alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5459920ebecb175d558b457a/setelah-sukhoi-giliran-armada-tni-al-sergap-5-kapal-asing
Setelah Sukhoi, giliran armada TNI AL sergap 5 kapal asing
Setelah Sukhoi, giliran armada TNI AL sergap 5 kapal asing

Quote:Merdeka.com - Jet tempur Sukhoi TNI AU mencetak hattrick dengan menyergap tiga pesawat asing yang melanggar wilayah kedaulatan Indonesia. Dengan tegas TNI AU memaksa pesawat yang tak dilengkapi surat izin mendarat di lapangan udara terdekat.

Dalam dua pekan terakhir, tercatat sebuah pesawat Australia dipaksa mendarat di Manado. Selanjutnya Sukhoi beraksi di atas Natuna. Mereka menyergap pesawat latih berbendera Singapura. Pesawat itu dipaksa mendarat di Pontianak.

Terakhir, giliran pesawat jet pribadi milik Saudi Arabia Airlines disergap di sekitar Kupang. Yang terakhir ini paling seru karena harus kejar-kejaran dengan kecepatan suara.

TNI Angkatan Laut rupanya tak mau kalah dengan rekan-rekan mereka di udara. Armada TNI AL beraksi menangkap lima kapal asing dalam waktu sepekan.

Kapal-kapal asing tersebut sedang mencuri kekayaan laut Indonesia. Mereka juga tak dilengkapi surat-surat resmi dan perlengkapan sesuai ketentuan. Ada juga kapal yang berbendera Indonesia tetapi bekerja untuk pihak asing.

Berikut kisah-kisah penangkapan kapal asing itu seperti disampaikan Kadispenum Puspen TNI Kolonel Inf Bernandus Robert, Selasa (11/5).


Setelah Sukhoi, giliran armada TNI AL sergap 5 kapal asing
Quote:Tangkap 3 kapal vietnam
Merdeka.com - KRI Imam Bonjol - 383 di bawah binaan Satuan Kapal Eskorta Koarmabar, berhasil menangkap tiga kapal ikan. KG 90433 TS. ATS 006, KG 94366 TS. ATS 005 dan KG 94266 TS. ATS 012, dengan ABK berkewarganegaraan Vietnam di perairan Natuna tanggal 31 Oktober lalu.

"Ketika tertangkap tangan, ketiga kapal Asing tersebut tengah melaksanakan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna namun berhasil terdeteksi oleh radar Sperry Marine KRI Imam Bonjol-383," kata Kolonel Robert.

Ketiga kapal tersebut berhasil dihentikan pada posisi 03 23' 55" LU dan 105 44' 42" BT. Lalu kapal ikan asing tersebut selanjutnya diperintahkan untuk merapat ke lambung kiri KRI Imam Bonjol?383 untuk proses pemeriksaan dan penggeledahan.

Dari hasil proses pemeriksaan diketahui bahwa ketiga kapal tersebut tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-suratnya.

Selanjutnya mereka dikawal menuju Pangkalan TNI AL terdekat guna proses pemeriksaan lebih lanjut.


Setelah Sukhoi, giliran armada TNI AL sergap 5 kapal asing
Quote:Kapal Indonesia bernakhoda Thailand
Merdeka.com - Salah satu kapal asing yang ditangkap yaitu kapal ikan KM Sudita 11 yang ditangkap pada tanggal 3 November 2014 oleh KRI Lemadang-632 yang merupakan salah satu unsur KRI jajaran Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar).

Kapal itu terdeteksi di radar KRI Lemadang-632 pada posisi 02 09 53 U ? 107 11 33 T. Saat itu, KM Sudita 11 melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal dan melakukan pelanggaran dokumen kapal.

KM Sudita 11 adalah jenis kapal penangkap ikan berbendera Indonesia berbobot 100 GT. Namun rupanya kapal ini sebenarnya dinahkodai seorang warga Negara Thailand bernama Somphong Miyaem.

Ada 12 Anak Buah Kapal (ABK) terdiri dari tujuh orang warga NegaraThailand dan lima orang WNI.

Pada saat dilakukan pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut melakukan pelanggaran dokumen kapal diantaranya; Buku Sijil tidak diisi/kosong, jumlah ABK tidak sesuai dengan Crew List (jumlah di Crew List 10 orang).

Selain itu Buku-buku Pelaut tidak lengkap, Buku Kesehatan kosong, Sertifikat Radio tidak ada dan daerah penangkapan tidak sesuai dengan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang seharusnya melakukan penangkapan di Laut China Selatan.




Setelah Sukhoi, giliran armada TNI AL sergap 5 kapal asing
Quote:Kapal dari Malaysia ke Batam
Merdeka.com - Tanggal 31 Oktober 2014, KRI Sanca-815 juga berhasil menangkap kapal KM Cahaya Baru. Kapal ini diduga melakukan pelanggaran pelayaran di wilayah Perairan Indonesia.

Kejadian tersebut bermula ketika KRI Sanca-815 sedang melaksanakan patroli rutin di sekitar Selat Singapura mendeteksi secara visual adanya pergerakan kapal tanpa lampu navigasi pada posisi 01 13 06 U ? 104 03 40 T.

Selanjutnya KRI Sanca?815 melakukan proses Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kapal tersebut.

Dari proses penyidikan yang dilakukan KRI Sanca-815, selain berlayar tanpa lampu navigasi ditemukan juga pelanggaran berupa Manifest berbeda dengan jumlah muatan yang tercantum pada Port Clearance.

Kapal ikan ini termasuk jenis kapal kargo kayu berbobot 17 GT berbendera Indonesia yang dinahkodai Hasan dan tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK).

Saat penangkapan KM Cahaya Baru yang berlayar dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia dengan tujuan Batam, diketahui bermuatan berupa buah-buahan segar antara lain duku, pepaya, jambu dan nangka seberat 30,3 Ton.




sumber

Quote:silahkan komentarnya emoticon-Peace
Quote:ane nerima sumbangan cendol juga emoticon-Peace
kenain denda yg besar,
klo gag bisa bayar sita kapalnya.
kalo masih ngeyel karamin aja kapalnya.
itung2 jadi tempat pemijhan ikan2 laut.
denda aja 1 ekor ikan harganya 10 juta, kan beres tuh emoticon-Kiss
Kiloin aja kapalnya. Awaknya denda 100jt per orang, cargonya denda 100jt/kg. Hukum mati kaptennya.
TNI-AL strooong!!!

Jales Veva Jayamahe!
Begini nehh yg ane harapin dr dulu2.. selamat bekerja jajaran polri n militer indonesia dmn pun berada.. emoticon-Shakehand2 emoticon-I Love Indonesia
Lanjutgan.....
.....smoga indon bisa jaya dan tidak dipandang sebelah mata lagi nantinya.....emoticon-Matabelo
sejak ganti Presiden , bukan kapal asing yg makin banyak masuk ke RI ..
tapi TNI jadi rajin nangkapin mereka .. .

instruksi dari atas x . . . "jangan gelap mata lagi" dah cukup mungkin . .emoticon-Matabelo
sebenarnya TNI AL menangkap dan menenggelamkan kapal nelayan vietnam dan thailand di Natuna udah dari dulu..

saya pernah tinggal di Natuna, di dermaganya memang banyak kapal kapal nelayan berbagai ukuran yang dijadikan bangkai, sementara nelayan dan krunya dipulangkan..

perlakuan terhadap nelayan vietnam atau thailand itu juga manusiawi kok, saya pernah dirawat di RSUD Natuna, disitu terdapat kasir yang terpisah dengan tulisan cacing khas thailand/vietnam (sepertinya sebelum dipulangkan mereka dikarantina kesehatannya dulu) dan untuk yang tidak bisa bahasa inggris disediakan translator, terutama untuk proses pemulangan di lanudnya..
Maren AU dah nunjukin taringnya ...

Skrg AL ...
mantaps dah ...

Br terasa ada bangga ma TNI ... emoticon-Kiss
ada yang bilang pencitraaan gak ya, lagi nungguin panasbung dulu ah.

tapi kalau di pikir" sering" nangkap anggaran bisa bocor ya, operational nya khan. Denda nya perlu di naikin atau di jadiin system barter ke luar negri, khan keren kayak Soekarno dulu ya emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By mbahmomon
kenain denda yg besar,
klo gag bisa bayar sita kapalnya.
kalo masih ngeyel karamin aja kapalnya.
itung2 jadi tempat pemijhan ikan2 laut.

nyiksa banget gan emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By cobainmain
denda aja 1 ekor ikan harganya 10 juta, kan beres tuh emoticon-Kiss

lumayan buat isi bbm kapal TNI ya gan emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By anak manis
Kiloin aja kapalnya. Awaknya denda 100jt per orang, cargonya denda 100jt/kg. Hukum mati kaptennya.

sadis gan emoticon-Takut
Quote:Original Posted By diverboy
TNI-AL strooong!!!

Jales Veva Jayamahe!

emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By mumumamu
Begini nehh yg ane harapin dr dulu2.. selamat bekerja jajaran polri n militer indonesia dmn pun berada.. emoticon-Shakehand2 emoticon-I Love Indonesia

semoga kedepan nya lebih baik gan emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By faisal.hasan
Lanjutgan.....
.....smoga indon bisa jaya dan tidak dipandang sebelah mata lagi nantinya.....emoticon-Matabelo

indonesia gan emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By eddy03
sejak ganti Presiden , bukan kapal asing yg makin banyak masuk ke RI ..
tapi TNI jadi rajin nangkapin mereka .. .

instruksi dari atas x . . . "jangan gelap mata lagi" dah cukup mungkin . .emoticon-Matabelo

bisa jadi gan emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By galihleo
sebenarnya TNI AL menangkap dan menenggelamkan kapal nelayan vietnam dan thailand di Natuna udah dari dulu..

saya pernah tinggal di Natuna, di dermaganya memang banyak kapal kapal nelayan berbagai ukuran yang dijadikan bangkai, sementara nelayan dan krunya dipulangkan..

perlakuan terhadap nelayan vietnam atau thailand itu juga manusiawi kok, saya pernah dirawat di RSUD Natuna, disitu terdapat kasir yang terpisah dengan tulisan cacing khas thailand/vietnam (sepertinya sebelum dipulangkan mereka dikarantina kesehatannya dulu) dan untuk yang tidak bisa bahasa inggris disediakan translator, terutama untuk proses pemulangan di lanudnya..

oh udah dari dulu, tapi AL kenapa ga pernah cerita ya emoticon-Bingung (S)
yg diceritain cuma segini doang emoticon-Bingung (S)
berarti AL juga ok tuh hati nurani nya
( untung ga ditenggelemin orang yg masuk indonesia secara ilegal )
Quote:Original Posted By taqimumtaz
Maren AU dah nunjukin taringnya ...

Skrg AL ...
mantaps dah ...

Br terasa ada bangga ma TNI ... emoticon-Kiss

emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By badb0i
ada yang bilang pencitraaan gak ya, lagi nungguin panasbung dulu ah.

tapi kalau di pikir" sering" nangkap anggaran bisa bocor ya, operational nya khan. Denda nya perlu di naikin atau di jadiin system barter ke luar negri, khan keren kayak Soekarno dulu ya emoticon-Smilie


belum ada gan emoticon-I Love Indonesia (S)
kebetulan?

...atau ganti presiden emang beneran ngepek?
Mantabs,.
Jales veva jaya mahe
Biasanya ikan hasil tangkapan dilelang dan kapalnya dibakar atau ditenggelamkan
Yg sopan juga kali, jgn main ancurin ato tenggelemin kapal negara laen yg juga mereka tuh tetangga kita.
proses sesuai prosedur, cara sopan ya slah satunya naikin sanksi biar kapok.
lagian nelayan kita yg ketangkap negara tetangga juga seringkan, ntar jadi ajang balas dendam yg akhirnya nelayan kita yg dirugikan.
Quote:Original Posted By galihleo
sebenarnya TNI AL menangkap dan menenggelamkan kapal nelayan vietnam dan thailand di Natuna udah dari dulu..

saya pernah tinggal di Natuna, di dermaganya memang banyak kapal kapal nelayan berbagai ukuran yang dijadikan bangkai, sementara nelayan dan krunya dipulangkan..

perlakuan terhadap nelayan vietnam atau thailand itu juga manusiawi kok, saya pernah dirawat di RSUD Natuna, disitu terdapat kasir yang terpisah dengan tulisan cacing khas thailand/vietnam (sepertinya sebelum dipulangkan mereka dikarantina kesehatannya dulu) dan untuk yang tidak bisa bahasa inggris disediakan translator, terutama untuk proses pemulangan di lanudnya..


Quote:Original Posted By abdi.dongkap

...
oh udah dari dulu, tapi AL kenapa ga pernah cerita ya emoticon-Bingung (S)
yg diceritain cuma segini doang emoticon-Bingung (S)
berarti AL juga ok tuh hati nurani nya
( untung ga ditenggelemin orang yg masuk indonesia secara ilegal )


Iya, memang dari dulu. Gw jg punya kesaksian yg hampir sama dg brur galihleo.

Tahun 98an, waktu gw sedang mengikuti diklat selam dasar, instrukturnya kopaska, & latihannya di Markas Kopasaka Pondok Dayung, Tj. Priok.

Pas di markas kopaska itu gw lihat ada beberapa kapal ikan yg sandar di situ. Setelah gw tanya ke instruktur gw, ternyata kapal2 itu kapal penangkap ikan thailand yg lagi ditahan.

Para ABK kapal tetap tinggal di kapal mereka, tidak ditahan di dalam sel, disediakan bahan makanan juga buat mereka utk diolah sendiri. Mereka juga bebas berjalan di darat pulau pondok dayung dg area yg dibatasi dan sama sekali mereka gak boleh meninggalkan pulau pondok dayung.

Gw lihat waktu itu, cukup manusiawi lah perlakuannya.

Setelah dideportasi atau menjelang deportasi, barulah kapal mereka dimusnahkan.
Ahahhaha baguss lah daripada kabinet prihatin bisanya prihatin doang
Quote:Original Posted By diverboy




Iya, memang dari dulu. Gw jg punya kesaksian yg hampir sama dg brur galihleo.

Tahun 98an, waktu gw sedang mengikuti diklat selam dasar, instrukturnya kopaska, & latihannya di Markas Kopasaka Pondok Dayung, Tj. Priok.

Pas di markas kopaska itu gw lihat ada beberapa kapal ikan yg sandar di situ. Setelah gw tanya ke instruktur gw, ternyata kapal2 itu kapal penangkap ikan thailand yg lagi ditahan.

Para ABK kapal tetap tinggal di kapal mereka, tidak ditahan di dalam sel, disediakan bahan makanan juga buat mereka utk diolah sendiri. Mereka juga bebas berjalan di darat pulau pondok dayung dg area yg dibatasi dan sama sekali mereka gak boleh meninggalkan pulau pondok dayung.

Gw lihat waktu itu, cukup manusiawi lah perlakuannya.

Setelah dideportasi atau menjelang deportasi, barulah kapal mereka dimusnahkan.


kalau kapalnya bagus kenapa ga dilelang aja ke nelayan2 kecil ya? drpd dibakar, kan sayang2.
mana neh,...gerombolan dongok yg suka teriak2..."pencitraaaan'

pokoknya jaman jokowow pencitraan
×