alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545a690c118b46b3248b4571/kandasnya-megaproyek-tomy-winata-rp-225-triliun-di-tangan-jokowi
Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
Quote:Merdeka.com - Pakar teknik sipil Institut Teknologi Bandung pada 1960-an, Prof. Sedyatmo meyakini kondisi geografis dua pulau utama Indonesia yakni Jawa dan Sumatera, bisa ditaklukkan lewat pembangunan jembatan. Tujuannya, agar kendaraan darat bisa menyeberang dari masing-masing sisi pulau. Dari sinilah muncul ide membangun Jembatan Selat Sunda (JSS).

Di era Soekarno, proyek ini dikenal dengan sebutan 'Tri Nusa Bima Sakti'. Namun sempat terkubur lama hingga mulai digulirkan lagi pada 1988. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kala itu di bawah komando BJ Habibie mulai berhitung. Untuk membangun jembatan 29 kilometer melintasi Selat Sunda diperkirakan menelan dana hingga Rp 100 triliun. Tapi itu sebelum Indonesia dihantam badai krisis 1997-1998.

Ide megaproyek ini kembali terkubur setelah badai krisis menerpa Indonesia hingga akhirnya kembali dihidupkan di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengusaha Tomy Winata ditunjuk jadi rekanan swasta untuk mewujudkannya. Melalui konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) yang tak lain gabungan anak usaha Artha Graha yakni PT Bangungraha Sejahtera Mulia mewakili pihak swasta dan BUMD dari Banten dan Lampung.

Kawasan yang berada di dua pulau besar yakni Jawa dan Sumatera yang akan dihubungkan dengan sebuah jembatan senilai Rp 225 triliun dengan panjang 27,4 kilometer. Harapannya, konstruksi awal sudah mulai dilakukan pada 2015 dan memakan waktu 10 tahun. Dengan demikian, jembatan ini baru bisa beroperasi pada 2025.

Untuk merealisasikan mimpi tersebut, lahirlah Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2011 tentang Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau Jembatan Selat Sunda (JSS). Tomy Winata sebagai pihak ketiga, meminta penjaminan dari pemerintah untuk menjalankan proyek tersebut. GBLS sendiri disebut-sebut sudah menggelontorkan dana cukup banyak buat menggelar studi pra-kelaikan. Nominalnya Rp 1,5 triliun.

Hingga pemerintahan Presiden SBY lengser, tidak jelas nasib dan kelanjutan realisasi megaproyek ini. Pemerintahan pun berganti, kebijakan yang diambil tak sama.

Presiden Joko Widodo secara resmi menghentikan megaproyek ini. Tidak berminatnya Jokowi melanjutkan rencana megaproyek ini sudah terlihat sejak belum resmi menjadi presiden. Salah satu pertimbangannya, dana yang sangat besar untuk menggarap proyek ini.

Jembatan Selat Sunda tidak cukup menguntungkan bila hanya berupa jalan bebas hambatan menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa. Dari hitung-hitungan awal, megaproyek ini baru bisa balik modal dalam kurun 30 tahun.

"Kalau kita punya duit lagi, sudah kaya raya ya beda. Mau tiap pulau disambungin dengan jembatan ya bisa saja," jelas Jokowi saat itu.

Jokowi lebih memilih mengoptimalkan jalur laut untuk digunakan sebagai transportasi distribusi logistik. Setelah dihitung-hitung oleh Jokowi, menggunakan transportasi air lebih menguntungkan dibandingkan membangun jembatan.

Menurut Jokowi, negara yang memiliki laut di wilayahnya dan lebih mendominasi, akan memaksimalkan jalur air sebagai jalur distribusi logistik. Dia menambahkan, pembangunan dan pengembangan pelayaran ini akan diikuti pembangunan dermaga. Jokowi berharap pengiriman logistik antar pulau akan berjalan lancar.

Merdeka.com mencatat alasan dan pertimbangan pemerintahan Jokowi-JK menghentikan megaproyek ini. Berikut paparannya.

Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi

1.Tak selaras visi Jokowi
Quote:Merdeka.com - Pemerintahan Jokowi-JK memutuskan tak melanjutkan megaproyek Jembatan Selat Sunda karena tak selaras dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo.

"Alasannya, megaproyek senilai lebih 225 triliun itu dianggap tidak selaras dengan visi-misi Presiden Joko Widodo. Sampai sekarang tidak pernah ada pernyataan dari Presiden akan memasukkan JSS ke program infrastruktur pemerintah," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof A Chaniago, di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Jumat (31/10).


Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
2.JSS bukan pilihan 10-15 tahun ke depan
Quote:Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof A Chaniago menuturkan, Jembatan Selat Sunda justru dianggap dapat menghilangkan identitas maritim karena akan mengurangi aktivitas penyeberangan melalui laut di Selat Sunda.

Andrinof yakin jembatan itu belum bisa dibangun, paling tidak untuk 10?15 tahun ke depan. ?Saya yakin JSS bukan pilihan, setidak-tidaknya untuk 10?15 tahun ke depan,? kata Andrinof.


Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
3.Pilih bangun dan perbaiki pelabuhan
Quote:Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof A Chaniago menjelaskan, daripada membangun jembatan senilai Rp 225 triliun, pemerintah memilih memperbaiki infrastruktur Pelabuhan Merak, Banten, dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dana itu juga bisa digunakan meremajakan moda transportasi laut yang melintas di Selat Sunda.

"Lebih baik kita tingkatkan pelayanan di perhubungan laut, bagaimana pelayanan penumpangnya aman, nyaman, bagus, layak, kondisi kapal nyaman. Kemudian kalau dermaganya kurang, ditambah. Itu lebih penting," tegas Andrinof.




Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
4.Tak sesuai doktrin kemaritiman
Quote:Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, pemerintah memutuskan tidak melanjutkan proyek Jembatan Selat Sunda dengan alasan kuat. Keputusan ini diambil karena megaproyek tersebut tidak seirama dengan konsep pembangunan maritim yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"(Jembatan Selat Sunda) itu kan masih ide dan wacana. Ditambah sekarang tidak sejalan dengan konsep doktrin kemaritiman," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (3/11).


Kandasnya megaproyek Tomy Winata Rp 225 triliun di tangan Jokowi
5.Pemerintah sebelumnya juga tak putuskan jalan
Quote:erdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan alasan lain. Menurut Sofyan, kelanjutan megaproyek ini sudah tidak jelas sejak pemerintahan sebelumnya.

"Pemerintah sebelumnya kan juga belum memutuskan go ahead," tuturnya.


sumber

Quote:komentarnya gan emoticon-Peace
Quote:ane juga nerima sumbangan cendol emoticon-Malu

jadi top tread emoticon-shakehand
tapi kenapa yg http://www.kaskus.co.id/thread/54590...m-enggak-ramai ga ya ? padahal yg komentar lebih banyak emoticon-Bingung (S)
pjg banget emoticon-Bingung (S)
sebaiknya memang indonesia tidak dibebani infrastruktur yang belum dibutuhkan, apalagi jika ada jalan keluar lainnya
Muahal buanget ya bikin jembatan 27km

Rp 225,000,000,000,000.00

Nolnya banyak sangat.

Mudah2an oom TW ga ngamuk da kluar 1.5T tp ga jd,
tunggu 5 taun lg siapa tau presiden berikutnya mo lanjut

emoticon-shakehand:
nyimak aja
emoticon-Cool
Oh ya mending duitnya dipake buat bangun jalur kereta di Sumatera, Kalimantan, & pulau2 selain Jawa lainnya,
tampaknya lebih banyak gunanya.
jembatan gede itu dimana2 prestise emoticon-Smilie
keberadaannya jg gak bakal bisa menggantikan priuk belawan dan bayur.

kl ada duit mending bikin jembatan gede di suangai2 besar sumatra kalimantan.
kasian para makelar tanah di daerah masing2 ujung jembatan emoticon-Big Grin
kalo proyeknya lanjut bisa dipastikan harga tanah bakal melambung, tapi yang menikmati hasilnya cm orang2 berduit aja. si tomi winata itu pebisnis, jadi orientasinya bisnis
waktu kampanye katanya buat tol laut ..
bohong lagi bohong lagi
Quote:Original Posted By arctophile
Muahal buanget ya bikin jembatan 27km

Rp 225,000,000,000,000.00

Nolnya banyak sangat.

Mudah2an oom TW ga ngamuk da kluar 1.5T tp ga jd,
tunggu 5 taun lg siapa tau presiden berikutnya mo lanjut

emoticon-shakehand:


Itu sih udah resiko. Jadi pengusaha kalo mau untungnya aja sih mana mungkin.
Quote:Original Posted By arctophile
Oh ya mending duitnya dipake buat bangun jalur kereta di Sumatera, Kalimantan, & pulau2 selain Jawa lainnya,
tampaknya lebih banyak gunanya.


jawa sumatra uda ada jalur keretanya
itu rencana jembatanmya jg terdapat jalur rel keretamya

Quote:Original Posted By zapiel
waktu kampanye katanya buat tol laut ..
bohong lagi bohong lagi


jangan komentar gan, takut diketawain emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By zapiel
waktu kampanye katanya buat tol laut ..
bohong lagi bohong lagi


jadi menurut agan ini, yang dimaksud tol laut adalah membangun jalan tol diatas laut emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By zapiel
waktu kampanye katanya buat tol laut ..
bohong lagi bohong lagi


Tol laut jokowi sih bukan jalan tol diatas laut gan.
Quote:Original Posted By zapiel
waktu kampanye katanya buat tol laut ..
bohong lagi bohong lagi


Tol laut jadi kok gan.
Uda ada tritnya juga disini coba di search.

Quote:Original Posted By onde_onde


jadi menurut agan ini, yang dimaksud tol laut adalah membangun jalan tol diatas laut emoticon-Big Grin



Quote:Original Posted By denbags


Tol laut jokowi sih bukan jalan tol diatas laut gan.


Quote:Original Posted By 99phoenix


Tol laut jadi kok gan.
Uda ada tritnya juga disini coba di search.



udah... jangan dilayanin emoticon-Traveller
TW takluk kl pemimpin negara ini bukan MILITER emoticon-Ngakak ( Alm Gus dur, Jkw ) emoticon-I Love Indonesia (S)
bukannya nantik klo sudah jadi jembatannya akan jadi tol bayar dlu klo mau nyebrang..
Quote:Original Posted By abdi.dongkap


jangan komentar gan, takut diketawain emoticon-shakehand


Udah terlanjur keliatan dongoknya emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak




buat dermaga2 / prlabuhan baru dengan fasililitas docking space yg lebih banyak , disini penyerapan tenaga kerja lulusan perkapalan bakal lebih byk

beli kapal2 penyebrangan yg laik laut , karena kapal2 yg ada kebanyakan udah tua ,

Indonesia jaya di laut dan bisa jadi badan klasifikasi dunia , gak cuma di asia seperti sekarang

emoticon-I Love Indonesia