alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal Nikah Beda Agama, Perwakilan Buddha Tak Ambil Pusing
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/545a4937582b2eae388b457a/soal-nikah-beda-agama-perwakilan-buddha-tak-ambil-pusing

Soal Nikah Beda Agama, Perwakilan Buddha Tak Ambil Pusing

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menjadi pihak terkait dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian. Dalam pandangannya, Walubi tidak mempersoalkan permohonan uji materi yang diajukan, terkait pernikahan pasangan beda agama.

"Kami tidak bicara secara eksplisit. Tapi kami usahakan tetap mengacu pada undang-undang," ujar Ketua Bidang Ajaran Walubi Suhadi Sendjaja, saat ditemui seusai mengikuti persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

Menurut Suhadi, Walubi tetap mengajak umat Buddha untuk mengupayakan pernikahan dengan pasangan yang seiman. Namun, jika pada kenyataannya terdapat pasangan calon suami istri yang salah satunya bukan beragama Buddha, Suhadi mengatakan, pihaknya akan tetap mengupayakan hingga perkimpoian dapat tetap berlangsung.

Suhadi mengatakan, ajaran Buddha telah menjelaskan bahwa jodoh yang terkait dengan perkimpoian telah ditentukan oleh Tuhan. Sedangkan dalam aspek hukum, sebut Suhadi, ajaran Buddha berpedoman pada karma, atau hubungan sebab-akibat.

"Jodoh itu sudah ditentukan, tergantung dharma dan karma. Yang nikah kan orangnya, bukan agamanya," kata Suhadi.

Hari ini, Mahkamah Konstitusi menggelar sidang kelima perkara pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian dengan agenda mendengarkan keterangan pihak terkait, yaitu MUI, PBNU, PGI, dan Walubi. Perkara ini teregistrasi dengan nomor 68/PUU-XII/2014.

Pemohon perkara ini adalah empat orang warga negara Indonesia atas nama Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Varida Megawati Simarmata, dan Anbar Jayadi. Mereka menguji Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974, yang berbunyi, "Perkimpoian adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu".

Pasal tersebut dinilai mengurangi hak konstitusional dan memaksa setiap warga untuk mematuhi hukum agama dalam perkimpoian. Menurut pemohon, pasal tersebut mempersulit pasangan berbeda agama, untuk dapat melaksanakan perkimpoian yang sah secara hukum.

http://nasional.kompas.com/read/2014...k.Ambil.Pusing

ga pusing gan,
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Buat apa pusing? Penganutnya saja sudah mau habis.emoticon-Ngakak
yang penting goyangannyaemoticon-Ngakak
yang pusing siapa dong gan? emoticon-Malu (S)
Well bokap ane Buddha n nyokap ane Kristen. Mereka aj ga pusing. Beribadah agama masing". Ga pusing jg tuh. Paling jg yang benci aj ama agamanya yang pusing n mau ikut campur emoticon-Ngakak

urus diri sendiri n agama masing" aj dah emoticon-Traveller
Quote:


tapi ada loh agama yang pusing soal nikah beda agama, sampe ada yangbukan bagian dari suku tertentu (yang jual makanan 7rb dpt nasi, daun singkong ma ikan panggang) ga dianggep keluarga lagi atau emoticon-Ngakak
Diubah oleh aindojunkersn
--Salah kamar--
Diubah oleh unFinisHeD
Quote:


Kebalik gan penganut nya udah mau abis karena mreka ga pusing...

Quote:



×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di