya bakal gitu? Hebat dooonk..


ente kayaknya salah paham, yg gw maksud faktual apa yg dikatakan "penghinaan" oleh si Satpam itu adalah status pada Fb nya yg bertuliskan seperti ini "Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI"
kalimat status seperti itu, mungkin saja bisa dikatakan masuk kategori penghinaan. Tetapi apa yg di sampaikan oleh Si Satpam diikuti juga kondisi faktual bahwa status salah satu capres itu adalah pecatan institusinya sendiri. Dan secara umum sudah diketahui masyarakat luas, itu yg gw maksud.
×