alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54561184de2cf208718b4572/komodo-adventuride-2-riders-2-bikes-4700-km
KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM
Cerita petualangan kami ke wilayah timur Indonesia, Pulau Komodo dan sekitarnya

INDEX UPDATE

Prolog

Wacana, ya perjalanan kami ini awalnya hanya sebatas wacana yang hadir disela obrolan ketika makan siang sekitar bulan Oktober 2012. Perjalanan ini akan saya lakukan bersama teman satu kantor saya, Ayal, perjalanan yang kami lakukan karena penasaran, ya penasaran dengan keindahan Pulau Komodo yang digadang-gadang menjadi salah satu keajaiban dunia ini.

Kami berencana untuk melakukan perjalan sampai ke danau Kelimutu pulau Flores, kalau ditarik garis lurus sekitar 2300 km dari kota Jakarta. Well jaraknya lumayan jauh, tapi kalau tidak dicoba ya kita tidak akan pernah tahu apakah kita bisa melewati tantangan ini. Kami yakinkan diri kami berdua bahwa kami mampu untuk kesana walaupun kami belum pernah menempuh jarak sejauh itu menggunakan sepeda motor.

Day 1 (18 Juni 2013) Jakarta – Solo

Rencana awalnya kami akan berangkat tanggal 17 Juni 2013, namun karena ada sesuatu dan lain hal perjalanan kami undur menjadi 18 Juni 2013 subuh. Kami berdua menginap di kantor sehari sebelumnya agar bisa berangkat lebih awal dan terhindar akan kemacetan jalur pantura.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Sekitar pukul 4 pagi kami bersiap berangkat dari kantor di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, diawali dengan doa agar perjalanan kami lancar. Kami menempuh rute Kalimalang menuju Cikampek. Keadaan jalan yang sepi membuat kami bisa memacu kendaraan kami, namun tidak lupa untuk tetap waspada dengan truk dan bus malam yang seringkali lalai dan tidak sadar kalau ada motor di sekitar mereka, disini saya baru sadar kalau klakson saya tidak berfungsi. Cukup bahaya karena saya tidak bisa memberi isyarat ke pengemudi lain ketika hendak mendahului.

Pukul 5.30 kami istirahat sejenak di daerah Karawang sembari salat subuh di salah satu SPBU. Ya ketika mengendarai sepeda motor usahakan agar selalu break ketika sudah menempuh jarak 100 km atau 2 jam perjalanan.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Perjalanan kami lanjutkan dengan keadaan jalan yang lowong namun tetap harus waspada dengan kondisi jalanan yang banyak lubang dan perbaikan jalan. Rasanya tidak asing di telinga kita, setiap tahun sebelum lebaran kondisi jalur Pantura bisa dipastikan selalu rusak apalagi sebelum lebaran. Ya sebagai warga Negara yang baik kita cuma bisa pasrah toh. Nikmati saja perjalanan daripada pusing mikirin jalan yang rusak terus ini. Hahaha.

Tidak terasa kami sudah tiba di kota Indramayu, cacing di perut sudah bersorak meminta untuk diisi, kemudian kami merapat ke salah satu SPBU sekalian mengisi bahan bakar. Setelah sarapan saya melihat di seberang SPBU tersebut terdapat bengkel, tanpa pikir panjang saya langsung menuju bengkel tersebut untuk memperbaiki klakson motor saya. Sedikit trauma karena sebelumnya saya hampir kegencet truk yang tidak sadar akan keberadaan saya dan ketika tanpa klakson ya hanya bisa pasrah.

Pukul 8.45 motor saya selesai diperbaiki dengan target kota Semarang untuk makan siang. Namun target tinggal target ketika beberapa kali kami terhambat perbaikan jalan dan antrian di beberapa lokasi. Beberapa jembatan juga terlihat berlubang dan sedang dilakukan perbaikan. Kami berharap semoga selesai sebelum lebaran agar arus mudik lancar.

Pukul 13.00 kami tiba di daerah Pekalongan, karena perut tidak bisa diajak kerjasama kami memutuskan untuk makan siang di Bebek Pak Slamet. Kami beristirahat cukup lama disini untuk menurunkan suhu badan karena panasnya jalur pantura.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Semarang dengan cuaca yang sangat panas. Memasuki daerah Batang tiba-tiba turun hujan deras, langsung kami menggunakan jas hujan. Hujan intensitas tinggi tersebut tidak begitu lama, di salah satu jalur menurun Ayal berteriak,

“Pelangi.. Pelangi!!,”

Saya malah bingung dimana tuh pelangi, yawes saya stop saja, ternyata bener ada di depan tuh pelangi, emang ya kalau anak foto lebih jago melihat momen, kalau saya sih jago, jago minta difoto. Hehehe

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Dalam hati saya hanya bergumam, “Terimakasih Tuhan kau beri hamba kesempatan untuk melihat keindahan ciptaanmu,” hal ini berkali-kali saya ucapkan dalam perjalanan ini. Apa yang membuat saya selalu berucap seperti itu nanti akan saya ceritakan.

Sekitar pukul 16.15 kami baru masuk kota Semarang, lagi-lagi terhalang macet karena perbaikan jalan dan kepadatan lalu lintas sepulang kerja. Saya mampir sejenak menemui orang tua saya yang lagi ditugaskan di Semarang, sungkem minta restu.

Target awal pada hari ini harusnya ke Tawangmangu, namun dikarenakan lelah dan lagi-lagi kami ketemu kepadatan dari arah Semarang ke Solo, tujuan hari ini kami ubah ke kota Solo, lebih baik kami istirahat karena perjalanan masih panjang.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Akhirnya kami tiba di kota Solo pada pukul 20.00, setelah berputar sedikit kami memutuskan untuk menginap di hotel Puspita, hotel beraksitektur lampau dengan fasilitas lengkap untuk ukuran hotel budget. Setelah membereskan barang-barang, kami parkir dan kunci motor dengan rantai biar aman.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Karena sudah kadung lapar tanpa mandi kami menyeberang jalan untuk mencari makan dan memutuskan makan di warung lesehan Bu Kus, di warung ini tersedia berbagai nasi jenis nasi goreng, saya memutuskan untuk memesan Nasgor Mawut, sedangkan Ayal memesan Nasi Gongsong ditambah Capcay. Kami kelaparan ternyata, dalam sekejap makanan tersebut sudah pindah ke perut kami. Oia Nasgor Mawut adalah Nasi Goreng yang dicampur dengan Mie Goreng. Setelah kenyang kami kembali ke hotel kemudian mandi. Tidur lelap dan bermimpi apa yang akan kami hadapi besok dalam petualangan kami.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Tunggu kelanjutannya ya..

emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L) biar semangat dong emoticon-Ngakak
wah menarik bgt gan di tunggu lanjutan cerita nya gan
Hati" dijalan gan ane warga solo
nunggu updatenya gan
seru nih
emoticon-Cool
Nyimak mode: ON emoticon-Matabelo .. Hayuk gan dilanjut!

JATUH BUKAN SEBUAH HALANGAN | KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Day 2 (19 Juni 2013) Solo – Denpasar

Kami terbangun sekitar pukul 5.30 pagi, setelah melakukan ritual salat subuh dan mandi saya keluar kamar tempat kami menginap. Suasana kota Solo yang hangat dengan penduduknya yang ramah membuat kami merasa nyaman. Penginapan juga menyediakan penganan ringan berupa teh hangat dan jajanan pasar sekadar untuk penunda lapar.

Kemudian saya menuju ke parkiran untuk mengecek motor dan melakukan persiapan kendaaran untuk melanjutkan perjalanan hari ini. Setelah memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi yang baik kami packing dan siap melanjutkan perjalanan hari ini dengan target sampai ke Pulau Bali.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Kami sempat bertanya dengan petugas hotel arah mana yang paling tepat untuk menuju kearah timur pulau Jawa, niat awal kami ingin melalui Tawangmangu namun dicegah oleh petugas hotel tersebut dengan pertimbangan lebih jauh dan medan terlalu berat. Padahal saya penasaran juga sebenarnya ada apa sih di Tawangmangu, ya sudah diurungkan saja dan langsung menuju kota Sragen. Tepat pukul 8.00 pagi kami berangkat tetap dengan kebingungan keluar kota Solo karena terlalu banyak jalan satu arah. Kondisi lalu lintas saat itu tidak begitu ramai hanya truk dan bis antar kota yang mendominasi jalanan. Beberapa jam kemudian kami tiba di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lagi-lagi ini sebuah pencapaian untuk saya karena pertama kali menggunakan sepeda motor melewati garis batas wilayah antara kedua provinsi ini.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Berbicara tentang kota Ngawi, kata Ngawi sendiri berasal dari kata awi, bahasa Sanskerta yang berarti bambu dan mendapat imbuhan kata ng sehingga menjadi Ngawi. Dulu Ngawi banyak terdapat pohon bamboo, kalau sekarang sih jangan ditanya, sepanjang jalan tidak menemukan pohon bambu tuh. Hehehe.

Setelah berfoto ria, motor kami arahkan menuju kota Caruban, padahal awalnya saya pengen ke kota Madiun untuk nyicipin pecel khasnya, namun karena jadwal kami sudah terlalu molor maka kami memilih jalur yang lebih cepat.

Tiba di kota Caruban kok rasanya nih perut tidak bersahabat ya, terlalu banyak marching band yang gelar konser. Hahaha. Kemudian saya memanggil Ayal,

“Yal, laper nih cari makan dulu kita!”

“Oke fal!” pungkas Ayal sambal mencari tempat makanan yang sesuai selera.

Akhirnya kami memilih untuk sarapan Sate Gule Kambing atau mungkin sekalian makan siang ya karena sudah hampir pukul 10.30 kami tiba di kota ini. Makan daging kambing konon bikin kuat kan katanya. Kuat apaan? Silakan jawab sendiri. Hahaha

Istri pak Mardi kemudian datang dengan mimik heran, ini ada mahluk darimana sih datang dengan pakaian hitam-hitam. Hahaha

“Pesan apa mas?”

“Gimana kalau kita pesan gule kambing 2 terus sate juga” pungkas Ayal

Dalam hati ini lapar apa doyan yak. “Boleh.. boleh” dengan ekspresi sok gak mau padahal mau banget.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Tidak perlu tunggu waktu lama 20 tusuk sate, 2 porsi gule kambing dan nasi tambah sama es jeruk sudah pindah dalam perut kami. Kenyang total tinggal tunggu mengantuk saja nih.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Kondisi udara yang panas membuat diri ini ingin duduk berlama-lama saja di dalam warung tapi perjalanan hari ini masih panjang. Dengan semangat menggebu-gebu kami lanjutkan perjalanan hari ini. Beberapa kali kami menemui kemacetan dikarenakan banyak perbaikan jalan untuk mengejar lebaran. Terjadi penumpukan kendaraan karena banyak jalan yang ditutup searah.

Tengah hari kami tiba di kota Sidoarjo, kota dimana terjadi bencana nasional yang disebabkan oleh segelintir pihak. Melihat kondisi kota ini saya prihatin mengingat banyak sekali yang menjadi korban dan masih banyak diantara mereka yang belum mendapatkan ganti rugi dari bencana ini.

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Dalam hati harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Ini bukan bencana alam tapi bencana yang disebabkan oleh manusia. Kalau bukan karena ketamakan tidak akan terjadi.

Kemacetan juga tak dapat dihindari di kota ini, banyak bis dan truk yang melintas untuk menuju kota Malang. Bahkan boks motor saya sempat tersangkut di truk. Sudah tidak fokus dengan jalanan karena kondisi cuaca dan lalu yang tidak bersahabat membuat suasasa sudah tidak kondusif. Setelah melewati kota Pasuruan kami memutuskan untuk istirahat sejenak melepas dahaga, saya memesan segelas jus untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit karena perjalan kami masih panjang. Kalau kata mama tidak boleh sakit. Hehehe.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Setelah beristirahat kurang lebih 15 menit kami melanjutkan perjalanan dan saat itu saya sudah mulai punya firasat kurang baik. Ahh sudahlah bismillah saja. Semoga tidak terjadi apa-apa. Kami pacu kendaraan dengan kecepatan konstan 70-80kpj saja dengan Ayal di depan.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Dan benar saja drama terjadi kemudian. Ketika hendak melewati sebuah mobil Ayal sudah di depan dan melewati dengan aman. Nah kemudian saat saya hendak mendahului tiba-tiba mobil tersebut memepet saya ke tengan jalur dan saya terpaksa agak menghindar ke kanan. Celakanya ada pembatas jalan di depan tersebut dan saya sudah tidak sempat lagi untuk mengelak. Kalau saya banting ke kanan lebih berbahaya lagi karena bisa saja ditabrak oleh kendaraan dari arah depan. Saya putuskan saat itu untuk mencoba mengerem saja namun yang namanya maut sudah tidak bisa dielakkan lagi ban depan motor saya malah ngesot dan menghantam pembatas jalan tersebut.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Saya pun terguling dan bersyukurnya saya masih di tengan jalan dan mengangkat tangan saya ke atas, masih teringat jelas diingatan saya ketika tangan saya persis disamping pintu mobil yang lewat dari arah berlawanan. Kalau saya terguling pasrah mungkin tangan saya sudah remuk dilindas mobil tersebut. Ayal tidak sadar kalau saya terjatuh dan tetap melaju beberapa km ke depan. Saya akhirnya dibantu oleh masyarakat sekitar. Beruntung sekali tinggal di Indonesia, orangnya suka membantu sesama. Iya kan?

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Setelah menenangkan diri sejenak sembari menginformasikan ke Ayal, saya coba periksa kondisi kendaraan, cukup parah untuk ukuran saya. Karena ini pertama kalinya saya mengalami kecelakaan seperti ini dan bersyukurnya saya masih selamat tidak kurang suatu apapun. Tank bag sempat terlepas dan robek di resletingnya, segitiga dan stang bengkok, knalpot lepas sambungannya, headlamp pecah, foglamp mati sebelah, badan memar karena jaket juga robek.

“Ya Tuhan, ujian apa ini” gumam saya dalam hati sambal istighfar, tidak berapa lama kemudian Ayal datang.

Dalam hati saya berpikir apakah bisa meneruskan perjalanan ini, sudah pupus harapan mengingat kejadian yang terjadi tadi. Ayal kemudian menyemangati saya, sudah sejauh ini pantang untuk putar balik. Betul juga ya celotehan si anak Ambon ini.

“Bisa lanjut tidak?” celoteh Ayal

“Hmm… Sepertinya kita bisa lanjutkan dan kita perbaiki di Bali saja.” jawab saya sedikit ragu, mengingat waktu yang semakin sore saya yakinkan untuk perbaiki di Bali saja. Rasanya masih bisa untuk menaklukkan jalan dari Probolinggo ke Bali dengan kondisi motor seperti ini. Saya mantapkan hari dan coba membenahi motor sebisa mungkin. Knalpot yang terlepas kita sambung dan perbaiki.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

“Wah lampunya mati tidak bisa diandalkan, foglamp pun tidak begitu terang” tukas saya

“Kita beriringan saja, mudah-mudahan aman” begitu ayal menanggapi.

Saya yakin saja karena saya tahu si anak Ambon yang satu ini pernah tinggal di Bali karena menghindari kerusuhan. Ya sedikit banyak dia tahulah kondisi jalan di Bali nanti. Dengan sedikit keraguan saya hidupkan mesin motor. Basmalah sambil tancap gas pelan.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Saya pikir dari Probolinggo ke pelabuhan Ketapang sudah tidak jauh lagi, ternyata salah kawan masih cukup lama, masih 149km lagi dan harus melewati hutan Baluran yang bisa dibilang “seram”. Kami tiba di Paiton sekitar pukul 17.00 sore, jauh meleset dari jadwal yang sudah kami rancang. Di Paiton ini terdapat sebuah PLTU yang berdiri kokoh di pinggir laut di jalan Situbondo ini. Terlihat sangat indah sore itu. Rasanya ingin berhenti untuk sekedar berfoto namun karena jadwal yang sudah terlalu molor maka niatan itu saya urungkan.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Kami memutuskan untuk beristirahat di SPBU Utama Raya, salah satu tempat favorit para rider yang ingin menyeberang ke pulau Bali, selain fasilitas lengkap juga nyaman tempatnya. Disaat yang bersamaan juga banyak bus Pariwisata yang mampir kesini. Wis rame tenan.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Setelah salat magrib kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ketapang, ada sedikit rasa takut berkecamuk didalam dada apalagi saya pernah mendengar bahwa hutan Baluran yang kami lewati sangat sepi di malam hari apalagi saat itu saya hanya mengandalkan foglamp sebagai penerangan. Benar saja ketika melewati hutan Baluran yang sepi saya waspada sambil lihat kiri kanan takut kalau ada bajing loncat, padahal sih kayaknya gak ada yah. Dibantu lalu lintas yang tidak begitu sepi perasaan takut juga sedikit berkurang dan tidak terasa kami tiba di pelabuhan Ketapan pada pukul 20.15 malam. Sekali lagi syukur dalam hati karena selangkah lagi kami tiba di Pulau Bali, pencapaian terbaru buat saya.

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

KOMODO ADVENTURIDE, 2 RIDERS, 2 BIKES, 4,700 KM

Penyeberangan yang singkat hanya 30 menit saja dari pelabuhan Ketapang menuju pelabuhan Gilimanuk. Kami tiba sekitar pukul 21.00 malam. Keluar pelabuhan biasanya kita akan diperiksa kelengkapan kendaraan dan surat-menyurat. Mungkin untuk mencegah penyelundup ya. Sebenernya perut sudah keroncongan tapi si partner kekeh bilang kalau Denpasar dekat hanya sebentar kok. Ternyata saya ditipu. Hahaha. Dengan semangat yang kuat saya ingin sekali mencapai Denpasar malam itu yang ternyata bisa 3 jam jarak tempuhnya dari Gilimanuk. Asem tenan iki!

Kondisi jalan yang gelap dan banyaknya bis malam/pariwisata yang mengambil lajur kami bahkan sampai terpaksa keluar jalan raya. Pengendara juga harus waspada dengan banyaknya tikungan dan lubang yang siap menerkam sepeda motor. Boks motor saya sempat terjun bebas karena saya menghantam lubang karena tak sempat menghindar. Untung sempat berdiri untuk menjaga keseimbangan motor. Kondisi boks motor gimana? Liat cerita esok hari ya tak kasih liat bekas keganasan jalanan di Bali.

Selain kondisi jalan raya, polisi di Bali juga demen yang namanya razia, kami sempat tertahan karena Ayal ternyata pakai spion ukuran kecil dan itu dipermasalahkan disana. Percakapan yang saya ingat malam itu,

Pak Polisi : “Kenapa kamu pakai spion kecil seperti ini?”

Ayal : “Bapak jangan tanya saya, bapak Tanya kenapa masih ada yang jual dan diperbolehkan!”

Pak Polisi : “Ah sudah saya malas berdebat dengan kamu, pergi sana!”

Hahahaha. Pak polisi gak tau ya lagi ngomelin siapa.

Kami tiba di Denpasar sekitar pukul 12.00 malam kemudian menuju sebuah restoran fast food karena sudah lapar sekali.

Apakah perjalanan kami sampai disini saja? Tunggu cerita selanjutnya

Cendolnya jangan lupa pak bos emoticon-Blue Guy Cendol (L)
buset , mangstaaab gan emoticon-Ngakak

ane baru brani solo ride muter2 pulau jawa aja nih , belum ada nyali nyebrang2 emoticon-Big Grin

sungkem ah ama suhu touring emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By gigigil
wah menarik bgt gan di tunggu lanjutan cerita nya gan


Quote:Original Posted By dhejhi
Hati" dijalan gan ane warga solo


Quote:Original Posted By djesta87
nunggu updatenya gan
seru nih
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By summerloop
Nyimak mode: ON emoticon-Matabelo .. Hayuk gan dilanjut!


Sudah di update gan. Kalau pada suka ane lanjutin emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Original Posted By secretbase
buset , mangstaaab gan emoticon-Ngakak

ane baru brani solo ride muter2 pulau jawa aja nih , belum ada nyali nyebrang2 emoticon-Big Grin

sungkem ah ama suhu touring emoticon-Shakehand2


Jiah gua juga baru gitu doang emoticon-I Love Indonesia (S)
gan gak foto2 gan petualangan agan? pengen lihat gambar2nya emoticon-Mewek
wuih ģà ngajak2 gan
emoticon-Ngacir
kagak ada dokumentasinya ya? kasi mulustrasi biar manteb
mantep gan ditunggu apdetnya emoticon-thumbsup
hebattt emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
kpn ane bs touring sejauh itu yaa emoticon-Matabelo
enaknya bisa jalan-jalan
Quote:Original Posted By ragingblaze
gan gak foto2 gan petualangan agan? pengen lihat gambar2nya emoticon-Mewek


Quote:Original Posted By jkx
wuih ģà ngajak2 gan
emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By ad4796yk
kagak ada dokumentasinya ya? kasi mulustrasi biar manteb


Quote:Original Posted By mangkok.sup
mantep gan ditunggu apdetnya emoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By iand6661
hebattt emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
kpn ane bs touring sejauh itu yaa emoticon-Matabelo


Quote:Original Posted By xaxaxi123
enaknya bisa jalan-jalan


Sudah tak update gambarnya gan. Cendol jangan lupa yah
Diniatin aja pasti bisa kok emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By mnshahensah












Sudah tak update gambarnya gan. Cendol jangan lupa yah
Diniatin aja pasti bisa kok emoticon-I Love Indonesia (S)


cool gan emoticon-2 Jempol

nanti ane kasi cendol ke agan yah emoticon-Big Grin pake id yang satu lagi
mantap sekali petualangannya baru kerasa deh adventure nya ke pembaca gan

emoticon-Rate 5 Star
Quote:Original Posted By mnshahensah


Sudah tak update gambarnya gan. Cendol jangan lupa yah
Diniatin aja pasti bisa kok emoticon-I Love Indonesia (S)


sip gan emoticon-Smilie
Matab gan, ane juga pngn bgt pergi ke pulau komodo emoticon-Matabelo
tunggu update gan
seru banget nih,ane juga pengen nih touring gini..tapi pasti cape banget deh
harus punya banyak persiapan ya gan emoticon-Big Grin
gelar tiker sambil minum kupii, ditunggu apdetnya gan... emoticon-I Love Indonesia