alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5459ffa01a9975486d8b4573/1-langkah-menuju-perkawinan-sejenis-pgi-larangan-nikah-beda-agama-abaikan-ham
[1 Langkah Menuju Perkimpoian Sejenis] PGI: Larangan Nikah Beda Agama Abaikan HAM
Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mendukung revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian. Salah satu anggota Komisi Hukum PGI Nikson Lalu mengatakan, PGI menilai undang-undang tersebut bersifat diskriminatif dan mengabaikan semangat multikulturalisme di Indonesia.

"Ke depan, perlu dibuat suatu regulasi yang lebih realistis terhadap realitas kebhinekaan kita yang mengatur dan memfasilitasi perkimpoian pasangan beda agama," ujar Nikson, saat memberikan keterangan dalam persidangan uji materi UU Perkimpoian, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menurut Nikson, Pasal 2 ayat 1 UU Perkimpoian yang menyatakan, "Perkimpoian adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu", telah mengabaikan realitas multikulturalisme dan perbedaan golongan mau pun agama di Indonesia.

Dalam perspektif hak asasi manusia (HAM), sebut Nikson, ketentuan tersebut mengabaikan hak warga negara untuk menikah dengan pasangan yang berbeda agama.

"Akibatnya, banyak pasangan beda agama yang terjebak dalam pilihan yang tidak dikehendaki, misalnya hidup bersama tanpa menikah," kata Nikson.

Kemudian, lanjut dia, pasal tersebut juga mencerminkan ketidakadilan. Menurut dia, pasangan yang berbeda agama, namun memiliki kelebihan dalam hal ekonomi, dapat melaksanakan pernikahan di luar negeri. Namun, bagi yang tingkat ekonominya tidak lebih baik, tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

Selain itu, PGI juga mengkritik petugas catatan sipil yang seringkali melakukan penafsiran sepihak terhadap Pasal 2 ayat 1 dalam UU Perkimpoian. Dalam banyak kasus, lembaga catatan sipil sering kali menolak mencatatkan pernikahan pasangan yang beda agama.

"Gereja harus patuh terhadap negara, tapi disertai sikap korektif apabila melakukan penyimpangan hukum dan HAM," kata Nikson.

Mahkamah Konstitusi menggelar sidang kelima perkara pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian dengan agenda mendengarkan keterangan pihak terkait, yaitu MUI, PBNU, PGI, dan Walubi. Perkara ini teregistrasi dengan nomor 68/PUU-XII/2014.

Pemohon perkara ini adalah empat orang warga negara Indonesia atas nama Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Varida Megawati Simarmata, dan Anbar Jayadi. Mereka menguji Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974. Pasal tersebut dinilai mengurangi hak konstitusional dan memaksa setiap warga untuk mematuhi hukum agama dalam perkimpoian.

http://nasional.kompas.com/read/2014...campaign=Khlwp


ane setuju dgn MUI yang mengharamkan perkimpoian beda agama.. ini masalah prinsip, bukan masalah HAM... nih kalau UU ini disahkan, pasti akan ada UU yang melegalkan perkimpoian sejenis


nih ayat2 buat PGI...
Quote:
2Kr_6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
2Kr_6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?


PANASTAK LIBERAL SILAHKAN BULLY emoticon-Ngakak
memang hobinya revisi dogma sih emoticon-Ngakak
nanti sebentar lagi keluar manual buat nikah maho....eeh, ternyata udah keluar malahan emoticon-Betty


Gereja Anglikan Luncurkan Pedoman Pemberkatan Nikah Sesama Jenis

http://www.jawaban.com/read/article/...h-Sesama-Jenis


padahal kemarin ngomong gini

Quote:4 Alasan PGI Tolak Nikah Beda Agama


Perdebatan pelegalan nikah beda agama yang diajukan oleh mahasiswa dan para alumni Fakultas Hukum Universiats Indonesia (UI), kini semakin meruncing dan melibatkan lembaga-lembaga keagamaan termasuk PGI. Ketua Umum PGI Pdt. Dr. A.A.Yewangoe menyatakan bahwa gereja sebisa mungkin menghindari pemberkatan beda agama karena dinilai akan sulit diterima secara hukum dan konsep kekristenan.


"Pernikahan beda agama tidak mudah dilakukan di negara ini. Persoalannya terletak pada legalitas hukum agama yang mengesahkan perkimpoian. Kalau hukum agama mengharamkan nikah campur (berbeda agama, suku, ras dan kebangsaan), maka akan sulit melangsungkan perkimpoian beda agama," ujar Yewangoe, seperti dilansir dari laman resmi Pgi.or.id.


Dalam penuturannya, Yewangeo mempunyai beberapa alasan bahwa gereja menolak pernikahan beda agama, seperti:


Larangan nikah beda agama sudah ada sejak zaman Ezra dan Nehemia



Yewangoe menuturkan, bahwa larangan nikah beda agama juga berlaku sejak zaman Ezra dan Nehemia. Mereka mengharamkan umat Israel menikah dengan kaum diluar Israel. Dari sejarah ini pula gereja menetapkan aturan agar sedapat mungkin menghindari pemberkatan pasangan beda agama. "Meskipun begitu tidak semua gereja bertindak semikian, tetapi ada juga gereja yang melakukan pemberkatan nikah beda agama," tuturnya.



Pernikahan sah bila memenuhi syarat hukum dan pemuka agama



Salah satu kontroversi pernikahan beda agama tertulis dalam Undang-Undang pasal 2 ayat 1 berbunyi "Perkimpoian adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamnya dan kepercayaan itu". Hal ini berarti bahwa legalitas sah atai tidaknya ssuatu perkimpoian didasarkan pada hukum agama dan kepercayaan masing-masing dari kedua calon pengantin.



Pernikahan adalah orde penciptaan



Di dalam Kekristenan, gereja memandang bahwa pernikahan adalah orde penciptaan. Dalam hal ini, penciptaan erat kaitannya dengan hubungan/relasi antara Sang Pencipta dan ciptaan-Nya serta relasi antara sesamanya. Dalam prostestan, pemberkatan pernikahan dipandang sebagai akta sosial sedang sakramen (dalam Katolik) dianggap sebagai akta agama. "Istilah pemberkatan pernikahan lebih cenderung pada akta sosial ketimbang akta agama".



Selain itu, gereja juga memegang teguh pemahaman bahwa pernikahan dianggap sebagai ordo penciptaan karena lewat pernikahanlah generasi baru akan dihasilkan dan relasi sosial terjalin dengan baik.



Pernikahan beda agama akan mempersulit anak



Meski pasangan beda agama menyepakati tetap menganut keyakinan masing-masing, namun bukan berarti tak akan mendapat permasalahan di kemudian hari. Pernikahan beda agama biasanya akan terbentur pada kehendak anak untuk bebas memilih agama tanpa unsur paksaan dari salah satu pihak. "Nikah beda agama harus mempertimbangkan pelayanan pastoral gereja," kata Yewangoe.



Menyikapi maraknya kasus pernikahan beda agama serta polemik UU yang telah ditetapkan, PGI bersama majelis agama lainnya seperti MUI, KWI, MATAKIN, WALUBI dan PHDI menyepakati bahwa perkimpoian harus dilakukan sesuai ajaran agama masing-masing. Dalam artian bahwa pernikahan yang telah disahkan oleh agama wajib dicatat oleh negara.



Dengan kesepakatan bersama ini, diharapkan agar pasangan beda agama tidak nekat melanggar aturan yang ebrlaku secara hukum dan agama. Sebab hanya akan mengundang persoalan yang lebih besar ke depan, bahwa setelah menikah salah satu dari mereka bisa saja tidak menjalankan agama yang dikompromikan tersebut. Hal inilah yang mendasarkan firman Tuhan dalam 2 Korintus 6: 4 yang mengingatkan agar kita tetap memilih pasangan yang sepadan dan seiman.

sumber situs suci


[1 Langkah Menuju Perkawinan Sejenis] PGI: Larangan Nikah Beda Agama Abaikan HAM
nyimak dah
HAMburger banyak tuh di mekdi emoticon-Stick Out Tongue
Di Revisi berdasarkan permintaan pasar dan besarnya kucuran dana yang mengalir

Menunggu berita selanjutnya yang mengakatakan bahwa pernikahan sejenis adalah HAM dan harus di legalkan ,,
Quote:Original Posted By raimukyasu
HAMburger banyak tuh di mekdi emoticon-Stick Out Tongue


HAMburger itu jelas haram, karna itu memakai HAM! emoticon-Malu (S)
aneh sendiri kan kalau omongannya di edit, revisi, edit, revisi, update,
rinse and repeat emoticon-Matabelo
my anaconda dont, my anaconda dont
want none unless you got buns hun...
forget about another anaconda...

di sini ada anglikan ga sih?
Kok pada ngehina kitab lain revisi sih? Bukannya Quran juga semacam revisi atas kitab2 sebelumnya?
Quote:Original Posted By amingrais
Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mendukung revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian. Salah satu anggota Komisi Hukum PGI Nikson Lalu mengatakan, PGI menilai undang-undang tersebut bersifat diskriminatif dan mengabaikan semangat multikulturalisme di Indonesia.

"Ke depan, perlu dibuat suatu regulasi yang lebih realistis terhadap realitas kebhinekaan kita yang mengatur dan memfasilitasi perkimpoian pasangan beda agama," ujar Nikson, saat memberikan keterangan dalam persidangan uji materi UU Perkimpoian, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menurut Nikson, Pasal 2 ayat 1 UU Perkimpoian yang menyatakan, "Perkimpoian adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu", telah mengabaikan realitas multikulturalisme dan perbedaan golongan mau pun agama di Indonesia.

Dalam perspektif hak asasi manusia (HAM), sebut Nikson, ketentuan tersebut mengabaikan hak warga negara untuk menikah dengan pasangan yang berbeda agama.

"Akibatnya, banyak pasangan beda agama yang terjebak dalam pilihan yang tidak dikehendaki, misalnya hidup bersama tanpa menikah," kata Nikson.

Kemudian, lanjut dia, pasal tersebut juga mencerminkan ketidakadilan. Menurut dia, pasangan yang berbeda agama, namun memiliki kelebihan dalam hal ekonomi, dapat melaksanakan pernikahan di luar negeri. Namun, bagi yang tingkat ekonominya tidak lebih baik, tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

Selain itu, PGI juga mengkritik petugas catatan sipil yang seringkali melakukan penafsiran sepihak terhadap Pasal 2 ayat 1 dalam UU Perkimpoian. Dalam banyak kasus, lembaga catatan sipil sering kali menolak mencatatkan pernikahan pasangan yang beda agama.

"Gereja harus patuh terhadap negara, tapi disertai sikap korektif apabila melakukan penyimpangan hukum dan HAM," kata Nikson.

Mahkamah Konstitusi menggelar sidang kelima perkara pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkimpoian dengan agenda mendengarkan keterangan pihak terkait, yaitu MUI, PBNU, PGI, dan Walubi. Perkara ini teregistrasi dengan nomor 68/PUU-XII/2014.

Pemohon perkara ini adalah empat orang warga negara Indonesia atas nama Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Varida Megawati Simarmata, dan Anbar Jayadi. Mereka menguji Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974. Pasal tersebut dinilai mengurangi hak konstitusional dan memaksa setiap warga untuk mematuhi hukum agama dalam perkimpoian.

http://nasional.kompas.com/read/2014...campaign=Khlwp


ane setuju dgn MUI yang mengharamkan perkimpoian beda agama.. ini masalah prinsip, bukan masalah HAM... nih kalau UU ini disahkan, pasti akan ada UU yang melegalkan perkimpoian sejenis


nih ayat2 buat PGI...


PANASTAK LIBERAL SILAHKAN BULLY emoticon-Ngakak


Klo ini sih jelas udah menyalahi aturan. Pertama, gereja tidak boleh mencampuri urusan politik.

Kedua, pernikahan beda agama sendiri sudah dilarang dalam alkitab.

Ni kayanya pengurus PGI sudah mulai melupakan alkitab
Quote:Original Posted By imigransampah
aneh sendiri kan kalau omongannya di edit, revisi, edit, revisi, update,
rinse and repeat emoticon-Matabelo


hehe.. lagi sakau ?
ane rasa gak ada agama yg ngebolehin nikah berbeda kepercayaan..kalo mau jujur sesuai hati nurani ama kitab ato ama agamanya CMIIW
emoticon-Takut serem ngomongin agama
Quote:Original Posted By sangmerah
ane rasa gak ada agama yg ngebolehin nikah berbeda kepercayaan..kalo mau jujur sesuai hati nurani ama kitab ato ama agamanya CMIIW

yg udah pasti fix di agama islam dan kristen jelas melarang.. kalau buddha, hindu dan lainnya ane ga tau

Quote:Original Posted By bukan_hp_nokia
emoticon-Takut serem ngomongin agama


agama memang menyeramkan bray
pak nikson. beli bibble baru gih emoticon-Ngakak:
kayaknya bibble dia bab genesis nya gak kecetak emoticon-Ngakak:
ato menurut dia sodon gomora cuman crita sblm bobok emoticon-Big Grin
trus kalau misal beneran disahkan gimana gan.. emoticon-Big Grin
emoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Pleaseemoticon-No Sara Please
Quote:Original Posted By denbags
trus kalau misal beneran disahkan gimana gan.. emoticon-Big Grin


taruhan yuk.. 5 tahun lagi juga belum tentu bisa disahkan di indonesia..
Quote:Original Posted By amingrais


taruhan yuk.. 5 tahun lagi juga belum tentu bisa disahkan di indonesia..


Ogah gan, masih sayang id.. emoticon-Big Grin