alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5455b845902cfe761a8b457e/renungan-mental-inlander
Inspiratif 
[RENUNGAN] MENTAL INLANDER !!!
MENTAL INLANDER = MENTAL BUDAK !!!

"............Emancipate yourself from the mental slavery.
No one but ourselves can free our minds............"

Redemption Song - Bob Marley


[RENUNGAN] MENTAL INLANDER !!!


INLANDER, sebuah kata yang bermakna "ejekan" penjajah Belanda pada kaum pribumi, tepatnya masyarakat nusantara. Memang angka 350 tahun masa penjajahan Belanda bisa dikatakan debatable. Namun yang pastinya, Belanda teramat lama di nusantara ini. Belanda yang paling lama dibandingkan penjajah lainnya macam Spanyol, Portugis dan Inggris serta Jepang. Saking lamanya, sisa-sisa jajahannya masih ada. Mulai dari bangunan, sistem, bahasa, budaya hingga mental. Ya, mental inlander. Mental jajahan. Mental budak. Adalah mental peninggalan penjajah Belanda.

Mental Inlander, berarti kondisi jiwa, sikap dan prilaku, yang selalu menganggap dari luar (barat) itu baik, maju, modern, pantas. Dan dari budaya, negara, bangsanya itu selalu buruk, kolot, primitif, ketinggalan zaman, terbelakang, dan tidak pantas. Dengan kata lain, mental inlader adalah perasaan rendah hati sebagai bangsa Indonesia.

Ya kita harus akui kemampuan penjajah menciptakan mental inlander ini. Bukan hanya mengeruk kekayaan alam, tapi penjajah (yang belum merasa bersalah hingga hari ini) juga merusak mental bangsa hingga anak cucunya hari ini.
Akibatnya dihari ini saat mental bangsa sudah jatuh, maka sehebat apapun kita sebagai bangsa Indonesia, selalu akan terkebelakang dan tak mampu berkembang. Kita menjadi bangsa latah yang selalu tertinggal beberapa langkah.

Mungkin mental inlander masih abstrak bagi kita. Contoh sederhananya begini. Saat ketemu turis bule, langsung mau foto bareng. Entah bule itu seorang pejabat, artis, penjahat, atau apapun profesi dinegerinya, yang penting bule. Langsung mengajak untuk foto bareng. Lalu foto itu diupload di sosial media. Dengan bangga ia memperlihatkan bahwa ia sudah berfoto bersama orang Bule. Tentu beda konteksnya mahasiswa yang tugas belajar diluar negeri foto bareng dengan teman kuliahnya yang bule. Atau rekanan bisnisnya orang bule. Atau apapun yang memang memungkinkan seseorang pribumi berfoto bareng dengan orang Bule.

Contoh lain dari Mental Inlander adalah sikap sebagian artis kita yang selalu membanggakan cowok bule. Atau mencari cowok bule sebagai suaminya. Tentu kita tidak mempersoalkan urusan takdir. Tetapi kita melihat ada yang janggal saat seorang artis menjelaskan tentang mengapa ia menikah dengan bule dengan mengatakan "Perbaikan Keturunan". Harapannya tentu anak yang berwajah indo. Tetapi sebenarnya jika disadari, kata itu sangat "Kejam". Seolah-olah gen orang Indonesia adalah gen rusak. Sehingga harus diperbaiki dengan gen bule.

Di bidang mode, kita bisa temukan banyak orang Indonesia (yang berkulit bervariasi mulai agak putih, sawo matang, coklat kemerahan hingga hitam) yang suka mengecat rambutnya berwarna pirang. Rambut pirang yang pas serasi dengan kulit putih orang bule dipaksa ke kulit sawo matang dan hitam orang Indonesia. Tentu kita bisa bayangkan keanehannya. Tetapi itulah mental inlander. Berusaha nampak seperti orang bule. Tidak bersyukur dengan gen Indonesia.

Bukan hanya ABG dan Artis yang mengidap mental inlander. Namun parahnya, sebagian akademisi kita pun terjangkit. Parah malah. Akademisi yang bermental inlader, selalu "patuh" dalam mengutip. Ia adalah penurut yang baik. Ketika ia menulis, kita temukan banyak sekali kata "Menurut ini, menurut itu, menurut para ahli". Sungguh sangat penurut !!!. Seolah semua teori barat dan akademisi barat itu benar dan tak boleh dikritik. Seolah akademisi Indonesia tak mampu melahirkan teori yang lebih baik daripada mereka.

Kembali ke persoalan Mental Inlander, ini adalah produk hegemoni. Produk brain washing yang tak disadari. Kita tidak bangga sebagai bangsa Indonesia. Kita selalu tidak percaya diri. Memang keliru jika kita terlalu percaya diri. Memang kita harus banyak belajar pada barat, terutama tentang teknologi. Bukan gaya dan pola hidupnya. Di sisi lain, kita harus bangga dengan kearifan warisan leluhur kita. Kita harus bangga dengan gen Indonesia. Bangga dengan rambut dan warna kulit kita. Bangga akan kecerdasan kita untuk menyesuaikan teori dari luar yang tidak relevan dengan kondisi kita. Ya kebanggaan itu adalah modal dasar nasionalisme kita. Jika kita tidak bangga akan keindonesiaan kita, tentu nasionalisme kita rapuh. Hasilnya, ya kita lihat sendiri *(arm-2014)

Sumber: http://www.diskusilepas.com/2014/02/...-inlander.html
kudu di ilangin mental gitu deh dari dalem diri ane
tuh, kalau menteri yg pasangannya bule gimana gan ? ada yg cerai, eh dapat bule lagi, sampai wajah dan sikapnya ke bule bulean tuh menteri
baru kemarin sore gw dari kuta, memang sih ada orang katrok yang minta foto kayak gitu, emoticon-Busa kalau gw sih fokus ke two piece nya aja emoticon-Ngakak
Tapi sebenarnya gw malah kasihan sama bulenya, karena gw memandang mereka gak beda dengan badut
aku nggak kak emoticon-Frown
Kalo ane ga peduli itu dari mana kalo bagus ya ane suka, kalo jelek ya ane ga suka

Originally Posted By H4ckn3y
mental-mental parah......membanggakan bule daripada negeri sendiri......

padahal apa sih bangga nya coba.......keuntungannya apa sih ?

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By stonecrash
kudu di ilangin mental gitu deh dari dalem diri ane


mental inlander mirip2 vickynisasi emoticon-Ngakak
emang menarik ktika bangsa indo msh belum benar2 "merdeka" sepenuhnya
gw ga pernah mnta foto sama bule kecuali bule itu katy perry , selene gemes , taylorsuit dsb

tp kbnyakan bule bule pda mnta foto sama gw bero emoticon-Cool
Ane tetep sebagai diri sendiri
Bangga sebagai bangsa indonesia
emoticon-I Love Indonesia
ngilangin mental Inlander itu sulit, tapi tidak menutup kemungkinan jika mustahil. memang sulit gan, soalnya itu harus serentak dari segala lini.
Contoh paling simple dan yang sedang kita lakukan sekarang.

oke forum yang kita pake kaskus, itu forum buatan asli orang indonesia, tapi ide forum berbasis interntet darimana ? itu pertama

lalu, cara mengakses kaskus.
oke kita pake koneksi internet dari penyedia jasa internet indonesia [telkom***] tapi provider lainnya ? emoticon-Cape d... (S)
lalu kita buat mengakses pake perangkat apaan ? laptop dan segala sesuatu softwere darimana ?

nahh apakah masih bisa Indonesia mandiri tanpa itu semua ? bisa kalau memang benar2 mau berubah dalam dari diri masing2 dan kalau bisa serempak.
oke buat latihan mulai sekarang beli segala sesuatu produk baik itu rokok, gula, beras, kecap, saos, kopi, dll budayakan beli di warung2 kecil dimana yang jual asli dari orang indonesia, sistem yang dipake masih tradisional (bukan mini market) dari situ kita memperdayakan dan menghargai jeripayah rakyat kecil. emoticon-I Love Indonesia (S)

kalau kita membiasakan membeli sesuatu di minimarket ya dampaknya warung2 kecil gulung tikar kalah sama orang yang sudah kaya dan memiliki modal lebih buat bangun minimarket. setuju ? emoticon-Ngakak (S)1
Bener jg y...AYO, BANGKITKAN NASIONALISME QT
Ane apa adanya aja emoticon-Malu (S) emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By yeahyeahcigar
ngilangin mental Inlander itu sulit, tapi tidak menutup kemungkinan jika mustahil. memang sulit gan, soalnya itu harus serentak dari segala lini.
Contoh paling simple dan yang sedang kita lakukan sekarang.

oke forum yang kita pake kaskus, itu forum buatan asli orang indonesia, tapi ide forum berbasis interntet darimana ? itu pertama

lalu, cara mengakses kaskus.
oke kita pake koneksi internet dari penyedia jasa internet indonesia [telkom***] tapi provider lainnya ? emoticon-Cape d... (S)
lalu kita buat mengakses pake perangkat apaan ? laptop dan segala sesuatu softwere darimana ?

nahh apakah masih bisa Indonesia mandiri tanpa itu semua ? bisa kalau memang benar2 mau berubah dalam dari diri masing2 dan kalau bisa serempak.
oke buat latihan mulai sekarang beli segala sesuatu produk baik itu rokok, gula, beras, kecap, saos, kopi, dll budayakan beli di warung2 kecil dimana yang jual asli dari orang indonesia, sistem yang dipake masih tradisional (bukan mini market) dari situ kita memperdayakan dan menghargai jeripayah rakyat kecil. emoticon-I Love Indonesia (S)

kalau kita membiasakan membeli sesuatu di minimarket ya dampaknya warung2 kecil gulung tikar kalah sama orang yang sudah kaya dan memiliki modal lebih buat bangun minimarket. setuju ? emoticon-Ngakak (S)1


kalo menurut ane gan, mental inlander itu mirip mental pembantu ketemu dengan majikan, ketika ketemu dengan orang barat kita merasa udah kalah duluan.

Ane kira gak ada masalah dgn memakai produk barat kan gak semua dari barat jelek2, contoh teknologi dll emoticon-Shakehand2
Yup betul buanget, emang harus bangga dilahirkan jd orang Indonesia
Dan masalah terbesar di barat itu bukan agama tetapi ras
Dinegara kita agama dulu baru ras emoticon-Toast
Cintailah prodhuk ptodhuk Indhonesia....kata maspion
Gan,maaf ralat dikit buat kalimat terakhir di paragraf kedua.
Mungkin yg bener rendah diri bukan rendah hati.

Overall ane setuju tuh.
Mental budak.Prinsipnya Asal Bapak Senang.
Ane sih agak kurang setuju untuk masalah yg akademisi...

Kalo yg ada hasil penelitian orang Barat dan sesuai, ya itulah yg dipake, bukan masalah siapa penelitinya, tapi kualitas hasil penelitiannya yang diutamakan...
Lain kalo ada hasil penelitian orang lokal sendiri yg lebih bagus daripada penelitian orang Barat, pasti punya lokal lah yg dikutip...

Gak bisa juga kan kita bikin karya ilmiah tanpa ada dasar2 yg jelas, nah dasar2nya itu kenapa ngutip punya Barat, karena mereka lah yg bisa dibilang 'pionir' penelitian ilmiah modern...
Namun bukan berarti cuma teori2 dan dasar2 punya mereka yg boleh/pantas dikutip...
super banget gan..

klo ane mentalnya gak jauh2 dri inlander.. emoticon-Malu