alexa-tracking

Pemerintah (akan) Naikkan Denda Pesawat Asing

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54596d39c1cb1764338b4570/pemerintah-akan-naikkan-denda-pesawat-asing
Pemerintah (akan) Naikkan Denda Pesawat Asing
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan akan menaikkan biaya denda bagi pesawat asing yang melintas tanpa izin ke wilayah teritorial Indonesia.

Rencana tersebut telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya sudah lapor Presiden soal ini agar nanti bisa dibahas," kata Ryamizard di Paramadina Graduate School, Selasa (4/11).

Ryamizard mengatakan, rencana kenaikan denda bagi pesawat yang melanggar tersebut dilakukan karena selama ini terjadi defisit antara biaya yang dilakukan untuk menindak pesawat pelanggar dengan pendapatan yang diperoleh.

"Berarti denda harus dinaikkan, pengeluaran harus seimbang dengan pemasukan," katanya.

Saat ini denda yang diterapkan bagi pesawat asing yang melintas tanpa izin di wilayah udara Indonesia sebesar Rp 60 juta. Padahal biaya mengejar sebuah pesawat sangat besar terutama dari sisi bahan bakar.

"Pesawat Sukhoi itu sekali mengejar mengeluarkan dana Rp 400 juta, besar sekali," tuturnya.

Quote:


Wacana untuk menaikkan denda mencuat saat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara memberhentikan paksa sebuah pesawat jet pribadi yang melintas di teritorial Indonesia. Pesawat berjenis Gulfstream IV dengan nomor HZ-103 ini berangkat dari Singapura menuju Darwin, Australia, sebelum mencapai tujuan akhir di Brisbane.

Saat dimintai izin penerbangan oleh pihak Angkatan Udara di Makassar, pesawat tersebut menunjukkan izin palsu dan setelah terbang di daerah Kupang, pesawat itu akhirnya dihentikan oleh pesawat Sukhoi yang dikirim dari Makassar.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menyebut, kebutuhan bakar bakar untuk menutupi biaya operasional pengamanan udara Indonesia menjadi salah satu kelemahan pertahanan Indonesia dan salah satu jalan keluarnya adalah menaikkan jumlah denda yang diajukan ini.

Meski demikian Ryamizard belum menyebut jumlah denda baru yang akan dikenakan tersebut.

http://www.cnnindonesia.com/nasional...at-asing-nakal

Sanksi Enteng Penerobos Langit

Kegesitan pilot-pilot TNI AU menyergap pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia tanpa izin dalam sepekan terakhir patut dipuji. Ini menunjukkan skuadron pesawat tempur kita, yang telah dimodernisasi dengan jet Sukhoi, menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, di sisi lain, insiden penerobosan wilayah udara ini juga menimbulkan pertanyaan: mengapa begitu mudah kita melepaskan para penerobos? Tak pernah ada hukuman yang cukup berat bagi mereka, meski dasar hukumnya sudah ada.


Masuknya pesawat asing ke wilayah udara kita bukan perkara baru. Dalam setahun, puluhan insiden serupa terjadi. Sebagian besar penyusup berhasil dihalau oleh pengelola lalu lintas udara. Hanya sebagian kecil yang mesti disergap dan dipaksa mendarat. Dan memang, tiga penyergapan sekaligus dalam sepekan ini agak istimewa. TNI AU seperti sedang memamerkan kemampuannya melakukan penyergapan kepada pemerintah baru Presiden Joko Widodo.

Quote:


Umumnya, insiden penerobosan berakhir tanpa ribut-ribut. Prosedur yang biasa digunakan adalah mengharuskan pilot yang dipaksa mendarat segera membereskan perizinan. Selain itu, sesuai dengan ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mereka harus membayar denda. Jumlahnya sangat kecil, Rp 60 juta per pesawat. Angka ini sesungguhnya tak sebanding dengan biaya meluncurkan dua jet Sukhoi penyergapnya. Dalam kasus penerobos adalah pesawat militer, yang lazim dilakukan adalah mengirim nota protes ke negara asal pesawat tersebut.


Ringannya hukuman bagi penyusup itulah salah satu penyebab pilot pesawat asing menganggap enteng urusan penerobosan wilayah udara Indonesia. Membayar denda hanya Rp 60 juta pasti bukan masalah bagi mereka. Denda yang terlalu ringan juga membawa efek lebih buruk, yaitu kita seolah menempatkan urusan kedaulatan negara seperti polisi memperlakukan pengendara mobil yang melanggar rambu lalu lintas. Penerobos cukup didenda karena ulah mereka hanya dianggap sebagai tindak pidana ringan.


Sikap terlalu lunak ini tak boleh dibiarkan. Pelanggaran wilayah udara adalah pelanggaran kedaulatan. Ini kategori pelanggaran serius. Sudah waktunya pemerintah bersikap lebih keras. Dasar hukum untuk tindakan tegas ini pun sudah ada. Pasal 414 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyebutkan, awak pesawat asing yang terbang di wilayah Indonesia tanpa izin diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar.


Sanksi itu pun masih bisa diperberat dengan penerapan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Undang-undang ini memberi ancaman hukuman penjara 5 tahun atau denda Rp 500 juta bagi orang asing yang masuk wilayah Indonesia tanpa dokumen sah.


Pemerintah Indonesia tak perlu ragu menerapkan ketentuan keras dan tegas ini. Sikap tegas makin mendesak karena sebentar lagi kita memasuki masa ASEAN Open Sky Policy, yaitu saat wilayah udara kita harus lebih terbuka kepada maskapai asing. Terbukanya wilayah udara membutuhkan aturan dan regulasi pendukung yang lebih tegas.

http://www.tempo.co/read/opiniKT/201...nerobos-Langit

Usir Pesawat Asing, Bearpa Biaya Operasional Sukhoi?

Quote:


TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sudah tiga kali menghalau pesawat asing yang 'nyelonong' masuk kawasan udara Indonesia, dalam satu bulan terakhir. Dengan menggunakan pesawat Sukhoi, TNI AU memaksa pesawat asing tersebut untuk mendarat di bandar udara terdekat. (Baca: Pesawat Arab Saudi di Kupang Akhirnya Dilepas)

Pesawat asing yang dipaksa mendarat tadi diperiksa izin melintas di wilayah udara Indonesia. Para kru pesawat itu juga dikenai denda sebesar Rp 60 juta. Menanggapi semakin ketatnya pemantauan ini, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisyahbana, menganggap pemerintah kurang royal dalam memberikan dana untuk menjaga kedaulatan. (Baca: Pesawat Arab Saudi Tak Berizin Masuk Indonesia)

Menurut dia, untuk menerbangkan satu pesawat Sukhoi, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Biaya operasional pesawat Sukhoi mencapai Rp 400 juta," kata Andi saat dihubungi Tempo, Selasa 4 November 2014. (Baca: Sepekan, TNI Paksa Dua Pesawat Asing Mendarat)

Andi menjelaskan, bukan cuma pesawat tanpa izin yang dikenakan denda jika masuk wilayah Indonesia, kapal nelayan asing juga dikenakan denda. Namun, kata dia, lagi-lagi besaran dendanya jauh dibandingkan biaya operasional kapal patroli. (Baca: Respons Negara Lain Jika Pesawat Asing Masuk)

Denda yang diperoleh dari penangkapan kapal-kapal ilegal sekitar Rp 10 juta, tetapi biaya operasional kapal patroli polisi untuk mengejar hingga berhasil menahan, jauh melebihi angka tersebut. "Memang mahal sekali, tapi di manapun memang begitu," kata Andi. "Menjaga kedaulatan wilayah begini resikonya."

Menurut Andi, ada alternatif lain yang lebih hemat untuk aksi penindakan pesawat asing yang 'nyelonong'. Selain Sukhoi, TNI AU bisa menggunakan pesawat F16 atau T50 yang secara operasional lebih hemat.

Pesawat maupun kapal yang melanggar batas tanpa meminta izin sehari sebelumnya, menurut Andi, harus dihentikan. Radar akan mencatat nomor register pesawat yang sudah terlebih dahulu meminta izin sehingga TNI AU tidak akan mengejar. Namun, pesawat tanpa izin, terlacak tanpa nomor register sehingga TNI AU wajib menindak angkutan asing semacam ini.

http://www.tempo.co/read/news/2014/1...asional-Sukhoi
KASKUS Ads
image-url-apps
bener tuh.. masa 60jt duang
sekali nangkep malah rugi 340 juta emoticon-Belo
gak usah nyerang indonesia.. sering2 aja pesawat asing mampir sini..
dijamin bangkrut sendiri

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
naikin dendanya terus sita pesawatnya.
emoticon-Matabelo
1 milyar biar lebih untung om emoticon-Matabelo
Quote:


Ini Ide yang menarik nih...
emoticon-Big Grin

Jadi, selain nambah kas NEgara... Nambah juga deh properti negara... Lumayan kan, kalo banyak negara yang nekat melanggar... Jadi banyak deh pesawat-pesawat di Indonesia...
emoticon-Big Grin
Quote:


trus ..
ntar kalo pesawat Indonesia yang gak sengaja melanggar wilayah udara Negara lain .. disita juga kah? emoticon-Big Grin
Quote:


Yah, tergantung aturan dari negara itu dong...
emoticon-Big Grin
image-url-apps
kog itungannya alvib lie perjam 120 jt, kl 2 jam berarti 240 juta.
itu angka minimallah buat denda.
image-url-apps
Bikin tol udara saja sekalian, sekali masuk usd 50k.
Bikin gerbang e-toll di awan
Quote:


mungkin ini gan? emoticon-Big Grin
Fuel capacity[edit]

In addition to the newly added fuel tanks in the rudders capacity totaling 280 kg, there are four main fuel tanks. No. 1 tank with capacity totaling 3,150 kg is in the front, No. 2 tank with capacity totaling 4,150 kg is in the middle, No. 3 tank with capacity totaling 1,053 kg is in the rear, and No. 4 tank with capacity totaling 1,552 kg is located in the wings. During aerial refueling, the maximum capacity of Su-30MKK is receiving up to 2,300 liters per minute. The altitude of refueling is limited to 2 km to 6 km, and the speed is limited to 450–550 km/h. Aerial refueling probe is located in front of cockpit on the left, and the design is capable of night refueling.
Harus dinaikkan Dendanya...emoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
wah sayangnya mau nurut. mestinya pesawat saudi bisa jadi latihan sasaran tembak.
image-url-apps
Denda 500 juta lah
image-url-apps
denda 1 M aja biar kapok. apalagi pesawat arab saudi yang notabene kita setor duit tiap tahun via jemaah.
image-url-apps
Kalo bisa pesawatnya di tuker sama kuda gan emoticon-Ngakak
×