alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5459ec03620881e5498b456d/part-2---membongkar-fakta--kenaikan-bbm-ditunggangi-kaum-neoliberal
Thumbs down 
[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal
Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal

Jakarta, HanTer - Penolakan juga mengalir dari politisi PDIP di Senayan lainnya, Effendi Simbolon. Wakil Ketua DPR RI versi DPR Tandingan versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) ini justru mempertanyakan sikap Wapres JK yang tampak bernafsu menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Kenapa ya malah Pak JK yang begitu bernafsu menaikkan harga BBM?" ujar Effendi di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014) siang.

Mantan anggota Komisi VII DPR RI tersebut melanjutkan, situasi tersebut sangat berbeda jika dibanding sikap Presiden RI Joko Widodo yang terlihat lebih adem menanggapi wacana kenaikan harga BBM pada akhir 2014 ini.

"Saya enggak tahu ya ada apa di balik itu. Yang saya tanya cuma kenapa JK bernafsu sekali?" kata Effendi.

Effendi khawatir, rencana kenaikan harga BBM itu ditunggangi kepentingan kaum neoliberal yang menyusup ke dalam Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Effendi berpendapat, kenaikan harga BBM itu mestinya diikuti sejumlah perbaikan misalnya pembangunan kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, meningkatkan produksi minyak, dan sebagainya.

"Ini menterinya belum ngapa-ngapain. Petral juga belum dibubarkan, malah main naikin harga BBM saja," lanjut dia.

"Soal tata niaga energi tidak ditangani, ini yang ditangani malah masalah program jaring pengaman sosialnya. Mending enggak usah ada pemerintahan Jokowi, mending lanjutkan saja SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lagi."

Effendi bahkan menyebut tiga menteri sektor ekonomi dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mencerminkan ideologi Trisakti.

"Siapa Sudirman Said? Siapa Rini Soemarno? Siapa itu Sofyan Djalil? Apa mereka ini yang membawa garis liberal ekonomi?" gugatnya.

Sudirman Said adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rini Soemarno adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sementara Sofyan Djalil adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Effendi menegaskan, sejatinya, arah politik ekonomi PDIP adalah Trisakti. Mestinya, komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak, salah satunya BBM, dikuasai oleh pemerintah, bukan malah dilepas ke mekanisme pasar.

"Wajar saja kalau harga BBM katanya naik. Yang pengambil kebijakan regulasinya bukan dari ideologi itu (Trisakti). Saya enggak tahu, siapa ya mereka itu," lanjut Effendi.

Sebelumnya, Wapres JK menyatakan bahwa pemerintah akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi. JK menegaskan, kenaikan harga BBM akan terjadi pada bulan November ini. "Pokoknya bulan ini," kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (3/11/2014).

JK menjelaskan, pemerintah harus menaikkan harga BBM untuk mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif. Ia menuturkan, pemerintah masih akan mencari waktu tepatnya sambil menunggu tersebarnya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut JK, subsidi BBM akan dialihkan ke beberapa program lain yang dianggap lebih memberikan manfaat terhadap masyarakat secara merata dan signifikan. Beberapa program itu di antaranya adalah KIS dan KIP.

"Kenaikan BBM itu mengalihkan subsidi dari konsumtif ke produktif dan program ini (KIS dan KIP) bukan kompensasi kenaikan BBM, tapi hasil dari mengalihkan subsidi tersebut," ujarnya.

Saat ditanya mengenai nominal kenaikan harga BBM, Kalla belum dapat menyebutkannya. Ia hanya mengatakan bahwa subsidi untuk BBM harus disesuaikan agar tidak terlalu tinggi dan membebani negara tanpa memberi manfaat terhadap masyarakat secara merata.

http://www.harianterbit.com/read/201...aum-Neoliberal

Ngotot Naikkan Harga BBM, JK Dikecam PDIP

JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan harga BBM paling lambat akhir tahun ini mulai menuai berbagai kritikan. Menariknya kritik paling pedas justru dilontarkan PDIP yang merupakan pengusung utama pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres lalu.

Ketua DPP PDIP Effendi Sombolon menegaskan rencana menaikkan harga BBM hanya keinginan wapres Jusuf Kalla (JK). Ia pun mengecam JK yang dinilainya sangat getol mau menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 alias dinaikkan Rp 3 ribu. ”Nafsu” menaikkan harga BBM itu dinilai Effendi berbeda dengan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lebih kalem terhadap rencana itu.

”Kenapa sih nafsu bangat mau naikkan harga BBM - Kok begitu semangatnya menaikan harga komoditas sih? Gak melihat sikon (situasi dan kondisi), kan’baru seminggu dilantik, kenapa (JK) sudah bikin heboh. Saya gak tahu ada apa di balik ini, yang saya pertanyakan kenapa JK bernafsu sekali," lontar Effendi di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/11).

Devisit anggaran karena sebagian besar APBN dialihkan untuk subsidi BBM,menurut Effendi, akibat selama ini lalai dalam pengelolaan energi di negara ini. Akibatnya, pembenahan tata niaga tidak berjalan dengan baik.

”Jadi seharusnya dibenahi dulu tata kelola energi, lantas tata niaga dan distribusinya. Bukannya yang ditangani justru masalah program jaring pengaman sosialnya. Lebih baik gak usah ada saja pemerintahan Jokowi ini, mendingan lanjutkan saja SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lagi,” papar Effendi gemas.

Ia pun mendukung penuh usulan ekonom Rizal Ramli yang menyarankan agar pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM, naun cukup mengatur kadar oktan di setiap jenis BBM.

”Sudah betul itu Rizal Ramli, oktannya saja yang disesuaikan. Oktan yang murah diberikan kepada yang murah, seperti bajaj, motor, angkot,” jelas Effendi yang juga Wakil Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat ini.

Effendi juga mengaku khawatir kalau rencana kenaikan harga BBM sedang ditunggangi kepentingan kaum neoliberal yang menyusup ke dalam Kabinet Kerja Jokowi. ”Kami’kan ingin fokus masalah (pengelolaan) energinya dulu, tapi kok energinya belum ditangani malah akhirnya liberal,” imbuhnya sengit.

Terang-terangan diungkap Effendi ada beberapa menteri di sektor ekonomi di kabinet Jokowi yang bermashab neo liberal, yang artinya bertolak belakang dengan doktrin Trisakti dari Bung Karno.

”Sekarang saya tanya, siapa Sudirman Said (Menteri ESDM) ? Siapa Rini Soemarno (Menteri BUMN) ? Siapa itu Sofyan Djalil (Menko Ekonomi)? Jadi wajar saja kalau harga BBM katanya mau naik, karena pengambil kebijakannya bukan dari ideologi Trisakti. Saya gak tahu siapa mereka,” tutur Effendi sengit.

Ditegaskannya pula, para menteri tersebut diduga kuat membawa garis liberal ekonomi. Padahal sejatinya arah politik ekonomi PDIP adalah Trisakti. Jadi seharusnya komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang salah satunya BBM itu dikuasai negara. ”Bukannya malah dilepas ke mekanisme pasar,” ujar anggota Komisi VI DPR ini.

Ia menambahkan, semestinya kenaikan harga BBM diikuti dengan sejumlah kebijakan strategis seperti membangun kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, dan meningkatkan produksi minyak. ”Lah ini menterinya belum ngapa-ngapain, Petral saja belum dibubarkan, malah mau langsung naikin harga BBM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wapres JK menegaskan bahwa kenaikan harga BBM dilakukan bulan ini juga, alasannya untuk mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif. Ia menambahkan pemerintah masih akan mencari waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM sambil menunggu tersebarnya Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. (ind)

http://www.tempo.co/read/news/2014/1...kkan-Harga-BBM

Kader PDIP Beda Sikap soal BBM, Mega Bungkam

[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal

Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana pemerintah Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi ditanggapi beragam oleh kader-kader PDIP maupun Koalisi Indonesia Hebat. Mereka tak satu suara. Penolakan terhadap kenaikan harga BBM misalnya dikemukakan oleh politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka dan legislator NasDem Kurtubi.

Menanggapi kader-kadernya yang tak satu suara untuk mendukung kebijakan pemerintah Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bungkam. “Tidak ada relevansinya dengan saya,” kata Mega usai menghadiri perayaan ulang tahun ke-60 Yayasan Pembinaan Anak-anak Cacat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/11).

Presiden RI kelima itu kemudian bergegas menuju mobilnya. “Syuh, syuh,” kata Mega kepada wartawan sambil menutup mikrofon yang disodorkan ke arahnya dengan tangan. Ia kemudian tersenyum dan meninggalkan lokasi sembari melambaikan tangan.

Megawati juga tak mau berkomentar ketika ditanya soal dualisme parlemen dan bagaimana perkembangan lobi-lobi politik saat ini.

Melihat Megawati yang susah payah mengelak dari pertanyaan wartawan, istri Jusuf Kalla, Mufidah Kalla, yang juga menghadiri acara tersebut, sempat tertawa. “Bu Mega enggak mau komentar soal itu ya?” tanya dia ke Mega sebelum Mega pergi.

Agustus lalu sebelum Jokowi dilantik menjadi presiden, Megawati menyatakan kenaikan harga BBM tak terelakkan. Ia mengatakan pemerintahan Jokowi tak bakal bisa menahan kenaikan harga BBM. “Kami sudah melakukan kalkulasi nyata,” kata Mega, Jumat (28/8).

Jika subsidi BBM diteruskan, ujar Mega saat itu, maka situasi Indonesia lima tahun mendatang akan dipenuhi rakyat yang antre membeli BBM karena khawatir pasokan BBM akan habis.

Menurut Mega, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pengurangan subsidi BBM memang masih bisa ditahan. “Tapi sekarang realitanya terjadi defisit APBN. Kalau begini ada solusinya tidak?” ujar dia.

Kemarin, Rabu (4/11), Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Effendi Simbolon menyatakan pemerintah terlalu tergesa-gesa hendak menaikkan harga BBM. “Nafsu banget Pak JK. Apa beliau tak melihat situasi dan kondisi sekarang? Baru seminggu dilantik saja sudah bikin heboh. Apa dengan menaikan harga BBM Rp 3.000, rakyat bisa makmur?” ujar pimpinan DPR tandingan itu.

Sementara legislator NasDem, Kurtubi, menyatakan seharusnya sistem tata kelola minyak dan gas harus dibenahi lebih dulu sebelum Jokowi menaikkan harga BBM. Sebab perbaikan pengelolaan migas akan mampu menekan potensi kerugian negara akibat maraknya penyimpangan.

“Kalau belum apa-apa sudah menaikkan harga BBM, dari sisi politis Pak Jokowi akan diserang oleh DPR. Pak Jokowi harus meraih kepercayaan lebih dulu dari rakyat,” ujar pengamat migas itu.

http://www.cnnindonesia.com/politik/...-mega-bungkam/

PDIP: Sofyan, Rini, dan Sudirman Orangnya JK

Jakarta - Anggota Fraksi PDIP Effendi Simbolon mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang begitu bernafsu menaikkan harga BBM bersubsidi.

Effendi tak mengetahui kalau ada kepentingan bisnis di balik nafsunya JK tersebut. Dalam Kabinet Kerja, diduga JK menaruh anak buahnya di posisi penting.

"Tapi yang saya dengar, Sofyan Jalil, Rini Soemarno dan Sudirman Said itu orang-orangnya JK," ujar Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menurutnya yang membuat rencana kenaikan harga BBM itu adalah orang-orang tersebut. Dan tidak ada unsur PDIP di dalamnya.

"Yang mereka tidak sepaham menempatkan komoditas BBM bersubsidi dengan mekanisme pasar bebas," imbuhnya.

Seperti diketahui Sofyan Jalil ialah Menteri Koordinator Perekonomian, lalu Rini Soemarno juga sebagai Menteri BUMN dan Sudirman Said menempati posisi Menteri ESDM. [rok]

[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/2151474/pdip-sofyan-rini-dan-sudirman-orangnya-jk#.VFnmwfmUd-Q[/url]
---------------------
[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal
=================================================
Publik memahami bahwa subsidi BBM salah sasaran. Subsidi BBM akan dialihkan untuk infrastruktur dan pembenahan penerima subsidi secara ketat dan benar. emoticon-Smilie Publik mendukung langkah Jokowi. emoticon-Smilie

Subsidi BBM misalnya di sektor perikanan laut terbukti salah sasaran. Subsidi diterima oleh kapal-kapal besar di atas 30 GT. emoticon-Smilie Mereka menerima subsidi BBM nelayan setara Rp 1,6 miliar namun hasil lautnya cuma Rp 62 juta. Artinya apa? Subsidi diselewengkan bukan untuk perikanan laut namun untuk industry yang lain. emoticon-Smilie

Selain itu, subsidi BBM salama ini hanya menguntungkan pemilik kendaraan bermotor terutama mobil pribadi. emoticon-Smilie Para pemilik mobil pribadi rata-rata mendapatkan subsidi Rp 4,9 juta per orang. Jelas ini tidak adil dan melukai rakyat. Sedangkan UMP berkisar antara Rp 1,1 juta sampai Rp 2,9 juta. emoticon-Smilie

Di sisi lain, gap harga BBM industri dan BBM subsidi menjadi peluang bagi mafia migas untuk bermain. Subsidi BBM dengan belitan dan gurita mafia migas - apalagi di kementerian ESDM ada kader PKS Sudirman Said - akan sangat memberi kesempatan penyelewengan BBM. emoticon-Smilie Artinya, pemberian subsidi BBM berapapun dan dengan cara apapun masih akan menjadikan dan memberi peluang bagi berjayanya mafia migas. Kenapa? emoticon-Smilie

Karena pucuk pimpinan diganti - yakni Menteri ESDM yang tak 100% bekerja untuk Jokowi tetapi ke PKS - namun dari mulai Dirjen sampai eselon 5 di Kementerian ESDM dan pihak terkait seperti SKK Migas, Pertamina semuanya masih muka lama pengikut Rudi Rubiandini. Jadi mafia migas tetap akan merajalela. emoticon-Smilie

Jadi, sebenarnya pemberian subsidi BBM tanpa disertai kebijakan baru oleh Jokowi hanya akan memerpanjang kinerja mafia migas tetap eksis. Jokowi akan gagal membasmi mafia migas. emoticon-Smilie Jokowi harus membuktikan bahwa Jokowi akan mengalihkan subsidi BBM untuk infrastruktur dan mencabut subsidi BBM untuk mobil pribadi. Di sisi lain subsidi secara langsung BBM harus diberikan kepada nelayan dengan pengawasan ketat. Jika tidak Jokowi pantas menjadi bagian mafia itu sendiri atau tunduk kepada kepentingan mafia migas yang merugikan keadilan rakyat dan melukai rakyat. emoticon-Smilie

Salam bahagia ala saya.


Spoiler for syair:
++++++++++++++++++++++
Quote:Original Posted By veiila
Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal

Jakarta, HanTer - Penolakan juga mengalir dari politisi PDIP di Senayan lainnya, Effendi Simbolon. Wakil Ketua DPR RI versi DPR Tandingan versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) ini justru mempertanyakan sikap Wapres JK yang tampak bernafsu menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Kenapa ya malah Pak JK yang begitu bernafsu menaikkan harga BBM?" ujar Effendi di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014) siang.

Mantan anggota Komisi VII DPR RI tersebut melanjutkan, situasi tersebut sangat berbeda jika dibanding sikap Presiden RI Joko Widodo yang terlihat lebih adem menanggapi wacana kenaikan harga BBM pada akhir 2014 ini.

"Saya enggak tahu ya ada apa di balik itu. Yang saya tanya cuma kenapa JK bernafsu sekali?" kata Effendi.

Effendi khawatir, rencana kenaikan harga BBM itu ditunggangi kepentingan kaum neoliberal yang menyusup ke dalam Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Effendi berpendapat, kenaikan harga BBM itu mestinya diikuti sejumlah perbaikan misalnya pembangunan kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, meningkatkan produksi minyak, dan sebagainya.

"Ini menterinya belum ngapa-ngapain. Petral juga belum dibubarkan, malah main naikin harga BBM saja," lanjut dia.

"Soal tata niaga energi tidak ditangani, ini yang ditangani malah masalah program jaring pengaman sosialnya. Mending enggak usah ada pemerintahan Jokowi, mending lanjutkan saja SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lagi."

Effendi bahkan menyebut tiga menteri sektor ekonomi dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mencerminkan ideologi Trisakti.

"Siapa Sudirman Said? Siapa Rini Soemarno? Siapa itu Sofyan Djalil? Apa mereka ini yang membawa garis liberal ekonomi?" gugatnya.

Sudirman Said adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rini Soemarno adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sementara Sofyan Djalil adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Effendi menegaskan, sejatinya, arah politik ekonomi PDIP adalah Trisakti. Mestinya, komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak, salah satunya BBM, dikuasai oleh pemerintah, bukan malah dilepas ke mekanisme pasar.

"Wajar saja kalau harga BBM katanya naik. Yang pengambil kebijakan regulasinya bukan dari ideologi itu (Trisakti). Saya enggak tahu, siapa ya mereka itu," lanjut Effendi.

Sebelumnya, Wapres JK menyatakan bahwa pemerintah akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi. JK menegaskan, kenaikan harga BBM akan terjadi pada bulan November ini. "Pokoknya bulan ini," kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (3/11/2014).

JK menjelaskan, pemerintah harus menaikkan harga BBM untuk mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif. Ia menuturkan, pemerintah masih akan mencari waktu tepatnya sambil menunggu tersebarnya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut JK, subsidi BBM akan dialihkan ke beberapa program lain yang dianggap lebih memberikan manfaat terhadap masyarakat secara merata dan signifikan. Beberapa program itu di antaranya adalah KIS dan KIP.

"Kenaikan BBM itu mengalihkan subsidi dari konsumtif ke produktif dan program ini (KIS dan KIP) bukan kompensasi kenaikan BBM, tapi hasil dari mengalihkan subsidi tersebut," ujarnya.

Saat ditanya mengenai nominal kenaikan harga BBM, Kalla belum dapat menyebutkannya. Ia hanya mengatakan bahwa subsidi untuk BBM harus disesuaikan agar tidak terlalu tinggi dan membebani negara tanpa memberi manfaat terhadap masyarakat secara merata.

http://www.harianterbit.com/read/201...aum-Neoliberal

Ngotot Naikkan Harga BBM, JK Dikecam PDIP

JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan harga BBM paling lambat akhir tahun ini mulai menuai berbagai kritikan. Menariknya kritik paling pedas justru dilontarkan PDIP yang merupakan pengusung utama pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres lalu.

Ketua DPP PDIP Effendi Sombolon menegaskan rencana menaikkan harga BBM hanya keinginan wapres Jusuf Kalla (JK). Ia pun mengecam JK yang dinilainya sangat getol mau menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 alias dinaikkan Rp 3 ribu. ”Nafsu” menaikkan harga BBM itu dinilai Effendi berbeda dengan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lebih kalem terhadap rencana itu.

”Kenapa sih nafsu bangat mau naikkan harga BBM - Kok begitu semangatnya menaikan harga komoditas sih? Gak melihat sikon (situasi dan kondisi), kan’baru seminggu dilantik, kenapa (JK) sudah bikin heboh. Saya gak tahu ada apa di balik ini, yang saya pertanyakan kenapa JK bernafsu sekali," lontar Effendi di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/11).

Devisit anggaran karena sebagian besar APBN dialihkan untuk subsidi BBM,menurut Effendi, akibat selama ini lalai dalam pengelolaan energi di negara ini. Akibatnya, pembenahan tata niaga tidak berjalan dengan baik.

”Jadi seharusnya dibenahi dulu tata kelola energi, lantas tata niaga dan distribusinya. Bukannya yang ditangani justru masalah program jaring pengaman sosialnya. Lebih baik gak usah ada saja pemerintahan Jokowi ini, mendingan lanjutkan saja SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lagi,” papar Effendi gemas.

Ia pun mendukung penuh usulan ekonom Rizal Ramli yang menyarankan agar pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM, naun cukup mengatur kadar oktan di setiap jenis BBM.

”Sudah betul itu Rizal Ramli, oktannya saja yang disesuaikan. Oktan yang murah diberikan kepada yang murah, seperti bajaj, motor, angkot,” jelas Effendi yang juga Wakil Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat ini.

Effendi juga mengaku khawatir kalau rencana kenaikan harga BBM sedang ditunggangi kepentingan kaum neoliberal yang menyusup ke dalam Kabinet Kerja Jokowi. ”Kami’kan ingin fokus masalah (pengelolaan) energinya dulu, tapi kok energinya belum ditangani malah akhirnya liberal,” imbuhnya sengit.

Terang-terangan diungkap Effendi ada beberapa menteri di sektor ekonomi di kabinet Jokowi yang bermashab neo liberal, yang artinya bertolak belakang dengan doktrin Trisakti dari Bung Karno.

”Sekarang saya tanya, siapa Sudirman Said (Menteri ESDM) ? Siapa Rini Soemarno (Menteri BUMN) ? Siapa itu Sofyan Djalil (Menko Ekonomi)? Jadi wajar saja kalau harga BBM katanya mau naik, karena pengambil kebijakannya bukan dari ideologi Trisakti. Saya gak tahu siapa mereka,” tutur Effendi sengit.

Ditegaskannya pula, para menteri tersebut diduga kuat membawa garis liberal ekonomi. Padahal sejatinya arah politik ekonomi PDIP adalah Trisakti. Jadi seharusnya komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang salah satunya BBM itu dikuasai negara. ”Bukannya malah dilepas ke mekanisme pasar,” ujar anggota Komisi VI DPR ini.

Ia menambahkan, semestinya kenaikan harga BBM diikuti dengan sejumlah kebijakan strategis seperti membangun kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, dan meningkatkan produksi minyak. ”Lah ini menterinya belum ngapa-ngapain, Petral saja belum dibubarkan, malah mau langsung naikin harga BBM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wapres JK menegaskan bahwa kenaikan harga BBM dilakukan bulan ini juga, alasannya untuk mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif. Ia menambahkan pemerintah masih akan mencari waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM sambil menunggu tersebarnya Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. (ind)

http://www.tempo.co/read/news/2014/1...kkan-Harga-BBM

Kader PDIP Beda Sikap soal BBM, Mega Bungkam

[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal

Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana pemerintah Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi ditanggapi beragam oleh kader-kader PDIP maupun Koalisi Indonesia Hebat. Mereka tak satu suara. Penolakan terhadap kenaikan harga BBM misalnya dikemukakan oleh politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka dan legislator NasDem Kurtubi.

Menanggapi kader-kadernya yang tak satu suara untuk mendukung kebijakan pemerintah Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bungkam. “Tidak ada relevansinya dengan saya,” kata Mega usai menghadiri perayaan ulang tahun ke-60 Yayasan Pembinaan Anak-anak Cacat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/11).

Presiden RI kelima itu kemudian bergegas menuju mobilnya. “Syuh, syuh,” kata Mega kepada wartawan sambil menutup mikrofon yang disodorkan ke arahnya dengan tangan. Ia kemudian tersenyum dan meninggalkan lokasi sembari melambaikan tangan.

Megawati juga tak mau berkomentar ketika ditanya soal dualisme parlemen dan bagaimana perkembangan lobi-lobi politik saat ini.

Melihat Megawati yang susah payah mengelak dari pertanyaan wartawan, istri Jusuf Kalla, Mufidah Kalla, yang juga menghadiri acara tersebut, sempat tertawa. “Bu Mega enggak mau komentar soal itu ya?” tanya dia ke Mega sebelum Mega pergi.

Agustus lalu sebelum Jokowi dilantik menjadi presiden, Megawati menyatakan kenaikan harga BBM tak terelakkan. Ia mengatakan pemerintahan Jokowi tak bakal bisa menahan kenaikan harga BBM. “Kami sudah melakukan kalkulasi nyata,” kata Mega, Jumat (28/8).

Jika subsidi BBM diteruskan, ujar Mega saat itu, maka situasi Indonesia lima tahun mendatang akan dipenuhi rakyat yang antre membeli BBM karena khawatir pasokan BBM akan habis.

Menurut Mega, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pengurangan subsidi BBM memang masih bisa ditahan. “Tapi sekarang realitanya terjadi defisit APBN. Kalau begini ada solusinya tidak?” ujar dia.

Kemarin, Rabu (4/11), Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Effendi Simbolon menyatakan pemerintah terlalu tergesa-gesa hendak menaikkan harga BBM. “Nafsu banget Pak JK. Apa beliau tak melihat situasi dan kondisi sekarang? Baru seminggu dilantik saja sudah bikin heboh. Apa dengan menaikan harga BBM Rp 3.000, rakyat bisa makmur?” ujar pimpinan DPR tandingan itu.

Sementara legislator NasDem, Kurtubi, menyatakan seharusnya sistem tata kelola minyak dan gas harus dibenahi lebih dulu sebelum Jokowi menaikkan harga BBM. Sebab perbaikan pengelolaan migas akan mampu menekan potensi kerugian negara akibat maraknya penyimpangan.

“Kalau belum apa-apa sudah menaikkan harga BBM, dari sisi politis Pak Jokowi akan diserang oleh DPR. Pak Jokowi harus meraih kepercayaan lebih dulu dari rakyat,” ujar pengamat migas itu.

http://www.cnnindonesia.com/politik/...-mega-bungkam/

PDIP: Sofyan, Rini, dan Sudirman Orangnya JK

Jakarta - Anggota Fraksi PDIP Effendi Simbolon mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang begitu bernafsu menaikkan harga BBM bersubsidi.

Effendi tak mengetahui kalau ada kepentingan bisnis di balik nafsunya JK tersebut. Dalam Kabinet Kerja, diduga JK menaruh anak buahnya di posisi penting.

"Tapi yang saya dengar, Sofyan Jalil, Rini Soemarno dan Sudirman Said itu orang-orangnya JK," ujar Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menurutnya yang membuat rencana kenaikan harga BBM itu adalah orang-orang tersebut. Dan tidak ada unsur PDIP di dalamnya.

"Yang mereka tidak sepaham menempatkan komoditas BBM bersubsidi dengan mekanisme pasar bebas," imbuhnya.

Seperti diketahui Sofyan Jalil ialah Menteri Koordinator Perekonomian, lalu Rini Soemarno juga sebagai Menteri BUMN dan Sudirman Said menempati posisi Menteri ESDM. [rok]

[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/2151474/pdip-sofyan-rini-dan-sudirman-orangnya-jk#.VFnmwfmUd-Q[/url]
---------------------
[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal
=================================================
Publik memahami bahwa subsidi BBM salah sasaran. Subsidi BBM akan dialihkan untuk infrastruktur dan pembenahan penerima subsidi secara ketat dan benar. emoticon-Smilie Publik mendukung langkah Jokowi. emoticon-Smilie

Subsidi BBM misalnya di sektor perikanan laut terbukti salah sasaran. Subsidi diterima oleh kapal-kapal besar di atas 30 GT. emoticon-Smilie Mereka menerima subsidi BBM nelayan setara Rp 1,6 miliar namun hasil lautnya cuma Rp 62 juta. Artinya apa? Subsidi diselewengkan bukan untuk perikanan laut namun untuk industry yang lain. emoticon-Smilie

Selain itu, subsidi BBM salama ini hanya menguntungkan pemilik kendaraan bermotor terutama mobil pribadi. emoticon-Smilie Para pemilik mobil pribadi rata-rata mendapatkan subsidi Rp 4,9 juta per orang. Jelas ini tidak adil dan melukai rakyat. Sedangkan UMP berkisar antara Rp 1,1 juta sampai Rp 2,9 juta. emoticon-Smilie

Di sisi lain, gap harga BBM industri dan BBM subsidi menjadi peluang bagi mafia migas untuk bermain. Subsidi BBM dengan belitan dan gurita mafia migas - apalagi di kementerian ESDM ada kader PKS Sudirman Said - akan sangat memberi kesempatan penyelewengan BBM. emoticon-Smilie Artinya, pemberian subsidi BBM berapapun dan dengan cara apapun masih akan menjadikan dan memberi peluang bagi berjayanya mafia migas. Kenapa? emoticon-Smilie

Karena pucuk pimpinan diganti - yakni Menteri ESDM yang tak 100% bekerja untuk Jokowi tetapi ke PKS - namun dari mulai Dirjen sampai eselon 5 di Kementerian ESDM dan pihak terkait seperti SKK Migas, Pertamina semuanya masih muka lama pengikut Rudi Rubiandini. Jadi mafia migas tetap akan merajalela. emoticon-Smilie

Jadi, sebenarnya pemberian subsidi BBM tanpa disertai kebijakan baru oleh Jokowi hanya akan memerpanjang kinerja mafia migas tetap eksis. Jokowi akan gagal membasmi mafia migas. emoticon-Smilie Jokowi harus membuktikan bahwa Jokowi akan mengalihkan subsidi BBM untuk infrastruktur dan mencabut subsidi BBM untuk mobil pribadi. Di sisi lain subsidi secara langsung BBM harus diberikan kepada nelayan dengan pengawasan ketat. Jika tidak Jokowi pantas menjadi bagian mafia itu sendiri atau tunduk kepada kepentingan mafia migas yang merugikan keadilan rakyat dan melukai rakyat. emoticon-Smilie

Salam bahagia ala saya.


Spoiler for syair:


[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal
Quote:Original Posted By krupuk.alot

Spoiler for :


Kapasaitas "Brain" seseorang dapat di nilai dari bagaimana cara dia koment emoticon-Smilie

sedih ya gan, sekarang si uban udah ga bisa maen lagi di migas

#SaveMr.Uban
kira2 DPR setuju ga ya? Golkar, Gerinda dan sebahagian PDI P mulai gencar komen di media menolak kenaikan BBM

Dan yang lebih penting lagi, kompensasinya kenaikan jangan berbetuk BLT atau yg mirip2 BLT....

Primbon 1001 cara mohon dibuka


emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By veiila


Kapasaitas "Brain" seseorang dapat di nilai dari bagaimana cara dia koment emoticon-Smilie



maksudnya mungkin gini gan, tolong carikan otak untuk dimasukkan ke kepalanya emoticon-Malu (S)

--------
kok cuma JK dan menteri menterinya yang getol mau naikin BBM.
Quote:Original Posted By P.E.Y.O
kira2 DPR setuju ga ya? Golkar, Gerinda dan sebahagian PDI P mulai gencar komen di media menolak kenaikan BBM

Dan yang lebih penting lagi, kompensasinya kenaikan jangan berbetuk BLT atau yg mirip2 BLT....

Primbon 1001 cara mohon dibuka


emoticon-Ngakak




Sunguh lucu kalau buku putih itu benar adanya, ILUSI dari para2 kader saja emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By krupuk.alot


[Part 2] - Membongkar Fakta , Kenaikan BBM Ditunggangi Kaum Neoliberal


emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup

three thumbs up brother...
Quote:Original Posted By razor301


--------
kok cuma JK dan menteri menterinya yang getol mau naikin BBM.


maklum cara paling mudah cari ruang fiskal, RON 80 dijual mendekati RON 90an


emoticon-Ngakak
Pokoknya JK yang salah, Jokowi itu Suci Nabi emoticon-Marah
Quote:Original Posted By razor301


maksudnya mungkin gini gan, tolong carikan otak untuk dimasukkan ke kepalanya emoticon-Malu (S)

--------
kok cuma JK dan menteri menterinya yang getol mau naikin BBM.


Mentrinya di pilih oleh siapa ^_^
Pengawasan itu perlu ^_^
Quote:Original Posted By veiila



Sunguh lucu kalau buku putih itu benar adanya, ILUSI dari para2 kader saja emoticon-Smilie


Buku putih cuma buat php in wong cilik
2019 Kalo masih milih yg itu.,sama aja OON

maling-maling bbm mulai ketar-ketir,..... contohnya yang diungkap oleh menteri kelautan bu susi pudjiati,. ....

segala cara dan alasan dipake bwt menggagalkan kenaikan harga bbm,. ....

beda harga bbm subsidi dgn nonsubsidi rp.3000 lebih,. .... separonya bwt biaya operasional dan menyuap, .... bensin subsidi dijual ke pabrik dengan harga 9500-10000...... masih ada untung bersih 1500/liter.

lha kalo seminggu sekali ngejual 1 truk tangki isi 16000liter, .... seminggu 52 kali, ..... kalikan 1500..... segitulah hasil curiannya,. ....

kalo harga bbm dinaikkan dan selisih harganya sekitar 1000an/liter, bangkrutlah para pencuri, ....

opo ora ediaaaannnnnn.......

Quote:Original Posted By anarsakus
maling-maling bbm
Spoiler for :




Kelihatan bu susi perlu kopdar dengan opa JK ^_^"
Quote:Original Posted By anarsakus
maling-maling bbm mulai ketar-ketir,..... contohnya yang diungkap oleh menteri kelautan bu susi pudjiati,. ....

segala cara dan alasan dipake bwt menggagalkan kenaikan harga bbm,. ....

beda harga bbm subsidi dgn nonsubsidi rp.3000 lebih,. .... separonya bwt biaya operasional dan menyuap, .... bensin subsidi dijual ke pabrik dengan harga 9500-10000...... masih ada untung bersih 1500/liter.

lha kalo seminggu sekali ngejual 1 truk tangki isi 16000liter, .... seminggu 52 kali, ..... kalikan 1500..... segitulah hasil curiannya,. ....

kalo harga bbm dinaikkan dan selisih harganya sekitar 1000an/liter, bangkrutlah para pencuri, ....

opo ora ediaaaannnnnn.......



saat harga minyak mentah dunia US$ 108 per barel, harga bensin menurut MOPS adalah Rp 8.754 per liter, yaitu bensin dengan kualitas RON 92

Nah sekarang harga minyak mentah dunia turun sekitar US$ 82 per barel dan premium oktan-nya cuma 88..
Nah itu sendiri deh...... emoticon-Big Grin
Lagi ane troll ne thread emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By damarhurip3
Pokoknya JK yang salah, Jokowi itu Suci Nabi emoticon-Marah


Fix. nabi kita yang baru adalah jokowi emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By yanzfm


Fix. nabi kita yang baru adalah jokowi emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Nabi Jongoswi tidak akan pernah kotor karena akan selalu ada panastak yang jilatin bokongnya sampai licin emoticon-Ngakak
×